Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Sweet Stanger And Me (Man Live At My House) Episode 16 Drama Korea Bagian Kedua

Sinopsis Sweet Stanger And Me (Man Live At My House) Episode 16 Drama Korea Bagian Kedua

Baca Juga:Sinopsis Sweet Stanger And Me (Man Live At My House) Episode 16 Drama Korea Bagian Pertama

Semua Dok Gambar, KBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Lalu muncullah masa 1 tahun kemudian dimana Na Ri sudah menyelesaikan penerbangannya dan kembali ke Seoul bersama Yeo Joo. Na Ri, Yeo Joo beserta para hoobaenya membahas tentang pembacaan kartu tarot terkait hubungan asmara mereka. Yeo Joo pun mengajak Na Ri untuk ikut dalam ramalam pembacaan kartu tarot. Tak lama Nan Gil pun muncul, dan Yeo Joo memuji ketampanan kekasih Na Ri. Lalu Yeo Joo pamit bersama para hoobae pramugari yang lain, dan mereka membahas tentang Nan Gil yang sangat sering datang menjemput Na Ri, dan tak pernah terlambat. Yeo Joo,”mereka bukan pasangan biasa. Mereka bahkan tak pernah berkelahi”.

Na Ri melihat penampilan Nan Gil sungguh berbeda. Nan Gil memang mengaku memberikan penampilan terbaiknya guna membuat Na Ri terkesan dengannya, apalagi mereka belum pernah bertemu dalam beberapa hari ini. Na Ri,”Jangan berpakain lebih lagi. Pakailah pakaian yang nyaman saja”. Nan Gil lalu memuji kecantikan Na Ri pada hari itu. Na Ri merasa ada yang berbeda, dan curiga ada sesuatu yang terjadi di restoran. Nan Gil hendak membawa Na Ri ke rumahnya, namun Na Ri ingin pergi ke suatu tempat.

Tuan Kwon bertemu dengan Duk Bong serta menyalahkannya atas kehancuran perusahaan mereka. Duk Bong menanggapi,”Jangan jadi bayi yang cengeng. Saya tidak buta”. Tuan Kwon lalu menepuk tangan Duk Bong dan bangga padanya karena memiliki kekuatan untuk berdiri. Tuan Kwon mengakui dirinya sudah salah, tuan Kwon,”Saya bertemu dengan Suh Young dan berlutut. Saya memperbaiki pertunanganmu yang rusak. Sepertinya tidak ada lagi dendam yang mendalam”.

Duk Bong meminta ayahnya agar jangan menggangu kehidupan pribadinya. Tuan Kwon lalu memberitahukan perusahaan mereka sudah akan melakukan merger dengan Suh Won Grup, dan dia ingin mengatur pernikahan Duk Bong dengan Suh Young. Duk Bong pun bertengkar dengan tuan Kwon dan mengaku sudah berkencan dengan seseorang sekarang.

Nan Gil serta Na Ri datang ke peramal kartu tarot. Nan Gil lalu mengambil dua kartu tarot yakni kartu completion. Peramal lalu menyebut Nan Gil adalah seorang legenda. Kartu kedua yakni expansi, yang berarti bisnis Nan Gil akan melebar. Nan Gil tak senang dengan peramal ini, dan menyuruh Na Ri pergi. Namun Na Ri mengambil satu kartu, dan peramal melihat kartu itu. Arti dari kartunya adalah Na Ri dan Nan Gil memang sudah ditakdirkan.

Na Ri ingin tahu mengapa Nan Gil sangat terkejut ketika peramal tadi menyebut tentang bisnis. Na Ri mengaku tak insomnia dan tidak stress, dan meminta Nan Gil memberitahukan sesuatu tentang bisnisnya. Nan Gil,”Ayahmu dan pamanmu. Mereka menandatangani kontrak untuk melakukan franchise terhadap restoran pangsit Hong”.

Muncullah ke masa lalu ketika dua orang suami istri datang ke restoran Hong dan merasakan kelezatan pangsit Hong. Lalu ayah serta paman Na Ri bertemu dengan kedua pasangan suami istri tersebut. Keduanya memperkenalkan kehebatan pangsit Hong. Ayah Na Ri lalu memberitahukan Nan Gil dapat mengajar para kliennya untuk mendapatkan rasa lezat dari pangsit yang dibuat di restoran Hong, dan mereka  menandatangani kontrak franchise.

Na Ri senang mendengarnya dan merasa yang dilakukan oleh ayahnya adalah sesuatu yang terbaik. Na Ri lalu berkhayal restoran Hong bisa menjadi restoran besar, namun Nan Gil meledek Na Ri yang tak suka dengan pangsit bahkan tidak tahu cara membuatnya. Na Ri mengaku bisa belajar dengan cepat untuk membuat pangsit.

Duk Bong lalu merenung di kamarnya, dan merenungkan rencana tuan Kwon yang ingin memperbaiki pertunangannya kembali dengan Suh Young. Duk Bong lalu menelpon Yeo Joo, Yeo Joo,”Duk Bong shii. Kamu pastinya lupa. Saya bilang jika kamu menelponku lagi. Saya akan anggap  itu sebagai kencan”. Duk Bong,”Kita bicarakan itu nanti”.

Duk Bong meminta Yeo Joo untuk mau membantunya dalam melakukan skenario pembalasan dendam. Yeo Joo,”Oh tuhan. Hanya pencundang yang melakukan itu”. Duk Bong lalu meminta Yeo Joo untuk bertemu dengan ayahnya. Yeo Joo lalu berpakain modis dan membeli bunga lalu bertemu dengan Duk Bong. Yeo Joo memberikan tagihan beberapa barang yang dibelinya kepada Duk Bong, dan memintanya untuk menanggung semua biayanya. Yeo Joo mengaku saldo kartu kreditnya kini berkurang, dan meminta Duk Bong mendeposit kartu kreditnya.

Semua keluarga Duk Bong serta Duk Shim bertemu untuk melihat pacar baru Duk Bong. Yeo Joo lalu memperkenalkan dirinya ke hadapan tuan Kwon, dan ibu Duk Shim terkaget melihat Yeo Joo yang sangat mirip denga mantan tunangan Duk Bong dulu yakni Suh Young. Duk Bong lalu bertanya ke tuan Kwon terkait apa yang harus dilakukan terkait merger perusahaan mereka. Duk Shim masih tak percaya Yeo Joo serta Duk Bong sudah berkencan, namun Yeo  Joo mengukuhkan dirinya yang sudah kencan dengan duk Bong karena Duk Bong terlebih dahulu sudah menelponnya. Duk Bong mengajak Yeo Joo untuk menjadi temannya terlebih dulu untuk memulai hubungan mereka, dan Yeo Joo tersenyum mendengarnya.

Nan Gil meminta maaf kepada Na Ri karena selama ini sudah sibuk dan jarang menelponnya. Na Ri tak masalah dengan kesibukan Nan Gil, namun Na Ri marah jika Nan Gil mencoba bertemu dengan wanita lain. Na Ri lalu menyuruh Nan Gil membersihkan rumahnya, dan Nan Gil merasa sungguh tak senang dengan kegiatan itu. Na Ri dan Nan Gil saling mempeributkan sebuah barang yang harus dibuang atau tidak.

Keduanya bertengkar karena barang itu, dan Nan Gil mengeraskan suaranya, sehingga Na Ri semakin kesal. Na Ri melalui harinya bersama Nan Gil kadang saling memarahi satu sama lain karena sebuah benda sepele. Na Ri dan Nan Gil kadang membicarakan masalah lampau. Na Ri lalu mengungkit tentang liburan mereka ke pantai dulu di Yeosu, dimana saat itu Nan Gil banyak mengucapkan kata maaf.

Namun Na Ri tak senang karena saat liburan itu, mereka tidak sempat  menyantap sashimi, dan Na Ri menyalahkan Nan Gil. Namun Na Ri tetap senang dengan liburannya saat itu. Kedunya lalu membicarakan masa depan mereka. Na Ri bermimpi ketika mereka menikah nanti, Na Ri ingin tahu berapa jumlah anak yang diinginkan Nan Gil. Nan Gil menginginkan 2 hingga 3 anak. Na Ri ingin memiliki anak dan tinggal di kampung halamannya.

Restoran Hong pun dihiasi pohon natal. Na Ri dan Nan Gil pun banyak menghabiskan waktunya bersama. Waktu pun berlalu, dan Na Ri kembali menjalani aktifitasnya sebagai pramugari. Na Ri menunggu Nan Gil menjemputnya, namun dia datang terlalu lama karena sudah sangat sibuk. Yeo Joo lalu menyindir bahwa Nan Gil kini sudah sangat sibuk dengan banyak wanita. Hal ini diketahui oleh Yeo Joo lewat media sosial.

Yeo Joo memperlihatkan foto2 Nan Gil bersama para wanita ketika pembukaan restoran Hong dibeberapa daerah di Korea Selatan. Yeo Joo,”Dia nampaknya ternama diantara kalangan wanita. Restoran Hong lebih terkenal daripada museum robot doi Seulgi-ri sekarang”. Na Ri dan Yeo Joo lalu pergi ke toko kosmetik, Yeo Joo mencoba beberapa produk kosmetik. Na Ri sendiri merasa senang jika Nan Gil sibuk, ternama, dan disukai oleh wanita.

Yeo Joo senang jika Na Ri bahagia dengan kesuksesan Nan Gil, namun Yeo Joo kuatir jika Nan Gil terlalu terpikat dengan kerjaannya. Yeo Joo menyarankan agar Na Ri memilih tinggal di Seoul, dan bukan di Seulgi-ri. Yeo Joo senang jika Na Ri merasa bahagia. Yeo Joo menjelaskan Nan Gil adalah satu dari jutaan tipe pria lain, sehingga Yeo joo meminta Na Ri agar jangan cemburu jika wanita banyak menyukainya. Na Ri menampik bahwa dia cemburu. Yeo Joo lalu memeluk Na Ri, dan mengucapkan rasa terima kasih padanya karena kini Yeo Joo sudah lebih dewasa.

Nan Gil lalu mengajari beberapa orang untuk menguleni adonan dengan benar dan sepenuh hati. Yong Kyoo menggantikan posisi Nan Gil, namun perhatian para peserta hanya tertuju pada Nan Gil. Tak lama, Wan Shik datang ke restoran Hong serta menyapa Nan Gil. Wan Shik melihat tak ada yang berubah di restoran Hong. Nan Gil lalu memegang tangan Wan Shik, dan mengajaknya bekerja di tempatnya. Nan Gil lalu mengajak Wan Shik untuk makan pangsit restorannya, dan keduanya tersenyum.

Na Ri lalu datang, dan Nan Gil mengaku buru2 ingin menjemput Na Ri di bandara. Namun karena Na Ri sudah datang, Nan Gil memegang lengan Na Ri sambil mengaku merindukannya. Na Ri ingin tahu seberapa besar Nan Gil merindukannya, Nan Gil mengaku sangat merindukan Na Ri. Nan Gil mengaku setiap kali dia membuat pangsit, ketika dia bangun dan tertidur, dia selalu merindukan Na Ri. Na Ri,”Saya pikir ingin memiliki rumah di Seoul. Saya lelah selalu kembali dan datang”. Nan Gil,”Tidak boleh..”. Namun tak lama, Nan Gil seperti ingin menginjinkan Na Ri tinggal di Seoul.

Nan Gil lalu menyuruh Na Ri minum kopi, namun Na Ri tak mau karena dia sudah lelah akibat menjalani penerbangan yang panjang, dan tertidur pulas disamping Nan Gil. Terpaksa Nan Gil meminum habis kopi Na Ri, dan didalam gelas kopi Na Ri sebenarnya tertulis ajakan untuk menikah dari Nan Gil. Nan Gil ingin memperlihatkan tulisan teks berjalan di hpnya, dan mengajak Na Ri menikah, namun cara itu tidak berhasil. Nan Gil menyiapkan boneka, dan Na Ri mengira boneka itu milik pelanggan yang tertinggal. Nan Gil berpura2 menekan boneka itu, namun suaranya tak keluar. Ketika Na Ri pergi, Nan Gil memukul boneka sehingga terdengar suara,”Menikahlah denganku”, dan Na Ri mendengarnya sembari tersenyum.

Na Ri dan Nan Gil memandangi gedung sekolah mereka, dan Nan Gil mengingat masa kenangan indahnya ketika melihat Na Ri dari kecil hingga pertemuan pertama mereka di masa dewasa. Juga Na Ri mengingat ketika dia meminta maaf kepada Nan Gil karena sudah melupakannya selama ini. Juga Na Ri  dan Nan Gil mengingat masa2 romantis ketika mereka berdua berciuman. Na Ri dan Nan Gil pun  masuk ke gedung sekolah mereka, dan memandangi ruangan sekolah SD mereka.

Na Ri lalu melihat lukisannya ketika kecil dulu yang bertuliskan,”Hong Na Ri, akankah kamu menikah denganku?”. Nan Gil lalu teringat masa ketika dia meminta maaf karena sudah mencintai Na Ri, Nan Gil sungguh menyesal saat mengatakan itu. Nan Gil memandangi Na Ri, dan berjanji padanya untuk menghabiskan semua sisi hidupnya bersama Na Ri. Nan Gil lalu memperlihatkan cincin kepada Na Ri dan memintanya untuk menikah. Na Ri bahagia dan setuju dengan lamaran Nan Gil.

Han Yi serta Park Joon mengusik Yong Kyoo mengenai hubungannya dengan Duk Shim, juga keduanya menyindir Yong Kyoo yang hanya disukai oleh para ahjumma. Yeo Joo kini memiliki hubungan baik dengan ayahnya, dan  kini sang ayah sudah sehat. Duk Bong juga merasakan hal yang sama dimana hubungannya bersama semua keluarganya membaik, dan tuan Kwon kini tidak jadi membangun resort di restoran Hong.

Ayah Na Ri serta pamannya kini sudah menjadi seorang yang kaya, dan Nan Gil serta Na Ri bertemu dengan keduanya dan memberitahukan rencana pernikahan mereka. Paman Na Ri sebaliknya setuju mereka berdua segera menikah. Na Ri,”Mencintai seseorang adalah mencintainya, keluarganya, juga kisahnya”. Na Ri dan Nan Gil lalu membuat pangsit. Keduanya menapaki jalan. Na Ri,”Dan mencintai seseorang adalah menapaki jalan hidupnya bersama layaknya keluarga”. Dan drama ini tamat. Terima kasih buat chingu yang sudah membaca sinopsis mimin hingga akhir.

Semua Dok Gambar, KBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

2 comments

  1. Akhirnya….
    Thx ya sinopnya
    Bikin sinop Hwarang donk
    😚😚

  2. trims.ya..akhirnya selesai juga sinopsisnya
    Semangattt untuk sinopdis selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*