Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The K2 Episode 7 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis The K2 Episode 7 Bagian Kedua Drama Korea

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Sumber Dok Gambar: tvN Korea Selatan

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-2

[Baca juga: Sinopsis The K2 Episode 7 Bagian Pertama Drama Korea]

Seo Joon memulai kampanye politiknya di depan para pendukungnya, menggaris bawahi terhadap berbagai masalah yang terjadi di bangsa mereka, mulai dari mereka yang miskin semakin miskin sementara mereka yang kaya akan semakin kaya, jumlah orang tua meningkat tapi jumlah orang muda yang membayar dana pensiun menurun, dan generasi muda menangis karna tak ada pekerjaan, ditambah lagi populasi penduduk mereka yang telah menua namun angka pernikahan dan kelahiran cukup rendah.

Se Joon bertanya, “Mengapa bisa?”  “Ini karna ekonomi, bodoh!,” ucap Se Joon.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-3

Sementara Je Ha memberitahu timnya menggunakan alat komunikasi khusus karna melihat ada seseorang yang mencurigakan di depan panggung, di bagian tengah, dimana ia menduga orang itu membawa sesuatu yang mencurigakan. Namun Pemimin Tim Seo memberitahunya bahwa orang-orang ini sebelumnya telah melewati pemeriksaan keamanan.

Je Ha keluar dan melihat ada sebuah mobil polisi yang terparkir di luar gedung sehingga membuat Je Ha tidak tenang. Dia pergi ke belakang panggung, sambil mengawasi beberapa orang yang ia anggap mencurigakan; sementara Se Joon terus menyampaikan kampanye politiknya dengan gayanya yang sedikit humoris.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-4 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-5

Je Ha melihat ada sesuatu yang janggal, sehingga dia memberitahu  sesama agen melalui alat komunikasi khusus mereka untuk segera menghentikan acara ini. “VIP sedang dalam bahaya, “ ucap Je ha.

Kepala Tim Seo ragu untuk menghentikannya sekarang, apalagi ditengah-tengah kampanye politik Se Joon yang sedang berjalan, sehingga ia bertanya sekarang Je Ha ada dimana. Je Ha menjawab di belakang panggung, dan memberikan tanda dengan jarinya untuk menunjukkan orang-orang yang mencurigakan kepada Kepala Tim Seo.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-6 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-7

Je Ha sempat khawatir setelah melihat seorang pria yang mencurigakan  akan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, namun ia bisa bernafas sega ternyata yang dikeluarkanya hanya sebuah ponsel. Kepala Tim Seo memberitahu agen-agennya untuk berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna dan memerintahkan mereka untuk tetap mengawasi.

Seo Joon kemudian bercerita bagaimana saat dia pergi berkencan dengan istrinya Yoo Jin dimana saat itu dia hanya seorang pria miskin  dengan tanpa uang sesenpun di kantongnya, namun Je Ha segera muncul dari belakang panggung dan berlari menuju kursi depan dan melompat ke arah seorang pria yang mencurigakan.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-8 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-9

Pria itu ternyata teman sesama agen JSS yang menyamar sebagai rakyat biasa. Tapi beberapa detik kemudian, beberapa orang tiba-tiba melempari Se Joon dengan telur sebagai wujud protes mereka, yang berteriak sambil memegang spanduk: ‘Jang Se Joon, yang membenci keuangan internasional. Bangun dari khayalanmu.’

Agen JSS segera bergerak untuk membawa mereka keluar dari ruangan,  tapi Se Joon memegang micnya dan menyuruh mereka berhenti. “Jangan tutupi mulut-mulut orang-orang ini! Orang-orang ini tidak pantas diancam seperti ini,” ucap Se Joon.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-10 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-11

Se Joon membersihkan telur yang menempel di wajahnya dengan tangannya dan mendeklarasikan. “Orang-orang ini memiliki hak untuk melempar telur padaku dan politisi Korea lainnya! Dan itu karna orang-orang ini telah dikecewakan oleh begitu banyak politisi selama ini. Dan saya tidak akan mati hanya karna saya dilempari oleh beberapa telur.”

Ucapan Se Joon tampaknya berhasil merebut hati para pengikutnya. Dia meyakinkan para pendukungnya bahwa orang-orang ini tidak berusaha menyakitinya, karna hanya melemparinya dengan telur. Pada kesempatan ini, Se Joon berkata bahwa dia seharusnya berkaca dari ucapan orang-orang itu untuk  ‘bangun.’

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-12

“Kalau memang saya seorang politisi, saya harus bangun,” ucap Se Joon. Tepuk tangan dari para pendukungnya menghiasi ruangan gedung tersebut, dan Se Jooon kemudian melanjutkan bahwa dia akan mengajukan sebuah penyelidikan yang tegas sekarang ini pada Group Keuangan Internasional untuk membuktikan apa tuduhan orang-orang ini benar.

Dia bahkan mengumumkan di depan para pendukungnya bahwa dia tidak akan menerima perlindungan yang diberikan sebagai seorang anggota kongres dan esok pagi akan pergi ke kantor kejaksaan untuk diperiksa.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-13 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-14

Para wartawan mulai meliput pernyataannya, dan Se Joon bahkan melanjutkan bahwa dia akan memasukkan penyitaan pada semua lokasi yang berbubungan dengan dirinya, termasuk rumahnya, kantor dan kantor pemilu untuk memutuskan apa mereka menemukan bukti bahwa dia melakukan korupsi.

Se Joon menantang bahwa jika dalam penyelidikan tersebut, mereka menemukan sedikit saja adanya kecurigaan; dia akan mundur untuk mencalonkan diri sebagai kandidat presiden mereka.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-15 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-16

Tepuk tangan meriah keluar dari para pendungkungnya, sementara Je Ha hanya menggelengkan kepalanya. Se Joon  kemudian berkata, “Tidak apa-apa menyerangku dengan telur dan semua itu tapi Saya lebih suka membawanya kepada istriku, yang suka masak, dan lebih lagi dicintainya.”

Mendengarnya, orang-orang mulai meneriaki namanya. Namun saat Se Joon kembali ke belakang panggung, dia malah mengeluh di depan Kepala Joo dan asistennya karna orang suruhan mereka melemparinya banyak telur, padahal dia hanya memerintahkan dua saja.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-17 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-18

Dia kemudian masuk ke ruangan ganti, dimana telah ada seorang wanita yang menungggu untuk melayaninya.

Kepala Joo dan seorang tim kampanye Se Joon memilih pergi minum kopi, meninggalkan seorang agen untuk menjaga  di depan pintu. Tapi tanpa sepengetahuan mereka, ternyata agen ini malah memberikan sebuah benda yang mencurigakan pada wanita tersebut. Dan di sudut ruangan Je Ha melihatnya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-19 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-20

Se Joon memanggil wanita itu untuk masuk melayaninya ke kamar mandi, tapi yang muncul malah Je Ha yang menyuruhnya untuk segera berpakaian sementara Se Joon melihat wanita itu telah terbaring di lantai tak sadarkan diri bersama seorang agen. Je Ha kemudian menjelaskan bahwa sejumlah polisi akan memaksa masuk kesini dalam beberapa menit, karna mereka semua telah bekerja sama.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-21 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-22

Setelah Se Joon berpakaian, Je Ha segera membawa mereka keluar dari ruang ganti dimana sejumlah polisi telah masuk ke gedung dan mengejar mereka. Untungnya tim JSS ada di pintu masuk, sehingga Je Ha memberitahu Kepala Joo bahwa pihak kepolisian telah membuat perangkap dan meminta mereka untuk mengurusnya sementara dia pergi keluar menuju sebuah mobil membawa Se Joon.

Se Joon bertanya siapa orang-orang itu, dan Je Ha menjelaskan bahwa mereka adalah kroni Park Kwan Soo.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-23 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-24

Kepala Joo bersama agen JSS lainnya menghadang mereka, dan mendesak untuk menujukkan surat penangkapan mereka. Mereka menegaskan tak membutuhkan surat penangkapan dan mengklaim bahwa seorang korban telah menelpon mereka karna tuduhan pelecehan seksual.

Tak berselang lama, Kepala Joo akhirnya diberitahu bahwa seorang penjaga dan seorang wanita yang akan akan melayani Se Joon ternyata telah berkomplot. Kepala Joo memerintahkan anak buahnya untuk menelpon Kepolisian Pusat dan melaporkan bahwa polsii telah berkonspirasi untuk membunuh seorang politisi dan juga memberikan bukti foto yang mereka dapatkan.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-25 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-26

Tapi segera setelah Kepala Joo mendengar bahwa Je Ha telah  berhasil membawa kabur Se Joon, kepala Joo bersama agen JSS lainnya menurunkan senjata mereka dan berkata pada polisi itu, “Baiklah. Saya pikir acara ini berakhir sekarang.”

Rencana mereka telah gagal, tapi polisi tersebut berkata, “Ya. Sampai jumpa lain waktu.”

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-27

Duduk di atas mobil, Se Joon tertawa terbahak-bahak setelah berhasil lolos dari mara bahaya. Dia berterima kasih pada Je Ha karna telah menolongnya keluar dari bahaya besar, dan kemudian bertanya kemana mereka akan pergi. Tapi raut wajahnya  berubah pucat setelah Je Ha berkata menemui putrinya.

Se Joon berteriak, menyuruh Je Ha menghentikan mobilnya, namun  Je Ha berkata, “Jika kau memang tak ingin melihatnya, pergi dan katakan itu di depan wajahnya. Daripada memberikan seorang wanita muda sebuah harapan salah.”

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-28 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-29

Se Joon bertanya siapa yang memberi Je Ha perintah seperti ini, tapi Je Ha memberitahunya bahwa dia bukan tipe orang yang melakukan seperti ini karna disuruh. Se Joon kembali bertanya apa menurutnya Je Ha akan baik-baik saja setelah melakukan ini.

Namun Je Ha mengambil contoh bahkan anjing memiliki rasa kewajiban untuk melindungi anak anjing yang telah mereka terima: “Dan disini, kau memiliki seorang anak,” sehingga menurutnya Se Joon seharusnya mengawasi ketika putrinya merasa tidak nyaman.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-30 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-31

 Je Ha memberitahu Se Joon bahwa dia telah menemukan Anna hari ini di sebuah taman hiburaan, dan memberitahukan apa yang dikatakan Anna ketika dia menemukannya. Je Ha berkata Anna mengkhawatirkannya.

Je Ha memberitahu Se Joon bahwa Anna memakan strawberry, dan Je ha mengetahui bahwa Anna mengalami alergi yang parah bila memakannya, bahkan bisa mati. Tapi  Je Ha memberitahunya bahwa Anna tidak berusaha bunuh diri karna membencinya, tapi karna Anna menyadari bahwa dia adalah beban dalam hidupnya sehingga mencoba menghilang diam-diam. “Itu mungkin mengapa dia memakannya,” ucap Je Ha.

Mendengarnya, Se Joon begitu syok, sampai  dia memukul kaca jendela berkali-kali.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-32 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-33

Saat mereka telah tiba di depan gedung JSS, sebelum keluar dari pintu mobil, Se Joon meminta Je Ha untuk berjanji akan melindungi Anna sampai akhir, baru dia akan keluar untuk menemuinya. Je Ha menjawab setuju, dan tak lama ponselnya berbunyi.

Kepala Joo dengan nada yang meluap-luap bertanya Je Ha ada dimana sekarang, setelah Je Ha tak mengangkat telponnya. Se Joon mengambil ponsel Je Ha dan memberitahunya bahwa sekarang dia ada di kantor JSS, dan memerintahkannya untuk datang menjemputnya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-34

Setelah menutup telponnya, Se Joon memberitahu Je Ha bahwa alasan mengapa dia tidak bertemu dengan Anna selama ini adalah karna ia khawatir akan membuat putrinya berada dalam bahaya. “Aku sudah menjual jiwaku pada seorang iblis demi keserakahanku sendiri. Dan karna itu, saya telah kehilangan moral dan orang-orang yang kucintai. Tapi hal yang disebut keserakahan ini tidak bisa direm,” ucap Se Joon. Se Joon berkata dia perlu mempercepat untuk melarikan diri dari Yoo Jin.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-35

Se Joon menceritakan bahwa Anna adalah seorang sandera, dan dia hanya bisa menyelamatkannya jika berhasil mendapatkan kekuasaan yang besar. Jika ia mundur sekarang, Yoo Jin akan menggangaap Anna tiak berguna sebagai sandera, dan jika itu terjadi Anna akan berada dalam bahaya. Dan jika dia bertemu dengan Anna dan mengatakan satu hal yang salah, Yoo Jin akan menyadari apa yang sedang ingin ia usahakan untuk dilakukan dan  kemudian menyembunyikan Anna di tempat dimana dia tak akan pernah bisa menemukannya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-36 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-37

Se Joon mengakui keberadaan Anna sekarang di Korea sekarang terasa seperti hukuman mati baginya, namun dia berharap Je Ha bisa  memenuhi janjinya untuk menjaga Anna.

Sebelum keluar dari pintu mobilnya, Se Joon menghela nafasnya karna ia tahu pertemuan mereka hanya akan membuat putrinya yang malang akan menjadi lebih sedih.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-40

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-38

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-39

Yoo Jin dihubungi perihal kedatangan Se Joon  di gedung JSS, sehingga Yoo Jin yang tengah berada di cloud nine memerintahkan sebuah alat canggihnya yang ia panggil ‘Cermin’ untuk menunjukkan CCTV dari ruangan Anna.

Setibanya ia di kamar Anna, Se Joon menyadari ada sebuah kamera CCTV yang terpasang. Sehingga ia dengan santainya memanggil Anna yang tengah berbaring dan membelakanginya, dan kemudian bertanya pada dokter mengapa putrinya terbaring disini. Dokter menjelaskan bahwa Anna makan es krim strawberry, namun di depan mereka dia bersikap seolah-olah tak mengetahui putrinya alergi terhadap strawberry.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-41 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-42

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-43 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-44

Setelah menyuruh mereka keluar, Se Joon memberitahu Anna yang sedang menutup matanya bahwa tidak ada seorang pun disini sekarang, sehingga mereka bisa berbicara berdua sebentar; namun masih ada sebuah kamera CCTV yang mengawasi mereka.

Anna membuka matanya, dan memeluknya sambil menangis dengan tersedu-sedu karna merindukannya. Ayah berkata dalam hati, “Maaf Anna,” dan memberitahunya bahwa dia juga merindukannya, meskipun Se Joon berusaha menahan tangisnya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-45 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-46

Se Joon menarik dirinya dari pelukan Anna, dan kemudian berkomentar bahwa Anna sudah dewasa sekarang, dan sudah pantas untuk menikah. Se Joon meyakinkan Anna bahwa dia akan mencarikannya seorang pria yang baik untuknya saat berhasil menjadi presiden.

Namun Anna memintanya ayahnya untuk mendengarnya:  “Ibu tidak  bunuh diri.” Anna menceritakan bahwa dia mengingat apa yang terjadi malam itu, dimana malam itu ketika dia pergi ke kamar ibunya, Anna mendapati ibunya sudah tidak sadarkan diri dan seseorang menutup matanya dan mulutnya sehingga ia tak bisa melihat siapa mereka.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-47 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-48

Yoo Jin mengawasi semuanya melalui layar, dan tampak was-was dengan ucapan Anna barusan. Se Joon memberitahu Anna bahwa semuanya sudah berlalu sekarang, dan menyuruhnya untuk melupakannya sekarang.

Anna meyakinkan Ayahnya bahwa apa yang ia katakan benar: “Lalu wanita itu datang. Choi Yoo Jin pasti membunuh Ibu.” Namun Se Joon malah memperingatkan Anna untuk tidak berbicara sembarangan seperti itu, dan ucapan itu hanya akan membuat mereka berdua sulit.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-49 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-50

Se Joon memberitahu Anna bahwa semua itu hanya hayalannya karna mengalami sesuatu yang buruk saat ia masih kecil, namun Anna membantahnya. Anna menceritakan bahwa ibunya menangis hari itu, sehingga ia memberinya obat tidur, tapi Se Joon  malah menyuruh Anna berhenti.

Se Joon mengancam jika Anna mengatakan sesuatu seperti itu lagi, dia tidak akan pernah menemuinya. Dia memeluk Anna untuk menenangkannya, dan kemudian  berkata dalam hatinya, “Maaf Anna. Tunggu sedikit lebih lama, kumohon.”

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-51 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-52 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-53

Anna memberitahu ayahnya bahwa ada sesuatu yang ingin ia tanyakan: “Apa kau mencintai ibu?” Sambil tertawa, Se Joon menjawab, “Tentu saja. Itu sebabnya kau lahir.” Anna kembali bertanya untuk mengkonfirmasi apakah ibunya benar-benar menggunakannnya untuk memerasnya, dan itukah alasan mengapa ayahnya membuangnya dan ibunya.

Mendengar ucapan Anna, Se Joon berkata dalam hatinya, “Choi Yoo Jin, kau memang iblis.” Sementara dari luar kaca  pintu, diam-diam Je Ha mengamati pertemuan mereka.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-54 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-55

Se Joon memberitahu Anna bahwa itu urusan orang dewasa, dan tetap menolak untuk menjelaskan meskipun Anna mendesak untuk diberitahu karna menurutnya sekarang dia juga telah dewasa.

Sontak Anna kecewa, dan kemudian mengungkit bagaimana dia harus dipaksa keluar negeri setelah ibunya meninggal, namun ayahnya bahkan tidak datang mencarinya. “Jadi kenapa itu tidak penting,” tanya Anna.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-54 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-55

Se Joon meyakinkan Anna bahwa dia telah melakukan hal yang penting untuk negara ini, sehingga menurutnya ia akan mengenyampingkan hal yang sepeleh. Melihat ayahnya yang terkesan acuh tak acuh, Anna tiba-tiba saja menarik kesimpulan bahwa apa yang dikatakan Yoo Jin padanya benar, bahwa dirinya sama sekali tak ada artinya bagi ayahnya dan hanya beban masa lalunya.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-56 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-57 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-58 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-59

Anna memandangi ayahnya dengan mata berkaca-kaca dan memberitahunya, “Ini hanyalah vana ilusion (Mimpi sia-sia).

Anna pun berbaring sambil membelakangi, dan terpaksa Se Joon pamit pergi dari hadapannya dan berjanji akan sering datang menemuinya, meninggalkan Anna yang terus menangis.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-60 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-61

Setelah melihat semua perbincangan Anna dengan ayahnya dalam video rekaman CCTV, Yoo Jin berpikir dalam hatinya, “Untuk berpikir bahwa  aku mempertaruhkan nasibku pada sampah sepertimu,” dan air mata pun menetes. Yoo Jin tertawa tertawa terbaka-bahak, seolah menutupi kesedihannya. Sementara Je Ha dari kaca pintu kaca mengintip kesedihan yang dialami Anna.

gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-62 gambar-sinopsis-the-k2-episode-7-bagian-kedua-63

Sumber Dok Gambar: tvN Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

2 comments

  1. Batin Yoojin kayaknya tersiksa deh .. Why Yoojin kahwin sama bapanya Anna walaupun tahu tidak punya cinta . Kahwin atas sebuah kertas !!! Apa bahagia deh semua itu ….

  2. Sinopsis ep 8 mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*