Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “She was Pretty” Episode 16 (Akhir) Bagian Pertama

Sinopsis “She was Pretty” Episode 16 (Akhir) Bagian Pertama

Sinopsis She was Pretty

[Baca juga: Sinopsis She was Pretty Episode 16 Akhir Bagian Kedua]

Episode 16nya dimulai dengan flashback dimana Hye Jin  kecil berdiri di depan kelas dan berkata pada teman-temannya bahwa impiannya adalah menjadi penulis cerita anak-anak yang membuat orang-orang bahagia.

Kemudian kita bisa mendengar suara Hye Jin berkata ketika kalian masih kecil banyak orang yang akan bertanya, apa impianmu?. Tapi ketika dia beranjak dewasa, orang-orang yang bertanya apa impiannya perlahan menghilang. Memegang impiannya sampai dia beranjak dewasa tidaklah mudah di dunia ini. Ketika menghadapi kenyataan, di suatu tempat dalam garis kehidupan, membuat kita merasa mimpi itu terasa jauh dari jangkauan dan seperti menghilang sehingga membuatnya melupakan kapan harus memulai mimpinya.

Sinopsis She was Pretty 2

Tapi sebelum  melupakan sepenuhnya impiannya, seseorang kembali mengingatkannya — dan orang itu adalah penulis cerita anak-anak yang pernah ia wawancarai.

Kita bisa melihat Hye Jin akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya; dan ketika dia melangkahkan kakinya keluar dari gedung tempatnya bekerja, dia sejenak berbalik seakan sebagai sebuah ucapan terima kasih dan perpisahan untuk semua pengalaman yang ia dapatkan.

Dan akhirnya dia memutuskan mengejar impiannya — tinggal selama setahun untuk bergabung dengan teman-temannya sesama penulis membuat cerita yang menyenangkan untuk anak-anak. Di tempat kerja barunya, Hye Jin sangat menikmati waktunya berdiskusi dengan penulis lainnya dalam menyusun cerita untuk terbitan terbaru mereka.

Sinopsis She was Pretty 3Sinopsis She was Pretty 4

Karna untuk sementara waktu mereka harus terpaut jarak  — dimana sekarang Sung Joon sedang bekerja di Amerika  — keduanya terpaksa harus saling berkomunikasi dengan telpon atau skypean.

Bulan November 2015 telah berlalu – tandanya baru sebulan mereka berpisah, dan sekarang kita bisa melihat kalendar menunjukkan Desember 2015.

Walaupun harus berjauhan, keduanya menyempatkan untuk makan bersama. Sung Joon duduk di depan laptop dengan roti panggangnya sedangkan Hye Jin dengan bibimbapnya.

Sinopsis She was Pretty 5Sinopsis She was Pretty 6

Sung Joon ngiler melihat makanan Hye Jin dan di depan laptop dia membuka mulutnya untuk disuapi. Dia berpura-pura menikmati makannya yang terasa sangat lezat. Hye Jin prihatin melihat sikapnya sehingga berkata padanya bahwa dia sudah sedikit gila. Sung Joon tersenyum mendengar perkataannya, “Saya bisa gila karna merindukanmu. Masih ada 11 bulan tersisa sebelum kita bisa saling bertemu,” kata Sung Joon pada Hye Jin.

Bulan Desember telah berlalu, dan sekarang memasuki bulan Januari 2016. Kita bisa melihat Sung Joon menelpon Hye Jin sebelum berangkat ke kantor tapi karna perbedaan waktu Sung Joon di Amerika masih pagi, sedangkan Hye Jin di Korea sudah malam – Hye Jin tanpa sadar tertidur di telpon sampai ngorok. Menyadari sang pujaan hati telah tertidur, Sung Joon tersenyum dan mengucapkan selamat tidur.

Sung Joon kemudian menghela nafasnya  dan memandang cincin tunangannya saat berkata bahwa dia sangat merindukan Hye Jin. Bulan Februari telah berlalu, dan sekarang sudah memasuki bulan Maret dan kata-kata mutiara yang ada di kalender itu tertulis ‘Cinta akan menemukan jalannya.’

Sinopsis She was Pretty 7

Saat Hye Jin baru saja keluar dari bank setelah menabung sejumlah uang yang membuatnya senang karna uang tabungannya ternyata sudah cukup untuk ia berikan pada ayahnya, dia mendapat telpon dari Sung Joon.  Hye Jin jadi khawatir mendengar suara Sung Joon yang terdengar tidak enak badan, dan sejenak merasa menyesal seharusnya dia ada  disampingnya menjaganya. Tapi Sung Joon menenangkan hati Hye Jin bahwa demamnya tidak sebegitu parah, tapi tetap saja dia mengingatkannya untuk minum obat dan istirahat.

Berselang beberapa detik, seseorang juga menelponnya. Hye Jin sangat senang menerima telponnya dan dia menjawab akan segera pergi kesana. Hye Jin kemudian mengayuh sepedanya. Dengan rona wajah yang berseri-seri dia mengayuh sepedanya, dan saat temannya sesama penulis bertanya kemana dia akan pergi – Hye Jin menjawab dengan riangnya, “Seseorang datang! Saya akan kembali!”

Ternyata orang yang menelponnya adalah Ha Ri. Hye Jin datang di tempat mereka ketemuan dan mendapati Ha Ri masih sibuk membaca buku pelajarannya.

Sinopsis She was Pretty 9Sinopsis She was Pretty 8

Hye Jin bertanya pada Ha Ri, “Apa  kamu tidak menyadari kamu bekerja terlalu keras?.” Dia memberitahu Hye Jin untuk tidak mencoba menghentikannya karna kali ini dia akan berusaha untuk mendapat beasiswa.

Ha Ri memberitahu Hye Jin bahwa dia bisa datang mengunjunginya karna melewatkan kelasnya. Dan telponnya tiba-tiba berdering dari seorang pria yang berkata di telpon ‘Saya mencintaimu noona.’ Ha Ri jengkel mendapat telpon dari pria ini, dan memberitahu Hye Jin bahwa pria ini adalah seorang mahasiswa yang menyukainya dan mengikutinya kemanapun dia pergi – usia 22 tahun.

Hye Jin menganga mendengar umurnya yang terbilang brondong – sedangkan Ha Ri merasa geli dengan umurnya.

Sinopsis She was Pretty 10Sinopsis She was Pretty 11

Sambil makan di sebuah restoran, Ha Ri bertanya pada Hye Jin apa dia sudah tidak merawat lagi rambutnya karna sudah kembali keriting. Hye Jin menjawab bahwa setelah dia tiba disini, rambutnya secara alami menjadi seperti itu, dan berpikir akan membiarkannya saja.

Ha Ri berkata pada Hye Jin menurutnya rambut itu cocok dengannya apalagi dia terlihat damai datang ke tempat ini. Menurutnya seharusnya dari awal Hye Jin melakukan apa yang ia inginkan.

Hye Jin memberitahu Ha Ri bahwa seandainya dia tidak bekerja di tim The Most, dia pasti tidak akan datang ke tempat ini. Dia bisa bertemu dengan Shin Hyuk karna The Most sehingga memberinya sebuah kesempatan untuk kembali bermimpi.

Sinopsis She was Pretty 12

Tapi saat mengambil acar lobaknya, dia kembali teringat di malam perpisahannya dengan Shin Hyuk. Ketika dia memeluknya, Shin Hyuk berbisik padanya bahwa tiap kali dia melihat acar lobak, dia berpesan untuk memikirkannya.

Hye Jin memandangi acar lobak di garpunya dan berpikir bahwa acar itu memang membuatnya memikirkan Shin Hyuk. Hye Jin penasaran apa dia baik-baik saja; tapi Ha Ri berkata pada Hye Jin bahwa melihat bagaimana kepribadiannya, dia pasti akan hidup dengan baik meskipun di pulau terpencil.

Usai makan bersama Ha Ri, Hye Jin menelpon Sung Joon tapi ponselnya tidak aktif. Malamnya dia ingin skype-an tapi juga tidak tersambung dengan Sung Joon. Untuk menenangkan hatinya, dia berpikir mungkin Sung Joon sudah tidur setelah minum obat karna demamnya. Dia kemudian mengiriminya sms untuk mengetahui keadaannya.

Sinopsis She was Pretty 13

Tapi karna tak kunjung mendapat balasan sms dari Sung Joon, di tempat tidurnya Hye Jin gelisah dan bertanya-tanya bagaimana sebenarnya keadaan Sung Joon sekarang.

Keesokan paginya, bangun dari tidur Hye Jin mendapati smsnya masih juga tidak dibalas; dia kemudian menelpon Sung Joon tapi ponselnya masih tidak aktif. Pikiran Hye Jin melayang memikiran keadaan Sung Joon yang jauh disana sampai-sampai saat sarapan pagi bersama teman-temannya dia hanya melamun.

Seharian Hye Jin penasaran karna sama sekali tidak bisa  terhubung dengan Sung Joon sehingga membuatnya berpikir telah terjadi sesuatu. Tapi Hye Jin segera menghilangkan pikiran negatif itu, dan meyakinkan dirinya bahwa saat ini mungkin Sung Joon sedang sibuk sehingga dia sulit dihubungi.

Sinopsis She was Pretty 14Sinopsis She was Pretty 15

Pikiran Hye Jin melayang memikirkan kondisi Sung Joon — sampai-sampai dia tidak mendengar dipanggil oleh temannya yang duduk disampingnya. Mereka penasaran apa ada sesuatu yang mengganggunya karna dari tadi pagi dia sudah bersikap aneh. Hye Jin hanya menjawab ‘tidak ada apa-apa’ dan dia segera bersiap untuk pergi ke bagian Departemen Seni untuk mengambil ilustrasi yang telah keluar untuk alur cerita yang mereka buat.

Saat akan pergi, dia kembali melihat ponselnya namun belum ada balasan sms dari Sung Joon. Dia takut terjadi sesuatu tapi Hye Jin berusaha meyakinkan dirinya bahwa Sung Joon pasti baik-baik saja.

Saat akan membuka payungnya, tiba-tiba saja pikiran negatifnya muncul – dia mulai berandai-andai kemungkinan terburuk  bagaimana jika suhu tubuhnya meninggi, bagaimana jika Sung Joon jatuh tapi tidak seorang pun yang tahu karna ponselnya mati kehabisan baterai.

Sinopsis She was Pretty 16Sinopsis She was Pretty 17

Tapi dia kemudian tersadar dan memukul kepalanya memberitahu dirinya untuk tidak mengarang cerita yang tidak-tidak. Tapi karna saking khawatirnya, imajinasinya kembali menuntunnya kepada pikiran-pikiran negatif tentang Sung Joon – berandai-andai bagaimana jika Sung Joon sendirian mengemudi dan hujan turun sehingga membuatnya memikirkan kecelakaan masa lalunya.  Untuk kedua kali dia memukul-mukul kepalanya dan memberitahu dirinya untuk berhenti dengan asumsi delusi itu. Dia tahu pasti Sung Joon sudah sembuh dari traumanya.

Dia kembali menelpon Sung Joon dan betapa bahagianya ia mendengar ponsel Sung Joon berbunyi. Saking bahagianya karna Sung Joon akhirnya menjawab telponnya, Hye Jin langsung melontarkan banyak pertanyaan – apa yang terjadi? Apa dia baik-baik saja? Mengapa tidak mengangkat telponnya? Tidak terjadi sesuatu, kan? Dia tidak sakit, kan?

Tapi di telpon Hye Jin kaget mendengar Sung Joon mengetahui warna pakaiannya. Sung Joon berdiri di depannya memakai payung berwarna merah dengan lukisan Renoir  – tak jauh darinya.

Sinopsis She was Pretty 18

Sinopsis She was Pretty 21Sinopsis She was Pretty 22

Karna saking bahagianya, Hye Jin tak menghiraukan hujan yang turun sampai lupa memakai payung, dia segara berlari ke arah Sun Joon dan memeluknya dengan sangat erat. Dalam pelukannya, Hye Jin berkata pada Sung Joon, “Apa kau tahu betapa khawatirnya saya? Mengapa kau tidak memberitahuku akan datang hari ini? Kau bahkan tidak menjawab telponku, sehingga saya berpikir yang tidak-tidak.”

Sung Joon hanya berkata pada Hye Jin bahwa dia ingin memberinya kejutan. Hye Jin kembali memeluknya dengan sangat erat dan berkata, “Saya merindukanmu,” dan Sung Joon juga berkata pada Hye Jin, “Saya pikir saya hampir mati karna ingin bertemu denganmu.” Sung Joon sejenak menatap wajahnya dan berkata, “Sekarang saya bisa hidup.”

Sinopsis She was Pretty 23Sinopsis She was Pretty 24

Mereka kemudian duduk di sebuah restoran untuk berbincang dan melepaskan kerinduan mereka dimana Sung Joon terus memegang tangan Hye Jin. Sung Joon memberitahu Hye Jin bahwa dia telah meninggalkan rumah, mobil dan perusahaan tempatnya bekerja. Dia mengaku awalnya berpikir bisa berjauhan darinya, tapi ternyata setahun pun dia tak sanggup.

Sung Joon berkata pada Hye Jin, “Saya tidak bisa jauh-jauh darimu. Saya sepertinya tenang, dan memberitahumu bahwa saya akan menunggumu, tapi ternyata saya tidak sedewasa itu.” Dia memberitahu Hye Jin bahwa dia tidak bisa melakukannya, dia lebih memilih menunggu disampingnya sampai dia selesai dengan projeknya.

Sinopsis She was Pretty 27Sinopsis She was Pretty 25

Dia juga memberitahu Hye Jin bahwa dia sudah mendapat pekerjaan dan tempat tinggal sementara sambil dia mencari rumah barunya.  Hye Jin bertanya padanya dimana dia bekerja; dan kita bisa melihat Sung Joon diperkenalkan oleh Kim Ra Ra sebagai Pemimpin Redaksi baru The Most menggantikannya. Dan selain pengumuman PemRed baru, mereka juga dikejutkan dengan kabar bahwa Kim Ra Ra juga ternyata akan segera menikah. Dan kita bisa mendengar Pyong Ho menjelaskan sosok pria yang akan dinikahi tantenya, dia adalah Dario, model asal Italia yang 15 tahun lebih muda darinya.

Joon Woo dan Han Sul ada di restoran kopi dekat kantor mereka, dan Han Sul bertanya padanya apa mereka akan menikah. Joon Woo kemudian menjawab dalam tahun ini, dan Han Sul kemudian bersandar dalam pelukannya karna bahagia.

Ha Ri lagi sibuk belajar sampai seorang pria tiba-tiba datang menghampirinya. Dia memberinya secangkir minuman dengan tulisan di atasnya ‘Kau akan segera mencintaiku, Noona’. Ha Ri berbalik karna jengkel dan dia melakukan gerakan aegyo dengan membentuk tanda love dengan kedua tangannya dan berteriak ‘Noona! Saya mencintaimu!’

Sinopsis She was Pretty 29Sinopsis She was Pretty 28

Hye Jin berkemas  untuk menginap malam ini di rumah orang tuanya dan akan kembali ke tempat kerjanya pagi-pagi. Dia berkata pada temannya ini adalah hari yang penting – hari dimana akhirnya dia menepati janji yang ia buat pada dirinya sendiri. Dia datang ke rumahnya dan menyapa ibu dan adiknya; tapi betapa terkejutnya ia mendapati ayahnya pulang ke rumah bersama Sung Joon yang baru saja pulang dari tempat permandian umum. Hye Jin kemudian tersadar jika tempat yang akan ia tinggali sementara sampai menemukan rumah baru ternyata rumahnya. Meskipun dia sedikit ngambek karna Sung Joon tidak memberitahunya atas perintah keluarganya; tapi selebihnya dia bahagia melihat Sung Joon ada di rumahnya.

***BERSAMBUNG***

2 comments

  1. Gomawo sinopsisnya chingu semangat ya

  2. Terima kasih ya selama ini masih terus menulis sinopsis. di tunggu part 2. fighting \^_^/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*