Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “She was Pretty” Episode 16 (Akhir) Bagian Kedua

Sinopsis “She was Pretty” Episode 16 (Akhir) Bagian Kedua

Sinopsis She was PrettySinopsis She was Pretty 2

[Baca juga:Sinopsis She was Pretty Episode 16 Akhir Bagian Pertama]

Mereka sekeluarga makan buah bersama di ruang tengah dan Hye Jin memberikan buku tabungannya berisi uang yang selama ini ia tabung.  Dia berkata pada ayahnya bahwa dia sangat ingin membelikannya mesin percetakan baru. Tapi  orang tuanya menolak dan malah menyuruhnya untuk menggunakannya ketika dia menikah nanti. Tapi Sung Joon menyela pembicaraan mereka dan mengatakan tidak apa-apa, ketika Hye Jin menikah dengannya dia hanya perlu membawa dirinya.

Hye Jin bersikeras menyuruh ayahnya menggunakan uangnya: “Ambillah, ini adalah cita-citaku. Saya akan merasa tenang jika kau menerimanya. Tolong terimalah, Ayah.”

Saat Hye Jin sedang mencuci piring di dapur, Sung Joon datang, mengelus rambutnya  dan berkata, “Kau cantik, Kim Hye Jin.” Tak hanya itu dia merangkulnya, dan mencium dahi Hye Jin.

Sinopsis She was Pretty 3Sinopsis She was Pretty 4

Sung Joon ingin membantu Hye Jin mencuci piring bersama dan tiba-tiba berkata, “Apa ini Perasaan pasangan pengantin baru?” Karna malu-malu, tak sadar Hye Jin akhirnya mendorong Sung Joon dengan kerasnya menyebabkannya terpental.

Hye Jin memastikan adiknya Hye Rin sudah tidur dan dia kemudian membuka pintu kamarnya. Dan saat ia membuka pintu dengan perlahan, wajah Sung Joon sudah ada menantinya. Mereka berdua saling berhadapan, tersenyum lebar dan berpegangan tangan.

Keesokan paginya saat diantar oleh Sung Joon, Hye Jin melihat sesuatu di tasnya. Dia mengambilnya dan menemukan itu adalah sebuah buku tabungan dari orang tuanya; dengan disisipi sebuah catatan kecil. Hye Jin menangis mengetahui pengorbanan yang telah dilakukan oleh kedua orang tuanya dimana mereka ternyata telah menabung uang yang sudah dipersiapkan untuknya selama 10 tahun – yang kelak akan ia pergunakan ketika menikah nanti. Sung Joon melihatnya menangis dan berkata padanya bahwa dia bahagia bisa menjadi bagain dari anggota keluarganya.

Sinopsis She was Pretty 5

Di kantor Most, mereka mempunyai 2 pegawai baru pengganti Hye Jin dan Shin Hyuk. Saat keduanya bertanya tentang Ten setelah mengetahui ternyata dia pernah menjadi bagian dari tim Most, anggota staf lainnya jadi penasaran bagaimana kabarnya sekarang. Mereka semua sadar bahwa dia sama sekali telah menghilang bahkan sudah tidak lagi mengupdate SNSnya. Tapi Poong Ho percaya, saat ini Sin Hyuk mungkin tinggal di suatu tempat.

Dan kita bisa melihat Shin Hyuk ada di sebuah ruangan yang berisikan beberapa tempat tidur susun. Saat dia sedang asyik mengetik di laptopnya dengan memakai topi yang dibelikan oleh Hye Jin, seorang pria bule bertanya padanya apa dia pergi traveling sendirian dan tempat apa lagi yang telah ia datangi. Shin Hyuk menjawab bahwa dia pergi dari tempat satu ke tempat lain dan tidak punya rencana yang tetap. Dia menghela nafasnya dan bertanya-tanya tempat apa lagi yang akan ia datangi.

Sinopsis She was Pretty 6

Di tempat kerjanya, Hye Jin tersenyum sumringah saat seorang kru dari bagian Departemen Seni memanggilnya Penulis Kim. Sedangkan Ha Ri menghadapi wawancara kerja untuk posisi pekerjaan di sebuah hotel. Ketika si penguji bertanya mengapa dia tidak menulis pengalaman kerjanya padahal dia tahu Ha Ri sebelumnya pernah bekerja di sebuah hotel, dia menjawab karna pekerjaan itu bukan ia dapatkan atas kemampuannya.

Para penulis termasuk Hye Jin sangat kegirangan karna karya tulisan mereka setelah setahun bekerja keras akhirnya dicetak. Hye Jin mengambil salah satu buku cerita hasil karya tulisnya  bersama penulis lain yang berjudul ‘Gadis yang mengintip’ – yang terinspirasi dari puzzle gambar lukisan Renoir yang diperlihatkan oleh Sung Joon ketika mereka masih kecil dulu.

Sung Joon seperti biasa menegur timnya karna tidak puas dengan proposal yang mereka buat. Karna saking jengkelnya dia sampai membuangnya ke tempat sampah.  Setelah baru saja marah, Sung Joon sejenak ragu, tapi akhirnya dia memberikan kartu undangan pernikahannya.

Sinopsis She was Pretty 7

Sambil memperlihatkan cincin tunangannya, dia berkata pada timnya bahwa dia akan menikah dan meminta mereka untuk datang di acaranya nanti. Saat membaca kartu undangannya, sontak mereka semua kaget ketika mengetahui wanita yang akan ia nikahi ternyata adalah Hye Jin. Semuanya jadi penasaran kapan dan bagaimana mereka pacaran.

Sebelum hari-H pernikahan sahabatnya yang akan diadakan besok, Ha Ri menelpon Hye Jin untuk mengajaknya pergi ke suatu tempat dengan pemandangan yang indah dan bersenang-senang untuk yang terakhir kali.

Mereka datang ke sebuah tempat yang dikelilingi oleh bunga-bunga dan sebuah meja yang diatasnya tersedia makanan. Ha Ri berkata pada Hye Jin, “Selamat atas pernikahanmu, istriku! Ah jika saya memanggilmu ‘Istri’ sekarang, apa seseorang tidak akan marah? Saya sangat berharap kau akan menjalani kehidupanmu dengan baik.” Selain itu, Ha Ri juga memperlihatkan sebuah pesan sms pada Hye Jin bahwa dia diterima di Q Hotel. Mereka berdua bersulang untuk kehidupan pernikahan Hye Jin dan masa depan yang cerah hotelier Min Ha Ri.

Sinopsis She was Pretty 8Sinopsis She was Pretty 9

Kejutan Ha Ri untuk Hye Jin tidak berhenti sampai disitu, dia memberikan hiasan bunga di kepala sekaligus buket bunga. Ha Ri berkata padanya bahwa dia ingin memberinya buket bunga yang ia buat sendiri ketika dia menikah. Demi membuatnya, dia bahkan sampai mengikuti kelas merangkai bunga dan bekerja keras mempersiapkannya.

Hye Jin sampai dibuat terharu dan mengucapkan terima kasih; mata Ha Ri memerah karna menahan tangisnya dan memberitahu Hye Jin bahwa tangisan tidak diperbolehkan. “Hari ini saya tidak akan menangis,” kata Ha Ri. Ha Ri memeluk Hye Jin dan berkata padanya, “Kau harus pergi dan hidup dengan baik. kau benar-benar harus bahagia, oke?” tapi dia mengingatkan Hye Jin meskipun dia telah menikah, dia harus tetap datang padanya ketika dia menangis.

Sinopsis She was Pretty 10Sinopsis She was Pretty 11

Sinopsis She was Pretty 12

Akhirnya yang dinanti-nanti tiba juga – entah kenapa jantungku juga ikut berdebar melihat pasangan ini. Sung Joon dan Hye Jin berdiri di depan pintu tempat pemberkatan pernikahan mereka,  dan Hye Jin menarik nafasnya dalam-dalam dan berkata pada Sung Joon bahwa dia gugup. Pintu akhirnya dibuka, dan kita bisa melihat Sung Joon dan Hye Jin berjalan masuk – dan setelah itu kamera menyorot sebuah rumah  dihiasi lukisan Renoir dan termasuk foto Ha Ri bersama Hye Jin dan foto pernikahan Hye Jin bersama Sung Joon.

Sinopsis She was Pretty 13Sinopsis She was Pretty 14

Dan kemudian kita bisa melihat Hye Jin sedang sibuk mengetik di ruang kantornya . Melihat Hye Jin terlalu sibuk dengan tulisannya dan mengacuhkannya ketika minta dicium, Sung Joon protes: “Ah, Hye Jin sudah berubah. Bukankah kau maniak ciuman?.” Sambil fokus dengan ketikannya, dia memberitahu Sung Joon bahwa hari ini adalah deadline tulisannya dan nanti akan memberinya berton-ton ciuman. Sambil memandang Hye Jin dengan muka cemberutnya, dia berkata: “Kita menikah tapi saya kesepian. Saya sangattttttt kesepian!”  dan berjalan keluar dari ruangannya.

Tapi saat Sung Joon sudah ada di pintu, Hye Jin kemudian berkata padanya ‘saya sudah menutup laptopku’—Sung Joon sejenak berpikir dan kemudian menarik Hye Jin dengan kursinya. Hye Jin tertawa dan bertanya: “Hei kemana kita akan pergi?” dan pintu ruang kantornya pun tertutup.

Sinopsis She was Pretty 15Sinopsis She was Pretty 16

Di tempat lain, seorang  tamu hotel bertanya kepada Ha Ri dimana tempat memperbaiki roda koper yang rusak, tapi Ha Ri malah berkata padanya bahwa dia melihat kopernya rusak dan telah memperbaikinya. Dan dengan senyuman lebar, dia berkata pada tamu hotel itu: “Semoga perjalanan anda menyenangkan.” Melihat tamunya pergi, Ha Ri seakan merasa puas telah memberikan pelayanan yang terbaik.

Shin Hyuk alias TEN akhirnya kembali ke Korea dan saat dia melihat poster besar memasang wajahnya yang tampak berkarisma dan elegan terpampang untuk memperkenalkan novel barunya  yang terbit; dia sejenak berpikir poster itu tidak seperti dirinya di kehidupan nyata.

Hye Jin membaca novel terbaru Shin Hyuk dan dia melihat di lembaran terakhir novelnya tertulis ‘untuk sahabat baikku Jackson’ — membuatnya kembali mengingat perkataan Shin Hyuk dulu bahwa menurutnya mereka bukan hanya teman biasa tapi sahabat baik.

Sinopsis She was Pretty 17Sinopsis She was Pretty 18

Shin Hyuk berdiri di jalan yang memberinya kenangan tentang Hye Jin. Berdiri di jalan itu, dia kembali teringat semua kenangan-kenangan lucu, aneh dan mengesankan bersama Hye Jin. Saat lampunya berwarna hijau, dia berjalan melewati zebra cross itu dan tersenyum kecil.

Sung Joon dan Hye Jin bergegas menyiapkan bekal makanan agar tidak terjebak macet ke tempat piknik mereka. Dan kita bisa mendengar Hye Jin bercerita bahwa suatu hari dia mulai berpikir tentang sesuatu. Dia mulai berpikir bahwa karakter utama tidak hanya ada dalam drama atau film. Dalam kehidupan nyata juga, dia berpikir ada orang-orang yang yang hidup seperti karakter utama, dan beberapa orang hidup sebagai peran pendukung,

Sinopsis She was Pretty 19

Sambil mengemudikan mobilnya, Sung Joon menghibur Hye Jin dengan bernyanyi dan tampil kocak sampai membuat Hye Jin tertawa karna lucu. Dan kita kembali mendengar Hye Jin bercerta: “Mungkin saya yang sendiri yang telah memutuskan sebagai pemeran pendukung. Menyerah dengan mudahnya dengan membiarkan hidup mendikte jalanmu. Bukankah saya sendiri yang mematikan lampu sorot yang bersinar ke arahku…” – dan kta bisa melihat scene dimana Hye Jin awalnya menolak tawaran editor Joo Young untuk menulis artikel karna merasa tidak mampu.

Sung Joon dan Hye Jin telah sampai di tempat pikniknya dan mereka berjalan menyusuri tempat itu dengan sangat kegirangan. Dan Hye Jin lanjut bercerita bahwa orang-orang sering mengatakan hidup bukanlah sebuah dongeng. Tapi kadang-kadang seperti anak kecil dan kadang-kadang seperti orang bodoh, bagaimana klo bermimpi akan sebuah kehidupan yang seperti sebuah dongeng. Dan kita bisa melihat di tempat piknik yang dikelilingi oleh bunga-bunga yang indah, keduanya asyik menghabiskan waktu mereka berdua dengan sangat mesra.

Sinopsis She was Pretty 20

Kita kembali mendengar Hye Jin bercerita bahwa jika kau tidak mematikan lampu soroti itu, dan jika kau tidak menyerah dengan mimpimu, mungkin sesuatu yang lebih dari sebuah dongeng akan terjadi.

Dan kita bisa melihat Hye Jin berbaring di pangkuan Sung Joon — berbaring dalam pangkuannya Sung Joon mencium bibir dan dahinya.

Kita kembali mendengar Hye Jin bercerita bahwa cinta pertama yang dipikir tidak akan pernah menjadi kenyataan menjadi kenyataan atau sebuah impian masa kecil yang dikesampingkan dalam kenanganmu yang jauh menjadi kenyataan. Keajaiban benar-benar bisa terjadi.

Sinopsis She was Pretty 22

Sinopsis She was Pretty 21

Beberapa waktu kemudian, tampak seorang pria dan anak kecil berdiri di jalan menunggu lampu hijau untuk menyeberang. Si pria memegang tangan anak kecil ini, dan saat melihat lampunya berwarna hijau – anak kecil ini berkata ‘saatnya jalan’ dan kita bisa melihat wajah Sung Joon tersenyum kecil.

Ayah dan anak ini berjalan melewati zebracross, dan Sung Joon berkata pada anaknya, “Yeon Woo, ayo cepat, mama nanti menunggu.”

Sinopsis She was Pretty 23

***TAMAT***

12 comments

  1. Thanks chingu…

  2. Thanks chingu…

  3. Suka bgt sama drama ini ? gomawo chingu sinopsis nya ?

  4. Wah anaknya mereka kecilnya mirin hye jin sepertinya nanti besarnya mirip ma sung joon hahahaha

  5. Ahhhhh suka suka suka suka suka suka bagus bagus bagus bagus bagus semuanya bagus!sungjoon ganteng,hyejin cantik pas merit,,ahhhh sukaaaaa pokonyaaaaaa!

  6. drama ini mengispirasi bngt :*
    drama korea :* :* :* :*
    semangat mengeluarkan filim yang terbaik lagi
    ditunggu dan sangat dinantikan

  7. Hwaaa aku suka banget kalimat endingya mengharukan.gomawo chingu for sinops…daebak

  8. Gomawoyooo?????

  9. Chingu kamsamida❤❤ ceritanya seru romantis dan lucu ???

  10. endding nya keren buat ngiriiii …

  11. sung joon 💕💕 … abis baca sikapnya jadi kesengsem sama park seo joon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*