Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Sweet Stranger and Me (Man Living at My House) Episode 16 (Akhir) Bagian Pertama

Sinopsis Sweet Stranger and Me (Man Living at My House) Episode 16 (Akhir) Bagian Pertama

Sumber Dok Gambar: KBS 2TV

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Sweet Stranger and Me (Man Living at My House) Episode 16 (Akhir) Bagian Kedua]

Setelah sempat bimbang, Nan Gil akhirnya memutuskan tidak akan pergi dari kehidupan Na Ri. “Saya akan berjalan-jalan, berteman dan mengunjungi Na Ri yang ada di Seoul,” ucap Nan Gil.

Sesampainya mereka di restoran, Nan Gil  kembali teringat beberapa kesempatan yang telah mereka lewatkan untuk berciuman setelah Na Ri mengungkitnya. Nan Gil berjalan mendekatinya, dan berkata, “Saya hampir menghilang dari kehidupanmu.” Na Ri: “Selamat datang ke kehidupanku.”

Nan Gil memegang wajah Na Ri dan kemudian menciumnya Na Ri dengan lembut.

Keesokan paginya Nan Gil  masuk ke kamar Na Ri untuk membangunkannya yang masih terlelap tidur sementara laptop dan buku berserakan di ranjangnya. Nan Gil mengingatkannya bahwa dia tidak akan membiarkan Na Ri mengubah siang dan malam. “Kita harus sarapan pagi bersama sebagai keluarga,” ucap Nan Gil.

Na Ri terpaksa bangun dari ranjangnya meskipun dengan matanya yang sayup dan menggerutu, “Saya tidak melihat sebelumnya, tapi kau terlalu keras hati.” Nan Gil: “Saya juga tidak melihat sebelumnya, tapi kau cenderung terlalu tidak teratur.”

Na Ri meminta pengertian Nan Gil bahwa dia tak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam, dan memohon untuk dibiarkan tidur sepuluh menit lagi. Na Ri menutup badannya dengan selimut untuk kembali tidur, namun Nan Gil menggendongnya untuk turun ke lantai bawah.

Na Ri merengek untuk diturunkan, dan terpaksa bangun. Nan Gil kembali mengomelinya di meja makan saat melihat Na Ri membaca  majalah sambil sarapan. “Jika kau terganggu sambil makan, kau akan mengalami gangguan pencernaan dan  bertambah berat badan,” ucap Nan Gil. Na

Nan Gil memberitahu Na Ri bahwa mereka akan pergi mengunjungi ayahnya setelah makan. “Ayah tak suka denganmu,” ucap Na Ri, dan Nan Gil berkata dia telah memberitahu ayahnya untuk mengubah pikirannya karna putrinya sangat mencintainya.

Na Ri memandangi Nan Gil dengan mata yang sayup dan  berkata, “Saya tidak ingat pernah mengucapkannya.”

Na Ri datang menemui Ayah di kantor polisi bersama Nan Gil, namun Ayah malah tak suka melihat Nan Gil datang bersama putrinya. Ayah bertanya dimana Duk Bong dan apa Na Ri belakangan ini bertemu dengannya. Na Ri memberitahu bahwa dia dan Duk Bong hanya berteman, dan bertanya mengapa Ayah ingin bertemu dengan Duk Bong.

Ayah berkata dia hanya ingin mengetahui kapan akan dibebaskan dan mengemukakan pendapatnya bahwa Duk Bong adalah pria yang menyenangkan dan juga tampan. Dia menyebut nama Nan Gil dengan suara yang ketus dan melarangnya untuk tidak sering-sering datang mengunjunginya. Namun Ayah terkejut karna Nan Gil tidak membantahnya dan hanya meminta untuk diberitahu jika ada sesuatu yang ia butuhkan.

Dalam perjalanan pulang Na Ri menceritakan bahwa ketika pertama kali bertemu, ayahnya tampak tidak nyaman dengannya namun sekarang dia telah membuka diri., “Mengapa kau tidak bisa mengatakan sepatah katapun di depannya?,” tanya Na Ri dengan penasaran.

Na Ri bertanya apa yang akan dilakukan oleh Nan Gil ketika nanti ayahnya pindah. Nan Gil berjanji akan memberitahunya langsung di depannya – “’Ayah, jangan bicarakan tentang Duk Bong di depanku!,’ Seperti yang kau ketahui, saya adalah pria Na Ri.’ ‘Jika kau memberinya stress, saya tidak akan tinggal diam’,” teriak Nan Gil sambil tersenyum.

Kemudian Nan Gil datang ke museum robot untuk menemui Duk Bong dan menyerahkan buku besar rahasia milik Tuan Bae. Nan Gil bertanya kapan ayah Na Ri akan keluar,  dan Duk Bong malah mengomelinya bahwa Nan Gil seharusnya mengkhawatirkan dirinya sendiri dan berhenti menjadi ayahnya setelah persidangan pertama.

Nan Gil berkata ia yakin Duk Bong tahu alasan mengapa dia dan ibu Na Ri melakukannya, dan bertanya apa dia takut melawan ayahnya. Duk Bong menjawab bahwa dia tidak ingin menyerah akan Na Ri, dan Nan Gil meyakinkannya bahwa dia bisa tetap menjadi temannya.

Nan Gil kemudian mengsms Na Ri dan mengajaknya kencan di sebuah kafe yang dipenuhi buku. Tiba disana, Na Ri menemukan sebuah buku yang sebelumnya telah disisipkan oleh Nan Gil berupa kumpulan kliping yang berjudul ‘jejak langkah Hong Na Ri.’

Na Ri melihat lembar demi lembar  isi buku klipingnya yang berisi kumpulan semua surat yang ditulis Na Ri untuk ibunya saat ia sedang bekerja sebagai pramugari. Na Ri bertanya mengapa dia memberinya judul ‘Jejak Langkah Hong Na Ri.” Nan Gil menjawab dia teringat saat Na Ri terjebak di gudang, dan mereka mengukur  jejak langkah mereka.

Nan Gil berkata dia memberikannya  buku ini agar Na Ri bisa kembali bekerja sebagai pramugari, karna dia menginginkan agar Na Ri melakukan bidang yang ia sanggupi. Nan Gil tahu belakangan ini Na Ri menulis tentang traveling, tapi itu tidak berjalan lancar sehingga Na Ri lekas marah dan tidak bisa tidur.

Nan Gil memberitahu surat yang ditulis Na Ri saat masih bekerja malah bagus. Na Ri bertanya apa Nan Gil memberitahunya untuk mengenal dirinya sendiri dan berhenti menulis, dan itulah mengapa dia menyuruhnya kembali bekerja sebagai pramugari.

Nan Gil meyakinkan bukan seperti itu, dan mengakui bahwa dia menyukai tulisannya. Nan Gil belum pernah keluar negeri sebelumnya, tapi dengan tulisan Na Ri membantunya membayangkannya. Na Ri berterima kasih atas pemberikan buku pertamanya, dan mengakui dia tersentuh.

Keesokan harinya Na Ri datang menemui Duk Bong tanpa menghubunginya terlebih dahulu di museum robot. Na Ri suka melihat robot-robot yang terpajang di rak kantornya. Na Ri berkata dia bahagia memiliki teman di kota ini, meskipun Duk Bong merasa ada yang aneh dengan sikapnya. Na Ri berkata dia hanya tidak enak, dan mengakui dia merasa tidak enak sejak pertemuan pertama mereka.

Duk Bong pun mengungkit bahwa dulu Na Ri juga begitu lekas marah, dan Na Ri menambahkan bahwa Duk Bong juga dulu bukan orang yang menyenangkan. Na Ri minta maaf karna tidak pernah memberinya tanah ibunya, dan karna membuatnya menjadi pengacara, hal yang tak ia sukai.

Duk Bong menyadari selain minta maaf, ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Na Ri. Na Ri sejenak terdiam dan teringat saat Duk Bong memintanya untuk mempertimbangkan dirinya sebagai seorang pria. Na Ri tersenyum pada Duk Bong dan berkata, “Maaf, teman tetangga.” Duk Bong bertanya apa Na Ri tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan diantara mereka berdua, dan Duk Bong menduga tidak setelah Na Ri hanya diam.

Duk Bong berkata apa dia harus membenci museum robot ini  karna telah dicampakkan, dan Na Ri melarangnya berbicara seperti itu.

Saat menemani Duk Sim melayani pelanggan, Yong Kyu mengungkapkan penyesalannya karna telah menolak tawaran sebagai pemimpin di restoran menggantikan Nan Gil. Duk Sim memanggil Yong Kyu ‘Oppa’ dan berkata, “Jangan mengecewakanku ketika kau tampak keren  untuk sekali itu.” Dan ucapan Duk Sim berhasil membuat Yong Kyu terkesima.

Tak lama dua orang pegawai pemerintah datang ke Restoran Pangsit Hong setelah mendapat laporan bahwa bangunan ini tidak memiliki surat izin. Nan Gil menginformasikan mereka bahwa bangunan ini telah berdiri selama 12 tahun, dan bertanya apa ‘Greenland’ yang telah melaporkan mereka. Kedua pegawai pemerintah itu tak berkata apa-apa.

Duk Bong mengantar Na Ri pulang dan dalam perjalanan dia bertanya apa Na Ri  pernah memprediksi bahwa dia tidak akan pernah mengalahkan Nan Gil. Duk Bong mengungkit bahwa saat memanggilnya sebagai saksi di pengadilan, Na Ri datang dan mendengarkan masa lalu Nan Gil yang memalukan, tapi Nan Gil tidak terpengaruh.

Na Ri tahu hal itu pasti sulit untuknya, dan Duk Bong berkata bahwa dia tak suka mengungkapkan rahasianya tapi masa lalu keluarganya yang memalukan akan segera disiarkan. Duk Bong bertanya apa Na Ri masih akan menjadi teman tetangganya, dan Na Ri berkata tentu saja.

Saat datang mengantar Na Ri pulang ke rumah, Yong Kyu tiba-tiba berdiri di depan mobil Duk Bong untuk menghentikannya pergi.  Young Kyu berkata bahwa Nan Gil tidak mengatakan apa-apa untuk mempertahankan gengsinya. Dia memberanikan diri memberitahu bahwa Greenland telah membully toko mereka dan melaporkan toko mereka sekali sehari pada pemerintah terkait dan sekarang masalah mereka adalah perluasan ilegal sehingga harus membayar denda yang besar.

Segera setelah diberitahu, Duk Bong menelpon Sekertaris Kwon dan memerintahkannya untuk menyerahkan file pembuangan limbah ilegal perusahaan pada stasiun TV. Sekertaris Kwon cukup terkejut dengan keputusannya, dan Duk Bong meyakinkannya bahwa dia yang akan memberitahu sendiri pada ayahnya.

Para reporter telah menunggu, dan Tuan Kwon mengakui karna kesalahannya yang telah menyebabkan korban dan bersedia bekerja sama dengan pihak terkait dan berjanji akan aktif memberikan bantuan terhadap anak-anak yang kurang mampu kedepannya.

Yeo Joo yang tengah menunggui ayahnya di rumah sakit menyaksikan siaran tersebut, juga termasuk Duk Sim yang lesu setelah menonton siaran tersebut. Yong Kyu menghiburnya dan berkata bahwa dia tetap adalah ayahnya.

Duk Bong datang membawa dua botol champanye di rumah Na Ri setelah baru saja membocorkan dosa masa lalu keluarganya di media. Duk Bong berkata bahwa dia datang untuk membereskan hubungan mereka. Meskipun awalnya Nan Gil agak kesal dengan kedatangannya, namun dia akhirnya luluh juga saat Duk Bong menawarkan untuk minum bersamanya sebagai ‘teman tetangga.”

Nan Gil dan Duk Bong duduk sambil menggsosipkan tentang sifat Na Ri – Duk Bong yang menyebutkan kejelekan Na Ri, menyebutnya keras kepala, kepala batu sedikit sombong sementara Nan Gil membanggakan Na Ri ‘kekasihnya.’

Duk Bong segera berdiri untuk pamit dan mengakui bahwa dia tak bahagia melihat mereka berdua. Tapi kemudian bertanya kapan mereka berdua akan membereskan hubungan mereka. “Apa kalian berdua akan tetap menjadi ayah dan anak? Mengapa kalian tidak menjawab  setiap kali saat bertanya tentang ini”

Duk Bong berjanji sebagai teman dia akan membantu untuk membereskan hubungan mereka.

Duk Bong datang menemui Yeo Joo dan Duk Sim di restoran. Yeo Joo menjelaskan bahwa Duk Sim  menelponnya untuk membantunya, dan mengungkit sebelumnya Duk Bong juga datang meminta bantuannya saat  Duk Sim lari dari rumah. “Apa saya jembatan penyambung untuk kakak dan adik?”

Duk Sim mendemonstrasikan bagaimana  sikap ibunya setelah aib mereka terkuak di media karna ulah Duk Bong.

Yeo Joo membantah bahwa dia ingin berkata betapa kerennya Duk Bong setelah kasus itu. Dia meminta untuk tidak menelponnya lagi sebagai teman atau sebagai jembatan penyambung untuk adiknya. Yeo Joo berkata bahwa dia menyukainya, dan kelak ketika Duk Bong menelponnya lagi dia akan mempertimbangkannya sebagai kencan.

Na Ri datang menjemput ayahnya yang telah bebas hari ini di kantor polisi sendirian, karna sebelumnya Ayah melarang Nan Gil datang. Ayah membantah bahwa dia tak menyukai Nan Gil, dan melihat bahwa Nan Gil telah menjalankan restoran pangsit mereka dengan baik bahkan tanpa dirinya.

Ayah datang bersama Na Ri di restoran, dan meminta pakaian seragam untuk juga diberikan padanya. Ayah mengklaim bahwa dia adalah pemilik restoran yang asli, dan mengungkapkan keinginannya untuk bagaimana membuat pangsit.

Tanggal persidangan telah ditetapkan untuk pembatalan penikahannya, dan Nan Gil datang ke pengadilan dengan didampingi oleh Duk Bong sebagai pengacaranya.

Duk Bong memberitahu hakim bahwa ibu Na Ri berusaha melindungi tanah untuk menghormati korban insiden kebarakan, dan bahwa Nan Gil mendaftarkan pernikahan dengan ibu Na Ri untuk melindungi tanahnya dari tekanan Da Da Finance. Mendengar penjelasan tersebut, hakim akhirnya setuju untuk mengabulkan permohonan pembatalan pernikahan Nan Gil dan ibu Na Ri.

Nan Gil datang bersama Na Ri ke pinggir danau, dan berteriak dengan bahagainya, “Sudah selesai,” setelah sekarang dia bukan lagi ayah tiri Na Ri. Nan Gil tersenyum manis saat teringat pertemuan pertama yang tidak menyenangkan. “Kau siapa? Siapa kau yang mengatakan bahwa rumahku adalah milikmu?,” tanya Na Ri saat itu.

Na Ri: “Jadi kau siapa?” Nan Gil: “Sang legenda Ko Nan Gil yang mencintai satu wanita seumur hidupnya.”

Na Ri merasa sekarang hubungan mereka telah diperjelas, dan bertanya mereka harus saling memanggil apa. Na Ri membayangkan Nan Gil memanggilnya “honey’ atau ‘sweetie.’ “Apa yang sedang kau bayangkan. Saya tidak akan mengatakan itu,” ucap Nan Gil.

Mereka berdua berdiri di dekat danau itu, dan kita kembali terkenang bagaimana perjalanan cinta Na Ri dan Nan Gil yang berliku hingga bisa sampai ke level sebagai sepasang kekasih yang awalnya berstatus ayah tiri dan anak.

 “Aku mencintaimu, Na Ri,” ucap Nan Gil dan kemudian memeluk Na Ri dengan erat.

Sumber Dok Gambar: KBS 2TV

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*