Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “She was Pretty” Episode 12 Bagian Kedua

Sinopsis “She was Pretty” Episode 12 Bagian Kedua

Sinopsis She was Pretty

[Baca juga:Sinopsis She was Pretty Episode 12 Bagian Pertama]

Shin Hyuk mengajak Hye Jin ke kafe kopi dekat kantor Most. Pelayan kafe ini bertanya apa kekasihnya ingin Americano dingin, dia menjawab sambil menaruh lengannya di pundak Hye Jin bahwa dia belum menjadi kekasihnya.

Hye Jin ingin memperjelas hubungan mereka, tapi belum sempat menjelaskan maksudnya Shin Hyuk kembali memotong pembicaraannya. Shin Hyuk menaruh dua sedotan di mulutnya sehingga membuatnya tertawa. Dia memberitahu Hye Jin, “Caramu tertawa padaku karna kamu sangat bahagia melihatku.” Tak sampai disitu dia menaruh batu kecil di bagian gigi depannya dan berlagak gigi depannya copot sehingga kembali lagi membuatnya tertawa.

Meskipun demikian Hye Jin tetap menganggap bahwa mereka harus meluruskan hubungan mereka. Tapi Shin Hyuk lantas bertanya apa dia tidak menyukainya; dan Hye Jin menjawab bagaimana bisa dia tidak menyukainya. Sehingga mendengar jawaban itu, baginya masih ada kesempatan. Shin Hyuk kembali memperjelas ‘belum berakhir sampai itu berakhir.’ Dia memutar-mutar jari telunjuknya di depan wajah Hye Jin dan berkata padanya bahwa pada akhirnya dia akan menyukainya. Saat Shin Hyuk pergi, Hye Jin berpikir mengapa dia selalu membuatnya merasa bersalah.

Sinopsis She was Pretty 2

Sesampainya di rumah, dia mendapati Hye Rin sedang makan pizza bersama Ha Ri. Saat ponselnya berdering, Hye Rin mengira Sung Joon menelponnya. Hye Jin membentaknya karna itu tidak seperti perkiraannya.

Saat Hye Jin ada di kamar untuk berganti pakaian, Hye Rin memberitahu Ha Ri bahwa ada seseorang yang mengejar kakaknya dan bahkan dia sok jual mahal. Hye Rin berpikir ada sesuatu yang salah dimata Sung Joon atau dia mempunyai selera yang buruk pada wanita karna bisa jatuh cinta pada kakaknya.

Di balik kamarnya, Hye Jin mendengar ocehan adiknya ini, dia segera keluar kamar untuk mencegahnya berkata yang tidak-tidak di depan Ha Ri. Dia memasukkan potongan pizza ke dalam mulutnya, tapi Hye Rin kembali mengoceh bahwa Sung Joon sampai datang ke rumahnya. Ha Ri hanya diam tanpa memberi komentar apapun; meskipun tampak kesedihan di wajahnya.

Sinopsis She was Pretty 3

Saat Hye Jin sedang membaca sambil berbaring, Ha Ri memanggilnya untuk datang ke kamarnya. Dia memberi Hye Jin sepasang sepatu yang sangat cantik tapi Hye Jin malah merasa bahwa sepatu itu tidak cocok untuknya dan mengembalikan pada Ha Ri karna menurutnya itu lebih cocok untuknya. Ha Ri ngotot ingin memberi sepatu itu pada Hye Jin, dan bertanya apa dia sudah mendengar pepatah ‘jika kau mengenakan sepatu yang bagus, mereka akan membawamu ke tempat yang bagus pula.’

Ha Ri menyuruh Hye Jin untuk memakai sepatu pemberiannya dan berkata padanya untuk tidak memikirkan hal lain dan mengkhawatirkan apapun: “Pergilah kemanapun yang ingin kau tuju. Ke suatu tempat yang ingin kau tuju.” Dia berkata pada Hye Jin bahwa awalnya dia akan merasa tidak nyaman memakainya karna harus berhati-hati ketika berjalan, tapi sepatu itu akan segera terasa nyaman.

Hye Jin mencoba meyakinkan Ha Ri bahwa dia baik-baik saja dengan seperti ini, tapi dia kembali memberitahu Hye Jin untuk tidak memikirkannya dan menyuruhnya untuk pergi kepada Sung Joon. Hye Jin merasa bahwa dia baik-baik saja jika hanya berteman dengan Sung Joon. Tapi Ha Ri memberitahunya bahwa hati Sung Joon akan tetap tertuju padanya meskipun dia berusaha untuk menahannya.

Sinopsis She was Pretty 4

Ha Ri berkata padanya bahwa Sung Joon sudah menunggunya, setiap detik, setiap menit yang berlalu pasti sulit untuknya. Dia sekarang sudah bisa melepaskannya, dan menyuruh Hye Jin untuk pergi kepada Sung Joon dan tidak mengkhawatirkan apapun.

Sung Joon berdiri di depan rumah Hye Jin dan sejenak ia berpikir ingin menelponnya tapi terpaksa dia mengurungkan niatnya. Dia hanya menatap jendela kamar Hye Jin yang lampunya mati dan mondar-mandir selama berjam-jam berharap Hye Jin menyalakan lampu kamarnya. Dan di dalam kamarnya Hye Jin terus menatap sepatu yang diberikan Ha Ri padanya sambil mengingat kembali apa yang dikatakan Sung Joon. Sung Joon  memintanya untuk tidak lari darinya dan dia adalah wanita yang ia suka. Saat Sung Joon berjalan pergi, Hye Jin menyalakan lampu di kamarnya dan membuka jendelanya.

Saat Sung Joon berjalan pergi, dia melewati seokor anjing dan kembali teringat Hye Jin memanggilnya ‘putri.’ Dia duduk di sebelahnya dan curhat pada anjing itu saat berkata: “Menunggu berat juga.” Dia kembali ke apartemennya dan mendapati isi kulkasnya kosong saat ingin mengambil air mineral. Dia hanya duduk semalaman memandangi Kepala Bawang Bombay.

Sinopsis She was Pretty 5

Keesokan paginya, Hye Jin berangkat ke kantor mengenakan sepatu yang dibelikan Ha Ri. Saat menyapa ‘putri,’ dia mengenali selendang yang ada di leher anjing itu adalah milik Sung Joon. Dia menukarnya dengan selendangnya dan berkata pada ‘putri’ bahwa mulai sekarang dia tidak akan melarikan diri lagi.

Hye Jin sedang menunggu di pemberhentian bus, dan Ha Ri ternyata datang untuk mengantarnya ke kantor menggunakan mobilnya untuk yang terakhir kalinya. Dia akan mengantarnya ke kantor baru setelah itu menjualnya. Usai mengantar Hye Jin, Ha Ri berpikir bahwa sekarang dia sudah merasa lega.

Datang ke kantor, dia mendapati Sung Joon ternyata belum datang. Saat mendengar Joo Young mengatakan bahwa Sung Joon masih harus pergi karna masih ada rapat, dia bergegas keluar untuk mengejarnya sambil membawa selendangnya. Dia berlari dengan kencang tapi sayang Sung Joon keburu duluan masuk ke dalam lift.

Sinopsis She was Pretty 7

Sinopsis She was Pretty 6

Hye Jin segera pergi ke kafe kopi langganan mereka saat kembali mendengar bahwa Sung Joon akan ada rapat dengan photographer Kang. Tapi setelah ia sampai disana, dia mendapati Sung Joon telah keluar dari kafe itu. Dia melihat ke  sekeliling jalan mencari Sung Joon, tapi sayang dia tidak melihat mobilnya saat melihat ke arah yang berlawanan. Hye Jin meyakinkan dirinya bahwa dia akan menemui Sung Joon di kantor.

Menguping dari Joo Young saat berbicara dengan Sung Joon di telpon, dia kembali mendapat kabar bahwa Sung Joon berangkat ke  Jejudo dan akan kembali pukul 4. Hye Jin segera mencari tahu cuaca di Jejudo saat ini; berharap disana tidak akan turun hujan saat dia mengendari mobil.

Shin Hyuk mendapati Hye Jin telah ada di ruang rapat, tapi dia malah sedang tertidur. Dia memandanginya dan berharap dia juga melihatnya.

Sinopsis She was Pretty 8

Hye Jin masuk ke ruang kantor Sung Joon untuk mencari berkas yang disuruh oleh Poong Ho. Dia mencari berkas itu di mejanya dan tanpa sengaja dia mendapati buku sketsanya. Di dalamnya ternyata Sung Joon menggambar banyak sketsa wajahnya. Dia tersenyum sekaligus menangis karna terharu saat melihatnya satu per satu.

Hye Jin duduk di mejanya sambil memegang selendang Sung Joon dan melihat ke sepatu barunya. Dia sangat ingin bertemu dengannya. Dia segera berdiri dari kursinya, dan mengambil buku sketsa Sung Joon untuk segera pergi ke bandara dan menungguinya disana.

Sinopsis She was Pretty 9

Sambil menunggu kedatangan Sung Joon, Hye Jin menggambar di buku sketsa itu. Sayang, saat Hye Jin menoleh ke arah yang berlawanan, ternyata Sung Joon lewat di depannya. Sambil memegang buku sketsa yang berisi sketsa dirinya dan Sung Joon yang berpegangan tangan, ditambah senyuman  dan mengenakan selendangnya, Hye Jin berdiri menungguinya.

Hye Jin berdiri di pagar pembatas khusus tepat di depan pintu keluar untuk kedatangan penumpang pesawat. Dia lama berdiri disana tapi Sung Joon tak kunjung keluar, dan ponselnya pun tak diangkat. Tapi ternyata Sung Joon jatuh pingsan saat dia akan berjalan keluar dari bandara itu,.

Hye Jin kembali ke kantor dengan perasaan hati yang sedih, dan dia mendengar Joo Young sedang berbicara di telpon dengan Poong Ho. Joo Young menjelaskan padanya bahwa Sung Joon jatuh pingsan.

Sinopsis She was Pretty 10

Dia segera keluar dari kantor Most dengan terburu-buru dan tidak menghiraukan ketika Shin Hyuk bertanya dia mau kemana. Hye Jin berdiri di seberang jalan tapi tak satupun taksi berhasil ia dapatkan.

Shin Hyuk muncul dengan mengemudikan mobil merahnya dan menyuruhnya masuk ke mobil. Hye Jin menolak dan berkata padanya bahwa dia akan pergi ke tempat Sung Joon. Shin Hyuk sudah mengetahui apa yang terjadi dan dia mendorong Hye Jin masuk ke dalam mobilnya.

Saat mereka tiba di rumah sakit, sejenak Hye Jin merasa ragu untuk segera berlari menemui Sung Joon. Dia berkata pada Shin Hyuk bahwa dia tidak seharusnya seperti ini, padahal selama ini dia sangat baik padanya dan selalu menghiburnya.

Sinopsis She was Pretty 11

Shin Hyuk tak bisa berbuat apa-apa lagi karna sepertinya permainan telah berakhir – dia tak bisa memaksakan perasaan Hye Jin. Dia melempar koin, dan jika kepala dia akan pergi tanpa melongok ke belakang dan kalau ekor dia akan menahannya agar dia tidak datang pada Sung Joon. Dia menengok ke tangannya dan berkata ‘kepala’ dan menyuruhnya untuk pergi.

Hye Jin merasa berat meninggalkan Shin Hyuk untuk yang kedua kalinya. Dengan senyuman kesedihan, Shin Hyuk berkata, “Trima kasih karna sudah ragu. Cepat sana sebelum aku berubah pikiran.” Saat Hye Jin pergi, Shin Hyuk membuka tangannya untuk melihat koin itu dan ternyata angka yang berarti ‘ekor.’

Sinopsis She was Pretty 13

Sinopsis She was Pretty 14

Hye Jin masuk ke kamar VIP tempat Sung Joon dirawat, dan dia sejenak menatapnya yang sedang tertidur dan membelai rambutnya. Tapi Sung Joon tiba-tiba saja menariknya ke atas tempat tidur. Hye Jin memberitahu Sung Joon bahwa dia datang untuk memeluknya dan Hye Jin pun memberi pelukan yang selama ini diminta oleh Sung Joon.

Berbaring disampingnya, Sung Joon dengan lembut membelai wajahnya dan mendaratkan ciuman di bibirnya.

Sinopsis She was Pretty 12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*