Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 13 Drama Korea Bagian Pertama

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 13 Drama Korea Bagian Pertama

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 13 Drama Korea Bagian Kedua

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Joon Jae risau melihat Shim Chung yang ingin terus memikirkan perasaan cintanya. Joon Jae meminta Shim Chung untuk jangan memikirkan atau melakukan apapun. Joon Jae pun langsung mencium bibir Shim Chung. Keduanya pun menikmati ciuman itu bersama. Shim Chung tidur di kamarnya, namun sayang dia tak bisa tidur setelah berciuman dengan Joon Jae tadi.

Akhirnya, Shim Chung hendak membangunkan Joon Jae, namun Joon Jae sedang bermimpi. Di alam mimpinya, Joon Jae melihat kumpulan lampu lentera yang melayang ke angkasa. Joon Jae melihat kumpulan anak buah tuan Yang yang sedang mencari Se Hwa di tengah malam di luat lepas. Tuan Yang sengaja menyuruh anak buahnya menggunakan lampu lentera itu untuk memancing Shim Chung naik ke permukaan air laut. Joon Jae,”Tidak.. Se Hwa”, sambil bangun dari tidurnya dan melihat Shim Chung yang menanyakan keadaannya.

Joon Jae melihat wajah Shim Chung sangat  mirip dengan wajah Se Hwa. Shim Chung,”Joon Jae. Kamu tidak dalam mimpi lagi”. Joon Jae bangun dari pembaringannya dan memeluk erat sembari melepaskan ketakutannya dalam pelukan bersama Shim Chung. Joon Jae mengakui dia sedang memiliki mimpi buruk. Joon Jae,”Saya sebenarnya tidak memiliki ketakutan bila tak kehilangan sesuatu. Namun ini menakutkan. Sekarang saya mungkin kehilangan sesuatu”. Shim Chung,”Siapa..?. Se Hwa”.

Shim Chung cemburu mengaku sering mendengar Joon Jae mengatakan “Tidak.. Se Hwa..”. Shim Chung lalu ingin tahu siapa Se Hwa itu. Shim Chung ingin tahu apakah Se Hwa adalah mangsa ikan lain yang ingin dirayu oleh Joon Jae. Se Hwa,”Apa dia seorang wanita?”, Joon Jae,”Yah.. dia seorang wanita”. Shim Chung menjadi cemburu dan ingin tahu apakah Se Hwa seorang wanita yang cantik. Namun Joon Jae tersenyum tak ingin memberitahukan sosok Se Hwa ini kepada Shim Chung.

Shim Chung menegaskan Joon Jae sudah berjanji akan berkata jujur padanya. Joon Jae pun mengakui Se Hwa seorang wanita yang sangat cantik. Shim Chung ingin tahu bagaimana dengan dirinya. Joon Jae pun memuji Shim Chung seorang wanita yang juga cantik. Shim Chung tak senang karena Joon Jae mengatakan mereka berdua sama2 cantik. Shim Chung,”Cepat dan jawab aku. Saya bicara dengan gaya Gungsuh. Gaya Gungsuh maksudnya saya lagi serius. Kamu tak tahu itu Joon Jae. Itu ada di internet”.

Shim Chung meminta Joon Jae untuk cepat menjawab pertanyaannya karena dia lagi berbicara dengan kata2 ala Gungsuh. Joon Jae pun menjelaskan Se Hwa adalah Shim Chung sendiri. Di dalam hatinya, Shim Chung masih ragu dengan kata2 Joon Jae itu. Shim Chung malah ingin tahu perasaan Joon Jae terhadap Se Hwa apakah sungguhan atau tidak. Shim Chung,”Apa dia menipuku. Apa saya lebih cantik dari Se Hwa?. Apa dia masih hidup”.

Joon Jae mendengarkan suara hati Shim Chung itu, maka Joon Jae menegaskan apa yang dia katakan tentang Se Hwa adalah Shim Chung sendiri. Shim Chung menanggapi dengan mengatakan sepatah kata2 gaul di internet yang berarti Shim Chung menyukai apa yang dikatakan oleh Joon Jae tadi. Saat Shim Chung hendak pergi. Joon Jae memegang tangan Shim Chung. Joon Jae lalu meminta agar Shim Chung jangan pergi. Awalnya Shim Chung mengira Joon Jae lagi mabuk, namun Joon Jae menepisnya. Joon Jae menyuruh Shim Chung untuk tidur disampingnya sambil memeluknya.  Shim Chung pun terasa kikuk ketika Joon Jae memeluknya.

Shim Chung pun kini tak mau pergi dari Joon Jae. Shim Chung menikmati masa2 tidur dalam pelukan Joon Jae. Shim Chung bertanya,”Joon Jae. Sebelumnya itu..”. Joon Jae pun langsung mengecup mesra bibir Shim Chung, dan Shim Chung terkaget. Joon Jae,”Ini?”, Shim Chung,”Ini.. saya tidak bisa melupakan ini?. Sepakat. Saya tidak akan melupakannya kali ini”. Joon Jae lalu menyuruh Shim Chung tidur sambil memeluk mesra nan erat Shim Chung karena dia tak ingin lagi memiliki mimpi buruk.

Namun sebaliknya, Shim Chung malah berharap Joon Jae bisa memiliki mimpi buruk setiap harinya. Shim Chung sangat suka bila Joon Jae memiliki mimpi buruk. Shim Chung pun kikuk namun dibaluti rasa bahagia karena bisa merasakan kehangatan tubuh Joon Jae yang memeluknya hangat. Setelah Joon Jae tertidur nyenyak. Shim Chung keluar dari kamarnya sambil merasakan bahagia karena Joon Jae ternyata menyukainya. Perasaan bahagia Shim Chung  itu malah membuat lampu2 di kota menyala. Shim Chung,”Heo Joon Jae suka sama aku2x..”, bahkan lampu Namsan tower pun menyala. Shim Chung tak menyangka detak jantungnya berdetak sangat kencang. Shim Chung,”Kekuatanku. Aku tak bisa mengendalikannya”.

Yoo Ran sedang meminum soju di rumahnya. Tak lama, Jin Joo datang dan meminta dibuatkan secangkir air madu.  Ketika melihat soju, Jin Joo malah serasa ingin muntah. Yoo Ran lalu menyajikan air madu kepada Jin Joo. Jin Joo,”Ahjumma. Kenapa kamu minum? Apa ada yang terjadi?”. Namun Yoo Ran malah menatapi Jin Joo sambil mengucapkan terima kasih padanya karena sudah bertanya hal itu.

Yoo Ran pun memberitahukan hari ini dia sudah bertemu dengan mantan suaminya secara tidak sengaja. Yoo Ran,”Mata kita saling bertemu namun dia seakan tidak melihatku”. Yoo Ran merasa ada yang aneh dengan penglihatan suaminya. Yoo Ran tahu ada banyak hal yang tak bisa disembuhkan terkait masa lalunya dulu, dan waktu sudah berlalu, namun Yoo Ran masih merasakan sakit.

Mendengar ungkapan Yoo Ran, Jin Joo yang muak dengan minuman malah mengambil gelas wine. Jin Joo menuangkan wine, dan mengajak Yoo Ran meminum wine bersamanya. Jin Joo juga mengaku sedang kecewa hari ini. Jin Joo,”Wanita yang selalu saya sajikan makanan.. Tidak..Setelah minum saya bertingkah di depan wanita itu. Karena saya melakukannya, kamu tak bisa bayangkan bagaimana tanpa kasihannya dia melemparkanku”.

Jin Joo mengaku sudah berlutut namun tak dianggap oleh temannya. Jin Joo merasa dia hanya mengatakan yang sebenarnya bahwa teman wanitanya itu mencuri suami dari teman kelasnya demi mengamankan posisinya. Jin Joo menjelaskan teman wanitanya itu bahkan tak membiarkan mantan istri pertama suaminya menerima tunjangan uang setelah bercerai, seakan sudah membuang istrinya. Mendengar hal itu, Yoo Ran terkejut seakan melihat dirinya.

Jin Joo menceritakan istri pertama suami temannya bahkan hilang tanpa ada berita apapun. Jin Joo,”Anda tidak tahu orang ini dengan baik. Orang ini namanya Heo Gil Joong. Dia konglomerat real estate”. Jin Joo mengaku kesal karena keluarga Gil Joong tak membiarkannya terlibat dalam bisnis mereka padahal sudah banyak memberikan sesuatu kepada istrinya. Yoo Ran,”Rumah tangga itu adalah orang yang mengambil makananku juga”. Jin Joo yang kesal berjanji akan menyebarkan gossip keluarga Gil Joong ke seluruh wilayah Gangnam karena istrinya mengabaikannya. Yoo Ran tak menyangka dunia terlalu kecil sehingga dia bisa bertemu dengan Gil Joong.

Seo Hee lalu bertemu dengan pengacara Kim dan menyuruhnya untuk membuat surat kuasa agar semua kekayaan Gil Joong diwarisi kepadanya serta Chi Hyun. Namun Pengacara Kim meminta agar harta Gil Jong juga diwariskan atas nama Joon Jae meskipun dalam jumlah sedikit.  Seo Hee,”Tentang perwakilan Lee serta Direktur Eksekutif Lee? Mereka akan menjadi saksi kan? Segalanya sudah disetujui kan?”. Pengacara Kim,”Yah semuanya beres. Namun apakah ini akan baik2 saja?”.

Seo Hee menawarkan jumlah uang yang besar jika pengacara Kim melakukan semua yang diperintahkannya, sehingga pengacara Kim bisa membuat firma hukum. Pengacara Kim lalu bertemu dengan Gil Joong disaksikan oleh perwakilan Lee. Pengacara Kim berbohong menjelaskan surat kuasa yang dibuatnya sudah  memuat warisan sepenuhnya yang jatuh ke tangan Joon Jae, sambil meminta persetujuan dari Gil Joong. Penglihatan Gil Joong sendiri sudah terganggu sehingga tak bisa melihat dengan jelas surat wasiat itu. Karena terlalu percaya dengan pangacara Kim, Gil Joong malah membubuhkan stempelnya.

Nam Doo melihat Shim Chung yang sedang membersihkan rumah. Shim Chung mengaku sulit tidur sehingga dia memperbaiki rumah Joon Jae. Shim Chung lalu berjalan dengan bahagia, dan Nam Doo kagum dengan kekuatan Shim Chung. Di dalam hati Shim Chung, dia terus berteriak kegirangan karena Joon Jae menyukainya. Mendengar suara hati Shim Chung, Joon Jae tertawa di kamar mandi. Joon Jae terus mendengar suara Shim Chung yang mengatakan,”Joon Jae suka sama aku”. Joon Jae,”Sungguh bebas hanya saya yang mendengarnya”.

Joon Jae bertemu dengan Shim Chung, dan Shim Chung ingin tahu kapan sewa kontrak rumah Joon Jae berakhir. Shim Chung merasa kesehatannya lagi prima sehingga dia ingin memindahkan semua barang2 rumah Joon Jae sendiri. Joon Jae lalu menawarkan sarapan pagi buat Nam Doo serta Shim Chung. Shim Chung yang sangat semangat menawarkan dirinya untuk membeli bahan buat sarapan pagi. Di jalanan, Shim Chung terlihat begitu bahagia, dan berjalan penuh semangat.

Sesaat, Shim Chung membatu seorang nenek untuk membawa barangnya. Shim Chung juga membantu seorang ibu hamil untuk membuang sampahnya. Kekuatan Shim Chung sangat prima sehingga membuang sampah dengan begitu mudahnya. Pemadam kebakaran pun kesulitan masuk ke gang karena ada sebuah mobil. Namun Shim Chung yang begitu bersemangat menggunakan kekuatannya untuk memindahkan mobil tersebut. Nam Doo,”Apa dia pergi dan membuat pasta mie? Kenapa dia sungguh lama?. Telepon dia, Tae Oh”.

Ketika Tae Oh hendak menelpon Shim Chung, Joon Jae mendengar suara hati Shim Chung, Joon Jae menyahut,”Dia hampir disini”. Tak lama Shim Chung muncul, Nam Doo,”Apa kalian berkominukasi lewat telepati sekarang?”.  Keempatnya pun makan pasta bersama, dan Nam Doo membicarakan kerjaan baru yang akan mereka jalani. Nam Doo meminta semuanya melihat kasus Jin Joo yang membuat mereka gagal.

Shim Chung menatap sinis kepada Nam Doo, Nam Doo,”Tidak kali ini bukan sesuatu yang jahat. Dia orang yang buruk. Dia menimbun keuntungan dari pemalsuan suara”. Shim Chung memandangi Joon Jae, Joon Jae,”Saya bilang saya tidak melakukannya”. Melihat sikap Joon Jae yang tak mau berbuat jahat lagi. Suara hati Shim Chung berkata,”Seperti yang diharapkan, Heo Joon Jae sungguh menyukaiku”. Nam Doo memandangi Joon Jae dan Shim Chung yang saling tersenyum satu sama lain.

Joon Jae dan Nam Doo berbicara bersama, Joon Jae,”Tae Oh menemukan taxi Ma Dae Young sehingga kita akan bertemu dengan detektif Hong”. Nam Doo,”Pekerjaan bagus. Seorang penipu mengungkapkan alamat tempat tinggalnya ke detektif. Apa kamu membuat janji bertemu? Apa kalian teman baik?. Nanti kamu mungkin akan mengaku sebagai simbol dari pertemanan”. Nam Doo lalu mempersoalkan sikap Joon Jae yang sudah sangat mencintai Shim Chung. Nam Doo menjelaskan Joon Jae dan Shim Chung hanya bertemu dalam waktu 3 bulan, sedangkan Nam Doo dan Joon Jae sudah berteman selama 10 tahun. Nam Doo,”3 bulan bersama Shim Chung penting namun 10 tahun bersamaku seperti omong kosong”.

Joon Jae menjelaskan dia sudah berjanji kepada Shim Chung dan ingin menepatinya. Tapi Nam Doo juga menegaskan Joon Jae sudah berjanji bekerja sama dengannya hingha Joon Jae berhasil menemukan ibunya. Nam Doo,”Hanya dengan janji itu. Saya berlari pada seorang remaja yang memiliki darah di kepalanya. Memberi dia makan, memberikannya pakaian, memberikannya rumah, dan menyekolahkannya”.

Joon Jae malah merasa Nam Doo sudah membuatnya kesal karena tinggal di rumahnya. Nam Doo tak menyangka Joon Jae menyebut hal itu, Nam Doo,”Kapan ketika saya memberitahumu bahwa pemanas di ruanganku rusak. Kamu bahkan tidak memperbaikinya. Sekarang saya lelah atas sikap pengabaianmu padaku”.

Joon Jae malas mendengar apa yang dikatakan Nam Doo. Nam Doo lalu menyuruh Joon  Jae duduk sambil menjelaskan istilah pepatah Korea, Nam Doo,“Kamu tidak bisa melupakan temanmu yang bersamamu ketika kamu miskin dan hina. Kamu tidak bisa melempar istri pertamamu(yang sudah melalui masa sulit bersamamu)”. Joon Joo,”Hyung apa kamu istri pertamaku?”.

Nam Doo menampik bahwa dia adalah istri Joon Jae, namun dia adalah orang yang selalu bersama Joon Jae. Nam Doo,”Jika saya Shim Chung dan saya jatuh ke air, siapa yang kamu dulu selamatkan?”. Joon Jae,”Hyung. Jika saya pergi saya pikir Chung yang akan menyelamatkanmu”. Nam Doo jengkel kepada Joon Jae sambil mengungkit2 Tae Oh. Tak lama, Joon Jae menerima telepon dari detektif Hong, dan Joon Jae pergi meninggalkan Nam Doo, dan Nam Doo kesal. 

Joon Jae berada di lokasi TKP bersama detektif Hong dan anak buahnya. Mobil itu dicurigai adalah mobil yang dikendarai Dae Young . Detektif Hong dan Joon Jae saling bersikukuh. Detektif Hong menegaskan dia melakukan penyelidikan terbaik melalui analisa forensik. Joon Jae menanggapi,”Lakukanlah. Buat Sekarang. Dari apa yang Anda katakan. Apapun itu Dae Young mengendarai ini, kita masih tak tahu itu”. Penyidik,”Kita sudah melihat video black boxnya, sungguh gelap dan dia mengenakan topi sehingga kita tak tahu siapa dia”. Joon Jae menyarankan penyidik untuk memerika DNA atau sidik jari dari tempat TKP. Tak lama seorang penyidik mengaku sulit menemukan sidik jari pelaku, karena sepertinya pengendara sudah menghapus sidik jarinya sebelum pergi.  Penyidik  melaporkan benda yang hanya ditemukan di mobil hanya sebuah boneka. Joon Jae lalu menyuruh penyidik untuk memeriksa tempat sampah sekitar. Joon Jae curiga pelaku membuang bajunya untuk melakukan penyamaran.   Detektif Hong tak senang dengan sikap Joon Jae yang memerintah para anak buahnya.

Joon Jae lalu curiga rumah sakit, Joon Jae,”Semenjak dia melarikan diri dari rumah sakit terburu2 jadi dia tak memiliki waktu. Ada kontainer besar yang diisi dengan air di dalam ruang operasi. Jika Dae Young memindahkan kontainer air itu, pasti masih ada sidik jari yang ditinggalkan”, melihat ada banyak air yang tergenang, Joon Jae curiga pelaku sudah mengisi banyak air di hari Shim Chung diserang. Detektif Hong sendiri ingin tahu mengapa Dae Young mencari air.  Di alam bawah sadarnya, Joon Jae lalu melihat tuan Yang yang mencari Se Hwa dan Dae Young yang sedang menuangkan pipa air.

Yoo Ran menemui Jin Joo dan ingin berhenti dari pekerjaannya. Jin Joo mengaku sulit menemukan orang seperti Yoo Ran seorang pembatu yang bekerja keras. Yoo Ran bersikeras ingin berhenti. Tak lama, Shi Ah muncul dan merasa Yoo Ran ingin berhenti kerja karena protes masalah gajinya.

Jin Joo menegur Shi Ah, lalu dia meminta Yoo Ran untuk terus bekerja di tempatnya hingga dia berhasil menemukan orang lain, Yoo Ran,”Yah saya akan kerja hingga Anda mendapatkan orang yang lain. Saya sungguh minta maaf”. Shi Ah lalu mengajak Yoo Ran untuk pergi ke tempat lain bila dia sudah selesai kerja. Yoo Ran lalu mencari alamat yang diberikan oleh Shi Ah di jalan, namun seorang pencopet mengambil tas Yoo Ran.

Yoo Ran terjatuh, dan Shim Chung mengejar pencopet itu. Tak lama, Shim Chung muncul dan berhasil meringkus pencopet itu. Shim Chung mengembalikan tas Yoo Ran, dan Yoo Ran mengucapkan rasa terima kasihnya, dan pergi. Shim Chung sudah mengikat pencopet itu di tiang listrik. Shi Ah lalu menemui Yoo Ran. Shi Ah,”Ahjummoni. Ssya menunggu 10 menit. Kenapa Anda sunguh terlambat”. Yoo Ran,”Rumah siapa ini?”, Shi Ah,”Rumah pacarku. Karena masakanmu cocok dengan rasanya, saya menyuruhmu mengurusnya”.

Yoo Ran masuk kedalam rumah Joon Jae, dan bertemu dengan Shim Chung. Yoo Ran kaget melihat Shim Chung. Yoo Ran memberitahukan ke Shi Ah bahwa Shim Chung sudah berhasil membantunya mengambil tasnya dari tangan pencopet. Shim Chung lalu menghentakkan kaki Shi Ah dengan barang belanjaan Yoo Ran sambil berbangga diri karena meringkus pencopet, lalu keduanya masak bersama. Shi Ah sendiri masuk kedalam kamar Joon Jae dan tak menyangka kamarnya sungguh bersih. Shi Ah lalu menaruh berkas sejarah Dam Ryung di meja  Joon Jae, dan Shi Ah merasa Joon Jae dan Dam Ryung sungguh sama persis. Shi Ah lalu melihat foto ibu Joon Jae yang ada di kamarnya.

Shi Ah lalu teringat foto itu mirip dengan foto yang pernah dilihatnya. Shi Ah,”Tidak.. Tidak. Dia mungkin orang yang mirip. Wajah hanya seperti ini dan itu”. Detektif Hong lalu membahas tentang gangguan psikis yang dialami Dae Young. Detektif Hong menjelaskan jika Dae Young tidak menjalani pengobatan, maka dia takkan bisa mengendalikan sikap bengisnya.   Joon Jae,”Dia pastinya membutuhkan obat untuk bisa menyetir sekarang. Jika tidak bagaimana dia bisa hidup?. Mungkin diatara semua dokter yang merawat Dae Young ada kemungkinan diantara mereka adalah asistennya”. Penyidik menanggapi,”Sepertinya. Dokter gila mana yang akan memberikan perawatan kepada seorang buronan?”.

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

One comment

  1. paling suka baca sinopsis drama disini,selalu yg pertama.kereeeen..makasih min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*