Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “She was Pretty” Episode 3 Bagian Pertama

Sinopsis “She was Pretty” Episode 3 Bagian Pertama

gambar 1

[Baca juga: Sinopsis She was Pretty Episode 3 Bagian Kedua]

Sung Joon mengemudikan mobilnya, dan tanpa sengaja dia melihat Ha Ri dari kaca spion mobilnya sedang berdiri di luar hotel, membuatnya tiba-tiba menghentikan mobilnya.  Dan ketika Ha Ri masuk ke dalam hotel, Sung Joon tiba-tiba datang dari belakang, menarik tangannya dan memanggil namanya, bertanya padanya mengapa dia ada disini. Sontak Ha Ri sangat terkejut melihat Sung Joon  ada di depannya, tapi Ha Ri langsung memeluk Sung Joon dan  berkata padanya: “Senang melihatmu Sung Joon!,” dan ketika memeluknya Ha Ri melemparkan nametagnya agar tidak ketahuan.

Ha Ri langsung berpura-pura bertanya bagaimana kita bisa bertemu disini, apa yang sedang kau lakukan disini, tapi Sung Joon menjawab bahwa pertanyaan itu yang seharusnya ia tanyakan padanya: “Mengapa kau ada disini ketika seharusnya kau belajar di luar negeri.

Bingung mau jawab apa, dia makin kebingungan ketika seorang pelayan hotel memanggilnya untuk memberi nametag  yang ia lemparkan, Ha Ri terpaksa membawa Sung Jon keluar hotel agar bisa menghindar dari pria itu dan beralasan pada Sung Joon supaya mereka pergi di tempat lain untuk bicara.

Sung Joon meminta Ha Ri untuk berhenti, dan seorang petugas hotel meminta Sung Joon untuk mengeluarkan mobilnya yang menimbulkan keributan. Ketika Sung Joon pergi memindahkan mobilnya, si pelayan hotel datang memberikan nametagnya, dan Ha Ri yang masih syok berteriak padanya: “Apa yang akan kulakukan? Oh kepalaku….”

gambar 2

Ha Ri dan Sung Joon duduk bersama di sebuah kafe, dan dibawah meja kaki Ha Ri bergerak-gerak karna gelisah, dan Sung Joon hanya diam menunggu penjelasan darinya. Ha Ri menjelaskan pada Sung Joon bahwa dia memang pergi ke London, tapi tidak lama sesudah itu dia mendapat telpon dari Korea. Karna mendapat kesempatan bekerja di hotel ini, membuatnya menjadi rakus, sehingga memutuskan segera kembali ke Korea, dan sejenak bercanda di depan Sung Joon: “Saya bahkan bukan publik figure, tapi saya melakukan hal semacam ini.”

Ha Ri juga berkata pada Sung Joon bahwa sebenarnya dia ingin menelponnya hari ini untuk memberitahu bahwa dia sudah kembali ke Korea, tapi dia sama sekali tak menyangka jika mereka bisa bertemu seperti ini.

Sung Joon memberitahu Ha Ri bahwa dia hampir tak percaya dengan apa yang ia lihat barusan karna berpikir saat ini dia sedang ada di Inggris, dan menyangka dirinya salah lihat orang. Tapi setidaknya itu berita yang bagus buatnya, dan Sung Joon sama sekali tak menyangka jika dia akan menjadi seorang hotelier.

gambar 3

Tapi Ha Ri keceplosan berkata pada Sung Joon bahwa dia juga sama sekali tak menyangka jika dia akan menjadi seorang wakil pemimpin redaksi untuk majalah fashion, dan memberitahuya jika dia sendiri yang mengatakan itu ketika mereka bertemu. Sung Joon bingung apa dia sampai memberitau Ha Ri hal semacam itu, tapi dia tak mempersoalkannya dan menambahkan bahwa dia senang mereka kembali bertemu, apalagi tempat kerja mereka berdua berdekatan sehingga mereka bisa sering ketemuan.

Usai bertemu Sung Joon, Ha Ri langsung menelpon Hye Jin, dan tidak menyadari jika yang mengangkat telponnya adalah Shin Hyuk. Di telpon, Ha Ri berteriak: “Hei, ya ampun… Apa yang akan kulakukan? Ini sebuah bencana! Apa kamu tahu siapa yang baru kutemui barusan? Ya tuhan…kau akan terkejut ketika kau mendengarnya”

Tapi Shin Hyuk mengatakan padanya bahwa orang yang seharusnya terkejut saat ini sedang tidak berada disini, menyadari bahwa yang mengangkat telponnya bukan Hye Jin tapi Shin Hyuk, dengan nada yang sopan Ha Ri lantas memberitahu Shin Hyuk bahwa dia akan menelponnya kembali nanti.

gambar 4

Di rumah, Ha Ri menanti kepulangan Hye Jin dengan gelisah; dan ketika melihatnya tiba di rumah, belum sempat menjelaskan padanya jika tadi di hotel dia bertemu dengan Sung Joon, Hye Jin yang lagi emosi langsung meneguk air di botol dan berteriak: “Bajingan, saya tidak akan pernah berhenti dari pekerjaanku!”

Hye Jin duduk di atas tempat tidurnya sambil melipat kedua tangannya dan bicara dengan nada yang meluap-luap: “Ji Sung Joon bajingan ini!” Ha Ri merasa bingung dengan sikap Hye Jin yang tiba-tiba berubah menyebut Sung Joon bajingan padahal baru tadi pagi dia memberitahunya bahwa mereka memiliki hubungan yang spesial. Hye Jin lantas berkata pada Ha Ri: “Apa kau tahu apa yang telah dikatakan Sung Joon padaku, Bajingan itu berkata-“, dan kita melihat layar mengarah ke anjing yang lewat menggonggong, dan Hye Jin lanjut mengatakan: “Itulah yang ia katakan padaku! Bajingan yang seperti anjing itu!” (pastinya Hye Jin memberitahu Ha Ri kata-kata kasar Sung Joon yang ia ucapkan tadi di kantor).

Ha Ri hampir tak menyangka dia bisa setega itu mengira Sung Joon adalah adalah tipe pria yang baik hati dan lemah lembut. Tapi Hye Jin berkata pada Ha Ri dengan nada yang meluap-luap: “Kesimpulanku adalah dia sorang psikopat. Dia selalu bimbang dan memliki kepribadian ganda. Cinta pertama? Omong kosong! Berikan itu pada anjing”

gambar 5

Tak hanya di kamar mandi, Hye Jin meluapkan kemarahannya, dan bahkan di kamar mandi. Dia terus saja mengoceh memberitau Hye Jin: “Sekarang setelah saya memikirkannya, kau berbohong tentang belajar di luar negeri adalah rencana Tuhan. Tidak mungkin dia akan mengetahuinya, tapi jika saya menyerahkan surat pengunduran diri karna saya takut dan bodoh, saya akan sangat menyesalinya.” Ha Ri berusaha memberitahu Hye Jin apa yang terjadi tadi pagi, tapi dia terus saja mengoceh tanpa henti.

Hye Jin terus saja mengatai Sung Joon: “Sifatnya seperti iblis dan caranya bicara adalah gila. Menurutmu mengapa dia mendapat nama panggilan ‘Joon gila’ hanya dalam hari pertama?”

Hye Jin berkata pada Ha Ri bahwa sekarang antara dia dan Sung Joon telah selesai, dan tidak akan memikirkan tentang seseorang yang seperti dia dan hanya akan fokus pada pekerjaan, dan melarang Hye Jin untuk membicarakan tentang Sung Joon di depannya lagi. Dan mau tak mau Ha Ri terpaksa tidak memberitahu Hye Jin tentang kejadian tadi di hotel, dan memutuskan akan mengatasi masalah ini sendiri.

Keesokan paginya, berdiri di tepi jalan sambil asyik melihat ipadnya Sung Joon tiba-tiba saja terkejut mendengar seseorang berkata: “Oh?  Saatnya jalan,” ketika lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Seketika itu juga dia melihat sekelilingnya, dan teringat Hye Jin kecil juga mengatakan hal yang serupa. Untuk memastikan apa yang ia dengar barusan, Sung Joon kemudian menelpon Ha Ri dan bertanya sekarang dia ada dimana, Ha Ri hanya menjawab jika dia ada di rumah dan bertanya kapan dia ada waktu untuk bertemu karna ada sesuatu yang ingin ia beritahu.

gambar 6

Di kantor, Han Sul tiba-tiba saja berubah jadi perhatian memberi kopi pada Shin Hyuk, Poong Ho dan Joon Woo. Dan ketika Sung Joon datang ke kantor dan mengsms mereka bahwa akan ada rapat dalam 10 menit, para anggota tim ‘Most’ jadi bête. Tapi Hye Jin menyemangati dirinya: “Saya tidak akan takut seperti orang bodoh. Saya juga orang yang ulung di tim Manajemen. Saya juga akan menunjukkan padamu bahwa saya orang yang cerdas.”

Tapi apa yang terjadi malah sebaliknya, bertugas menulis isi rapat, Hye Jin sama sekali tak mengerti dengan apa yang sedang didiskusikan oleh anggota tim ‘Most’ menganggap semuanya sedang menggunakan bahasa alien. Dan parahnya ketika Joo Young meminta Hye Jin untuk menyalakan layar proyektornya, dia malah memencet remote control untuk alat bantu penunjuk laser dan lampu sorot membuat yang lainnya tertawa kecuali Sung Joon. Di akhir rapat, Sung Joon kemudian menyuruh Hye Jin membawa laporan isi rapat padanya setelah ia menyusunnya.

Dan ketika yang lainnya meninggalkan ruangan rapat, si jahil Shin Hyuk kembali berulah. Dia mengagetkan Hye Jin dari belakang. Karna kaget, Hye Jin keceplosan berkata: “Ya, wakil pemimpin redaksi,” membuat Shin Hyuk tertawa dan menebak jika Hye Jin mungkin memiliki fobia terhadap wakil PemRed. Dia membantahnya, tapi Shin Hyuk berkata pada Hye Jin bahwa dia merasa ada yang aneh karna tiap kali dia melihat wakil PemRed, dia sangat gugup dan seperti orang kebingungan; dan memberitahunya bahwa dia bersikap seperti seorang yang akan mendapat kesulitan besar ketika tertangkap. Mendengarnya, karna gugup Hye Jin malah tambah bersikap seperti orang aneh di depan Shin Hyuk.

gambar 7

Hye Jin kesulitan menulis laporan hasil rapat karna kebingungan dengan istilah-istilah yang digunakan dalam rapat tadi, tapi anggota tim ‘Most’ malah mengacuhkannya ketika dia ingin meminta bantuan. Sung Joon kecewa dengan hasil laporan Hye Jin mempertanyakan mengapa dia bisa ada di Tim Editing tapi sama sekali tak tahu dengan istilah-istilah dasar yang digunakan dan  malah menuduhnya masuk ke kantor ini karna backingan

Hye Jin mengatakan bahwa dia masuk ke dalam kantor ini murni karna kemampuannya, dan menjelaskan jika dia tiba-tiba dipindahkan kesini dari bagian Manajemen Servis, sehingga dia belum sempat mempelajari istilah-istilah yang mereka gunakan. Ditambah lagi anggota tim lainnya sangat sibuk dan tidak satupun dari mereka yang mengajarinya.

Sung Joon menegurnya apa dia ingin makan gaji buta, dan memberitahunya bahwa ini bukan tempat dimana dia bisa belajar dari orang lain, tapi harus melakukannya sendiri. Dan memperingatkannya jika dia terus seperti ini, dia bisa menggunakan kewenangan yang ia miliki untuk memecatnya, dan kemudian membuang filenya ke lantai.

Image Hye Jin di depan Sung Joon yang tidak kompeten makin parah ketika dia mendengar Han Sul menegurnya karna dia sama sekali tak tahu hal-hal dasar tentang kecantikan seperti tak tahu apa itu brush, CC cream, dan bahkan blush on.  Apalagi ketika dia sama sekali tak mengerti ketika Joo Young memintanya mengambil pakaian BK Corduroy Blouson, dia sama sekali tak mengerti apa itu ‘BK’; dan Sung Joon hanya menggeleng-geleng kepala melihatnya.

gambar 8

Hye Jin membentur-benturkan kepalanya di mejanya sambil menutup matanya dan berkata: “Seperti yang diharapkan saya tidak cocok,” dan tanpa ia sadari si jahil Shin Hyuk menaruh bungkusan mie di atas mejanya sehingga dia berteriak kesakitan ketika dia membenturkan kepalanya. Karna suasana hatinya masih galau, dia lantas pergi ke kantor terdahulunya. Bosnya bingung melihat Hye Jin datang dan sibuk mengepel dan bahkan memberitahu mereka: “Jika kalian memiliki pekerjaan, berikan padaku. Kalian tahu bagaiamana saya sangat baik dalam menyelesaikan pekerjaan,” dan mengajak mereka semua makan malam bersama setelah selesai bekerja. Tapi si bos malah menariknya kembali ke tim ‘Most’ dan memberitahuanya bahwa dia hanya perlu bertahan selama tiga bulan, dan mendorongnya masuk ke dalam kantornya. Seharian Hye Jin disibukkan membantu tim ‘Most’, membuatnya sangat kelelahan sampai ketiduran di atas bus, tapi ketika ia sejenak terbangun melihat seorang nenek yang naik, tanpa pikir panjang dia memberikan kursinya.

Ha Ri menolak mentah-mentah permintaan maaf pria yang menghina Hye Jin di ulang tahunnya, dan menyuruhnya pergi tapi Hye Rin (adik Hye Jin) muncul dihadapannya mengaku sebagai adik Ha Ri. Dan malah minta ditraktir di sebuah café dan dia akan memberitahunya sebuah cara agar Ha Ri kakaknya tidak ngambek lagi. Tapi Hye Jin muncul dan menjewer telinganya dan memperingatkannya untuk tidak memanfaatkan para pria yang terus mengikuti Ha Ri, tapi Hye Rin malah mengatainya: “Kau sangat jelek sehingga membuatku merasa muak!” dan berlari pergi.

gambar 9

Sesampainya di rumah, sambil ngemil Hye Jin terus saja mengomel di depan ha Ri: Sejak kapan jaket hitam corduroy mulai disebut dalam kata-kata alien, BK Corduroy Blouson. Mengapa menggunakan bahasa asing padahal kita memiliki bahasa sendiri yang indah. Dan Hye Jin berpendapat jika semua itu hanya untuk pamer.

Tapi Ha Ri berpendapat sebaliknya, menurutnya itu bukan untuk pamer karna itu adalah istilah-istilah teknis yang digunakan dalam industri itu dan bahkan tidak setuju dengan sikap Hye Jin yang mengatakan bahwa fashion dan kecantikan tidak penting apalagi meremehkannya dengan mengatakan itu hanya pamer. Dia juga menambahkan bahwa sudah seharusnya seorang atasan menegur seorang karyawan ketika mereka bahkan tak tahu hal-hal yang mendasar.

Hye Jin tak menyangka Ha Ri akan berkata seperti itu, dan membela diri mengatakan bahwa sebenarnya dia juga ingin melakukan dengan baik tapi yang ia lihat dan dengar semuanya untuk pertama kali sehingga ia mengalami kesulitan, dan Ha Ri balik bertanya apa dia sudah berusaha, setelah dia masuk ke dalam Tim Editing, apa sekali saja dia pernah membaca majalah ‘Most’.

Hye Jin tak bisa tidur, dia terus saja teringat kata-kata Ha Ri tadi. Dia pergi ke rak buku dan melihat catatan kecil Ha Ri yang disisipkan dalam sebuah majalah fashion dimana Ha Ri menulis bahwa dia akan membantunya; dia sendiri tahu bagaimana dia lebih suka membaca majalah fashion ketimbang buku pelajaran. Hye Jin hanya perlu menandai bagian yang tak ia ketahui yang ada dalam majalah, dan Ha Ri akan membantu untuk menjelaskannya.

 

***Bersambung***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*