Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 11 Drama Korea Bagian Pertama

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 11 Drama Korea Bagian Pertama

Baca Juga Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 11 Drama Korea Bagian Kedua

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Shim Chung lalu menceritakan bahwa dimasa silam seorang anak lelaki telah jatuh cinta dengan seorang putri duyung, dan anak lelaki itu dapat mendengarkan suaranya. Joon Jae seakan mengingat bahwa dia ternyata adalah anak lelaki yang mencintai sang putri duyung tersebut, dan dapat mendengarkan suara hati dari sang putri duyung. Shim Chung bernarasi,”Namun dia tidak tahu satu hal yang penting. Ada kemampuan khusus yang dimiliki putri duyung. Dia bisa menghapus ingatannya sendiri terhadap seorang manusia dengan satu ciuman”. Dam Ryung membalas,”Bahkan bila kamu menghapus ingatanku lagi dan lagi, bahkan bila harus terlahir di dunia yang berbeda, anak lelaki itu ditakdirkan untuk mencintai putri duyung lagi”.

Joon Jae merasakan sakit di kepalanya mengingat pertemuannya dengan Shim Chung. Joo Jae mengingat suara Shim Chung saat dia mengungkapkan sungguh takut bila Joon Jae nanti mengetahui bahwa dirinya sungguh berbeda. Shim Chung takut Joon Jae nanti membencinya. Joon Jae akhirnya bisa mendengar suara hati Shim Chung. Di dalam hatinya, Shim Chung mengaku bahwa dia berbeda dari diri Joon Jae, dan hanyalah seorang putri duyung.

Dam Ryung bernarasi,”pada akhirnya, dia adalah anak lelaki yang bisa mendengar suara putri duyung lagi”. Joon Jae lalu bisa mengingat pertemuannya dengan Shim Chung. Joon Jae kini bisa mengingat kembali ketika Shim Chung menciumnya saat mereka berada di dalam samudera Spanyol. Joon Jae mendengar suara Shim Chung yang mengatakan cinta padanya. Joon Jae,”Dia adalah saya sendiri”.

Joon Jae pun menjadi gelisah dan mencari Shim Chung  serta bertanya ke beberapa warga dengan memperlihatkan wajah Shim Chung. Tak lama Joon Jae mendengar pemberitahuan bahwa hari itu adalah hari dimana bulan hitam akan muncul. Dikatakan bulan akan berubah menjadi gelap, dan terhimpit sehingga dinamakan bulan hitam (bulan sabit). Dulunya tanda itu diperkirakan sebagai tanda yang tak menyenangkan. Joon Jae lalu menatap bulan sabit di langit Seoul.

Muncullah masa Joseon, seorang petugas melaporkan bahwa tuan Yang telah mengirimkan pesan kepada petugas pemerintah Jo Bong Hak, sambil memberikan suap. Sehingga  bupati dari desa Heupgeuk yakni Dam Ryung dinyatakan sudah diperdaya oleh putri duyung dan menggangu rakyat. Selain itu, pengawal Dam Ryung memberitahukan bahwa Dam Ryung sudah dituding telah melakukan rencana pembunuhan, sehingga pejabat Bong Hak menulis petisi kepada Kaisar. Pengawal Dam Ryung,”Anak buah tuan Yang melemparkan semua jenis jala ikan setiap hari, guna menangkap si putri duyung itu”. Dam Ryung geram mendengarnya dan mengambil sebilah pedang lalu melayangkan pedang ke arah tuan Yang yang berada di penjara. Dam Ryung ingin tuan Yang segera mati, dan tidak dilahirkan kembali.

Lalu Dae Young melihat dalam mimpinya bagaimana Dam Ryung melayangkan pedang ke arahnya. Dae Young pun bangun dari mimpinya. Dae Young,”Kenapa saya mimpi seperti itu?”. Dae Young menatap bulan sabit, dan seakan melihat dirinya sebagai seorang tuan Yang yang sudah menangkap Se Hwa dan ingin mengambilnya kembali dari tangan Dam Ryung. Tuan Yang saat itu berjanji akan memusnahkan Dam Ryung. Dae Young  juga melihat bagaimana Dam Ryung sudah menebas dirinya. Dae Young curiga Heo Joon Jae adalah  reinkarnasi dari orang yang sudah membunuhnya di era Joseon, dan putri duyung itu adalah Shim Chung.

Shim Chung sendiri berada di pusat perbelanjaan sambil membawa banyak pakaian dan meminta pakaian itu ditukarkan kembali menjadi uang. Joon Jae lalu datang kembali ke rumahnya dan mencari Shim Chung. Nam Doo memberitahukan bahwa Tae Oh sudah melihat CCTV di dekat rumah dan tetangga, Nam Doo,”Dan kamu tahu semua tas itu dari toko swalayan Gangnam? Saya kira dia mengambilnya dari sana?”. Nam Doo curiga Shim Chung sudah mengambil semua barangnya dan pindah ke rumah lain.

Nam Doo sendiri bingung mengapa Joon Jae terlalu kuatir dengan keadaan Shim Chung. Joon Jae lalu bergegas mendekati Tae Oh dan menyuruhnya untuk cepat mencari keberadaan Shim Chung di mall. Nam Doo menjelaskan tak mudah bagi Joon Jae menemukan Shim Chung di mall karena ada banyak orang disana. Nam Doo merasakan ada hal buruk yang terjadi pada Shim Chung. Shim Chung menyusuri mall, dan melihat permaianan gantung. Shim Chung menaiki permainan gantung tersebut.

Disisi lain, Chi Hyun berbicara dengan kolega bisnisnya. Tak lama kolega bisnis Chi Hyun dan dia melihat Shim Chung. Pandangan Chi Hyun seakan terpesona melihat Shim Chung yang bermain ayunan listrik itu. Kolegas bisnis Chi Hyun ingin menghentikan Shim Chung, namun Chi Hyun melarangnya sambil meminta kolega bisnisnya itu menutup mall-nya. Shim Chung sendiri terperanga ketika naik di ayunan itu.

Joon Jae hanya bisa menatap sedih kamar loteng Shim Chung. Joon Jae mengingat kenangan saat Shim Chung turun dari kamar lotengnya, dan ingin mendekatinya. Joon Jae memandangi tempat tidur Shim Chung, dan melihat kumpulan mutiara. Joon Jae teringat pengakuan Shim Chung bahwa dia berbeda dari Joon Jae, dan hanyalah seorang putri duyung semata. Shim Chng takut bila Joon Jae tahu siapa dirinya, maka Joon Jae akan terkejut, terluka, takut padanya, dan pada akhirnya akan meninggalkan Shim Chung. Karena alasan ini, Shim Chung selalu menyembunyikan identitas dirinya. Joon Jae,”Apa saya datang ke buku anak kecil? Atau kamu keluar dari dunia”, sambil memandangi mutiara yang ditinggalkan Shim Chung.

Shim Chung memandangi lampu pohon natal, dan teringat perkataan suami Jin Joo yang mengatakan dirinya dan Joon Jae sangat cocok dan harus berencana segera menikah. Kala itu, Joon Jae mengaku sedang memikirkan rencana pernikahannya dengan Shim Chung di Dubai atau di Eropa pada tahun depan. Shim Chung memandangi tajam Joon Jae ketika mengungkapkan hal itu. Namun disisi lain, hati Shim Chung terasa sakit ketika Joon Jae mengakui bahwa dia juga seorang yang suka berbohong, dan menipu demi mendapatkan uang. Chi Hyun lalu menghampiri Shim Chung, Shim Chung,”Oh keluarganya Heo Joon Jae?”, Chi Hyun,”Ah, panggil saja aku Heo Chi Hyun..”.

Chi Hyun lalu menanyakan tentang keadaan Joon Jae. Shim Chung tak ingin menjawabnya dan melihat lampu2 khiasan natal, dan merasa benda2 itu terlihat cantik nan indah. Shim Chung,”Tidak ada seperti ini di tempat saya tinggal”. Chi Hyun menanggapi,”Dimana? Dimanapun itu ada ikatan Natal”. Chi Hyun ingin tahu dimana Shim Chung tinggal, dan Shim Chung  memberitahukan dia tinggal di rumahnya Joon Jae. Shim Chung,”Saya di loteng, dan dia dibawahnya. Joon Jae pemilik rumahnya”.  Chi Hyun lalu menawarkan ingin mengantar Shim Chung ke rumah Joon Jae, namun Shim Chung malah memilih tidur di tempat sauna seperti yang dilihatnya di TV.

Shim Chung sempat salah masuk ke ruangan sauna pria dan para kaum pria berteriak. Chi Hyun lalu membimbingnya ke tempat sauna wanita. Shim Chung lalu memperhatikan seorang ahjumma yang berada di depan loker pakaian, dan menirukannya. Namun disisi lain, beberapa siswi SMA memperhatikan loker Shim Chung ketika dia menaruh dompetnya.

Tae Oh terus ditekan oleh Joon Jae untuk melihat rekaman CCTV demi mencari Shim Chung di mall. Tak lama, Joon Jae bertanya ke Nam Doo apakah dia tahu tentang cerita Si Putri Duyung Kecil. Joon Jae,”Ceritanya seperti si putri duyung pergi ke daratan dan jatuh cinta dengan pangeran?”. Nam Doo menangapi,”Yah, dan tukang sihir memberikannya kaki, namun setelah tengah malam kakinya berubah kembali menjadi ekor”. Nam Doo menceritakan si putri duyung akhirnya tidak bisa mengenakan sepatu kacanya, dan sang pangeran mencari pemilik dari sepatu kaca yang ditinggalkan, Tae Oh menyahut,”Cinderalla”.

Nam Doo merasa cerita Cinderalla dan Putri Duyung akan berakhir sama dimana dia jatuh cinta dengan pengeran dan keduanya akan menikah.  Tae Oh kembali menyahut,”Apanya seperti itu?. Itu versi Disney. Aslinya, dia akhirnya meninggal dunia”. Joon Jae ingin tahu siapa yang akan meninggal pangeran ataukah si putri duyung. Nam Doo menyahut,”Saya pikir si putri duyungnya”. Joon Jae menjadi tak senang dengan cerita itu. Nam Doo lalu bingung mengapa mereka bertiga membahas cerita dongeng klasik padahal anak2 jaman sekarang tidak membacanya. Joon Jae kesal mendengarnya, dan menyuruh Tae Oh bergegas mencari Shim Chung.

Shim Chung berada di tempat sauna dan melihat para kekasih saling bermadu kasih di tempat sauna tersebut. Selain itu, Shim Chung melihat pasangan suami istri beserta anaknya, juga para kakek nenek berkumpul bersama cucu mereka. Shim Chung lalu bingung dimana dia harus tidur. Shim Chung lalu ingin tidur di dekat para ajusshi. Namun seorang ajusshi malah mendengkur, dan menganggu Shim Chung untuk berbaring. Shim Chung lalu memilih tidur disamping seorang wanita, namun seorang ahjumma melarangnya, ahjumma,”Ini tempatku”.

Tae Oh sendiri sudah ketiduran, namun Joon Jae yang sudah cinta mati dengan Shim Chung terus mencarinya lewat rekaman kamera CCTV kota, yang diretas oleh Tae Oh. Joon Jae terus mencari Shim Chung, namun dia tak bisa menemukannya hingga pagi hari. Joon Jae pun galau nan risau. Joon Jae lalu menemui gelandangan Jin Kyung dan bertanya apakah Shim Chung menemuinya. Jin Kyung menjawab,”Cerita apa yang dibaca dengan emosi yang meledak?. Saya pikir Romeo dan Juliet. Saya nangis. Shakespeare bukanlah seorang maestro”.

Jin Kyung lalu menyuruh Joon Jae duduk disampingnya. Jin Kyung menjelaskan ada banyak cerita cinta di dunia ini, Jin Kyung,”Namun jika kamu mengeluarkan kata2 berulang dan tak penting. Hanya akan ada satu kalimat tertinggal. Kamu pikir itu apa. Baiklah dengannya ketika dia bersamamu”. Jin Kyung yakin jika Joon Jae bersikap baik dengan Shim Chung ketika bersamanya, maka Shim Chung tidak akan pergi. Joon Jae lalu menyuruh Jin Kyung untuk menghubunginya jika melihat Shim Chung, lalu Joon Jae pergi. Jin Kyung lalu berteriak bahwa dia berada di persimpangan jalan itu hanya pada hari senin, rabu, dan jumat.

Joon Jae masuk kedalam mobilnya dan melacak lokasi GPRS Shim Chung. Kumpulan siswi SMA yang sudah mengambil tas Shim Chung di tempat sauna lalu membuka tasnya, dan mereka kaget karena Shim Chung memiliki banyak sekali uang. Saat siswi itu menyalakan hp Shim Chung, hp Joon Jae berdering dan akhirnya dia tahu dimana Shim Chung berada.

Joon Jae lalu bergegas pergi dengan mobilnya ke tempat dimana sinyal GPRS hp Shim Chung terlihat. Semua murid SMA itu lalu hendak membagi uang Shim Chung dan bertengkar, tak lama Joon Jae muncul. Joon Jae lalu melihat hp Shim Chung dan mengambilnya, Joon Jae,”Dimana kamu menemukanmu ini?. Ini milik pacarku. Dimana pacarku”. Joon Jae mengijinkan semua siswi SMA itu mengambil uang Shim Chung, namun Joon Jae ingin tahu dimana Shim Chung berada. Siswi SMA menyahut,”Dia ada di Sauna Cheonghae di depan sini”.

Joon Jae lalu berjabat tangan dengan seorang siswi yang memberitahukan lokasi Shim Chung, lalu mendorongnya dan mengambil tas Shim Chung kembali. Para siswi itu lalu berteriak, Joon Jae,”Saya? Saya juga penipu. Jika kalian seperti ini, kalian akan seperti aku. Jika lelaki yang kalian sukai menanyakan apa yang kamu lakukan, lalu kalian akan berbohong tentang segalanya. Kebohongan. Apa kalian suka itu?”. Para murid itu kesal karena Joon Jae sudah mengambil kembali tas Shim Chung, namun seorang siswi mengaku malah terpesona dengan gaya bad boy ala Joon Jae. Murid lain juga tersadar Joon Jae memang begitu keren.

Di tempat sauna, Shim Chung lalu makan pagi bersama Chi Hyun. Chi Hyun hendak memecahkan telur buat Shim Chung, namun Shim Chung lebih dulu memecahkan telur di kepalanya. Chi Hyun,”Apa kamu tidur nyenyak?”, Shim Chung,”Enggak saya tidak tidur nyenyak. Jadi itulah mengapa saya serasa mau makan”, sambil menelan sebuah telur.  Chi Hyun mengaku dia sungguh kuatir pada Shim Chung sehingga dia datang. Shim Chung terus makan telur, dan tak lama Joon Jae datang mencarinya di tempat sauna.

Joon Jae menatap Shim Chung dan teringat dengan pertemuan pertama mereka di Seoul. Kala itu, Shim Chung mengaku seorang yang aneh dan tak memiliki nama, namun tahu Joon Jae seorang yang baik hati. Saat itu, Joon Jae belum mengingat apapun dan melarang Shim Chung mengikutinya. Joon Jae seakan menyesal menyuruh Shim Chung pergi darinya.

Joon Jae lalu mendekati Shim Chung, dan Shim Chung kaget melihat Joon Jae. Joon Jae lalu memeluk Shim Chung dengan erat. Joon Jae bingung mengapa Shim Chung pergi dari rumahnya. Shim Chung mengaku bisa ke tempat sauna karena Chi Hyun yang mengantarnya. Chi Hyun meminta Joon Jae jangan salah mengerti. Chi Hyung mengaku bertemu dengan Shim Chung secara tidak sengaja kemarin, dan hendak mengantar Shim Chung ke rumah Joon Jae, namun Shim Chung tak ingin kembali ke rumah Joon Jae. Joon Jae kesal mendengarnya lalu menyuruh Chi Hyun pergi karena dia ingin bicara secara pribadi dengan Shim Chung.

Joon Jae menatap Shim Chung yang hanya diam tertunduk. Shim Chung,”Heo Joon Jae. Saya mengubah semua benda yang kubeli waktu itu menjadi uang. Saya tidak membutuhkan pakaian itu jadi saya mengembalikannya padamu”.  Joon Jae lalu memperlihatkan uang dan hp Shim Chung. Joon Jae sadar dirinya adalah lelaki yang buruk, Joon Jae,”Namun diluar sana ada banyak orang yang lebih buruk dariku. Jadi hati2lah”. Joon Jae ingin tahu apakah Shim Chung sudah makan. Dengan lesu, Shim Chung mengaku sudah makan telur dan minum air beras.

Joon Jae bertanya apakah Shim Chung ingin lagi makan, namun Shim Chung mengaku tak mau. Joon Jae lalu mendengar suara hati Shim Chung yang ingin makan kue beras pedas, semangkuk saus pedas, kue ketan rasa stroberi dan melon, pangsit, dan sup ganggang luat. Joon Jae berpura2 merasa Shim Chung tak memiliki nafsu makan. Joon Jae,”Saya pikir kamu akan datang, jadi saya saya buat daging iga di rumah”. Di dalam hatinya, Shim Chung malah sangat suka dengan daging iga sapi yang dimasak oleh Joon Jae, namun Shim Chung berpura2 terdiam saja.

Selera makan Shim Chung menjadi sangat tinggi dengan daging iga sapi, dan Joon Jae berkata,”Ini daging iga panggang dilumuri bumbu. Ini pastinya sangat enak. Saya pikir ini akan meleleh di mulutku”. Shim Chung tetap bersikap tak ingin makan daging iga sapi panggang di depan Joon Jae, padahal di dalam hatinya Shim Chung sangat ingin menyantapnya.

Joon Jae ingin tahu mengapa Shim Chung tak ingin kembali ke rumahnya.  Di dalam hatinya, Shim Chung mengungkapkan dia tak ingin ke rumah Joon Jae setelah mengetahui Joon Jae seorang penipu yang menipu orang lain dan dirinya. Joon Jae mendengar suara hati Shim Chung. Di dalam hatinya, Shim Chung kecewa ketika tahu Joon Jae seorang pria yang jahat. Shim Chung,”Kenapa saya tidak bisa meninggalkanmu, yang sudah membodohiku?”.

Mendengar suara hati Shim Chung, Joon Jae pun mengijinkan Shim Chung tinggal di tempat sauna, dan memintanya agar jangan tinggal di tempat lain. Joon Jae meminta Shim Chung berjanji agar jangan pergi tanpa pamit dan hanya tinggal di tempat sauna itu, Shim Chung pun berjanji tidak akan pergi ketempat lain. Lalu Joon Jae meminta pamit, dan Shim Chung hanya terdiam menyuruh Joon Jae pergi. Di depan pintu sauna, Joon Jae memandangi Shim Chung dan jengkel mengapa Shim Chung tak menahannya pergi serta menyindir Shim Chung yang memiliki hati dingin.

Ketika Joon Jae hendak pergi, Chi Hyun lalu memberitahukan ke Joon Jae bahwa ayah mereka tengah sakit, namun Joon Jae tak ingin memperdulikan hal itu. Ketika Joon Jae hendak pergi, Joon Jae kembali berbalik bertanya kepada Chi Hyun, Joon Jae,”Kenapa? Dimana dan bagaimana dia sakit?”. Chi Hyun lalu memberitahukan ayah mereka terkena penyakit katarak sehingga penglihatannya terganggu.

Joon Jae lalu menyuruh Chi Hyun untuk merawat ayah mereka dengan baik dan membawanya ke rumah sakit. Chi Hyun menegaskan Gil Joong juga adalah ayah Joon Jae, Chi Hyun,”Namun dia adalah ayah pertama yang kumiliki. Benar kamu katakan, saya adalah anak palsu yang bertingkah seperti anak sungguhan. Saya sungguh berterima kasih dia menjadi ayahku. Jadi saya ingin menjadi kesukaannya dan melindunginya”. Joon Jae menanggapi,”Pasti.. Terima kasih. Dan   teruslah menjadi kesukaannya, serta melindunginya. Setelah ayahku menjadi milikmu, ada banyak hal yang membuatku gagal untuk melindunginya dan malah kehilangannya”, lalu Joon Jae pun pergi.

Penyidik kembali menyelidiki kasus Dae Yoong. Seorang petugas memberikan arsip tahun 1988, di daerah Sujeong 423. Dari arsip itu, penyidik melihat Dae Young pindah pada tahun 1988. Perhatian penyidik tertuju pada Kang Ji Yeon.  Penyidik,”Kang Ji Yeon?. Apa Dae Young menikah?. Kang Ji Yeon siapa dia”. Kepala penyidik memberitahukan bahwa Dae Younng tidak menikah dan seorang anak yatim piatu. Para penyidik pun ingin tahu siapa diri Kang Ji Yeon.  Kepala penyidik lalu menyuruh anak buahnya untuk mencari data kependudukan Ji Yeon serta keluarganya. Penyidik pun menemukan Ji Yeon sudah menikah dua kali, dan kedua suaminya meninggal dunia.

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

2 comments

  1. Part 2 donk..plisssss

  2. kereeen….lanjut..semangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*