Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “She was Pretty” Episode 4 Bagian Pertama

Sinopsis “She was Pretty” Episode 4 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis She was Pretty Episode 4 Bagian Kedua]

Hye Jin mendapat telpon oleh Hye Rin yang memintanya untuk bertemu karna ingin ditraktir di sebuah kafe. Dan Sung Joon yang lagi duduk  di kafe langganannya, tiba-tiba dikejutkan oleh seorang anak perempuan yang menegurnya karna telah memegang bukunya. Sung Joon kaget melihat anak perempuan itu, di saat yang bersamaan Hye Jin datang dan tentu saja matanya membelalak melihat adiknya Hye Rin berdiri di depan Sung Joon.

Dia mengintip dan melihat Sung Joon duduk bersama Hye Rin dan mentraktirnya makanan, membuat Hye Jin bertanya-tanya mengapa mereka berdua bisa bersama. Sung Joon memberitahu Hye Rin bahwa dia adalah teman kakaknya, dan perbincangan mereka terganggu ketika Hye Jin menelponnya dan memberitahunya bahwa PemRed sedang mencarinya. Sung Joon akhirnya keluar dari kafe, dan Hye Jin  datang ke tempat duduk Hye Rin dan merasa lega karna diberitahu adiknya bahwa dia tidak mengatakan apapun tentang dirinya pada pria itu.

PemRed Kim Ra Ra kaget karna Sung Joon tiba-tiba muncul didepannya dan  merasa jika dia sama sekali tak pernah memangilnya; Hye Jin datang meminta maaf karna dia telah salah paham mengira PemRed memanggilnya

Gambar2

Di ruang rapat, membaca proposal proyek  anggota timnya, Sung Joon merasa tidak puas dan menegur mereka karna tidak satupun yang menyerahkan proposal proyel yang efisien; tulisan seperti anak SD; dan berpendapat bahwa mereka semua hanya amatir yang bahkan tidak mengetahui tentang 0.03 detik memutuskan untuk sebuah majalah: “Jika kalian tidak dapat menarik perhatian pembaca dengan hanya satu kalimat atau satu gambar, itu menjadi majalah yang tidak laku dijual.” Sung Joon kemudian memberitahu timnya bahwa dia hanya akan menerima proyek proposal yang hanya membutuhkan kurang dari tiga menit untuk dibaca.

Dan untuk edisi spesial ulang tahun ke20 ‘Most,’ Sung Joon memberitahu timnya untuk melupakan semua ide yang telah mereka diskusikan sejauh ini dan memulainya lagi dari awal.  Joo A-Reum menagajukan keberatannya menganggap beberapa poin sudah oke dan menurutnya ide-ide itu sudah menarik; tapi Sung Joon membantahnya mengatakan bahwa kata ‘oke’ hanya mempunyai satu arti: yang terjual dengan baik; dan balik bertanya apa majalah mereka akan bisa laku keras jika seperti ini.

Shin Hyuk berkata pada Sung Joon  bahwa jika dia terus saja mengatakan hal-hal seperti ini, bagaimana mereka bisa dengan nyaman dan bebas mengemukakan pendapat mereka. Tapi Sung Joon malah menegur Shin Hyuk: “Jika kamu ingin nyaman, mengapa kamu datang bekerja? Kamu seharusnya tinggal saja dirumah. Dan ‘bebas’.” Sung Joon kemudian membuang proposal proyek mereka ke dalam tempat sampah, dan memberitahu bahwa mereka akan melaksanakan rapat setelah mereka memiliki konsep yang baru.

Gambar 3

Sung Joon menyempatkan diri memotret birunya langit ketika lampu merah dengan membuka kaca spion mobilnya. Dan di gedung kantor langkah Hye Jin terhenti melihat langit, dan mengambil ponselnya  untuk memotret, dan si jahil Shin Hyuk muncul di depannya sambil mengunyah permen karet dan bertanya pada Hye Jin: “jackson, apa yang sedang kau lakukan?”. Hye Jin berkata padanya bahwa dia sedang melihat langit yang indah dan memotretnya, dan Shin Hyuk kemudian menoleh dan memandang langit sambil tersenyum kecil.

Shin Hyuk melihat rona wajah bahagia Hye Jin memandang langit yang indah; dan teringat kejadian beberapa hari yang lalu dimana dia dan Hye Jin ternyata satu bus. Shin Hyuk duduk di kursi paling belakang sehingga ia melihat Hye Jin tertidur pulas, dan tersenyum ketika Hye Jin memberikan tempat duduknya untuk seorang nenek.

Melihat sebuah keluarga yang merayakan ulang tahun istrinya, Ha Ri kemudian teringat ketika dia duduk bersama ayah dan ibu kandungnya merayakan ulang tahun pernikahan orang tuanya; dimana waktu itu Ha Ri kecil sangat bahagia. Dia kemudian pergi  keluar hotel dan duduk merenung sendiri; dan mendapat sms gambar langit dari Sung Joon tertulis ‘langitnya indah’. Ha Ri menatap langit dan berpikir bahwa langitnya sangat cantik.

Gambar 4

Ha Ri diantar pulang oleh teman prianya yang bermobil, dan melihat penampilan Ha Ri  mengenakan rok yang terlalu pendek; Hye Jin mengingatkannya jika dia akan menjadi bahan pergunjingan orang. Tapi Ha Ri tak ambil pusing: “Ini badanku, hidupku. Yang terpenting adalah apa yang membuatku bahagia. Siapa yang perduli dengan apa yang dipikirkan orang? Itu bodoh.”

Di taman bermain, Hye Jin memberitahu Ha Ri bahwa dia hampir saja ketahuan karna Hye Rin. Hye Jin memberitah Ha Ri bahwa jika dia sampai ketahuan oleh Sung Joon betapa memalukannya itu. Hye Jin berpikir bahwa Sung Joon pasti akan malu jika dia tahu bahwa pegawai magang yang selalu ia rendahkan adalah cinta pertamanya, Kim Hye Jin.

Dan Hye Jin memberitahu Ha Ri untuk berhenti membicarakan tentang Sung Joon, karna menurutnya Sung Joon yang sekarang meremehkannya sehingga menurutnya akan lebih baik untuk berhenti memusingkannya.

Keesokan paginya, Hye Jin kaget membayangkan melihat wajah Kim Ra Ra ada di depan cermin mengatakan bahwa penampilannya masih berantakan, dan memintanya untuk berpenampilan mencerminkan ‘Most’. Penasaran untuk tampil seperti mencerminkan ‘Most’, Hye Jin kemudian berdandan. Datang ke kantor, yang ada Sung Joon malah kaget melihat penampilannya.

Gambar 5

Joon Woo melompat kegirangan  memberitahu tim yang lain bahwa Sung Joon berhasil mendapat kesempatan untuk bertemu dengan James Taylor meskipun hanya sejam untuk membicarakan kerja samanya dengan majalah ‘Most’ di bandara. Han Sul pesimis dia akan berhasil, tapi Sung Joon datang dan berkata bahwa dia akan melakukan yang terbaik dan menyuruh tim yang lain untuk secepatnya mempersiapkan materi yang berhubungan dngan proyek James Taylor; dan seseorang yang siap mengantarnya ke bandara.

Si jahil Shin Hyuk kembali berulah; dia membohongi Hye Jin mengatakan bajunya lubang sehingga  ia mengangkat tangannya untuk melihat lubangnya; dan teman-temannya yang lain mengira itu tanda dia setuju untuk mengantar Sung  Joon.

Di dalam mobil, Hye Jin menjelaskan pada Sung Joon bahwa semua orang sibuk dan hanya dia satu-satunya orang yang bisa mengantarnya ke bandara. Di dalam mobil Hye Jin kembali bertanya pada Sung Joon apa mereka akan pergi ke Bandara Incheon, tapi karna Sung Joon hanya diam tak menjawab dan terus saja melihat ipadnya, maka Hye Jin menyangka bahwa mereka akan pergi ke Incheon.

Dalam perjalanan menuju bandara, di dalam mobilnya, Sung Joon kaget melihat papan petunjuk tertulis ‘Bandara Incheon’ padahal mereka seharusnya bertemu dengan James Tylor di bandara Gimpo; karna terjebak macet Hye Jin melihat seorang pedagang yang berjualan di pinggir jalan tol dan pergi mendatangi penjual itu. Hye Jin menarik Sung Joon keluar dari mobilnya, membawanya kepada si penjual itu. Hye Jin memberi penjual itu uang yang ia ambil dari dompet Sung Joon, dan meskipun dia merasa risih naik motor, Hye Jin memaksanya naik karna tak ada jalan lain. Si penjual ini berhasil menerobos kemacetan.

Gambar 6

Hye Jin menyusul Sung Joon dan bahagia mendengar semuanya berjalan lancar; tapi Sung Joon bersikap sebaliknya. Di bandara, Sung Joon kembali berkata kasar dengan nada yang meluap-luap di depan Hye Jin: “Apa yang kau lakukan? Apa kamu bodoh? Atau apa kamu cacat? Apa ada yang bisa kau kerjakan dengan benar? Jika proyek ini gagal, apa kau akan bertanggung jawab? Bagaimana bisa kau melakukan kesalahan yang tidak masuk akal?”

Hye Jin menjelaskan pada Sung Joon bahwa sebelumnya dia sudah bertanya padanya kemana mereka akan pergi, tapi Sung Joon malah berkata pada Hye Jin apa dia tahu jenis orang yang menurutnya sangat menyedihkan adalah orang-orang yang hanya bekerja keras tapi tidak ada yang bisa dibanggakan seperti dirinya.

Hye Jin mengambil tasnya dari dalam mobil Sung Joon dan berjalan pergi membawa dua plastik besar berisi nasi kukus; tapi dia kembali mendatangi mobil Sung Joon mengeluarkan unek-uneknya dengan nada yang meluap-luap: “Bagaimana denganku memberitahumu orang yang paling kubenci? Seseorang yang tidak mendengarkan orang lain, yang merendahkan orang lain yang tidak sehebat  dirimu. Sepertimu, wakil pmimpin redaksi. Berkali-kali saya bertanya padamu “Apa bandara Incheon?”, tapi yang tidak mendengar atau menjawabku adalah kamu. Jadi seandainya kau tak mengacuhkanku dan menganggapku kecil, hal sepeti ini tidak akan terjadi..Saya merasa seperti … saya merasa seperti saya harus memberitahumu itu.”

Gambar 7

Ayah Ha Ri datang ke tempat kerjanya dan mengajaknya makan bersama.  Ayahnya meminta maaf atas kejadian di hari ulang tahunnya, dan meminta pengertian Ha Ri bahwa ibu tirinya dari keluarga miskin dan dia memiliki banyak luka sehngga sebaiknya Ha Ri yang pertama membuka hatinya pada Na Ji Sun. Ha Ri berdiri dari tempat duduknya, dan memberitahu ayahnya untuk makan bersama dengan orang yang ia anggap sebagai anggota keluarga.

Hye Jin berdiri di luar gedung kantor — mengelurkan payungnya dari tasnya karna turun hujan, dan Sung Joon  juga berdiri disana ingin pergi ke parkiran tapi terhalang karna hujan. Keduanya berdiri disana dan hanya diam tak berkata sepatah katapun.

Hye Jin kemudian membuka payungnya, membuat Sung Joon teringat jika payung itu sama persis dengan payung yang ia berikan sebagai hadiah pada Hye Jin (Ha Ri) waktu itu. Belum sempat bertanya tentang payung itu, Hye Jin lalu berjalan pergi. Baru berjalan beberapa langkah dari luar gedung kantor, Hye Jin menatap payungnya dan berpikir: “Dia memberikan ini padaku mengatakan “Gunakan itu untuk menghindari hal yang kau benci.”, dan menoleh memandang Sung Joon yang berjalan masuk ke dalam gedung kantor.

Untuk menghilangkan suasana hati yang lagi galau, Hye Jin singgah di warung soju untuk minum, sedangkan Ha Ri berenang di kolam renang dan bahkan untuk beberapa saat dia menahan nafasnya duduk di dasar kolam

***Bersambung***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*