Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 14 Drama Korea Bagian Kedua

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 14 Drama Korea Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 14 Drama Korea Bagian Pertama

Semua Dok Gambar SBS TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Yoo Ran pun mencari Joon Jae. Seo Hee merasa heran mengapa Yoo Ran menanyakan Joo Jae padahal dia adalah anak kandung Yoo Ran sendiri. Seo Hee,”Kenapa kamu menanyakan tentang dia padaku?”. Seo Hee menegaskan dia tidak pernah melempar Joon Jae dari rumahnya, namun Joon Jae sendiri yang memilihnya, Seo Hee,”Juga suamiku tidak mencoba mencarinya. Jadi kenapa mesti seperti itu”.

Seo Hee tak menyangka Yoo Ran dan anaknya tidak dekat. Yoo Ran menyinggung tentang janji Seo Hee yang ingin membesarkan Joon Jae. Namun Seo Hee beralasan tidak menjaga Joon jae karena dia sendiri memutuskan pergi dari rumah. Yoo Ran tak menyangka Seo Hee begitu jahat dengan mengambil suaminya, anaknya, serta posisinya ke tangannya. Seo Hee hanya tertawa dan meminta Yoo Ran jangan bertingkah seperti orang baik.

Seo Hee,”Kamu yang menyerah. Jika itu saya, saya tidak akan menyerah. Saya tidak akan lari, meninggalkan anakku”. Seo Hee tak menyangka Yoo Ran betul2 tidak menemui anaknya saat dia menyuruh Yoo Ran melakukan hal itu, sambil menyindir Yoo Ran seorang yang bodoh. Yoo Ran tentunya kaget mendengar hal itu. Seo Hee lalu menyuruh Yoo Ran pergi dari rumahnya karena dia sudah lelah.

Yoo Ran yang geram lalu memanggil nama asli Seo Hee yakni Kang Ji Yeon. Seo Hee kaget mendengarnya, dan dia menegaskan bahwa namanya adalah Kang Seo Hee. Namun Yoo Ran menegaskan nama Seo Hee adalah Kang Ji Yeon. Yoo Ran pun berjanji akan  segera menemukan anaknya, dan membawanya kembali ke tempat dimana Joon Jae harus berada. Yoo Ran juga berjanji akan mengambil kembali posisi Seo Hee sekarang. Seo Hee kaget mendengar hal itu, dan menelpon seseorang.

Yoo Ran menyusuri jalan seperti tanpa pengharapan. Sebuah mobil hampir menyerempet Yoo Ran dari belakang, namun untunglah Shim Chung muncul dan menyelamatkan Yoo Ran. Shim Chung meminta Yoo Ran berhati2 di jalan. Shim Chung,”Perhatikanlah mobil yang lewat. Dia bilang jangan sampai berpikiran kosong”. Yoo,”Siapa yang bilang seperti itu”. Shim Chung,”Orang yang kusukai”.

Shim Chung lalu mengajak Yoo Ran untuk pergi bersamanya. Ketika Shim Chung pergi bersama Yoo Ran, seseorang malah mengamatinya. Saat seseorang itu sedang mengamati Shim Chung juga Yoo Ran, Tae Oh muncul dan memotretnya. Muncullah masa lalu ketika Tae Oh bertemu dengan Joon Jae. Joon Jae tahu Shim Chung tidak bisa tinggal di rumah, karenanya dia menyuruh Tae Oh untuk membuntuti Shim Chung tanpa ketahuan. Joon Jae,”Kamu jangan sampai telingamu menjadi merah!”. Kembali ke masa sekarang, Tae Oh senang bisa mengawasi Shim Chung.

Shim Chung dan Yoo Ran sendiri berada di swalayan dan membeli beberapa bahan makanan. Mereka lalu berada di penjualan ikan. Yoo Ran lalu membahas tempat tinggal Shim Chung, yang sepertinya dekat dengan laut. Yoo Ran yakin Shim Chung merindukan tempat tinggalnya. Namun Shim Chung mengaku menikmati tempat tinggalnya sekarang, karena ada banyak makanan tersaji.

Yoo Ran tadi merasa sungguh depresi, namun kini dia merasa lebih baik setelah bertemu Shim Chung. Tae Oh terus saja mengawasi Shim Chung dari kejauhan dengan memotretnya. Di kantor polisi, Joon Jae mendapat kiriman foto dari Tae Oh. Perhatian Joon Jae tertuju pada seorang ahjumma yakni Yoo Ran, namun gambar Yoo Ran tak jelas karena hanya foto dari samping wajahnya. Joon Jae seakan mengenal ahjumma itu.

Tak lama detektif Hong memberikan kepada Joon Jae laporan perawatan ganguan psikis milik Dae Young. Detektif Hong ingin tahu apakah Joon Jae  pernah mendengar nama seorang wanita yakni Kang Ji Yeon.  Joon Jae menanggapi,”Kang Ji Yeon. Tidak. Kenapa?”. Detektif Hong menjelaskan bahwa Kang Ji Yeon adalah satu2nya wanita yang pernah bersama Dae Young, namun dia sulit menemukannya. Detektif Hong,”KTP-nya dihapus karena masalah kependudukan yang tak jelas”.

Detektif Hong curiga Dae Young dan Kang Ji Yeon memiliki seorang anak. Joon Jae yakin Dae Young takkan mungkin bisa kabur meskipun mendapat bantuan dari seorang anak ataupun wanita. Joon Jae lalu meminta berkas tersebut, Joon Jae,”Nam Do Hyang menemukan orang yang lebih baik dari seorang polisi yang khas”. Detektif Hong marah ketika Joon Jae meledek tim penyidiknya, Hong,”Gimana saya bisa terjebak dengan penipu ini?”.

Muncullah masa silam ketika seorang kepala pengawal yang membawa Dam Ryung ke pengasingan, namun dia malah membantunya. Dia adalah reinkarnasi dari detektif Hong. Joon Jae tak menyangka detektif Hong adalah penyidik yang sangat baik. Hong,”Apa saya telihat seperti temanmu?”. Perhatian Joon Jae tertuju pada psikiater Jin Kyung Won. Detektif Hong menjelaskan orang ini adalah psikiater yang sering merawat Dae Young beberapa bulan sekali semenjak tahun 2009. Joon Jae dan Hong bertemu dengan dokter tersebut.

Psikiater Kyung Won pun mengakui pernah merawat Dae Young. Kyung Won menjelaskan Dae Young mengalami gangguan  mengendalikan kemarahannya serta mengalami depresi berat. Hong,”Apa dia datang akhir2 ini?”, Kyung Won,”Dia tidak datang akhir2 ini”. Ketika Kyung Won berbohong seperti itu, Joon Jae melihat jari2 Kyung Won yang digerakkan, dan Joon Jae curiga dia berbohong.

Yoo Ran lalu memperlihatkan tempat kerjanya kepada Shim Chung yang adalah rumah Shi Ah. Shim Chung mengingat rumah itu adalah rumah Shi Ah, dan mengenang ketika Nam Doo dan Joon Jae saling marahan karena sudah menipu Jin Joo. Tae Oh mengawasi Shim Chung dan memotretnya. Ketika hendak mengejar Shim Chung, Shi Ah malah melihat Tae Oh, Tae Oh,”Noona, ini bukan seperti yang kamu kira”.

Chi Ah merasa Tae Oh mengalami ganguan yang begitu serius karena memotret pintu depan rumahnya. Chi Ah,”Kepalaku hampir meledak, hanya karena masalahku. Fakta krusialnya tidak ada tempat bagimu di hatiku”. Tae Oh pun pergi mengejar Shim Chung, dan Shi Ah merasa dia sudah terlalu kasar kepada Tae Oh, Shi Ah,”Cinta seperti sering cekcok”.

Chi Hyun lalu bertemu dengan Shim Chung. Selesai mewawancarai Kyung Won, Hong dan Joon Jae keluar dari ruangan, Joon Jae meminta  detektif Hong turun duluan karena dia ingin bertanya sesuatu kepada Kyung Won. Hong menyuruh Joon Jae cepat ke mobilnya karena cuaca lagi dingin. Kyung Won lalu berbicara dengan Joon Jae, dan mengakui bahwa Dae Young pernah mendantangi kliniknya. Kyung Won,”Jika dia tidak meminum obatnya, dia tidak akan bisa mengendalikan rasa bengisnya”. Joon Jae menjelaskan Dae Young adalah orang yang membunuh Se Hwa serta Dam Ryung, dan bahkan mengejar reinkarnasi mereka.

Kyung Won,”Dia juga melihat akhir dari dirinya kemarin. Dan mengatakan ini”. Muncullah masa silam ketika Dae Young dihipnoterapi dan berteriak histeris menolak sudah membunuh Dam Ryung. Joon Jae  bertanya,”Dia tidak membunuh? Jadi siapa?”. Kyung Woon menjawab,”Dia juga tidak memberitahuku jadi saya tidak tahu. Saya memberitahumu. Kamu tak bisa mengubah nasib semudah itu”.

Kyung Won menyuruh Joon Jae mengembalikan segera Shim Chung ke tempat asalnya. Kyung Won juga memberitahukan bahwa dia sudah menyiapkan obat buat Dae Young, sehingga dia yakin Dae Young pasti akan datang kembali ke kliniknya. Joon Jae meminta Kyung Won untuk menghubunginya, jika Dae Young datang kembali. Tak lama, Tae Oh mengirim sms bahwa dia tidak bisa membuntuti Shim Chung.

Akhirnya, Joon Jae dan petugas Hong bergegas mencari Shim Chung. Joon Jae,”Apa yang terjadi jika dia pergi sendiri dan bertemu Dae Young?. Kamu harus bertanggung jawab, petugas Hong”. Detektif Hong,”Kenapa saya harus tanggung jawab”. Joon Jae menelpon Shim Chung, namun tak diangkatnya. Chi Hyung yang malah mematikan hp Shim Chung. Chi Hyun dan Shim Chung pun makan di restoran bersama, dan Chi Hyun menyajikan makanan yang banyak buat Shim Chung.

Shim Chung lalu menjelaskan selera makannya yang selalu berbeda dengan Joon Jae sehingga dia selalu bertengkar dengannya. Shim Chung lalu memberitahukan bagaimana dia tinggal bersama Joon Jae selama tiga bulan bersama teman2nya. Lalu Chi Hyun pun memesan kembali menu gorengan yang banyak buat Shim Chung, dan Shim Chung merasa senang.

Dae Young meminum soju di kamarnya, dan teringat era Joseon ketika dia  melemparkan tombaknya ke arah Shim Chung, namun tombak itu tidak mengenai  Shim Chung dan membunuh Joon Jae. Seseorang malah sudah melemparkan tombaknya lebih dulu dan mengenai tubuh Joon Jae, tapi wajah orang itu samar2 di mimpi Dae Young.

Joon Jae datang ke rumahnya, dan melihat Chi Hyun bersama Shim Chung. Chi Hyun kaget melihat Joon Jae, Joon Jae marah mengapa Chi Hyun jalan bersama Shim Chung, dan barang belanjaan Shim Chung tadi dibawa oleh Chi Hyun. Joon Jae lalu membawa Shim Chung masuk kedalam rumahnya. Shim Chung,”Joon Jae, apa kamu marah padaku sekarang?”, tapi Joon Jae pergi. Nam Doo,”Kalian bertengkar lagi? Kenapa kalian berkelahi setiap hari?”.

Shim Chung menjelaskan tingkah Joon Jae aneh ketika dia melihatnya bersama saudaranya. Nam Doo yakin jika seorang pria marah ke pacarnya jika bertemu dengan keluarganya, maka artinya pria itu tidak ingin melanjukan hubungannya lagi dengan sang pacar. Nam Doo lalu kaget Shim Chung bertemu dengan saudara Joon Jae, pasalnya Nam Doo tahu Joon Jae tidak dekat dengan keluarganya. Nam Doo tak menyangka Shim Chung bahkan sudah mengenal keluarga Joon Jae, sedangkan Nam Doo belum sama sekali. Ketika Shim Chung hendak tidur, dia merasakan sakit di jantungnya. Shim Chung,”Apa ini karena saya sudah lama tidak di air?”, dan Joon Jae mendengar suara hati Shim Chung itu.

Joon Jae berbincang dengan Tae Oh. Tae Oh,”Kecuali mereka mendapat seseorang hacker yang lebih hebat dariku, mereka tidak akan bisa masuk ke rumah kita”. Joon Jae lalu menyuruh Tae Oh serta Nam Doo untuk keluar dari rumahnya pada hari itu, Joon Jae,”Ini rumahku. Ketika pemilik rumah menyuruh kalian melakukannya, kalian harus melakukannya”. Nam Doo merasa Joon Jae sudah membuat dirinya dan Tae Oh menjadi kasihan karena harus pergi dari rumah Joon Jae di musim dingin. Nam Doo,”Karna kamu tak mau kerja, sulit bagi kita untuk mengatur pertemuan”.

Joon Jae malas mendengarnya, dan menyuruh Nam Doo serta Tae Oh untuk jangan kembali ke rumahnya hingga nanti malam. Lalu Joon Jae membawa Tae Oh keluar rumah dan mereka meninggalkan rumah, dan Nam Doo berganti pakaian di kamarnya. Shim Chung memandangi kolam renang. Shim Chung,”Hingga malam, tidak ada yang akan datang?”. Nam Doo keluar rumah Joon Jae, namun dia merasa tak memiliki tempat untuk pergi di musim dingin seperti sekarang, lalu Nam Doo memandangi rumah Joon Jae.

Di dalam kolam renang, Shim Chung pun berenang di dalam air, dan berubah menjadi seorang putri duyung, dan Nam Doo tiba2 muncul di hadapan Shim Chung. Nam Doo,”Saya sungguh ingin tahu apa yang kamu lakukan. Apa kamu tidak dingin? Kenapa kamu berenang di musim dingin ini?”, Nam Doo naik ke kolam renang namun kakinya terantuk pada kursi, dan melihat tubuh Shim Chung yang sudah menjadi seekor putri duyung. Nam Doo,”Apa.. apa yang kamu kenakan. Apa yang ada di tubuhmu?”. Nam Doo mengira Shim Chung sedang melakukan kerjaan paruh waktu dan mengenakan kostum aquarium. Nam Doo hampir mengira Shim Chung seorang putri duyung, Nam Doo,”Saya minta maaf2x.. Saya sudah nonton drama Amerika terlalu banyak. Ini terlihat sungguh nyata”.

Nam Doo lalu teringat ketika Shim Chung memberitahukan bahwa rumahnya jauh dan banyak benda kuno di sekitar rumahnya. Nam Doo teringat ketika dokter menjelaskan kesehatan Shim Chung yang berbeda dari tubuh manusia, dan ketika Shim Chung mengaku bisa membuat sebuah mutiara. Nam Doo mulai curiga Shim Chung seorang putri duyung. Shim Chung meminta Nam Doo mengambilkan jubah pakainnya. Nam Doo memberikan jubah pakaian itu, dan tiba2 saja tubuh Shim Chung berubah dan memiliki sepasang kaki.

Nam Doo terkaget melihat hal itu. Nam Doo tak menyangka cerita putri duyung sungguh ada, sehingga dia bingung apakah harus melaporkan hal itu ke pihak internasional seperti intelejen FBI. Nam Doo kaget melihat kaki Shim Chung yang berubah dari sebuah ekor menjadi sepasang kaki ketika berada di daratan. Nam Doo,”Jadi mutiaranya. Mutiaranya itu, seperti di dongeng, itu berubah dari airmatamu?”. Shim Chung menjawab,”Itu benar”. Nam Doo lalu merasa mendapatkan jackpot dan menyuruh Shim Chung untuk menangis guna mendapatkan mutiara darinya, namun Shim Chung tak bisa melakukannya.

Karena sudah mengetahui jati dirinya, Shim Chung meminta Nam Doo untuk tidak memberitahukan Joon Jae hal itu. Nam Doo,”Chung! Si putri duyung! Kenapa harus tetap menyimpan rahasia ini?. Ini hal menakjubkkan. Kita akan dapat banyak uang”. Nam Doo mengajak Shim Chung untuk pergi ke Las Vegas dan menampilkan pertunjukan putri duyung dan menjalani tur dunia. Nam Doo mengaku hanya memberikan tawaran kerja kepada Shim Chung, dan berjanji tidak memberitahukan hal ini ke petugas pemerintahan.

Nam Doo hanya ingin membawa Shim Chung pergi ke luar negeri lalu mencari kerja. Shim Chung setuju dengan hal itu, dan menyuruh Nam Doo  berjabat tangan. Nam Doo yang sudah memiliki rasa ketamakan, akhirnya dia malah melupakan semua. Shim Chung,”Jo Nam Doo, apa kamu baik2 saja?”. Nam Doo yang sudah lupa ingatan heran mengapa Shim Chung berada di kolam renang di musim dingin. Nam Doo pun hendak pergi, namun kakinya terantuk pada sebuah kursi.

Shim Chung berkata di dalam hatinya, Shim Chung,”Jika Joon Jae melihat diriku sesungguhnya, apa dia akan bereaksi seperti Jo Nam Doo?. Jika saya tertangkap, apa saya bertanya padanya dulu sebelum menghapus ingatannya?”. Shim Chung pun memanggil Nam Doo. Di alam pikirannya, Shim Chung mengulang pertemuannya kembali dengan Nam Doo.

Alurnya kembali ke masa lalu ketika Nam Doo melihat Shim Chung berada di kolam renang, dan melihat Shim Chung  berubah wujud menjadi putri duyung. Nam Doo yang berubah menjadi tamak merasa akan mendapatkan banyak uang dari diri Shim Chung yang adalah putri duyung. Shim Chung,”Kamu tahu semua kebenaranya, jadi kamu mungkin tidak melihatku sama seperti sebelumnya kan?”. Nam Doo,”Tentu saja tidak. Jujur, sulit melihatmu sama seperti sebelumnya”.

Shim Chung ingin tahu apakah Joon Jae juga menjadi seorang yang tamak seperti Nam Doo bila melihatnya. Nam Doo sendiri yakin Joon Jae bahkan menjadi orang yang lebih buruk darinya, Nam Doo,”Jika dia melihat seperti ini, dia akan lari 100%. Lalu saya mungkin tidak akan pernah ditangkap. Namun ini terlambat karena saya menemukannya”. Keduanya saling tertawa. Shim Chung mendekati Nam Doo dan menjabat tangannya sehingga ingatannya terhapus.

Kembali ke masa sekarang, keempatnya makan malam bersama. Nam Doo merasa aneh di dalam dirinya ketika dia hendak memikirkan sesuatu, namun hal itu tidak kunjung muncul di ingatannya. Di dalam hatinya, Shim Chung ingin tahu apakah Nam Doo masih menginngat ketika dia melihatnya berubah wujud, dan Joon Jae mendengar suara hati Shim Chung itu. Nam Doo merasa seperti melihat nomor lotre di dalam mimpinya, namun tidak bisa mengingatnya.

Di dalam hatinya, Shim Chung ragu apakah dia sudah menghapus ingatan Nam  dengan benar. Tak lama, Nam Doo mengaku tiba2 mengingat Shim Chung berada di kolam renang rumah. Ketika Nam Doo ingin berbicara lebih lanjut, Joon Jae memukul kepala Nam Doo. Nam Doo kesal dan memperlihatkan jari kakinya yang memar karena menabrak sesuatu, namun dia tak mengingat kejadian itu. Joon Jae menyuruh Nam Doo untuk berhati2 bila mabuk. Nam Doo,”Mungkin ada tiga kesialan tahun ini. Apa sudah mulai?”. Shim Chung sendiri kesal dengan sikap acuh Joon Jae padanya.

Keduanya saling bicara. Shim Chung kesal mengapa Joon Jae bersikap acuh padanya bahkan tak menatap matanya serta tersenyum padanya. Joon Jae ingin tahu apa tanggapan Shim Chung bila sesuatu terjadi pada dirinya, Shim Chung menyahut,”Jika sesuatu terjadi padamu, saya tidak bisa hidup. Jadi kenapa?”.

Di dalam hatinya, Shim Chung merasa jantungnya hanya bisa berdetak jika Joon Jae mencintainya. Didalam hatinya Shim Chung berkata,”Jantungku di tanah ini sudah terbatas. Jika kamu meninggalkanku atau pergi dari dunia ini, denyut jantungku akan berhenti berdetak. Jung Hoon meninggal karena hal itu juga. Saat seorang yang dicintai pergi, jantung akan menjadi dingin, beku dan berhenti. Tanpamu saya akan seperti itu. Meskipun saya kembali ke samudera. Saya mungkin akan mati”.

Joon Jae bertanya,”Kamu akan mati?. Katakan itu lagi. Apa yang akan berhenti, jadi beku.. Apa yang akan terjadi?”. Shim Chung bersikukuh dengan Joon Jae, dia ingin tahu semenjak kapan Joon Jae dapat mendengar suara hatinya. Joon Jae tak menanggapi pertanyaan Shim Chung itu, dan ingin tahu mengapa Shim Chung bisa meninggal, dan keduanya saling berpandangan.

Semua Dok Gambar SBS TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*