Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The K2 Episode 3 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis The K2 Episode 3 Bagian Kedua Drama Korea

Sumber Dok Gambar: tvN

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-2

[Baca juga: Sinopsis The K2 Episode 3 Bagian Pertama Drama Korea]

Dua orang detektif ingin masuk tapi karna dihalangi oleh tim JSS, kedua detektif itu akhirnya mengurungkan niat mereka. Detektif senior menginformasikan kepada juniornya bahwa mereka adalah tim JSS dimana pemimpin mereka dekat dengan direktur kepolisian dan direktur kejaksaan. Detektif senior menambahkan bahwa mereka yang melakukan keamanan untuk para selebriti.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-3 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-4

Je Ha menonton acara TV terkini tentang kondisi Yoo Jin yang tiba di rumah sakit menggunakan ambulance dimana seorang politisi dengan terang-terangan menyebut ini adalah sebuah teror.  Meskipun si pemandu acara menyangsikan insiden ini adalah sebuah tindakan teroris, si politisi yakin dengan bukti yang ada bahwa mereka menggunakan alat dan membuatnya seperti terjadi kecelakaaan.

Si politisi tanpa ragu sedikitpun secara tidak langsung menyebutkan bahwa salah satu dari pesaing politik Se Joon bertanggung jawab dalam insiden tersebut, tapi pernyataan itu malah membuat Se Joon tertawa. Dia menonton siaran acara itu di ruang kamar perawatan Yoo Jin, dimana Yoo Jin memerintahkan sekertarisnya untuk menelpon politisi itu setelah acaranya dan memberikan pujian.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-5

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-6

Ketika dokter datang ke ruangannya, Yoo Jin bertanya bagaimana keadaan ‘pria yang datang bersamanya,’ dan Yoo Jin tampak lega ketika dia diberitahu bahwa pria itu akan baik-baik saja. Se Joon khawatir jika ‘bodyguard’ itu bangun dan mengatakan hal-hal yang aneh, tapi Yoo Jin berencana akan membuatnya menjadi pengawalnya.

Tidak penting apa Je Ha setuju atau tidak, karna menurutnya lebih baik mewawaspadai seseorang yang dekat dengannya. Se Joon menghela nafasnya dan berkata, “Seperti Anna?.” Se Joon kemudian berjalan menghampirinya dan berkata bahwaa Yoo Jin tidak bisa menahan Anna disisinya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-7 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-8 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-9

Setelah kita melihat Anna  menangis di dalam kamar gelapnya, kemudian scenenya beralih ke rumah sakit, dimana Je Ha terkejut saat melihat Kepala Joo. Dia melepaskan ikatan Je Ha, dan ketika mereka sendirian, Je Ha menebak dia adalah dalang dari jebakan itu. Kepala Joo keluar dari militer sebagai kolonel, dan Je Ha dipaksa keluar saat jadi sersan.

Je Ha tidak percaya alasan Kepala Joo bahwa dia tak punya kekuasaan saat itu untuk membantunya, tapi menurutnya Kepala Joo mungkin tak punya alasan untuk membantunya. Mendengarnya, Kepala Joo berkata, “Kau butuh kekuasaan untuk membuat keinginanmu menjadi kenyataan.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-10

Yoo Jin kedatangan tamu tak terduga adiknya Choi Sung Won (Lee Jung Jin) yang kesal karna dia harus masuk rumah sakit. Dia begitu yakin saingan politik Seo Joon, Park Kwan Soo, yang bertanggung jawab atas kecelakaannya, namun Sung Won segera menahan dirinya saat kata-kata yang menghina keluar dari mulutnya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-11 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-12

Sung Won menolak saat Yoo Jin menyarankan agar dia berbicara formal di depannya, apalagi adiknya sendiri yang ingin tampak memiliki sopan santun di depan orang lain. Tapi senyumanya tiba-tiba datar saat Yoo Jin mengatakan mereka tidak sedekat itu. Tampanyak, Sung Won memiliki hubungan yang baik dengan Se Joon saat dia memberinya semangat.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-13

Sebelum Se Joon keluar dari ruang kamar perawatannya untuk menghadapi media, Yoo Jin membuat rambutnya berantakan dan membuka satu kancing kemejanya untuk membuat  penampilannya tampak acak-acakan untuk memainkan peran sebagai suami yang menjaga istrinya sepanjang malam. Se Joon menyebut Yoo Jin sebagai istri dan ibu yang luar biasa. Tapi Se Joon sejenak tertawa, saat mengatakan bahwa dia akan membuang kata ‘Ibu’ karna Yoo Jin tidak punya anak.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-14

Di depan para wartawan, Se Joon berhasil berpura-pura menunjukkan kesedihannya, memasang wajah sendu saat bertanya pada mereka bagaimana seharusnya perasaaannya setelah menjaga istrinya semalaman saat istrinya hampir mati gara-gara dia. Dia menjelaskan dengan nada lirih bagaimana penderitaan yang harus di alami istrinya karna kecelakaan itu.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-15 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-16

Yoo Jin menonton saat Se Joon memasang wajah kesedihannya, menjelaskan bahwa istri tercintanya telah menyerahkan segalanya untuknya, mencintainya yang tak punya apa-apa, menyerahkan warisannya sebagai Chaebol, dan semua hak yang dimilikinya sampai hanya dikenal sebagi istri politikus yang miskin. Sung Won kagum dan terkesima oleh penampilan kakak iparnya di depan  kamera, dan Yoo Jin berpikir pada dirinya sendiri: “Karna semua itu benar.”

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-17

Di lantai bawah, ucapan Se Joon terus berlanjut saat dia mempertanyakan kemampuannya menanggung beban kepedihan dan kesakitan dari 50 juta rakyat Korea. Dia bertanya-tanya apa dia masih harus membuat istrinya terus melanjutkan perjalanan bersamanya di jalan yang pahit ini.

Dia kemudian mengumpulkan suaranya untuk mendeklarasikan, “Dalam kesempatan ini, aku akan menghentikan semua aktivitas politikku menyangkut pemilu Presiden.” Semua orang baik di lobi rumah sakit maupun di ruang kamar perawatan Yoo Jin menunggu jawaban Se Joon apa ini berarti dia akan keluar dari pemilu Presiden.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-20

Se Joon menutup matanya dan tidak mengatakan apapun, dan kemudian warga masyarakat yang bersedih di lobi berteriak menolak rencananya. Dia mengangkat kepalanya untuk menghadapi para reporter dan menerima permohonan mereka: sebagai gantinya, dia ingin memulai pertempuran baru, menghadapi dan melawan mereka yang melawannya dengan menggunakan taktik teror dan kekerasaan, yang menyerang istri dan anak yang tidak bersalah dan yang menyebarkan teror dengan menginjak-injak yang lemah

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-18 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-19

Dia percaya bahwa sebagai politikus, akan ia gunakan semua kekuatannya untuk melawan semua kejahatan lebih penting daripada menjadi presiden, yang berhasil menarik perhatian masyarakat. Para masyarakat mulai mengelu-elukan namanya, dan Se Joon merendahkan dirinya bahwa dia akan ada di pihak mereka dan memenangkan pertarungan ini.

Melihat Se Joon berada di atas awan saat orang-orang mulai meneriakkan namannya, Yoo Jin tersenyum tipis bagaimana Se Joon masih memiliki perasaan meski tidak punya moral.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-21

Sebuah acara politik mengangkat tentang pengumuman terkini Se Joon, yang mendorong simpati seorang politisi bersimpati  terhadap keputusan Se Joon untuk menyerah pada pemilu presiden karna istrinya. Berbeda dengan si pembawa acara, si politisi ini berharap agar Se Joon tetap membasmi kekerasan dan tetap mencalonkan diri dalam pemilu presiden, bahkan melalui acara itu dia memanggil Yoo Jin untuk mendukung suaminya.

Saat jeda iklan, si pembawa acara bertanya apa dia terlalu berlebihan mendukung Se Joon, tapi si politisi kemudian menganggap mereka hanya perlu menyelesaikan pemilu ini untuk melihat hasilnya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-22 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-23

Kemudian pesaing politik Se Joon, Park Gwan Soo juga menyaksikan pengumumannya. Park Gwan Soo kagum dengan aksi Se Joon di depan kamera dan memutuskan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Yoo Jin.

Kemudian Kepala Joo memberikan sebuah KTP dengan nama Kim Je Ha. Kepala Joo meyakinkannya, bahwa nama Je Ha di KTP itu, telah pergi ke luar negeri dan menghilang sehingga menurutnya tidak akan ada masalah. Hanya saja dia tidak bisa mendapatkan pasport dengan nama identitas di KTP barunya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-24 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-25

Sung Won yakin kakaknya  sungguh akan menjadi Ibu Negara dengan pernyataan Se Joon yang sangat emosional di depan media. Tapi Yoo Jin penasaran apa keuangan perusahaan JB Group menurun belakangan ini karna dia terus mendengar mendengar suara sumbang tentang dana perusahaan disana sini. Sung Won meyakinkan Yoo Jin bahwa sahamnya di perusahaan aman dan di luar negeri, dan dengan bahagia mengklaim bahwa dia akan membayarnya 10x lipat jika Yoo Jin menjadi Ibu Negara.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-26

Park Gwan Soo dikerumuni oleh para wartawan ketika ia tiba di rumah sakit dan mereka juga mengajukan berbagai pertanyaan salah satu diantaranya adalah apa benar dia dalang dibalik penyerangan teror itu. Park Gwan Soo dengan tenang membantah tuduhan tersebut. Dia  kemudian menyapa Sung Won dengan ramah saat mereka berdua berpapasan di lobi rumah sakit.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-27

Je Ha tidak tertarik dengan penawaran menjadi bodyguard Yoo Jin. Dia sudah berjanji tidak akan setia pada negara atau organisasi apapun, dimana Kepala Joo berkata bahwa dia juga tak setia pada siapapun. Tapi ini adalah sebuah pekerjaan, dan seseorang membayar mereka dengan  harga yang layak.

Je Ha tahu bahwa bekerja  untuk orang berpengarah hanya akan dimanfaatkan dan diabaikan, tapi Kepala Joo berkata dia hanya perlu memastikan orang-orang itu yang dibuang lebih dulu. Je Ha melihat Kepala Joo telah banyak berubah selama mereka tak pernah bertemu. Kepala Joo menjawab: “Dunia yang sudah berubah.”

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-28 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-29

Kepala Joo melanjutkan bahwa JSS yang ia pegang bukan perusahaan keamanan biasa. Mereka  memiliki pusat data terbesar, dan mereka memiliki akses untuk rahasia terkelam Grup JB, tapi JSS juga mengumpulkan dan memantau jaringan data mengenai politik, keuangan dan media di negeri ini.

Mereka bukan orang sembarangan, dan Kepala Joo yakin mereka pasti akan memenangkan pemilu presiden. Dan jika itu terjadi, Je Ha bisa dihadiahi sebuah pengampunan.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-30

Je Ha berkata bahwa dia telah lelah kabur dan sekarang dia sudah tidak berguna. Kepala Joo balik bertanya, “Kenapa? Karna kau tidak bisa membunuh orang lagi?.” Dia tahu Je Ha menderita PTSD (Gangguan Stres Pasca Trauma) dan meyajinkannya bahwa dia telah menghancurkan semua filenya di Blackstone setelah membacanya.

Dia berpikir aneh bagaimana Je Ha tidak membunuh satu orang pun orang-orang JSS yang mereka kirim untuk menangkapnya saat berada di pabrik, sehingga Je Ha bertanya mengapa Kepala Joo masih memintanya kerja padanya. Kepala Joo tertawa dan berkata, “Kau pikir bodyguarad itu pembunuh berdarah dingin?”

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-32gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-31

Dia percaya dengan indera Je Ha yang tajam dan predikatnya sebagai tentara terkuat yang akan membuatnya menjadi seorang bodyguard yang hebat. Begitu pula Je Ha tidak akan mengkhianati tuannya. Kepala Joo tidak merasa terganggu saat Je Ha mengatakan bahwa dia masih memiliki email itu; sebaliknya dia meminta Je Ha bergabung sampai ke Blue House sehingga mereka bisa membalas dendam pada bajingan yang mengkhianati mereka.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-33 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-34

Tawaran itu tidak membuat Je Ha tertarik, yang dulunya telah meninggalkan negara ini dan bersumpah tidak akan pernah kembali. Dia berkata bahwa untuk balas dendam kepada orang yang telah mengkhianati mereka adalah sakit yang tak terbayangkan. Sehingga Kepala Joo meminta Je Ha tinggal di JSS sampai pemilu presiden berakhir. Jika dia melakukannya, dia tidak perlu lagi kabur saat berada di Korea.

Tapi Je Ha berkata telah lama dia kehilangan minat pada apa yang terjadi di dunia ini – selama tak  ada yang mengganggunya, tidak ada yang akan terluka. Sedangkan untuk email, dia akan menghapus isi email itu setelah pemilu presiden berakhir.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-35 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-36

Kamar perawan rumah sakit Yoo Jin dipenuhi dengan karangan bunga ketika Park Gwan Soo tiba. Dia berkomentar betapa kasarnya pejabat lain yang yang tidak secara langsung datang mengunjunginya, khususnya mereka yang menikmati masakan cheonggukjang buatannya.

Tapi Yoo Jin menjawab orang yang berpangkat tinggi tidak akan repot-repot dengan orang seperti mereka, tapi kemudian mengingat bahwa Park Gwan Soo juga sering makan di tempat mereka ketika ayah Yoo Jin masih hidup.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-37 gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-38

Yoo Jin kemudian menambahkan bahwa sekarang mereka tidak sesering itu makan cheonggukjang karna bau, Park Kwan Soo tertawa mendengarnya, meskipun ia tampak tersinggung. Dia pun balik menyinggung Yoo Jin, bahwa ayahnya yang telah meninggal telah melihat masa depan dengan memilih adiknya sebagai CEO ketimbang dirinya. Disaat bos mereka saling menghina satu sama lain, sekertaris mereka malah saling gantian tertawa mendengarnya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-40

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-39

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-41

Park Gwan Soo masuk ke dalam lift yang sama saat mata Je Ha melotot tajam karna mengenali pria yang berdiri di depannya. Dia kembali teringat pada sebuah kenangan pahitnya saat menjatuhkan sebuah senjata ke tanah dan menangisi dengan meraung-raung sebuah tubuh yang terbujur kaku.

Je Ha berusaha mengendalikan dirinya sampai akhirnya dia melihat sebuah senjata seorang petugas di kantongnya. Dia melihat keadaan sekelilingnya sebelum akhirnya menjatuhkan dua bodyguard yang berdiri di sampingnya, merebut pistol itu dari petugas polisi, dan kemudian menembak jatuh seorang pengawal.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-3-bagian-kedua-42

Je Ha kemudian mendorong si polisi dan menedangnya. Dia memutar pengawal itu dan menembak polisi dan kemudian pengawal yang melindungi Park Gwan Soo dan kemudian seorang pengawal yang berdiri di belakangnya. Ja He menodongkan senjata itu ke kepala Park Gwan Soo yang tampak sangat ketakutan.

Sumber Dok Gambar: tvN

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

3 comments

  1. Owner .. Mana deh The k2 ep4 nya???
    Lama banget gue nunggu

  2. Owner … Mana deh The k2 ep 4 nya ????
    Lama banget gue nunggu soal jalan cerita kamu disini daebak .. Mohon dicepatkan sinopsis The K2 ep4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*