Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “She was Pretty” Episode 15 Bagian Kedua

Sinopsis “She was Pretty” Episode 15 Bagian Kedua

Sinopsis She was Pretty 2Sinopsis She was Pretty

[Baca juga: Sinopsis “She was Pretty” Episode 15 Bagian Pertama] 

Pulang dari kantor, Hye Jin merasa dia melihat seseorang yang mirip Shin Hyuk. Dia mengejarnya dan masuk ke stan topokki yang ada di pinggir jalan, tapi dia tak ada disana. Dia sangat kecewa karna merasa yakin yang dilihatnya tadi adalah Shin Hyuk.

Dia berjalan tapi tiba-tiba seseorang menarik tangannya dari arah belakang dan ketika dia berbalik – dia melihat Shin Hyuk. Dengan nada yang meluap-luap, Hye Jin berkata padanya, “Bagaimana bisa kau tiba-tiba menghilang tanpa mengatakan sepatah katapun. Mengapa hanya saya yang tidak kau ucapkan selamat tinggal?” dan Shin Hyuk menjawab, “Itulah mengapa saya datang untuk mengucapkan selamat tinggal seperti ini.”

Sinopsis She was Pretty 3Sinopsis She was Pretty 4

Saat Hye Jin melontarkan beberapa pertanyaan padanya – apa kau tahu betapa khawatirnya semua orang, kau tinggal dimana, apa kau sudah makan, apa kau baik-baik saja, mengapa kau pergi begitu jauh; Shin Hyuk tiba-tiba memeluknya. Dia membisikkan sesuatu di telinga Hye Jin; dan melangkahkan kakinya mundur ke belakang sambil terus menatap Hye Jin dengan sebuah senyuman. Setelah puas menatap Hye Jin untuk yang terakhir kalinya, dia kemudian melangkahkan kakinya berjalan pergi.

Di rumah, Ha Ri mengaku sangat senang karna mereka berdua bisa menghabiskan waktu bersama di akhir pekan. Karna selama ini ketika Hye Jin masih bekerja di tim editing, dia masih harus bekerja di akhir pekan bahkan biasa sampai harus lembur. Hye Jin mengaku sangat senang, tapi ekspresi wajahnya berkata lain.

Sinopsis She was Pretty 6Sinopsis She was Pretty 5

Ha Ri memberitahu Hye Jin bahwa dia ingin melanjutkan kuliah S2nya mengambil jurusan manajemen hotel dan sedang mengusahakan untuk mendapatkan pinjaman pendidikan. Setelah memikirkan kata-kata Hye Jin, Ha Ri berpikir dia memang menyukai pekerjaan sebagai hotelier. Dia telah memantapkan hati bahwa kali ini dia akan belajar sungguh-sungguh.

Hye Jin ditelpon oleh penulis buku anak-anak yang menjadi narasumber dalam artikelnya untuk berterima kasih karna telah menulisnya dengan sangat baik. Penulis ini kemudian mengundangnya untuk mampir ke tempatnya jika dia ada waktu.

Sinopsis She was Pretty 7Sinopsis She was Pretty 8

Dia kemudian datang ke tempat kerja si penulis dan mendapati ada beberapa penulis juga ada disana – yang ikut membantunya. Saat akan pulang, Hye Jin mengaku iri melihat mereka, dan si Penulis berkata padanya mengapa dia tidak mencobanya. Penulis ini berkata pada Hye Jin bahwa dia sedih mengetahui dia sudah tidak menulis lagi apalagi impiannya adalah ingin menjadi penulis cerita anak-anak.

Hye Jin mengaku bahwa dia baru saja telah kembali ke tempatnya semula, tapi si penulis mengatakan bahwa tempatnya semula bisa saja sebuah cetakan yang ia buat untuk dirinya sendiri. Dia berpikir bahwa itu bukan tempat yang ingin ia tuju. Dia kemudian menawarkan Hye Jin untuk menjadi penulis termuda dalam tim mereka dan memintanya untuk mempertimbangkannya. Tapi Hye Jin berkata padanya bahwa dia akan segera pergi ke Amerika, dan akan segera menikah.

Sinopsis She was Pretty 9Sinopsis She was Pretty 10

Makan malam bersama Sung Joon di sebuah restoran Jepang, dia sangat antusias dan bergairah menceritakan pengalamannya tadi bertemu dengan si penulis cerita anak-anak. Dia merasa berada disana membuat hatinya terasa hangat. Sung Joon kemudian bertanya pada Hye Jin apa dia tidak ingin melakukannya karna dia terlihat sangat berapi-api dan senang, apalagi impiannya adalah memang menjadi seorang penulis cerita anak-anak. Hye Jin menjawab tapi dia harus pergi bersamanya ke Amerika. Sung Joon kemudian memberikan beberapa daftar pilihan sekolah bahasa yang bisa ia pilih setibanya mereka disana.

Hye Jin berbaring sambil melihat lembar demi lembar daftar sekolah yang bisa ia tuju dengan lesu dan sejenak berpikir bahwa pindah ternyata terasa sulit. Dia bangun dari tempat tidurnya mendapati Ha Ri sedang belajar dengan antusiasnya mempersiapkan diri untuk wawancara penerimaan S2nya nanti. Ha Ri merasa ternyata belajar bisa sangat menyenangkan.

Sinopsis She was Pretty 12Sinopsis She was Pretty 11

Hye Jin sejenak memandangi Ha Ri, dan berkata padanya bahwa sekarang dia terlihat sangat cantik. Bukan wajahnya, tapi karna ekspresinya. Hye Jin berkata padanya, “Kau terlihat sangat gembira.”

Dia memandangi wajahnya di depan kaca dan menganggap dirinya tidak terlihat cantik dan sama sekali tidak terlihat gembira. Dia kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sebuah buku dongeng anak-anak yang dulu diberikan oleh si penulis. Ketika dia membukanya, dia menemukan sebuah pesan dari si penulis yang berharap dia akan terus bermimpi. Dia kemudian mendapat sms dari Sung Joon yang mengajaknya makan malam di rumahnya.

Di apartemennya, Sung Joon berdiri di depan lukisan Renoir dengan membuka sebuah kota berisikan  dua cincin – sebuah pertanda  bahwa malam ini dia akhirnya akan melamar Hye Jin secara resmi.

Sinopsis She was Pretty 14Sinopsis She was Pretty 13

Sung Joon membukakan pintu buat Hye Jin, dan di depan pintu itu dengan terbatah-batah Hye Jin melamar Sung Joon dengan berkata, “Kita akan menikah, tapi saya akan menikah denganmu tak perduli apapun yang akan terjadi. Jadi tentu saya akan melakukannya denganmu.” Dia kemudian mengambil cincin dari kantongnya, satu untuknya dan satu lagi untuk Sung Joon dan memakaikannya di jari manis Sung Joon; dan berkata bahwa bukan berarti mereka harus menikah sekarang. Sung Joon sudah menebak apa yang sebenarnya ingin ia minta yaitu – memberinya waktu setahun.

Di dalam apartemen Hye Jin sempat kesulitan menjelaskan yang sebenarnya pada Sung Joon mengapa dia membutuhkan waktu; tapi dia sudah bisa menebak semuanya. Sung Joon tahu bahwa Hye Jin ingin mencoba melakukan pekerjaan penulis cerita anak-anak yang ditawarkan padanya. Sung Joon berterima kasih karna dia mau jujur. Dia menyadari bahwa dia pasti ingin melakukannya dan sempat khawatir Hye Jin menyerah akan mimpinya karna dirinya.

Sinopsis She was Pretty 15Sinopsis She was Pretty 16

Dia berkata pada Hye Jin, “Jika kau tetap diam dan pergi ke Amerika bersamaku, kau pasti akan menyesalinya. Kau akan menyimpannya sendiri dan saya tidak akan tahu dan  pasti akan merasa bersalah dan sedih ketika nanti saya mengetahuinya.”

Hye Jin berkata bahwa dia juga ingin terlihat cantik saat melakukan pekerjaan yang sangat ingin ia lakukan bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri. Ketika seseorang melakukan sesuatu yang sangat ingin mereka lakukan, mereka terlihat paling cantik.

Hye Jin berterima kasih karna pengertiannya dan sekaligus minta maf. Sung Joon kemudian mengaku dirinya jadi serba salah padahal tadi dia sudah matang mempersiapkan untuk melamarnya.

Sinopsis She was Pretty 19Sinopsis She was Pretty 17

Hye Jin jadi penasaran bagaimana Sung Joon akan melamarnya, Sung Joon tidak menjelaskan apa-apa dan malah mengajaknya untuk menyusun puzzle lukisan Renoir bersama. Tapi saat Hye Jin mengambil sebuah potongan puzzle yang terjatuh di bawah kursi, saat itu juga Sung Joon menaruh cincinya di atas lukisan puzzle Renoir.

Dia melihat cincin itu; dan air matanya pun tumpah; dan Sung Joon segera berkata, “Dengan cara inilah saya melamar.” Saat dia mengenakan cincin itu di jari manis Hye jin, Sung Joon berkata, “Sebelum saya bertemu dengamu, saya tak tahu apa akan bisa hidup bahagia di dunia ini. Saya ingin membuatmu merasakan kebahagiaan yang sudah kau berikan padaku selama sisa hidup kita. Dalam setahun, maukah kau menikah denganku?” Hye Jin mengangguk, dan kemudian memakaikan cincin itu di jari manis Sung Joon.

Sinopsis She was Pretty 21Sinopsis She was Pretty 20

Hye Jin bersiap-siap akan pulang, dan Sung Joon kemudian bertanya, “Apa kau benar-benar harus pergi?.” Tapi Hye Jin dengan geroginya memberi alasan harus segera pulang karna dia belum menyimpan cuciannya; dan segera naik taksi. Sung Joon sedang duduk sambil memandangi cincin di jari manisnya saat tiba-tiba terdengar bel berbunyi. Dia membuka pintunya, dan ternyata dia Hye Jin. Dia kembali dan Sung Joon segera menariknya masuk dan mereka berciuman.

Di rumah, Ha Ri membantu Hye Jin mengemas pakaiannya untuk tinggal di tempat si Penulis. Ha Ri merasa sangat sedih karna ini kali pertama mereka harus berpisah; dan  akhirnya mereka berdua menangis dengan tersedu-sedunya. Setelah nangis-nangisan keduanya kemudian menggelar pesta perpisahan, dan kembali mengenang ketika pertama kali mereka pindah  ke rumah itu.

Sinopsis She was Pretty 23Sinopsis She was Pretty 22

Sung Joon mengantar Hye Jin ke Ha-il ke tempat si Penulis. Melihat tempatnya, Sung Joon sempat bercanda pada Hye Jin untuk tinggal di tempat itu dan tidak pergi ke New York. Hye Jin kemudian bertanya pada Sung Joon kapan dia harus pergi ke bandara mengantarnya.

Sung Joon ingin agar mereka tidak melakukan sesuatu seperti menangis dan berpisah di bandara; tapi Hye Jin berharap agar dia bisa pergi dan melihatnya berangkat karna mereka tidak akan bertemu selama setahun.

Sinopsis She was Pretty 25Sinopsis She was Pretty 24

Sung Joon menjelaskan padanya bahwa dia khawatir apabila semuanya tidak akan berjalan lancar karna dirinya. “Saya berpura-pura tenang ketika setuju dengan pilihanmu, tapi jika saya melihatmu disana, saya khawatir saya mungkin akan memohon padamu untuk ikut denganku dan menangis,” kata Sung Joon kepada Hye Jin.

Saat memeluk Hye Jin sebelum berpisah, dia berkata padanya akan menelponnya sepuluh kali sehari, dan mengiriminya email setiap hari.  Dia memintanya seperti apa yang mereka lakukan di masa lalu untuk saling mengirimi surat.

Sinopsis She was Pretty 26

Mereka berpisah di tempat itu, dan untuk terakhir kalinya Sung Joon menarik tangan Hye Jin dan berkata padanya, “Saya mencintaimu. Saya mencintaimu Hye Jin.”, dan Hye Jin membalas, “Saya juga. Saya juga mencintaimu.” Sung Joon kemudian mencium dahinya.

Beberapa waktu kemudian, kita bisa melihat seseorang mengayuh sepedanya; dan dia adalah Hye Jin. Dengan rona wajah yang berseri-seri dia mengayuh sepedanya, dan saat temannya sesama penulis bertanya kemana dia akan pergi – Hye Jin menjawab dengan riangnya, “Seseorang datang kesini! Saya akan kembali!”

Sinopsis She was Pretty 27

4 comments

  1. Gomawo chingu sudah upfate sinopsisnya gk nyangka sudah menjelang episode terakhir

  2. Dah gak sabar liat episode slnajutny..gumawo sinopsisny

  3. Terimakasih buat sinopsisnya ? padahal udah nonton filmnya tapi…..kalau belum baca sinopsisnya belum puas hehe

  4. Ga sabar nunggu episode selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*