Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “She was Pretty” Episode 14 Bagian Pertama

Sinopsis “She was Pretty” Episode 14 Bagian Pertama

Sinopsis She was Pretty 2Sinopsis She was Pretty

[Baca juga: Sinopsis She was Pretty Episode 14 Bagian Kedua]

Sung Joon memeluk Hye Jin dari belakang dan di tempat itu, Sung Joon berkata padanya bahwa dia berjanji setelah membuat edisi majalah ulang tahun ke-20 sukses dan menyelamatkan The Most, dia akan melamarnya.

Sung Joon berkata pada Hye Jin, “Bagiku slalu ada  kenangan akan perasaan seperti aku kehilanganmu. Selama 15 tahun saya merindukanmu dan saya menemukanmu sekarang setelah 15 tahun. Saya tidak ingin lagi kehilanganmu. Mulai dari sekarang, 15 tahun, 15 tahun kemudian, dan 15 tahun lagi setelahnya. Dan jika saya diberikan lebih banyak lagi waktu, saya ingin menghabiskan waktuku itu bersamamu.”

Sinopsis She was Pretty 3Sinopsis She was Pretty 4

Sung Joon mengaku pada Hye Jin bahwa dia sempat gugup untuk mengungkapkan ini, tapi sejak dia lahir ini kali pertama dia begitu yakin akan sesuatu sehingga dia ingin Hye Jin tahu bagaimana perasaannya. Tidak ada alasan baginya untuk ragu lagi

Sung Joon memakaikan topi jaketnya; dan saat Hye Jin berkata padanya bahwa dia berharap Sung Joon akan berhasil menyelamatkan The Most dan sukses — Sung Joon menciumnya.

Sinopsis She was Pretty 5

Sung Joon kembali ke kantor, dan dia membaca sms di ponselnya yang tadi tertinggal dari personal manager Leonard Kim. Dia memberitahu Sung Joon bahwa wawancara dengan The Most telah dibatalkan karna alasan yang tak dapat dihindari.

Sung Joon sangat terkejut menerima kabar buruk ini, dan dia kembali menelpon staff Leonard Kim untuk mengkonfirmasi dan staff Leonard Kim mengiyakan hal tersebut. Setelah menerima telpon dari kenalannya tentang Leonard Kim, Shin Hyuk segera datang ke kantor. Dia mendapati Sung Joon duduk dengan lesu di ruang kantornya, dan mengiyakan kabar tersebut. Mereka berdua tampak seperti kehilangan harapan karna wawancara dengan Leonard Kim adalah kesempatan terakhir mereka.

Keesokan paginya, Sung Joon memberitahu timnya tentang kabar buruk ini. Mereka semua tampak lesu apalagi diperhadapkan dengan fakta jika mereka tak bisa mencapai posisi pertama, kantor mereka bisa saja ditutup. Dengan batalnya wawancara bersama Leonard Kim, maka wawancara utama mereka sebanyak 12 halaman dalam edisi ulang tahun Most ke-20 telah lenyap. Mereka bingung harus mewawancarai siapa lagi dalam edisi terbaru mereka nantinya, apalagi pihak mereka telah mengumumkan secara publik bahwa mereka akan mewawancarai Leonard Kim tapi akhirnya batal, sehingga sepertinya sulit menemukan figur terkenal yang mau dijadikan pengganti.

Sinopsis She was Pretty 7Sinopsis She was Pretty 6

Disaat semua kehilangan ide untuk mencari siapa figur pengganti Leonard Kim, Poong Ho mengajukan satu nama ‘Ten’. Poong Ho berpendapat bahwa karna dia ternyata adalah orang Korea dan novel terbarunya “Memory” sukses besar, saat ini dia adalah orang yang menjadi perbincangan hangat.

Tapi Joo Young meragukan apa Ten akan melakukan wawancara dan pemotretan karna selama ini dia menyembunyikan identitasnya. Tapi Sung Joon mempunyai ide baru. Dia berpikir untuk melakukan wawancara dengan orang selevel Ten, mereka tidak perlu sesi pemotretan. Menurutnya tanpa pictorial, ada kemungkinan dengan menampilkan wawancaranya saja akan menjadi perbincangan yang hangat. Menurutnya cara seperti itu adalah kartu yang paling mereka butuhkan dibanding hanya melakukan wawancara yang sudah biasa.

Sung Joon menemui penerbit untuk mencari tahu tentang informasi pribadi Ten. Tapi sayang dia tak mendapat informasi apapun. Dia diberitahu bahwa pihak mereka hanya berkomunikasi dengan Ten lewat email. Mereka menerima naskah novelnya melalui email; dan yang mereka lakukan hanya menerjemahkan dan menerbitkan. Yang mereka tahu hanya alamat emailnya, tapi mereka tidak bisa memberikannya pada Sung Joon. Sung Joon memberikan kartu namanya untuk dihubungi apabila pihak mereka sudah menyampaikan niat Most kepada Ten dan mendapat jawaban darinya, meskipun kemungkinannya tidak besar.

Sinopsis She was Pretty 8

Sung Joon dan Hye Jin bertemu di gedung kantor, setelah keduanya kembali dari urusan pekerjaan masing-masing. Saat mendengar jawaban dari Sung Joon usai bertemu dari pihak penerbit bahwa kesempatan mereka tidak besar untuk mewawancarai Ten tapi untuk permulaan mereka harus menunggu; Hye Jin segera maju dan mencondongkan mukanya ke arah Sung Joon. Dia menyuruh Sung Joon untuk melihatnya sebanyak 100 kali karna seperti yang ia katakan sebelumnya dia mendapatkan energi setiap kali melihatnya.

Hye Jin berharap Sung Joon tidak khawatir karna pasti akan ada jalan. Meskipun demikian Sung Joon sedikit merasa ragu apa edisi spesial ulang tahun Most ke -20 akan keluar dengan lancar, tapi Hye Jin merasa optimis bawa semuanya akan lancar apalagi dalam edisi berikutnya artikel tulisannya akan diterbitkan. Hye Jin berteriak, “Semangat.”

Di kantor, Joon Woo bertanya pada Han Sul mengapa belakangan ini dia menghindarinya, sampai tidak mengangkat telpon dan  bahkan sikapnya menjadi aneh. Tapi Han Sul malah menjawab untuk mempertimbangkan kembali hubungan mereka saat ini.

Sinopsis She was Pretty 9Sinopsis She was Pretty 10

Saat Ha Ri tiba di rumahnya, dia mendapati ayahnya sedang menungguinya. Ayah dan anak ini kemudian berbincang. Ayah bertanya pada Ha Ri mengapa dia sampai berhenti bekerja di hotel tanpa memberitahunya, dan menawarkan akan mencarikannya pekerjaan di tempat lain.

Ha Ri menolak tawaran ayahnya dan berkata padanya bahwa ada sesuatu yang ingin ia konfirmasi. Dia penasaran apa yang bisa ia lakukan dengan usahanya sendiri dan apa batasan yang bisa ia lakukan.

Ayah berkata pada Ha Ri bahwa dia akan membantunya kapanpun ia butuhkan dan memintanya untuk menghubunginya kapanpun dia mengalami masa-masa sulit. Ha Ri meyakinkan ayahnya bahwa dia tidak akan seperti itu lagi. Bahkan jika dia meminta bantuannya disaat kelemahannya, Ha Ri berharap dia tidak membantunya. Setelah ayahnya pergi, Ha Ri sedikit menyesal mengapa tadi di depan ayahnya dia berkata akan melakukan semuanya atas usahanya sendiri – Apa yang akan aku lakukan sekarang? Tapi dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia pasti bisa melakukannya.

Sinopsis She was Pretty 11Sinopsis She was Pretty 12

Joo Young datang dan mengomel pada tim the Most bahwa seorang rookie yang tidak berpengalaman akan duduk sebagai Wakil Presiden. Rumor telah beredar bahwa mulai minggu depan, anak Chairman JinSung Group akan diangkat sebagai Wakil Presiden. Mendengar kabar ini, Han Sul terkejut dan berpikir dia sudah tak punya waktu lagi untuk menggodanya karna pengangkatannya minggu depan. Dia bertanya-tanya siapa sebenarnya kemenakan Ra Ra – dia tidak mungkin Sunbae Poong Ho yang jorok, atau bisa saja dia Sunbae Shin Hyuk.

Han Sul mencoba mendekati Sin Hyuk dengan mengajaknya makan malam bersama; tapi gagal dan yang ada dia malah dibuat kesal.

Sung Joon menghubungi pihak penerbit, dan dia diberitahu bahwa mereka belum mendapat jawaban apapun dari Ten, dan menyarankan Sung Joon untuk menyerah. Sung Joon tidak meresponinya, dan menyuruh pihak penerbit untuk segera menghubunginya jika mereka sudah mendapat kabar dari Ten.

Sinopsis She was Pretty 13Sinopsis She was Pretty 14

Mereka semua penasaran apa yang akan terjadi pada Sung Joon jika majalah The Most akhirnya di tutup. Mereka berpikir bahkan jika dia kembali ke New York, dia tidak akan mendapat posisi disana. Tapi  dia akan tetap kembali ke Amerika karna dia tidak punya kerabat siapapun  disini, sehingga tidak ada alasan baginya untuk tetap tinggal. Mendengarnya Hye Jin sepertinya sedih, dan Shin Hyuk yang duduk tidak jauh darinya melihat wajahnya berubah rona sedih.

Saat berjalan keluar dari ruang kantor The Most, Shin Hyuk berkata pada Hye Jin, “Kau tahu kata-kata favoritku, kan? ‘Belum berakhir sampai itu berakhir.’” Dia meminta Hye Jin untuk tidak khawatir karna semuanya belum berakhir.

Keesokan paginya, Joon Woo bertanya pada Han Sul apa tidak apa-apa jika dia pergi kencan buta. Dengan entengnya dia memberi izin pada Joon Woo. Joon Woo berlari dari hadapannya dengan perasaan yang hancur. Han Sul meyakinkan dirinya tidak apa-apa entah dia mau pergi atau tidak. Tapi saat dia akan menelpon, dia tiba-tiba teringat kenangan-kenangan indahnya bersama Joon Woo – kebaikan hati dan perhatiannya.

Sinopsis She was Pretty 15Sinopsis She was Pretty 16

Dia segera berbalik dan berlari mengejar Joon Woo. Joon Woo menyuruh supir busnya berhenti melihat Han Sul yang ternyata mengejarnya. Tapi karna busnya tidak bisa berhenti, dia membuka kaca jendela dan berteriak kepada Han Sul untuk menyuruhnya bertemu di pemberhentian bus berikutnya.

Han Sul datang dengan tergopoh-gopoh bertemu dengan Joon Woo. Dia berkata padanya untuk tidak meninggalkannya dan pergi kencan buta. Joon Woo dengan senangnya berkata pada Han Sul bawa dia tidak akan  meninggalkannya apalagi pergi ke kencan buta itu. Han Sul berkata padanya, “Mulai dari sekarang saya hanya akan melihatmu. Saya sangat, sangat menyukaimu,” dan Joon Woo juga mengakui bahwa dia sangat menyukainya . Han Sul kemudian minta dicium .

Sinopsis She was Pretty 17

Sepertinya untuk menghilangkan stress karna pekerjaan, Sung Joon olahraga lari di malam hari. Sung Joon mendengar suara Hye Jin dari arah belakangnya yang mengajaknya untuk bermain basket bersama saat dia sedang berdiri sendiri di lapangan itu dengan beban pikiran berlebih. Di lapangan basket itu, keduanya asyik berduaan bermain bola basket bersama. Sung Joon juga mencuri kesempatan mencium dahi Hye Jin, dan hal yang sama juga dilakukan oleh Hye Jin mendaratkan ciumannya di pipi Sung Joon.

Setelah bermain bola basket, mereka berdua duduk di sebuah bangku dan Hye Jin menawarkan untuk memotong kukunya. Sambil memotong kukunya, dia berkata pada Sung Joon bahwa dia sudah melakukan yang terbaik, segala upaya yang bisa ia lakukan. Dia berharap Sung Joon tidak terlalu menyalahkan dirinya karna situasi berubah menjadi seperti ini adalah sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan.

Sinopsis She was Pretty 19Sinopsis She was Pretty 18

Sung Joon mengaku bahwa dulu dia berpikir caranya dalam melakukan sesuatu adalah yang terbaik tapi sekarang sepertinya dia mengerti. Keputusannya mungkin bukan slalu yang terbaik. Hye Jin meminta Sung Joon untuk tidak menyalahkan dirinya, “Kau benar-benar sudah melakukan yang terbaik.”

Keesokan paginya, di ruang rapat Sung Joon memberitahu timnya bahwa mereka akan menghentikan bagian wawancara utama dalam edisi majalah yang akan terbit. Dia berpikir memiliki wawancara utama tidak berarti kalian mempunyai majalah yang bagus. Dia menyuruh timnya untuk menyelesaikan artikel yang telah mereka buat pertama kali. Sung Joon mendorong mereka untuk membuat artikel yang selama ini ingin mereka buat tapi tidak mendapat kesempatan. Menurutnya akan lebih berarti jika mereka mengisi majalah mereka dengan artikel yang dibuat karna kesukaan mereka.

Sinopsis She was Pretty 21Sinopsis She was Pretty 20

Joo Young menganggap ide Sung Joon terlalu berisiko, apalagi diperhadapkan fakta bahwa edisi kali ini adalah kesempatan terakhir mereka – ditambah lagi ‘Ten’ sama sekali belum menghubungi mereka. Semuanya menjadi kalang kabut, tapi untuk pertama kalinya Ra Ra datang ke ruang rapat memberikan semangat.

Dia setuju 100% dengan ide Sung Joo dan mendorong mereka untuk tidak terlalu memaksakan diri dalam bekerja dan jangan terlalu di bawah tekanan. Berhenti terlalu dibebani dengan penutupan Most karna mereka tidak pernah tahu sebuah mujizat kecil bisa saja terjadi, tuturnya.

Semua tim Most dengan sangat antusias bekerja keras mencurahkan ide, tenaga dan pikiran mereka dalam membuat artikel untuk edisi majalah terbaru The Most. Dan saat Sung Joon mentraktir makan timnya, dia dibuat cemburu melihat kemesraan pasangan baru Joon Woo dan Han Sul.

Sinopsis She was Pretty 22Sinopsis She was Pretty 23

Joo Young memperlihatkan tulisan artikel tim The Most pada Sung Joon dan dia merasa puas dengan hasilnya. Joo Young memberitahu Sung Joon bahwa  tidak seperti biasanya, kali ini ada banyak artikel yang sangat cerdas dan bagus mungkin karna semua orang sangat senang sehingga mereka melakukan apa yang ingin mereka kerjakan. Sung Joon merasa menyesal karna seharusnya dari awal dia melakukan hal seperti ini.

Sung Joon berkata pada Joo Young bahwa dia sudah bekerja keras dan telah melakukan yang terbaik. Meskipun dengan mencoba menahan air matanya, dia memberitahu Sung Joon bahwa semuanya belum berakhir – apa yang akan anda lakukan jika tanpa diduga kita menduduki tempat pertama?

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*