Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Sweet Stranger and Me (Man Living at My House) Episode 15 Bagian Kedua

Sinopsis Sweet Stranger and Me (Man Living at My House) Episode 15 Bagian Kedua

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Sweet Stranger and Me (Man Living at My House) Episode 15 Bagian Pertama]

Setelah menemui ayah Na Ri, Duk Bong sejenak merenung di dalam mobilnya tentang pertemuannya dengan ibu Na Ri saat ia masih hidup dulu.

Kita kembali flashback: Duk Bong datang ditemani Sekertaris Kwon, dan Ibu Na Ri  memberitahu mereka bahwa dia tidak akan menjual tanah ini. Ibu Na Ri belum pernah melihatnya sebelumnya, dan dia berkomentar bahwa Duk Bong seumuran dengan putri dan putranya. “Kau bisa menjadi teman tetangga,” ucap Ibu Na Ri. Duk Bong berusaha menego dengan masalah harga, namun Ibu Na Ri bersikeras bahwa itu bukan masalah uang.

Duk Bong kemudian menelpon Na Ri dan menginformasikan bahwa ayahnya akan kembali besok dan hanya akan membayar denda. Duk Bong meminta Na Ri untuk tidak mengkhawatirkan ayahnya.

Tapi setelah berbicara dengan Na Ri di telpon, dia datang menemui ayahnya dan bertanya mengapa ayahnya membuat ayah Na Ri menyerahkan dirinya. Tuan Kwon menjelaskan bahwa dia setuju untuk menghapuskan hutangnya, dan sebagai gantinya dia memerintahkan ayah Na Ri untuk melakukan sesuatu untuknya.

Duk Bong bertanya, “Apa yang bisa dilakukan seorang penipu.” Tuan Kwon berkata bahwa dia melihat Duk Bong membencinya sehingga dia berusaha untuk mempersatukannya dengan Na Ri. Duk Bong tahu itu hanya karna tanah, dan bahwa ayahnya yang telah membuat Hong Sung Kyu menjadi seseorang yang berhutang dan penculik.

Duk Bong berkata dia tahu ayahnya ingin membersihkan nama Hong Sung Kyu dan kemudian mengajukan tuntutan hukum untuk mengklaim tanah itu. “Jika kau tidak punya rasa malu, setidaknya punya kesadaran,” pinta Duk Bong.

Duk Bong mengungkit bahwa ayahnya telah membunuh anak-anak di panti asuhan itu dan berpura-pura tidak tahu dan sekarang masih juga harus mencuri tanah itu. Tuan Kwon bersikeras bahwa tanah itu adalah milik mereka dari awal dan hak mereka untuk mengambilnya. Duk Bong berkata dia tidak ingin bertindak sejauh ini dan bersumpah akan membuatnya duduk di pengadilan.

Na Ri datang ke Seoul untuk menemui ayahnya di kantor polisi, dan meyakinkannya bahwa dia akan segera dibebaskan. Hong Sung Kyu berkata bahwa dia sangat menyukai Duk Bong – dia penuh rasa tanggung jawab dan sempurna untuknya.

Ayah kagum betapa cepatnya Duk Bong datang dan bertanya, “Dia menyukaimu, bukan?” Na Ri berkata dia tidak seperti itu, dan  menentang ayahnya   saat dia berkata tidak bisa menerima Nan Gil.

Sambil tersenyum Na Ri berterima kasih karna telah membantu ayahnya, dan Duk Bong berkomentar, “Kau memiliki senyum ibumu.” Duk Bong menawarkan agar  mereka jangan dulu pulang ke Seulgi-ri dan mengantarnya ke sebuah gedung teater.

Duk Bong berkata dia senang melihat Na Ri ada diluar Seulgi-ri. Dia merasa Na Ri jauh lebih baik di Seoul, dan menyarankan untuk tidak berhenti dari pekerjaannya. Na Ri mengakui dia sejujurnya tidak suka dengan Seulgi-ri, dia bosan setelah sehari dan kembali ke Seoul. Dia sendiri bahkan kagum dengan dirinya  bisa baik-baik saja disana.

Meskipun demikian Duk Bong berkata bahwa baginya Na Ri tidak terlihat bahagia. Na Ri mengaku aneh rasanya tidak bersama kedua ayahnya – yang satunya ditahan sedangkan yang satunya ingin pergi.

Acara pertunjukan musikal yang mereka tonton tidak berhasil menghibur Na Ri, wajahnya terus cemberut meskipun para penonton yang lain tertawa.

Yong Kyu menunjukkan file dan USB kepada ketiga rekannya  yang berisi tentang bagaimana menjalankan bisnis Restoran Pangsit Hong yang diberikan oleh Nan Gil. Yong Kyu berkata Nan Gil menyuruhnya untuk mempelajarinya, namun dia merasa terbebani untuk mengemban tugas menggantikan Nan Gil setelah  kepergiannya.

Han Yi berkomentar bahwa Yong Kyu hanya setahun lebih muda dibanding Nan Gil. Dan pada akhirnya Young Kyu  mengumumkan bahwa mereka semua akan pergi jika Nan Gil pergi.

Dalam perjalanan pulang, Duk Bong mengajak Na Ri untuk menemaninya dalam pesta perayaan akhir tahun nanti. Na Ri berkata dia tahu seseorang yang suka pesta, dan Duk Bong menghela nafasnya karna tahu siapa yang dimaksudkan oleh Na Ri. Duk Bong memberitahu Na Ri seseorang itu telah menjadi musuh temannya.

Na Ri bertanya mengapa, dan Duk Bong menjelaskan  bahwa Yeo Joo mengklaim  itu karna mereka menjelek-jelekkannya, meskipun Duk Bong menganggap mereka hanya mabuk.

Duk Bong mengungkit bahwa dia telah mewakili ayah Na Ri: “Seharusnya itu memberi dan menerima.” Na Ri pun setuju untuk menemaninya. Setelah mengantar Na Ri, Duk Bong berpikir ucapannya barusan ‘seharusnya memberi dan menerima’ terdengar kekanak-kanakan.

Na Ri  telah pulang, namun dia menyempatkan diri datang ke restoran untuk menemui Nan Gil disana tapi dia tak ada di kamarnya. Dia terkejut mendapati Nan Gil malah ada di rumah menungguinya. ‘Mengapa kau berbicara dengan gagap? Apa kau merasa bersalah,” tanya Nan Gil dengan ketus.

Nan Gil mengomeli pakaiannya bahwa Na Ri akan ‘mati kedinginan, berusaha untuk terlihat cantik’ dan ucapan itu membuatnya teringat dengan ucapan yang sama yang dulu pernah diucapkan oleh ibunya.

Nan Gil memanggil Na Ri duduk disampingnya dan menunjukkan buku bank dan buku kas keuangan untuk restoran. Na Ri bertanya apa dia yang akan menjalankan restoran, dan Nan Gil memberitahu bahwa Yong Kyu yang akan mengatur bahan-bahan dan daftar gaji.

Na Ri bertanya apa Nan Gil tidak akan bertanya kemana dia pergi dengan Duk Bong. Nan Gil berkata dia hanya berusaha menahannya karna Duk Bong membela ayahnya sehingga dia tak bisa berkata apa-apa.

Nan Gil menebak mereka mungkin nonton film, mungkin minum teh dan bersenang-senang. Na Ri berbicara gagap di depannya,  dan Nan  Gil menduga dia merasa bersalah. Na Ri berkata tidak, dan berkomentar bahwa gadis seperti Duk Sim mungkin akan mengikutinya di Seoul. Nan Gil melipat kedua tangannya dan berkata dia tidak  memikirkannya. Nan Gil berkata bahwa Na Ri bisa saja naik bus, tapi sekarang dia tak bisa pergi ke Seoul tanpa Duk Bong.

Na Ri, “Jujur saja dan katakan  kau tidak menyukainya.” Nan Gil: “Katakan saja kau tak suka saya tinggal di Seoul sendirian.” Keduanya  lantas bertengkar selayaknya pasangan yang sedang cemburu.

Setelah baru saja bertengkar, Nan Gil menyesali apa yang baru saja ia katakan. “Nan Gil kau sangat kekanak-kanakan. Mengapa kau mengatakan itu?,” gumam Nan Gil. Hal yang serupa pun dipikirkan oleh Na Ri. Keesokan  harinya saat Na Ri lewat di depan restoran Hong, keduanya saling mengabaikan satu sama lain.

Na Ri sengaja menunggui Yeo Joo setelah menyelesaikan konsultasi keduanya di tempat  kerjanya. Na Ri bertanya mengapa Yeo Joo memberitahu orang-orang bahwa dia akan kembali bekerja. “Saya tidak akan,” ucap Na Ri.

Yeo Joo berkata jika Na Ri tidak akan kembali bekerja, dia meminta Na Ri untuk menikahi Nan Gil dan menyelamatkannya. Yeo Joo berpikir pernikahan adalah alasan yang masuk akal bagi seseorang yang ingin mengundurkan diri. Na Ri sejenak membayangkan dia dan Nan Gil berjalan bersama-sama menuju altar dan kemudian bertanya mengapa Yeo Joo tiba-tiba mengungkit pernikahan padanya.

Na Ri memberitahunya bahwa Duk Bong mengajaknya pergi bersama di pesta akhir tahun, dan meminta saran untuk dipilihkan pakaian yang pas. Mendengarnya, mata Yeo Joo tampak berkaca-kaca dan canggung.

Yeo Joo meminta Na Ri agar mulai dari sekarang jangan bersikap tinggi dan hebat di depan dirinya. “Kau hanya seorang wanita rata-rata yang menimbang pilihanmu antara Nan Gil dan Duk Bong dan memilih uang.”

Yeo Joo menghela nafasnya dan berdiri dari tempat duduknya untuk pergi, namun Na Ri menyuruhnya untuk tetap duduk. Na Ri sudah mengetahui bahwa Yeo Yoo merusak pesta teman Duk Bong karna mereka menjelek-jelekkannya, dan hal itu membuatnya menebak bahwa Yeo Joo menyukai Duk Bong.

Yeo Joo bersumpah dia tidak akan mencuri Duk Bong darinya, dan Na Ri bertanya, “Bagaimana perasaanmu sekarang? Kau dan Duk Bong tidak pacaran, tapi kau merasa seperti saya mengambilnya darimu sehingga kau sedih dan ingin menangis.”  Na Ri berkata jangan lupakan perasaan itu: “Orang-orang yang kau sakiti menderita 100 kali lebih dari itu. Sesasilah.”

Sebelum pergi Na Ri menyarankan agar Yeo Joo menyukai Duk Bong dengan caranya sendiri dan tidak menyusahkan orang-orang disekitar Duk Bong.

Nan Gil menyerahkan baju koki kebesarannya pada Yong Kyu dan dia berharap Yong Kyu bisa menggantikannya. Yong Kyu awalnya mengenakan baju koki itu dan kemudian melepaskannya. Yong Kyu berkata ini tidak benar karena Nan Gil- lah yang telah membuat tempat ini. “Mengapa kau melarikan diri?,” ucap Yong Kyu. Yong Kyu pergi disusul kedua temannya dan Duk Sim yang berpikir Young Kyu begitu keren.

Na Ri melihat kejadiannya dan berusaha menghibur Nan Gil. Na Ri juga memberitahu bahwa dia telah pergi ke kantor untuk konsultasi tapi dia belum memutuskan apapun dan  masih akan mempertimbangkannya. Nan Gil berkata, “Kau tak punya rasa hormat atas pendapat ayah tirimu.” Na Ri balik bertanya, “Apa yang terjadi dengan menjadi pria pada umumnya?,” dan kemudian pergi.

Nan Gil melihat satu persatu fotonya bersama Na Ri sambil merenungkan pertanyaan Na Ri beberapa waktu lalu, “Mencoba hidup sebagai Ko Nan Gil, bukan ayah tiriku atau pemilik Pangsit  Hong. Bagaimana kau akan memulainya?”

Keesokan harinya, Duk Bong datang dan menyampaikan pesan ayah Na Ri yang bertanya kapan Nan Gil akan pergi. Nan Gil tampak cemburu setelah melihat setelan jas Duk Bong yang tampak rapi dan kemudian pergi bersama Na Ri dengan mobilnya.

Yong Kyu ada disana dan bergumam, “Akankah kita memiliki cinta segitiga di Seulgi-ri?”

Di tengah perjalanan Na Ri tiba-tiba saja berkata dia tidak bisa pergi. Duk Bong memintanya untuk menemaninya hanya beberapa menit, meskipun demikian Na Ri minta maaf karna tidak bisa menemaninya. Duk Bong tampak kecewa meskipun dia berusaha menyembunyikannya.

Na Ri menolak untuk diantar pulang dan memilih mendatangi kafe Ran Suk temannya di Seoul. Disana dia memberitahu Ran Suk bahwa dia dan Nan Gil akan berpacaran selayaknya pasangan biasa.

Nan Gil datang menemui ayah Na Ri di kantor polisi, dan mengungkit bahwa ketika Na Ri masih kecil dia pernah membawanya dan melarikannya untuk uang. Ayah bertanya apa Nan Gil memberitahu Na Ri dan apa dia disini untuk mengancamnya.

Nan Gil berkata tidak, dan malah melarang Hong Sung Kyu untuk menceritakannya. Nan Gil berkata bahwa Na Ri mengingatnya sebagai penerbangan pertamanya, dan itulah alasan mengapa dia menjadi seorang pramugari. Nan Gil berkata mungkin itulah juga mengapa ibu Na Ri tidak pernah memberitahunya. Nan Gil meminta agar Ayah tetap menyimpannya sebagai kenangan untuk penerbangan pertama Na Ri.

Tak lama  Na Ri ditelpon oleh Nan Gil yang sekarang berada di Seoul. Nan Gil menyuruhnya keluar dari sana dan akan datang untuk menjemputnya sementara Na Ri berulang kali bertanya karna terkejut ‘Mengapa?.’ “Kau bilang harus memberitahumu jika saya tidak menyukainya. Saya tidak suka kau disana,” ucap Nan Gil. Na Ri pun mengkonfirmasi bahwa sekarang dia ada di Ran Suk kafe.

Yeo Joo dipanggil malam-malam oleh Duk Bong setelah Na Ri batal pergi bersamanya. Duk Bong berkata bahwa Yeo Joo satu-satunya orang yang mengenal Na Ri, dan Yeo Joo menambahkan ada Duk Sim. Yeo Joo menyuruh Duk Bong untuk mulai menceritakannya dan dia bersedia unutk mendengarkan, namun Duk Bong berkata: “Segera setelah memanggilmu, saya malah ingin sendiri.”

“Lalu mengapa saya ada disini,” ucap Yeo Joo. Yeo Joo kemudian menawarkan akan mencarikannya artikel di internet ‘bagaimana menghibur seorang pria yang baru saja dicampakkan.’ Duk Bong tersenyum tipis dan berkata, “Kau mirip dengan Duk Sim.” Yeo Joo menemukan artikelnya dan membacakannya pada Duk Bong satu persatu, meskipun pada akhirnya Duk Bong mengajaknya makan malam bersama dan akan menceritakan segalanya.

Nan Gil datang ke kafe Ran Suk dan bertanya mengapa Na Ri tidak datang ke pesta Duk Bong. Na Ri menjawab bahwa dia berterima kasih pada Duk Bong, tapi dia akan merasa bersalah jika pergi bersamanya. Na Ri berkata dia menyadari mengapa perasaan mereka begitu rumit dan sekarang semua yang tersisa adalah situasi diantara mereka. “Nan Gil, mengapa kau mau pergi?,” tanya Na Ri.

Nan Gil menjelaskan bahwa setelah ayahnya kembali, dia merasa sangat tidak masuk akal untuk bersikeras mengklaim bahwa itu adalah rumahnya dan bahwa dia ingin menemukan tempat tinggalnya sendiri.

Na Ri bertanya, “Jadi kenapa? Apa kau akan melepaakannya dan mencari tempat tinggalmu?” Nan Gil: “Jangan berkata seolah-olah itu mudah. Terima kasih karna kau berada disni bukannya pergi ke pesta.

Dalam perjalanan pulang, Nan Gil berkata bahwa dia tahu Na Ri tak suka dengan Pangsit, meskipun Na Ri berusaha membantahnya. Dulu ayah Na Ri menjual Pangsit yang ia beli di pasar sementara Pangsit buatan ibunya tak disukai oleh teman-temannya karna rasanya yang tidak enak. Berbeda dengan sekarang, banyak orang yang mengantri untuk Pangsit Hong dan telah menjadi restoran terkenal yang ada di TV. Nan Gil: “Jadi Pangsit Hong sekarang diciptakan oleh Ko Nan Gil.”

Nan Gil berkata dia telah memutuskan bagaimana memulainya dan tidak akan pergi. “Pangsit Hong adalah dimana saya berada. Saya akan bepergian, berteman dan mengunjungi Hong Na Ri yang tinggal di Seoul” ucap Nan Gil.

Sesampainya mereka di restoran, Nan Gil berkata, “Selamat datang di Pangsit Hong Ko Nan Gil.” Na Ri berkata dia ingin mengkonfirmasi sesuatu – mereka telah setuju untuk bertemu selayaknya  seorang pria dan wanita pada umunnya: “Tapi mengapa kita tidak pernah begitu dekat. Berapa banyak kesempatan ciuman yang telah kita lewatkan?  Saya berhenti menghitungnya untuk sementara.” Nan Gil pun teringat sejumlah kebersamaan mereka satu persatu dan berjalan perlahan mendekati Na Ri.

Nan Gil: “Apa kau memikirkan tentang betapa sulitnya saya untuk berhenti?”

Na Ri: “Sulit juga bagiku. Seandainya kau pergi, kau akan menghilang dari kehidupanku.”

Nan Gil: Kau bilang akan menunggu, tapi memikirkan banyak hal.

Na Ri: “Pria dan wanita biasanya memikirkan banyak hal kapan mereka berpacaran meskipun itu bukan pikiran yang positif.”

Nan Gil: “Saya hampir menghilang dari kehidupanmu,” dan Na Ri berkata, “Selamat datang dalam hidupku.” Nan Gil pun mendekatkan wajahnya dan mencium Na Ri.

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*