Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian Kedua Drama Korea

[Baca juga: Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian Kedua Drama Korea]

Nam Doo menambahkan bahwa Kang Ji  Hyun adalah anak yatim piatu yang diadopsi, tapi bulu kuduknya sampai merinding saat menceritakan bahwa keluarga yang mengadopisnya termasuk semua anggota keluarganya tidak ditemukan dimanapun. Keberadaannya tak diketahui, dan Nam Doo menduga Kang Ji Hyun menggunakan identitas yang berbeda.

Dia juga menemukan sebuah fakta yang menarik bahwa Kang Ji Hyun berasal dari Jecheon, dan bersekolah di SMA yang sama dengan ibu Joon Jae.

Setelah CEO Gil Joong keluar dari rumah sakit, mereka telah dijemput oleh sebuah mobil. Seo Hee memperkenalkan dia adalah sekertarisnya yang akan menggantikan Tuan Nam, yang masih dirawat di rumah sakit. Tapi ternyata pria yang menyetir mobil mereka adalah Dae Young.

Sementara itu, kini giliran Jin Joo yang tidak lagi memperlakukan Yoo Ran sebagai pembantu rumah tangganya setelah mengetahui fakta bahwa dia adalah mantan istri CEO Gil Joong. Dia dengan sukarela membawa makanan ke meja dan mempersilahkan Yoo Ran duduk. Yoo Ran minta maaf atas kejadian hari ini, dan berkata akan berhenti dari pekerjaannya  setelah menyiapkan makan malam.

Tapi Jin Joo tiba-tiba memanggilnya, “Unni. Kau akan menjadi kakak karna terlihat dari umurmu atau apapun itu. Saya tidak punya kakak kandung, dan mulai dari sekarang, saya akan menganggapmu sebagai kakak kandungku,”dan sontak ibu Joon Jae terkejut mendengarnya. Dia menambahkan bahwa Yoo Ran memang tak perlu bekerja, dan tetap tinggal di rumahnya dan menganggapnya sebagai rumah adik kandungnya sendiri.

Dia berkata seolah-olah sedang menonton sebuah drama sejarah yang sangat hebat – Yoo Ran adalah Ratu Yin Hyeon, dan istri kedua CEO HEO adalag Hi Jin Bang (selir istana yang terkenal), dan bahwa yang paling penting dalam drama  sejarah itu adalah Ratu Yin Hyeon kembali pada tempatnya yang seharusnya.

Yoo Ran berkata dia tidak punya niat seperti itu, dan Jin Joo mulai berkata ngelantur, “Tidak, tidak. Bahkan jika kau tidak punya niat apapun, kau harus melakukannya, setidaknya untukku.” Jin Joo berkata bahwa apapun itu, dia akan membantunya dan tidak akan membiarkannya pergi.

Jin Joo datang ke kamar Si Ah, dan  menduga dia sudah tahu bahwa pembantu rumah tangga mereka adalah istri dari CEO Heo Gil Joong setelah belakangan ini dia merendahkan diri di hadapannya. Tapi Si Ah malah menganggap itu sebagai informasi baru baginya.

“Apa?,” tanya Si Ah dengan terkejut. Sambil memegang dadanya Jin Joo mengakui jantungnya masih berdetak kencang, seberapa banyak pun dia mengatakannya secara berulang-ulang.

Dia memberitahu Si Ah bahwa pelayan rumah tangga mereka adalah istri pertama dari Chairman HEO Gil Joong. Dia sendiri menyesalkan pernah memberikan makanan yang dibuat oleh Yoo Ran ke rumah  itu. “Bukankah itu sangat dramatis?,” ucap Jin Joo, sementara Si Ah hanya menganga mendengar fakta terbaru ini.

Si Ah menyebutkan nama Joon Jae tanpa sadar, sehingga Jin Joo bertanya apa dia tahu putra CEO Heo. Si Ah merespon bahwa itu hanya nama temannya, namun Jin Joo mengkonfirmasi bahwa putra CEO Heo yang lari dari rumah adalah Heo Joon Jae, karna mendengar  nama itu disebutkan oleh pelayan mereka. Si Ah  semakin prustasi sampai menarik rambutnya sendiri dengan tangannya.

Tae Oh sedang asyik bermain games di ponselnya, dan Si Ah tiba-tiba saja menelponnya. Si Ah bertanya apa Tae Oh sedang menunggu telpon darinya, karna dia cepat menjawab telponnya, dan Tae Oh berusaha meyakinkannya bahwa dia hanya kebetulan sedang bermain games.

Si Ah meminta Tae Oh untuk datang menjemputnya di klub malam. Tapi karna sudah larut malam, Tae Oh bertanya apa harus sekarang. “Apa kau sebahagia itu? Benar. Sekarang,” ucap Si Ah di telpon dan memperingatkan bahwa dia tak boleh memiliki maksud tersembunyi.

Tae oh keluar dari kamarnya untuk bergegas pergi, dan memberitahu Nam Doo bahwa Si Ah memintanya datang ke klub malam. Nam Doo memutuskan pergi bersamanya, begitu pula Sim Chung setelah salah menginterpretasikan maksud ucapan Nam Doo, mengira tempat itu memiliki air yang segar untuk berenang.

Mereka bertiga datang ke klub malam, dan Sim Chung tampil cantik dan seksi dengan rok mininya. Si Ah protes Tae Oh mengajak Sim Chung, sementara Sim Chung dengan polosnya bertanya apa dia datang ke tempat menyenangkan ini sendirian setelah mendengar musik yang keras dan orang-orang menari di lantai dansa.

Nam Doo lebih dulu turun ke lantai dansa, dan mendekati seorang wanita. Dia berbisik di telinganya, mengklaim dirinya seorang pria yang berhati-hati dan menjelaskan bahwa tangannya selalu diatas setelah ada banyak insiden yang tidak menyenangkan. Setelah berbasa-basi, dia berbisik di telinga wanita itu bahwa matanya cantik.

Joon Jae tiba di rumah, dan menelpon Nam Doo setelah mendapati tidak ada seorang pun. Nam Doo memberitahunya bahwa mereka bertiga ada di klub malam, dan Joon Jae bertanya mengapa dia membawa Sim Chung kesana. Joon Jae menebak Sim Chung tidak akan suka disana, tapi sebaliknya Nam Doo berkata bahwa Sim Cgung bergerak kesana-kemari seperti di rumah mereka.

“Apa!,” teriak Joon Jae.

Sim Chung menari dengan penuh enerjik di lantai dansa sementara Si Ah juga tak mau kalah. Joon Jae bergegas datang ke klub malam. Setibanya disana, dia hanya menganga melihat betapa seksinya Sim Chung menari di depan banyak orang. Si Ah melihatnya datang dan mengajaknya untuk ikut bersenang-senang tapi Joon Jae menolak.

Joon Jae menghampiri Sim Chung dan menyuruhnya berhenti, tapi Sim Chung menolak karna masih ingin menari sepuasnya. “Apa kau berkeringat?,” tanya Joon Jae. Sim Chung: “Yap. Berjoget membuatku sedikit hangat. Tapi saya menyukainya!” Karna Sim Chung masih menolak pergi bersamanya, Joon Jae terpaksa menariknya.

Ternyata diluar hujan sangat deras, sehingga mereka harus berteduh. Sim Chung berkata ini menjadi salah satu hal yang tak bisa dia lakukan bersamanya – berjalan bersama ketika hujan, karna Sim Chung akan berubah menjadi putri duyung ketika kakinya terkena air. Tapi Joon Jae berkata tidak ada yang tak bisa ia lakukan.

Dia menyuruh Sim Chung menungu, dan beberapa detik kemudian Joon Jae kembali dengan sebuah payung dan sepasang sepatu boot. “Jangan katakan saya tidak akan atau saya tidak bisa mulai dari sekarang,” ucap Joon Jae. Dia berjanji akan memastikan Sim Chung melakukan setiap hal yang dilakukan oleh orang-orang yang tinggal disini tanpa ketinggalan sedikitpun.

Joon Jae mengganti  sepatu high heels Sim Chung dengan sepatu boot dan mereka berdua berjalan pulang di tengah hujan. Sim Chung merangkul tangan Joon Jae, dan keduanya tampak sangat bahagia.

Sim Chung bertemu dengan Yoo Na di sebuah swalayan, dan menceritakan bahwa Joon Jae bisa mendengar isi pikirannya. Sim Chung juga tak tahu bagaimana akhirnya Joon Jae bisa mendengar suaranya, dan Yoo Na pun berkata bahwa dia hanya mendengar isi pikirannya begitu saja.

Sim Chung berkata  dia tidak lagi terbebani setelah Joon Jae bisa mendengar suaranya sehingga dia tak perlu lagi berbohong dan bisa tinggal dengan baik disini: “Dengan normal seperti orang lain.” Namun Yoo Na berkata setelah menjalani kehidupannya meskipun itu tampak mudah, hal yang paling sulit adalah hidup dengan normal seperti orang lain. “Akan saya pastikan melakukan ini: bertambah tua sama seperti orang lain bersama Heo Joon Jae,” ucap Sim Chung.

Tak lama si tunawisma datang bergabung. Mereka  duduk di swalayan bersama sambil menikmati sebuah roti. Si tunawisma menunjuk dari balik kaca jendela beberapa wanita yang memegang tas mereka di atas kepala seperti sebuah payung karna hujan, dan menjelaskan bahwa wanita itu hanya memegang barang palsu. Berbeda dengan wanita wanita yang berjalan di belakang mereka yang melindungi tasnya di dalam jas dinginnya, karna memegang tas yang asli.

Si tunawisma berkata bahwa meskipun penampilan luar bisa saja sama, tapi ada satu hal yang tak bisa ditipu. “Perasaan si pemilik tas,” ucapnya dan menjelaskan itulah mengapa si pemilik tas yang palsu memegang tas mereka seperti payung saat hujan. Sim Chung berkomentar bahwa setidaknya mereka seharusnya memperlakukannya dengan baik atau menyukainya, meskipun tas mereka palsu atau asli karna itu adalah milik mereka.

Dia mengakui berkata seperti itu karna dia merasa palsu di dunia  ini karna beberapa alasan: “Tetap saja [terlepas itu palsu] saya masih pantas untuk dicintai oleh seseorang.” Yoo Na menepuk pundaknya, dan menebak bahwa Sim Chung mencoba untuk mengatakan bahwa seseorang tidak seharusnya dibagi menjadi asli vs palsu karna penampilan luar mereka.

Sim Chung mengucapkan terima kasih pada mereka berdua, dan bertekad akan mencoba berbagai hal yang dilakukan oleh orang normal. Dia memberitahu mereka bahwa besok adalah pesta ulang tahunnya. Sim Chung mengakui bahwa sebenarnya dia sendiri tak tahu pasti kapan hari ulang tahunnya, sehingga ia memutuskan untuk menetapkannya esok hari. Sim Chung bertanya tanggal berapa esok hari, dan mengundang mereka datang ke rumahnya untuk pesta.

Si tunawisma bertanya hadiah apa yang dia inginkan, meskipun sempat salah menginterpretasikan  maksud dari sahabatnya mengira dia bertanya ikan apa yang Sim Chung inginkan – Sim Chung tetap saja memilih dibawakan ikan makarel sebagai hadiahnya.

Setelah memastikan istri sekertaris Ayahnya pergi, Chi Hyun diam-diam datang ke kamar perawatannya. Chi Hyun berkata bahwa dia sempat melihatnya berbicara dengan Joon Jae, dan Chi Hyun menebak bahwa sekertaris ayahnya tahu bahwa ibunya mengenal Dae Young, orang yang menyerangnya.

Paman tampak ketakutan karna menyadari bahaya yang mendekatinya, dan Chi Hyun berkata bahwa ibunya lega melihatnya terbaring seperti ini tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tapi Chi Hyun berkata bahwa masalahnya bukan karna dia tidak bisa bicara tapi sesuatu yang ada dalam pikirannya – sesuatu yang bisa mengkhianati mereka kapanpun. Tanpa pikir panjang, Chi Hyun melepaskan selang nafas yang ada di hidungnya, sampai membuatnya kesulitan bernafas.

Saat turun di lobby rumah sakit, istri ‘Paman’ menerima telpon dari ibu Joon Jae untuk mengkonfirmasi apa Joon Jae telah meninggalkan rumah. Istri paman akhirnya mengakui bahwa saat itu dia berbohong karna tak ingin membuatnya bersedih, dan menginformasikan bahwa Joon Jae sering mengunjungi suaminya yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit.

Yoo Ran meminta nomor telpon Joon Jae, sehingga istri paman kembali naik ke lantai atas untuk mengambil kacamatanya. Sementara itu, Chi Hyun kelabakan karna mendengar bunyi alarm di dalam kamar setelah melepaskan selang oksigen itu, dan tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya keluar – dan orang itu adalah Dae Young.

Para tim dokter segera datang memberikan pertolongan CPR karna pasien kehilangan kesadaran, tak ada detak jantung dan tidak bernafas. Istri paman kembali dan berteriak histeris sampai ia jatuh pingsan setelah melihat keadaan suaminya yang kritis.

Kita kembali flashback: Sahabat Dam Ryung datang ke sebuah ruangan sepertinya mencari sesuatu, tapi dia segera bersembunyi saat seseorang tiba-tiba datang.

Kembali ke zaman Seoul modern, dimana Chi Hyun telah berada di atas mobil dan bertanya: “Siapa kau?” Dae Young hanya menjawab bahwa alarm akan berbunyi saat dia melepaskan selang oksigen itu, tapi dia cukup beruntung karna saat itu perawat sedang berganti jam tugas sehingga dia tidak cepat ketahuan.

Chi Hyun melihat wajahnya dari kaca spion depan mobil, dan mengenali dia adalah seoraang buronan. Dia bertanya dengan histeris mengapa dia mengemudikan mobil ayahnya, dan Dae Young merespon bahwa mulai sekarang Chi Hyun tidak seharusnya berinisiatif sendiri dalam melakukan sesuatu, dan sebaiknya merenungkan mengapa ibunya diam-diam bersembunyi dan mengawasi.

“Jangan berbicara omong kosong!,” ucap Chi Hyun dan bertanya dengan suara keras mengapa orang berbahaya sepertinya berada di sekitar ibunya dan dia. Dae Young menghardiknya, dan berkata bahwa dia hanya perlu diam dan memberikan keuntungan atas apa yang telah orang lain lakukan untuknya.

Dae Young: “Jangan menggulingkan sebuah meja yang telah tersiapkan. Apa kau mengerti?”

Yoo Ran menunggu telpon dari istri Paman, tapi yang menelpon malah Sim Chung untuk mengundangnya datang di acara ulang tahunnya esok di rumahnya. Awalnya Yoo Ran menolak, tapi setelah mendengar bahwa ini adalah perayaan pesta ulang tahun pertama bagi Sim Chung, dia akhirnya setuju untuk datang.

Keesokan harinya, banyak makanan telah tersedia di atas meja untuk pesta ulang tahun Sim Chung termasuk topi ulang tahun kerucut, sementara Nam Doo berbincang di telpon dengan Joon Jae tentang Sim Chung yang tiba-tiba saja memutuskan hari ulang tahunnya  hari ini. Dia mengecilkan suaranya saat berkata sebaiknya mereka menyingkirkan TV karna merasa Sim Chung terus melihat hal-hal  buruk di drama dan ingin mengikuti mereka.

Joon Jae sedang berada di toko bunga, dan hanya tertawa kecil mendengar ocehan Nam Doo.

Seseorang mengetuk pintu, dan dia begitu terkejut saat melihat si tunawisma datang dengan pakaian gembelnya. “Siapa kau?,” tanya Nam Doo dan Sim Chung menyahut bahwa dia adalah temannya. Nam Doo melihat isi bungkusan plastik yang diberikan padanya, dan bertanya apa ini makanan sampah. Si tunawisma mengklarifikasi itu adalah ikan makarel yang disukai oleh ‘nyonya rumah ini.’

Saat si tunawisma akan duduk di atas sofa, Nam Doo secepatnya mengambilkan sebuah kursi bantal untuk mengalasi tempat duduknya. Dan dia hampir muntah saat melihat bagaimana si tunawisma memegang kakinya yang kotor dan langsung memakan sebuah camilan, tanpa cuci tangan terlebih dahulu.

Nam Doo meletakkan dua menu makanan di atas meja – salad dan sup ikan kod sambil menutup hidungnya. Si tunasiwman berkomentar bahwa dia tidak biasa memakan makanan mentah, sehingga Nam Do menyarankan  dia bisa menyantap sup ikan kod.

Si tunawisma mengomentari tidak ada usus ikan di dalam supnya, dan Nam Doo bertanya, “Apa kau tidak akan memakannya.” Si tunawisma berkata: “Tentu saja, saya harus memakannya.  Ini sebuah pesta. Saya tidak bisa merusak suasananya. Apa kau punya cabe jalapeno?,” dan Nam Doo hanya menatapnya dengan kesal.

Sim Chung menjemput pembantu rumah tangga Si Ah yang telah berada di dekat rumahnya. Dia membawakan beberapa makanan yang dulu biasa ia buatkan untuk putranya – sup rumput laut, japchae dan bulgogi. Sim Chung berkata setelah memutuskan hari ini adalah ulang tahunnya, dia merasa seperti terlahir kembali: “Perasaan telah diberikan izin untuk menjalani kehidupan baru disini?”

Sementara Yoo Ran berkata bahwa dia berusaha untuk mengatur kembali hidupnya setelah selama ini bersembunyi. Dia berkata sekarang akan menemukan orang yang ingin ia temukan, mengatakan apa yang ingin ia katakan, dan dia ingin hidup seperti itu.

Sim Chung dan Yoo Ran berjalan bersama menuju rumah, dan di seberang jalan yang berbeda Joon Jae  kebetulan melihatnya, sedang memegang seikat bunga di tangannya dan sebuah hadiah untuk Sim Chung.

Joon Jae terus mengikuti mereka, dan bertanya-tanya, “Apa yang membuatnya sangat bahagia? Dia begitu mudahnya tersenyum.” Joon jae mencoba melambaikan tangannya untuk menarik perhatiannya, sayang Sim Chung tidak melihatnya.

Dan saat berdiri di trotoar untuk menyeberang, Sim Chung melihat Joon Jae berdiri di seberang jalan. Dia melambaikan tangan padanya dan memberitahu Yoo Ran bahwa dia adalah kekasihnya. “Heo Joon Jae! Heo joon Jae! Heo Joon Jae,” teriak Sim Chung.

Yoo Ran seketika itu terkejut, dan matanya berkaca-kaca saat bertanya untuk mengkonfirmasi: “Nama kekasihmu adalah Heo Joon Jae?” Sim Chung berkata ya dan dia sangat tampan. Dia menceritakan bahwa ibu Joon Jae sempat berkata jika Joon Jae dibawa keluar, sulit untuk pergi 10 langkah karna semua orang ingin menyentuh dan memeluknya.

Sim Chung melihat wajahnya pucat dan bertanya, “Ada apa?.” Yoo Ran menjawab: “Nama putraku sama. Heo Joon Jae. Sudah sangat lama saya tidak melihatnya.”

Sim Chung kemudian menyebutkan, “Menara Hercules,” dan sontak Yoo Ran terkejut Sim Chung bisa tahu kenangan itu.

Flashback: Joon Jae kecil berada di Menara Hercules bersama ibunya. Disana, Ibu menceritakan bahwa ibu Hercules datang ke sini tiap hari karna merindukan putranya, sehingga orang-orang merasa iba dan membangunkan mercusuar itu dengan harapan agar Hercules akan mengikuti cahaya dari mercusuar dan bertemu dengan ibunya.

Joon Jae bertanya apa Hercules bisa menemukan ibunya, dan Ibu menjawab bahwa ada legenda yang beredar disini ……

Kembali ke masa sekarang. Sim Chung mengulangi ucapan Ibu Joon Jae waktu itu: “Orang-orang yang terpisah denganmu, kau  pasti akan kembali bertemu dengan mereka.” Tubuh Yoo Ran gemetar, sehingga Sim Chung memegangnya.

Sim Chung menatap Joon Jae sambil tersenyum dari kejauhan dan berkata dalam pikirannya: “Heo Joon Jae, legenda itu benar. Bahwa mereka yang terpisah akan kembali bertemu. Mereka kembali bertemu dan mencintai. Selamat. Sekarang kau bertemu dengan ibumu.”

Tangan Joon Jae tampak gemetar, dan saat lampu jalan berwarna hijau dia  berjalan perlahan menghampiri ibunya dan Sim Chung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*