Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 11 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 11 Bagian Kedua Drama Korea

[Baca juga: Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 11 Bagian Pertama Drama Korea]

Kedua detektif melihat catatan pernikahan Kang Ji Hyun dan mendapati fakta bahwa dia telah menikah dua kali dan kedua suaminya  meninggal. Detektif Hong dan rekannya kembali untuk menanyai tetangga Kang Ji Hyun, and wanita itu berkata bahwa Kang Ji Hyun cantik dan telah memiliki seorang anak dari pernikahannya sebelumnya, tapi setahun kemudian, suami baru itu meninggal dan terbunuh dalam kecelakaan mobil.

Ketika detektif menanyai tetangga lain, dia menjelaskan hal yang sama terjadi dalam pernikahannya: Suaminya tiba-tiba buta dan meninggal.

Seo Hee diam-diam tersenyum kecil dan meminta pendapat suaminya tentang penampilannya hari ini saat sedang berdandan. Ayah Joon Jae hanya berbaring di ranjangnya dan berkata dia harus mengunjungi dokter Kim lagi karna merasa obat yang diberikan tidak manjur.

Seo Hee berkata dia telah menelpon Dokter Kim, dan menyampaikan pesan dari dokter pribadi mereka bahwa dia harus meminum obatnya dengan rajin dan beristirahat di rumah setelah mengkonsuminya.

Sementara itu, Jin Joo dan suaminya lemas setelah baik Ayah Goo Baek alias Nam Doo dan CEO Kim Jae alias Joon Jae tidak bisa dihubungi. Jin Joo bertanya pada suaminya apa masalahnya, dan dari belakang ‘Yoo Ran’ menyahut bahwa suaminya terlalu menggebu-gebu di depan mereka seolah-olah dia akan mendapatkan sesuatu dari mereka.

Yoo Ran menambahkan bahwa dari perspektif orang lain hal itu bisa menjadi sebuah beban. Jin Joo memukul suaminya karna kesal setelah mendengar penjelasan Yoo Ran, dan merasa mereka pasti memang merasa terbebani dengan kesempatan mereka untuk menghasilkan banyak uang.

Joon Jae baru saja tiba di rumah sambil berkomat-kamit karna kesal setelah Sim Chung menolak untuk pulang ke rumah. Nam Doo menyusul ke  kamar Joon  Jae untuk tidur, dan mengatakan bahwa penghangat di kamarnya tidak berfungsi.

Nam Doo berbaring di ranjangnya dan Joon Jae mengomel, “Seharusnya jika ada masalah, kau seharusnya menghadapinya satu sama lain di tempat yang sama dan menyelesaikannya dengan komunikasi.”

Joon Jae melipat kedua tangannya dan bertanya-tanya  dimana Sim Chung  belajar tentang melarikan diri dan sikap buruk lainnya, dan Nam Doo menyahut, “Saya tidak berpikir seorang pria yang lari dari rumahnya saat masih SMA bisa mengatakan itu.” Nam-doo bertanya pada siapa Sim Chung bertanya tentang tidak ingin pulang ke rumah dan Joon-Jae berkata, “Ada seorang pria bodoh.”

Namun tiba-tiba saja dia memikirkan ketika dia masih lupa dengan kenangannya di Spanyol dulu dan menjelek-jelekkan dirinya sendiri karna cemburu. Dia kemudian teringat kenangannya yang memalukan bagaimana saat dia menjelek-jelekkan pria yang membuatkan Sim Chung ramyun dan berkata dia pria cabul dan seorang playboy materialistis, dan  bagaimana Sim Chung tersenyum tipis saat mendengar ucapannya. Itu akhirnya membuatnya tersadar, “Orang itu saya?”

Dia memegang kepalanya dan berguling-guling di ranjangnya seperti anak kecil setelah teringat dengan sikapnya yang memalukan itu.

Tapi beberapa detik kemudian, Joon Jae tiba-tiba tertawa dengan sangat bahagia, “Tunggu. Jadi bajingan itu adalah saya. Bukan pria lain. Pria itu saya. Hyung. Itu saya. Pria itu adalah saya.” Nam Doo merasa sikapnya begitu aneh. Dia memilih kembali tidur di kamarnya meskipun dingin dan menyarankan Joon  Jae minum obat.

Joon Jae bangun dari tempat tidurnya dan pergi, dan di jalan Joon Jae  tak berhenti tersenyum. Dia kembali ke tempat sauna dan telah mengganti pakaiannya dan mendapati Sim Chung telah tertidur di sebuah ruangan. Namun dia melihat seorang pria yang berpura-pura tidur dan berusaha mendekati Sim Chung, dan Joon Jae menginjak perut pria itu dengan kakinya dan tidur di tengah untuk memisahkannya dari Sim Chung.

Joon  Jae sejenak memandangi Sim Chung selama beberapa saat sampai akhirnya dia tertidur. Beberapa saat kemudian, Sim Chung  membuka matanya dan terkejut mendapati Joon Jae sedang tertidur di sampingnya.

Sim Chung memandangi Joon Jae dengan tajam berkata dalam pikirannya, “Jangan buka matamu, Heo Joon Jae. Jangan bangun, Heo Joon Jae. Tetap saja seperti ini agar aku bisa melihatmu. Agar aku bisa berdamai dengan waktu karna tak bisa melihatmu. Aku tak harus bertanya padamu apapun. Dan kau pun tak perlu menyembunyikan apapun dariku. Jangan buka matamu, Heo Joon Jae.”

“Ah dingin,” ucap Sim Chung dalam pikirannya, dan tiba-tiba saja Joon Jae melemparkan selimutnya pada Sim Chung dengan mata tertutup. Sim Chung ingin kembali menyelimutinya karna khawatir Joon Jae akan kedinginan, namun Joon Jae berpura-pura bergumam dalam tidurnya, “Ah, mengapa panas.” Sim Chung memakai selimutnya dan berkata dengan bahagia sudah hangat, dan Joon Jae tersenyum tipis meskipun dia menggigil kedinginan.

Si A masuk ke  kamar  pembantu rumah tangga Yoo Ran untuk bertanya dimana kimchi, dan mengambil sebuah foto keluarganya. Dia melihat putranya tampan dan si pembantu rumah tangga melihatnya dan menyuruh Si Ah keluar dari kamarnya.

Si Ah datang membawakan makan malam buatan pembantunya untuk Joon Jae, tanpa menyadari itu adalah masakan buatan ibunya. Nam Doo berkomentar bahwa makanan di rumahnya selalu lezat, dan baik Tae Oh dan Joon Jae langsung menatapnya dengan khawatir. Shi Ah mengajak mereka untuk datang makan di rumahnya, dan mereka langsung menolak.

Si Ah melihat Sim Chung tidak ada rumah dan Nam Doo berkata  Sim Chung akan kembali setelah berdamai dengan Joon Jae. Tae Oh menatap Joon Jae, dan Shi Ah menyalah artikannya mengira itu adalah sebuah tatapan cemburu karna dirinya. Tangan mereka tidak sengaja bersentuhan saat mengambil air, dan Shi Ah mengira Tae Oh sengaja melakukannya, sehingga setelah makan malah dia mengajaknya  berbicara empat mata.

Si Ah bertanya, “Mengapa kau terlalu kentara di depan orang?” Tae Oh: “Saya?” Tae Oh hanya dibuat bingung dengan responnya, dan Si Ah menjelaskan bahwa dia tahu tadi Tae Oh cemburu pada Joon Jae karna dirinya dan itulah mengapa dia tadi memelototinya.

“Apa sesulit itu menatap wajahku?,” tanya Si Ah saat Tae Oh menundukkan kepalanya di depannya. Tae Oh berusaha meyakinkan Si Ah bahwa dia telah melupakan semuanya, meskipun Si Ah menganggap Tae Oh sedang berbohong dan hanya berusaha menenangkannya.

“Cinta bukan sesuatu yang dengan mudahnya bisa patah,” ucap Si Ah. Si Ah menulis nomornya di ponsel Tae Oh dan berpesan jika merasa terlalu sulit, Tae Oh jangan menahannya dan lebih baik menelponnya.

“Meskipun Noona ini tidak bisa memberikanmu hatinya, dia bisa membelikan  minuman untukmu,” ucap Si Ah dengan lembut saat mengembalikan ponselnya, sementara Tae Oh hanya menggaruk-garuk kepalanya mendengar segala ucapannya yang tidak masuk akal.

Sim Chung sejenak sebuah kolam dangkal dan berpikir ‘mereka menyebutnya seperti ini sebuah gambar nasi beras. (terlihat sangat lezat tapi tak dapat dicapai)’ Tapi kemudian seseorang menyambarnya dan dia hampir terjatuh ke dalam kolam dangkal itu, dan kakinya nyaris terkena air.

Untungnya ada Joon Jae yang menangkapnya sebelum dia terjatuh, dan mendengar suara hatinya, “Sesuatu yang buruk hampir terjadi. Jika saya jatuh ke dalam air, dia akan mengetahui segalanya.”  Tapi kemudian dia mengomelinya karna tidak hati-hati. Seorang gadis memercikkan air ke arah Sim Chung, dan kembali  kali ini Joon jae melindungi Sim Chung agar tidak basah layaknya sebuah perisai dengan memeluknya.

Dia kemudian membawa Sim Chung ke tempat yang kering tapi  di dalam tempat sauna, Joon Jae dengan sigap langsung menggendong Sim Chung saat seorang anak menjatuhkan air minum di dekat kakinya.

Sambil menggendong Sim Chung, Joon Jae mengomeli anak itu sampai menangis bahwa air sangat berbahaya jika mereka tidak menggunakannya dengan tepat. Dia kembali mengusir dua anak kecil yang bermain pistol air, dan bahkan meminta celana panjang atau rok panjang sampai ke lutut pada pemilik sauna.

Dia kemudian mengangkat dispenser ke tempat yang lebih jauh untuk mengamankan Sim Chung. Dan seorang ibu  yang dari tadi telah mengamati segala sikap aneh Joon Jae, kemudian mengajak bicara Sim Chung saat duduk di dekatnya. Dia komplain tentang sikap ‘suaminya’  yang telah membuat mereka semua kesal dan terganggu dengan kehadirannya disini.

Sim Chung bahagia mendengarnya menyebut Joon Jae suaminya, dan si ibu itu berkata bahwa dia mungkin bertengkar dengan suaminya dan meninggalkan rumah. Tapi dia berkata bahwa suami Sim Chug menyebalkan semua orang, dan memohon agar dia pulang ke rumah dan berdamai demi kepentingan mereka dan secepatnya pergi dari sini.

Jin Joo datang menjemput putrinya dan bergegas menyapa Yoo Na dengan ramah, berbeda dari biasanya. Dia mengajak Yoo Na untuk bergabung dalam tim berenang putrinya dan memintanya untuk menceritakan tentang dirinya ketika bertemu dengan ‘unni’ yang ada di toko serba ada – maksudnya Sim Chung karna mengira dia adalah kekasih CEO Kim Jae. Jin Joo bertanya apa yang akan diberitahu oleh Yoo Na padanya, dan Yoo Na menjawab seorang ahjumma tiba-tiba baik padanya belakangan ini.

Ucapan itu sepertinya menyinggung Jin Joo, namun dia mengoreksi dengan menyuruhnya mengatakan bahwa belakangan ini ibu Elizabeth menjaganya dengan baik sehingga dia ingin pergi ke sekolah.

Yoo Na ada di tempat sauna dan memberitahukan Sim Chung tepat seperti perintah Jin Joo, namun dia mengakui  tidak seperti itu. Yoo Na berkata bahwa dia sebenarnya tidak ingin pergi ke sekolah, karna akan ada sebuah pertunjukan yang mengharuskannya mengundang keluarga mereka.

Yoo Na berkata dia tidak suka itu, karna tak ada seorang pun yang akan datang dengannya. Sim Chung bertanya apa ibunya sibuk, dan Yoo Na mengangguk. “Bahkan jika saya menyanyi dan menari, tidak akan ada yang melihatku. Tidak ada seorang pun yang  melambai padaku,” ucap Yoo Na sambil menangis.

Sim Chung melihat seorang pria berpakaian santa di dekat mereka, dan memberitahu Yoo Na bahwa di hari  Natal Santa memberikan hadiah dan mengabulkan permintaan mereka setelah melihtanya di TV. “Unni, apa kau anak kecil?,” tanya Yoo Na. Yoo Na berkata bahwa mereka dia tidak boleh menangis jika Santa ingin mengabulkan permohonan mereka, dan dia telah menangis berulang-ulang kali sehingga hal itu tidak akan terjadi. Sim Chung berkata dia juga telah menangis berulang-ulang kali, dan dengan kepala tertunduk Yoo Na berkata, “Hal itu tidak akan terjadi pada kita.”

Sim Chung menyarankan agar mereka bertanya pada pria berkostum santa itu, dan pria itu Yoo Na menulis harapannya di secarik kertas dan menggantungnya di pohon Natal agar Santa bisa membacanya. Chung bertanya apa Santa bisa mengabulkan permohonannya, dan menjelaskan bahwa dia menangis karna sebuah alasan, dan pria berkostum santa itu menatapnya sejenak dan meminta nomor telponnya agar dia bisa menyampaikan harapannya pada Santa. Yoo Na menggantung harapannya di pohon Natal — agar ayah dan ibunya bisa datang di pertunjukan Natal dan memanjatkan doa, dan Sim Chung juga menulis harapannya tapi kita tidak melihat apa yang ia tulis.

Kemudian hari pertujukan natal tiba, dan Jin Joo berusaha menghiburnya, meskipun putrinya meledek Yoo Na bahwa ibunya tidak pernah datang ke acara seperti ini. Tapi tak lama, seseorang memanggilnya dan  ternyata Sim Chung yang datang dengan penampilan yang begitu anggun dan modis.

Jin Joo langsung menganga melihatnya, dan Sim Chung berkata bahwa ibu Yoo Na yang mengirimnya karna mereka adalah teman baik. Giliran Sim Chung yang terkejut melihat kedataangan Joon Jae bersama Nam Doo dan Tae Oh dengan membawa karangan bunga dan sebuah papan tulisan ‘kulit susu Yoo Na.’ Sementara Jin Joo begitu terkejut melihat ‘CEO Kim.’

Sim Chung  berbisik bagaimana Joon Jae tahu tentang hal ini, dan Joon Jae berbisik, “Apa yang tidak kuketahui.”  Joon Jae kemudian menggendong Yoo Na dan berkata, “Kau yang paling cantik disini. Lakukan yang terbaik saya hanya akan melihatmu.”

Jin Joo sangat bahagia melihat Nam Doo si ayah Goo Baek dan mengeluh karna dia mengabaikan telponnya. Sim Chung dan tiga sekawan menyemangati Yoo Na, melambaikan tangan dan memotretnya sepanjang acara itu, dan mereka berdiri sambil bertepuk tangan di akhir acaranya, dan Joon  Jae kembali memotret Yoo Na.

Yoo Na mengambil ponsel Joo  Jae dan memberitahu “unni and oppa” untuk berfoto bersama. Joon Jae bertanya dengan bahagia, “Apa saya telah berubah dari ahjussi menjadi oppa?” Mereka berdua berdiri agak menjauh, sehingga Yoo Na menyuruh mereka untuk berdiri berdekatan, sehingga Joon Jae menaruh tangannya di pundak Sim Chung.

Sejenak, Joon Jae mendengar saat Sim Chung berpikir, “Saya bahagia.” Mereka menatap satu sama lain dan tersenyum, dan Yoo Na kemudian memotret mereka.

Saat mereka keluar  dari sekolah bersama Yoo Na, seorang pengemudi taksi mengawasi mereka dan membunyikan mesinnya untuk mengikuti mereka. Meskipun wajahnya tidak diperlihatkan, tapi orang itu adalah Ma Dae Young. Saat mereka singgah di sebuah restoran, dan Nam Doo mengungkapkan kebahagiaannya karna Sim Chung telah kembali pulang ke rumah. “Saat Cheong tidak ada disini, kulkas penuh tapi hatiku sangat kosong,” ucap Nam Doo.

Sim Chung berkata hari ini dia merasa bahagia berbohong karna Yoo Na, dan Nam Doo meyakinkannya bahwa di dunia ini ada sesuatu yang disebut kebohongan putih, tapi Sim Chung menyerangnya balik bahwa yang mereka beritahukan lebih dari kebohongan putih.

Sim Chung menoleh pada Joon Jae dan berkata, “Joon Jae, bisakah kau berjanji padaku. Bahwa kau  hanya akan memberiyahu kebohongan yang baik. Berjanji padaku kau tidak akan memberitahu kebohongan yang akan menyakiti orang lain.”

Sambil tertawa Joon Jae bertanya apa Sim Chung menginginkannya berjanji di depan Tae Oh dan Nam Doo, dan Sim Chung mengangguk.  Joon Jae tiba-tiba berubah menatap Sim Chung dengan serius dan berkata, “Saya berjanji. Saya tidak akan pernah,” dan Nam Doo bertanya apa ini sungguhan atau juga kebohongan. Dan mereka mengabaikan ucapannya.

Joon Jae melihat dari balik kaca mesin pengambil boneka tak jauh dari restoran, dan menyuruh Nam Doo dan Tae Oh terlebih dulu pulang karna dia dan Chung akan pergi ke suatu tempat.

Mereka berjalan keluar restoran dan Joon Jae menyuruh Sim Chung menunggunya dia sebuah tempat yang telah disulap dengan hiasan lampu-lampu natal. Sementara itu, detektif Hong bersama seorang rekannya datang ke lokasi itu setelah mendapati laporan bahwa Dae Young terlihat di tempat itu.

Tak lama Joon Jae datang membawa sebuah boneka gurita pink yang ia sembunyikan di belakang tangannya, sepertinya dari mesim pengambil boneka itu. Dia berjalan mendekati Sim Chung tapi langkahnya tiba-tiba terhenti saat mendengar isi pikiran Sim Chung, “Heo Joon Jae. Ketika saya menyeberangi laut yang panjang untuk menemukamu, saya melihat bintang-bintang yang indah ini setiap malam. Tapi saya kesepian karna saya sendiri. Saya lelah. Saya takut. Tapi sekarang, tidak apa-apa senyaman ini? Tidak apa-apa bahagia? Tidak apa-apa mencintaimu?”

Joon Jae kemudian perlahan untuk  mendekatinya, namun sebuah tangan tiba-tiba memegang pundak. Ternyata detektif Hong, dia kemudian memborgol tangan Joon Jae, dan membuat boneka gurita pink itu terjatuh dari tangannya.

Detektif Hong mengakui bahwa dia merasa datang untuk menangkap seekor harimau dan malah menangkap seekor kelinci. Detektif Hong  akan memanggil bantuan lewat radionya, tapi Joon Jae menatap Sim Chung dengan air mata di matanya dan berkata bahwa dia akan pergi dengan tenang, karna tidak ingin Sim Chung melihatnya.

Dia menuntun Joon Jae pergi. Boneka gurita itu tertinggal di lantai dan Sim Chung berpikir, “Heo Joon Jae, cepatlah datang.”

Saat Joon Jae dibawa pergi dengan tangan terborgol, Joon Jae bernarasi: “Anak itu mencintai putri duyung, sehingga dia bisa mendengar suaranya. Bahkan jika ingatannya terhapus dan kembali terhapus, bahkan jika dia terlahir kembali di dunia lain, sudah menjadi takdirnya untuk  kembali mencintai putri duyung. Sehingga pada akhirnya, dia datang untuk mendengar lagi suara putri duyung. Dia adalah saya.”

Dan kemudian, saat Joon Jae dan Detektif Hong berjalan pergi, si pembunuh Dae Young muncul dengan taksinya dan mengamati Sim Chung dari kejauhan.

 Epilog

Sim Chung memberikan nomornya pada pria yang berkostum santa dan menulis harapannya, sementara Joon Jae berdiri di pojok dan melihatnya dengan kesal. Dia menunggu sampai Santa itu keluar dan bertanya apa dia benar-benar bisa menghubungi Santa. “Saya pikir kau mendapatkan nomor kekasihku, dengan mengatakan kau akan memberikan harapannya pada santa.” Pria itu langsung memberikan nomor telpon Sim Chung dan Joon Jae menyobeknya.

Kemudian di atas pohon natal kita melihat harapan Sim Chung yang tertulis, “Bahwa saya berharap bisa berkencan dengan Joon Jae di bawah sebuah pohon yang indah. Tahun ini, tahun berikutnya dan  tahun setelahnya.’

Dan kemudian harapan  Joon Jae yang tertulis, “Saya berharap bisa menepati semua janji yang kubuat  padamu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*