Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 12 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 12 Bagian Pertama Drama Korea

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 12 Bagian Kedua Drama Korea]

Di episode awal  Legend of The Blue Sea  dimulai dengan kembali flashback di jawan Joseon. Saat akan melayangkan pedangnya untuk membunuh Tuan Yang di penjara dan berharap dia tidak akan terlahir kembali, di detik-detik terakhir seorang pejabat datang dan menghentikannya.

Dia menyebut Dam Ryung sebagai seorang kriminal dan membacakan hukumannya bahwa karna dia telah terpikat oleh penyihir wanita jahat dan tidak melakukan sepenuhnya tugasnya sebagai pejabat pemerintah setempat, dia dijatuhi hukuman akan berada dibawah rumah pengasingan di Provinsi Gyeongsang, di Geoje.

Kita kembali ke zaman Seol modern dimana Detektif Hong menangkap Joon Jae. Dia memborgol tangan Joon Jae dan boneka gurita pink itupun terjatuh dari tangannya.  Detektif Hong berkata dia merasa datang untuk menangkap seekor harimau dan menangkap  seekor kelinci.

Detektif Hong akan memanggil bantuan lewat radionya, tapi Joon Jae menatap Sim Chung dengan air mata di matanya dari kejauhan dan berkata bahwa dia akan pergi dengan tenang, karna tidak ingin Sim Chung melihatnya.

Dia menuntun Joon Jae pergi. Boneka gurita itu tertinggal di lantai dan Sim Chung berpikir, “Heo Joon Jae, cepatlah datang.” Dan kemudian, saat Joon Jae dan Detektif Hong berjalan pergi, si pembunuh Dae Young muncul dengan taksinya dan mengamati Sim Chung dari kejauhan.

Lama menunggu Joon Jae yang tak datang, Sim Chung menoleh dan melihat boneka gurita yang tadi terjatuh dan berpikir, “Heo Joon Jae, kau ada dimana?”

Baru saja masuk di dalam mobil detektif, Joon Jae meminta izin untuk diperbolehkan menjawab telponnya. Detektif Hong tertawa kecil sehingga Joon Jae menjelaskan bahwa Detektif Hong tidak perlu melepaskan borgolnya dan hanya perlu memegangkan ponselnya di telinganya.

Detektif Hong  memanggil Joon Jae ‘bajingan,’ dan berkata bahwa Joon Jae telah mengucapkan hal yang sama tiga tahun yang lalu bahwa orang tunya mengkhawatirkannya dan kemudian akan menelpon temannya namun Joon Jae meyakinkannya bahwa kali ini berbeda dan bahwa kekasihnya sedang menunggu sendirian. Detektif Hong hanya berkata kekasihnya akan pergi jika dia tidak datang.

Joon Jae menghela nafasnya, dan mengklaim bahwa dia bukan seorang kriminal yang ditangkap karna sebuah surat penangkapan tapi dia telah setuju dengan sukerala menuruti penyelidikan sehingga dia merasa mempunyai hak dimana  tangannya tidak seharusnya diborgol dan  juga bisa menggunakan ponselnya.

Dia menyebutkan bahwa dekektif Hong telah melanggar hukum seorang petugas kepolisian dalam pasal 12 yang dikenai hukuman setahun penahanan.  Namun detektif Hong mengabaikannya, berkata bahwa  dia setuju tinggal di penjara bersama-sama namun Joon Jae akan lebih lama mendekam di dalam sana.

Tak lama rekan detektif Hong kembali ke mobil dan bertanya apa yang sedang ia lakukan disini setelah mengirim begitu banyak orang untuk menangkap Dae Young. Detektif Hong menjawab ini adalah Joon Jae yang selama ini telah berpura-pura menjadi dirinya, namun Joon Jae segera khawatir setelah mendengar nama ‘Ma Dae Young.’

Dae Young ada di sekitar sini, sehingga Joon Jae mendesak agar dia dilepaskan. Karna diabaikan, dia mencengkeram kera baju detektif Hong dan berkata, “Dengarkan dengan baik. Saya yang sedang dikejar oleh Ma Dae Young.”

Rekannya berpikir dia benar-benar seorang penipu, tapi Detektif Hong melihat tatapan Joon Jae yang meyakinkan dan bertanya mengapa orang itu mengejarnya. Joon Jae berkata dia juga tak tahu, tapi jika Dae Young ada di sekitar sini itu berarti dia mengejarnya.

“Tapi wanita itu sendirian sekarang! Cepatlah dan berikan telponnya,” teriak Joon Jae.

Detektif Hong melakukan permintaannya, memegangi ponselnya di telinganya agar Joon Jae bisa menelpon Sim Chung. Joon Jae harap-harap cemas, dan dia begitu lega setelah Sim Chung menjawab telponnya dan memberitahunya bahwa dia sedang menungguinya di tempat semula.

Joon Jae meminta Sim Chung untuk secepatnya pulang karna ada sesuatu yang mendesak yang mengharuskannya pergi ke suatu tempat. Joon Jae bertanya, Apa kau bisa  pergi? Apa kau punya uang.” Sim Chung menjawab dia punya uang, dan kemudian masuk ke sebuah taksi yang dilihatnya terparkir di pinggir jalan.

Masuk di dalam taksi, Sim Chung terdiam setelah melihat wajah Dae Young yang tersenyum melalui kaca spion mobil. Pintu taksi tertutup dengan otomatis, dan taksi itu kemudian pergi.

Joon Jae bertanya dengan curiga apa yang terjadi dan mengapa dia diam. Sim Chung memberikan kata kunci di telpon bahwa ‘orang itu juga memakai topi hari ini’, dan  segera Joon Jae menebak pria yang sedang bersama Sim Chung adalah Ma Dae Young setelah sebelumnya teringat jika Dae Young juga pernah datang ke rumahnya mengenakan ‘topi.’

Joon Jae meminta Sim Chung untuk memberitahunya apa yang dia lihat disekitarnya dan Sim Chung menjawab ‘tempat yang mereka sepakati untuk bertemu ketika salju pertama.’ Ponselnya terputus, dan Joon Jae berasumsi mereka pergi melewati arah Namsan.

Detektif Hong dan rekannya setuju pergi ke arah Namsan untuk menolong kekasihnya dan menangkap Dae Young yang sedang menyamar sebagai supir taksi, tapi dia memperingatkan akan benar-benar membunuhnya jika ini hanya sebuah penipuan. Joon Jae balik membalasnya, bahwa dia juga akan membunuhnya jika terjadi sesuatu pada kekasihnya.

“Apa yang sedang kau lakukan?,” tanya Joon Jae. Joon Jae memerintahkan Detektif Hong untuk menelpon anak buahnya memeriksa taksi yang baru-bari ini dicuri yang melewati arah itu, dan tanpa protes sedikitpun dia langsung melaksanakan setiap perintahnya.

Sementara Sim Chung telah tak sadarkan diri setelah dibius, dan kita melihat sebuah  jarum suntik di jok mobil. Melihat ada sebuah pemeriksaan di jalan, Dae Young segera mengambil arah yang lain.

Mereka belum menemukan apapun, dan Joon Jae secepatnya berpikir bahwa hanya ada satu jalan yang bisa digunakan untuk meloloskan diri dari pemeriksaan sehingga memerintahkan mereka mengambil sisi jalan menuju terowongan dari Hanoelro. Rekannya bertanya apa dia harus melakukannya. Detektif Hong berkata keahlian Joon Jae adalah penipu dan  meloloskan diri, dan mereka kemudian mengikuti sarannya.

Dalam perjalanan, Joon Jae sangat berharap Sim Chung memanggilnya dalam pikirannya sehingga dia bisa mendengarnya dan akan datang.

Dae Young ternyata membawa Sim Chungke sebuah rumah sakit yang telah ditinggalkan. Di saat Sim Chung telah siuman, dia tak bisa menggerakkan kakinya. Dia melihat Dae Young memasukkan air ke dalam sebuah bak besar dan bertanya, “Apa sedang kau lakukan?”

Dae Young menjawab dia hanya penasaran akan sesuatu dan akan mengkonfirmasinya. Sim Chung bertanya apa yang akan dia konfirmasi, dan Dae Young menjawab bahwa dia terus bermimpi aneh belakangan ini. Dae Young berkata awalnya dia berpikir itu hanya mimpi, tapi dia merasa mimpi-mimpi itu bisa saja benar.

“Mengapa kau mengkonfirmasi mimpimu denganku?,” tanya Sim Chung. Dae Young: “Karena mereka berhubungan denganmu. Sepertinya kau putri duyung.” Dae Young tahu ketika dia di dalam air, dia akan menjadi putri duyung, dan ketika di darat dia akan menjadi manusia, dan air mata putri duyung akan menjadi mutiara.

Dae Young tertawa kecil, dan berkata, “Saya berpikir menjadi orang bangsawan awalnya juga tidak masuk akal.” Dae Young berkata jika dia memasukkan Sim Chung ke dalam air itu, itu akan mengkonfirmasinya.

Mereka diberitahu belum satu mobilpun yang tertangkap dalam pemeriksaan itu, dan Detektif Hong teringat bahwa jalan yang sedang mereka lewati adalah menuju rumah sakit dalam catatan perawatan Dae Young yang telah berhenti beroperasi setahun yang lalu. Joon Jae memerintahkan mereka secepatnya pergi kesana sekarang, namun Detektif Hong berkata agar dia tidak terus-terusan memerintah mereka, dan Joon Jae tidak mengindahkannya.

Joon Jae bersama detektif Hong dan seorang rekannya tiba di rumah sakit itu, dan mendapati taksi yang dicuri oleh Dae Young terparkir di depan rumah sakit. Mereka bertiga berpencar sementara Sim Chung ditawan di ruang operasi.

Dae Young mendekat untuk mengangkat Sim Chung setelah melihat air dalam bak akan penuh, namun Sim Chung bertanya jika dia adalah putri duyung, apa dia juga memberinya semacam peringatan dalam mimpinya. Sim Chung berkata bahwa putri duyung tidak meninggalkan begitu saja seorang manusia yang menyentuh tubuhnya, dan bahwa putri duyung bisa menghapus ingatan apa saja yang dia inginkan.

Dae Young pun teringat dengan mimpinya sebagai Tuan Yang di kehidupan sebelumnya tentang bagaimana dia diperingatkan bahwa seekor putri duyung akan mengambil jiwa dan menghapus ingatannya jika menyentuhnya, dan kembali teringat semua  kejadian yang terjadi di zaman Joseon.

Dia terbangun dari lamunannya saat membayangkan Dam Ryung akan menebasnya dengan pedangnya. Sim Chung memperingatkan saat Dae Young meletakkan tangannya atasnya, dia akan kehilangan semua ingatannya, dan bahwa ini adalah cara dimana putri duyung melindungi dirinya dari manusia.

Sim Chung mengulurkan tangannya pada Dae Young dan berkata, “Konfirmasilah,” dan Dae Young berjalan mundur kebelakang karna takut. Dia mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat ke ruangan mereka, sehingga dia bergegas pergi. Tiba-tiba saja Joon Jae mendengar pikiran Sim Chung yang berkata bahwa dia takut. Dia mencari sumber suara itu dan mendapati sebuah ruangan dengan pintu terbuka, dan Sim Chung ada disana.

Dia  memeluk Sim Chung dengan erat dan berkata, “Maaf. Saya datang terlambat. Maaf.”  Sementara Dae Young berhasil meninggalkan rumah sakit dengan taksinya, dan Detektif Hong gagal menangkapnya.

Mereka pulang dan baru saja tiba di rumah, Nam Doo langsung menginformasikan tentang pencarian dan pemeriksaan mobil di Seoul untuk menangkap Dae Young.

“Hei, dan apa kau tahu siapa detektif yang berwenang untuk menangkap Ma Dae Young? Jangan kaget, oke? Dia Mi Mi Hong Dong Pyo.” Tapi matanya membelalak setelah melihat detektif Hong masuk ke rumah mereka bersama seorang rekannya. Detektif Hong menyadari dirinyalah yang dimaksud oleh Nam Doo barusan, dan kemudian bertanya apa kepanjangan dari Mi Mi. Nam Doo menjawab, “Michin Misery (orang gila yang menyedihkan),” dan rekannya tertawa mendengarnya.

Detkftif Hong bersama rekannya duduk di ruang tamu menunggui Joon Jae, sementara Nam Doo maupun Tae Oh bingung harus bersikap bagaimana di depanya. Nam Doo memberanikan diri berkata, “Sebelumnya jika saya  bertemu denganmu saya selalu ingin memberitahumu. Ketika mati saya mempertimbangkan untuk mendonasikan semua yang kumiliki pada masyarakat.”

Detektif Hong tertawa kecil, dan Nam  Doo kembali bertanya, “Apa kau akan membawa kami?”

Joon Jae membawa Sim Chung ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidurnya. Sim Chung ingin membicarakan tentang ‘Ma Dae Young,’ tapi Joon Jae melarangnya dan menyuruhnya untuk istirahat. Sim Chung teringat saat mendengar cerita bagaimana Joon Jae dulu menderita saat meninggalkan rumahnya, dan dia merasa sangat menyenangkan bisa kembali pulang ke rumah.

Joon Jae berkata itu benar, dan meminta Sim Chung jangan dengan mudah keluar dan tetap saja tinggal disini. Sim Chung: “Selamanya?” Joon Jae berkata dia tidak bisa selamanya dan menambahkan bahwa deposit rumah ini akan berakhir dalam dua tahun. Meskipun Joon  Jae berusaha menenangkan hati Sim Chung bahwa masih  banyak waktu yang mereka miliki, tersisa sekitar satu setengah tahun.

Joon Jae mengakui sesungguhnya rumah ini bukan miliknya, dan miliknya hanya perabotan dan bagasi dan nantinya mereka akan memindahkan semuanya. Sim Chung bertanya, “Siapa?” dan Joon Jae  menjawab, “Kau harus memindahkan semuanya. Karna kau akan pergi bersamaku.” Joon Jae mengusap dengan lembut rambut Sim Chung dan menyuruhnya untuk tidur, dan kemudian keluar  menemui detektif Hong.

Joon Jae melarang detektif Hong untuk menanyai beberapa pertanyaan pada Sim Chung, dan mengklaim bahwa dia lebih banyak tahu tentang Dae Young.  Detektif Hong berkata jika Dae Young berusaha membawa wanita itu, dia yakin pasti ada sebuah alasan.

Joon Jae bersikeras bahwa dialah yang dicari oleh Dae Young, dan memperlihatkan bukti rekaman saat Dae Young menyamar datang ke rumahnya dan sebuah sms dari Dae Young yang menggunakan nomor ponsel Sekertaris ayahnya. Dia bahkan mencurigai Dae Young terlibat dalam insiden yang membuat ‘pamannya’ terbaring koma.

Detektif Hong bertanya apa Joon Jae pernah menipu Dae Young atau kenalannya, dan Joon Jae berkata tidak. Detektif Hong kemudian beralih untuk membahas tentang penipuannya, tapi Joon Jae menyela ucapannya dan menjelaskan bahwa dia tidak bisa menahan mereka karna penipuan karna tidak satupun dari korban mereka yang melapor.

Nam Doo berkomentar, “Mereka mungkin tidak bisa karna semua uang itu tidak sepenuhnya bersih,” dan Detektif Hong memukul meja untuk mendiamkannya.

Detektif Hong bertanya apa bukan kejahatan jika mereka tidak dilaporkan. Dia mengungkit tentang bagaimana Joon Jae yang selalu berpura-pura menjadi dirinya namun Joon Jae mengklarifikasi bahwa dia tidak pernah melakukan pencurian ataupun melukai saat menyamar jadi dirinya.

Sedangkan ulahnya tentang menyamar sebagai pegawai negeri, dia hanya merasa perlu membayar denda. Joon Jae kemudian dengan nada serius meminta Detektif Hong untuk menangkap Dae Young, dan akan membantunya.

Joon Jae berjanji akan melakukan apapun yang diminta oleh Detektif Hong setelah mereka berhasil menangkap Dae Young. Detektif Hong ragu apa dia bisa memegang ucapannya, dan Joon Jae meyakinkannya bahwa dia bahkan membiarkannya mengetahui dimana dia tinggal.

Joon Jae berkata sekarang dia telah banyak kehilangan dan tidak bisa melarikan diri lagi seperti yang dia inginkan. Dia memohon agar detektif Hong melepaskannya untuk hari ini dan mempercayai ucapannya.

Sim Chung berbaring dan kembali membayangkan ketika tadi Joon Jae memeluknya dan bagaimana ucapannya yang mengajaknya untuk pindah bersama-sama dari rumah ini.

Dia senyum-senyum sendiri di atas tempat tidur dan bertanya dalam pikirannya, “Apa maksudnya pindah dari ‘deposit rumah pertahun’ bersama-sama? Apa itu artinya ayo kita menikah. Tidak bukan itu. Itu tidak tampak seperti dia mengatakan ayo kita menikah. Dia memberitahuku bahwa saya harus memindahkan semua barang-barang. Apa dia mungkin membutuhkanku agar saya bisa memindahkan semua  perabotan?”

Joon Jae tidur di kamar loteng Sim Chung dan tertawa kecil: “Apa kau pikir itu maksudnya? Betapa bodohnya?”

“Apa maksudnya dia akan menikahi orang lain dan mengharapkanku untuk memindahkan perabotannya?” ucap Sim Chung dalam pikirannya. “Bukan maksudku seperti itu. Bukan itu,” gumam Joon Jae.

Sim Chung kembali bertanya-tanya dalam pikirannya, “Mengapa dia menyentuh rambutku? Dia jelas menyentuhnya dengan lembut. Heo Joon Jae sepertinya tidak berencana untuk menyukaiku tapi apa dia sudah menyukaiku? Apa dia sudah jatuh cinta begitu dalam? Apakah ini  awal dari cinta romantis? Oh tidak! Ya Tuhan! Apa yang kulakukan! Tidak .. bagi dia yang menyukaiku, dia mengomel terlalu banyak. Apa memang seperti itu? Mengapa dia menyentuh rambutku? Dia menyentuhnya karna dia menyukainya. Piyamanya juga hijau. Ya Tuhan dia bahkan mengubah seluruh tubuhnya menjadi hijau untukku? Lampu hijau untuku telah datang! Apa seperti itu?”

Imbas dari kemampuannya, Joon Jae kesulitan untuk bisa tertidur karna  Sim Chung yang terlalu antusias bertanya-tanya dalam pikirannya tentang hubungan mereka. Dia membuka pintu kamar lotengnya dan dengan nada suara yang agak tinggi menyuruh Sim Chung tidur. Tapi kemudian dia memelankan suaranya dan dengan lembut meminta Sim Chung untuk secepatnya tidur dan jangan berpikir terlalu mendalam agar dia bisa bangun lebih awal di pagi hari untuk menonton acara favoritnya.

Sim Sung mengucapkan selamat malam, dan Joon Jae lega akan bisa tertidur. Namun baru juga sedetik berbaring di ranjangnya, dia sulit tidur karna Sim Chung kembali  berkata dalam pikirannya.

Sim Chung: “Nada suaranya agak marah. Mengapa dia marah? Bukan  itu. Dia berkata ‘selamat malam’ dan tersenyum padaku. Apa arti dari senyumannya? Dia mengkhawatirkanku. Apa dia menyukaiku? Bukan itu. Dia menyuruhku memindahkan semua barang-barang. Apa itu artinya ayo kita menikah? Itu adalah suara yang sedikit kesal. Itu begitu aneh.”

Jin Joo kembali menelpon ayah Goo Baek tapi telponnya kembali diabaikan, dan sebagai gantinya dia kemudian menelpon Seo Hee, istri Chairman Heo, dan mengajaknya untuk bertemu. Seo Hee setuju untuk bertemu, tapi sebelum bersiap-siap dia kembali mengganti obat resep dokter suaminya dengan obat yang  lain, dan tanpa ia sadari Chi Hyun melihatnya.

Setelah ibunya pergi, Chi Hyun diam-diam mengambil obat itu.

Saat sedang sarapan pagi, Joon Jae menguap di meja makan sehingga Nam Doo bertanya, “Apa kalian berdua tidak tidur dengan baik. Wajah kalian tampak pucat.” Joon Jae menjawab karna ada banyak hal yang dipikirkan oleh Sim Chung, dan dia secepatnya meralat bahwa karna Sim Chung terlalu banyak gerak.

Sim Chung bertanya apa dia banyak gerak, dan Joon Jae berkata banyak. Sim Chung menatap Joon Jae dan berkata dalam pikirannya, “Apa dia marah padaku? Mengapa? Apa dia mulai tidak menyukaiku hanya dalam satu malam? Apa yang kulakukan? Dia menyuruhku pindah dari ‘rumah sewaan tahunan’ Mengapa dia marah?”

Karna tak tahan dengan anggapan Sim Chung, Joon Jae tidak sadar memukul meja dan berkata, “Bukan itu” sampai semua mata mengarah padanya.

Joon Jae kemudian mengajak Nam Doo dan Tae Oh keluar untuk membeli pohon natal. Sim Chung dengan antusias berkata dia juga ingin pergi, tapi Joon Jae berkata tidak, tinggal di rumah. Seketika itu Sim Chung bertanya-tanya dalam pikirannya apa Joon Jae menginginkannya tinggal di rumah sendirian untuk menyiksanya — padahal sebenarnya Joon Jae menginginkan agar Sim Chung bisa kembali berenang di dalam kolam disaat mereka semua pergi.

Joon Jae berkata bukan itu, dan menjelaskan bahwa karna Sim Chung tinggal bersama tiga pria, pasti ada sesuatu yang tidak bisa dia lakukan. Nam Doo setuju, dan Joon Jae menyuruh Sim Chung melakukan apapun yang ia inginkan.

Joon Jae berkata anggap saja kau sebagai pemilik rumahnya, tapi Sim Chung kembali menyalah artikan maksud baik Joon Jae dan berkata dalam pikirannya — apa Joon Jae sengaja menyuruhnya untuk membersikan rumah.

Joon Jae prustasi dengan isi pikirannyaa dan berkata — bukan membersihkan, bukan melakukan tugas seperti itu. Dia memegang pipi Sim Chung dan menegaskan, “Hal yang paling kau sukai.”

“Lakukan hal seperti itu!” ucap Joon Jae dengan gemas sambil mencubit pipinya. Tae Oh protes,  dan Nam Doo bertanya mengapa dia mencubit pipinya seperti itu. Jooon Jae menjawab dengan gugup, “Anehnya, saya mau,” dan kemudian pergi meninggalkan meja makan.

Sim Chung memegang pipinya, dan berkata dalam pikirannya, “Mengapa pipiku terasa panas? Apa panas karna saya mencubitnya? Tidak? Terasa panas tanpa dicubit. Apa yang terjadi denganku?”

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*