Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Drama Korea Bagian Pertama

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Drama Korea Bagian Pertama

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Drama Korea Bagian Kedua 

Semua Dok Gambar SBS TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Shim Chung dan Joon Jae pun saling bertemu. Shim Chung,” Jantungku di tanah ini sudah terbatas. Jika kamu meninggalkanku atau pergi dari dunia ini, denyut jantungku akan berhenti berdetak. Jung Hoon meninggal karena hal itu juga. Saat seorang yang dicintai pergi, jantung akan menjadi dingin, beku dan berhenti. Tanpamu saya akan seperti itu. Meskipun saya kembali ke samudera. Saya mungkin akan mati”. Joon Jae ingin tahu mengapa Shim Chung akan meninggal. Joon Jae,”katakan lagi. Apa yang akan menjadi beku. Apa yang akan terjadi?. Kamu bilang jantungmu akan berhenti”. Joon Jae dan Shim Chung saling bersikukuh.

Shim Chung ingin tahu semenjak kapan Joon Jae dapat mendengar suara hatinya, sedangkan Joon Jae ingin tahu mengapa Shim Chung bisa meninggal dunia. Shim Chung ingin tahu seberapa banyak Joon Jae sudah mengetahui dirinya. Joon Jae menjawab,”Dari semenjak awal.. segalanya”. Shim Chung,”Siapa saya.. dimana saya berasal, kamu tahu semuanya?”. Joon Jae mengaku sudah mengingat segalanya. Joon Jae mengingat ketika dia berbagi payung dengan Shim Chung. Joon Jae mengingat bagaimana dia menggenggam tangan Shim Chung ketika dia sendiri.

Joon Jae mengingat saat dia memasak ramen buat Shim Chung. Joon Jae mengingat Shim Chung adalah orang yang menyelamatkannya dulu dan sengaja menjadi putri duyung guna menghapus ingatannya. Shim Chung cukup terkejut ketika Joon Jae ternyata sudah mengingat segalanya. Joon Jae,”Sekarang jawab aku. Apa maksudmu tentang mati?. Apa maksudmu jantungmu akan berhenti?”. Joon Jae bertanya apakah  bila dirinya meninggal dunia, maka jantung Shim Chung akan berhenti. Shim Chung,”Kamu mendengar semuanya. Kamu bilang kamu mendengar suaraku”. Shim Chung kini tahu hanya Joon Jae yang bisa mendengar suara hatinya, karena Shim Chung berada di bukan dunianya.

Shim Chung menjelaskan ketika dia tidak tinggal di laut dan memutuskan datang ke daratan, maka denyut jantung Shim Chung hanya akan tergantung pada jantung Joon Jae. Joon Jae,”Jadi jika saya meninggal, kamu meninggal juga?”. Shim Chung menjawab,”Saya tidak bisa berjanji. Jadi jika kamu pergi. Saya akan pergi juga”. Alurnya kembali ke masa lalu, ketika Joon Jae bertemu dengan psikiatar Kyung Won.

Saat itu, Kyung Woon menjelaskan seandainya Joon Jae dan Shim Chung tidak saling mencintai satu sama lain, maka mereka tidak akan mengalami hal yang tragis. Kyung Won,”Cinta yang kalian miliki akan menjadi pembunuh satu sama lain, nasib menyakitkan akan berada disana?”. Joon Jae pun tersadar masalahnya bukan berada pada Dae Young. Joon Jae mulai tersadar dia bisa menjadi orang yang mungkin akan membunuh Shim Chung. Shim Chung berusaha menenangkan Joon Jae, Shim Chung ,”Bukan seperti itu”, namun Joon Jae menghindar. Keduanya pun saling menatap sedih satu sama lain.

Di kamarnya, Shim Chung pun menangis dan menghasilkan banyak mutiara. Di dalam hatinya, Joon Jae berkata,”Apakah kamu berpikir akhir dari ini semua akan terulang lagi?. Jika kamu berhenti disini dan membiarkan wanita itu kembali dimana dia berasal. Tidakkah kamu bisa menghindari basib yang mengerikan?”. Nam Doo pun ingin tahu apakah Joon Jae sedang bertengkar pasalnya Shim Chung menangis hebat di kamarnya. Nam Doo meminta Joon Jae untuk bertanggung jawab atas masalahnya dengan Shim Chung sekarang. Namun Joon Jae merasa tidak melakukan apapun kepada Shim Chung sehinngga membuat dia menangis dengan hebat.

Nam Doo marah nan heran, Nam Doo merasa dia tidak membuat Shim Chung menangis,  namun Joon Jae malah marah padanya. Joon Jae,”Hyung. Ketika Chung datang untuk menemukanmu. Itu adalah ketamakannya. Namun jika tidak mengirim Chung kembali.. Saya pikir ini adalah ketamakanku”. Joon Jae kini merasa dirinya tamak karena ingin tetap Shim Chung disisinya.

Joon Jae selalu ingin mendengar alasan mengapa dia harus mengirim Shim Chung kembali ke asalnya. Joon Jae masih berharap akan baik2 saja bila dia tidak mengirim Shim Chung kembali ke asalnya. Namun Joon Jae tahu jika dia bersikap begitu, maka hal buruk akan sungguh2 terjadi. Nam Doo juga mengaku ada sesuatu di dalam diri Shim Chung, namun dia tak bisa mengingatnya.  Joon Jae pun memukul kepala Nam Doo yang berusaha mengingat ingatan yang tak diingatnya.

Joon Jae menatap kamar loteng Shim Chung. Shim Chung mengingat ketika dia mengutarakan suara hatinya bahwa dia sesunguhnya berbeda dari Joon Jae dan hanya seekor putri duyung. Shim Chung tersadar semenjak itu, Joon Jae sudah mengenali dirinya yang sebenarnya. Shim Chung teringat ketika Joon Jae menangkap dirinya ketika akan terjatuh ke kolam air tempat sauna.

Saat itu, Shim Chung sangat takut jika Joon Jae mengetahui identitas dirinya. Shim Chung mengingat ketika dia memandangi Joon Jae, dan ingin tahu perasaan Joon Jae kepadanya. Dan saat itu, Joon Jae malah mencium kening serta bibir Shim Chung dengan romantis sambil memintanya jangan memikirkan apapun. Shim Chung,”Dia tahu semuanya… namun kenapa dia melakukan itu?”.

Shim Chung membuka pintur kamarnya dan ingin bicara dengan Joon Jae. Shim Chung,”Sejujurnya, saya kira tidak ada orang di rumah dan saat saya berenang saya ditangkap oleh Nam Doo”. Shim Chung menjelaskan Nam Doo malah menjadi orang yang berbeda, dan mengancam ingin memanfaatkannya guna mendapatkan banyak uang. Karenanya, Shim Chung mengaku menghapus ingatan Nam Doo. Shim Chung,”jadi bagaimana denganmu?. Jika kamu tahu siapa saya. Apa kamu tidak takut padaku atau membenciku?. Ini penting bagiku”.

Joon Jae menjelaskan dia tidak akan pernah membenci atau takut pada Shim Chung, hanya karena diri Shim Chung yang berbeda. Kini sudah cukup bagi Shim Chung, Joon Jae tidak membencinya. Secara jujur, Shim Chung mengaku bahagia bila dirinya tertangkap dan memikirkan hal itu sepanjang malam ini. Shim Chung selalu ingin tahu bagaimana ekspresi Joon Jae jika tahu dirinya yang sebenarnya. Mimpi terburuk Shim Chung adalah jika Joon Jae membencinya.

Namun ketakutan terbesar Joon Jae adalah bila mimpinya selama ini malah terulang kembali. Joon Jae lalu membawa Shim Chung ke museum guna menjelaskan mimpinya  itu. Joon Jae membawa Shim Chung melihat foto Dam Ryung sambil memuji rupanya yang lebih tampan dari Dam Ryung. Joon Jae,”Seorang pria yang mencintai putri duyung. Pria ini tenggelam ketika dia kecil. Putri duyung menyelamatkan hidupnya”.

Joon Jae menjelaskan ke Shim Chung bagaimana Dam Ryung menghabiskan  sepanjang waktunya bersama putri duyung dan jatuh cinta dengannya. Di malam pertamanya, Dam Ryung meninggalkan calon istrinya dan mencari sang putri duyung Se Hwa. Dam Ryung mengambil nyali dengan melompat ke samudera guna bertemu dengan Se Hwa . Dam Ryung akhirnya bertemu dengan Se Hwa, dan Se Hwa menyelamatkannya namun mencium Dam Ryung guna menghapus ingatannya.

Waktu berlalu Dam Ryung akhirnya bertemu dengan Se Hwa, dan nasib tragis pun kembali terulang. Shim Chung,”jadi apa yang terjadi?”. Kembali ke masa lalu ketika Dam Ryung muncul menyelamatkan Se Hwa dari tangan anak buah Dae Young. Anak buah Dae Young menyerang Se Hwa di dalam lautan, dan Se Hwa pun meninggal bersama Joon Jae dengan menikam kembali  dirinya dari tombak yang membunuh Joon Jae. Joon Jae lalu menatapi Shim Chung, Joon Jae,”Keduanya..”.

Muncullah impian Joon Jae dimana Dam Ryung bertemu dengan Se Hwa yang sedang merapikan bunga. Dam Ryung membawakan buah kesemek kepada Se Hwa. Keduanya menatap salju yang turun. Karena tak sanggup mengatakan nasib tragis keduanya, Joon Jae berbohong bahwa Dam Ryung dan Se Hwa hidup dengan bahagia, tidak sakit ataupun terluka, memiliki banyak anak dan membesarkan mereka. Joon Jae berbohong bahwa Se Hwa dan Dam  Ryung hidup bahagia hingga akhir hidup mereka, Joon Jae,”Itu cerita yang kulihat”. Namun Shim Chung menangis.

Joon Jae lalu memperlihat guci kuno era Joseon yang merupakan gambar dari ciuman mesra Joon Jae serta Shim Chung. Joon Jae,”Mereka pasti melihat kita juga di mimpi”, sambi menantap guci itu. Shim Chung,”Ini mimpi yang indah. Kamu takut mimpi yang indah itu terulang?. Kenapa ? Apa yang kamu takutkan?”. Joon Jae mengalihkan pembicaraan, dia takut karena dirinya Shim Chung bisa meninggal.

Shim Chung menjelaskan jika Joon Jae berada disampingnya dan selalu mencintainya, maka jantungnya akan tetap berdetak. Shim Chung,”Sama dengan mereka, jika mereka hidup dengan bahagia”. Joon Jae menanggapi,”saya bukan lelaki itu. Saya bilang saya tidak yakin dengan hatiku. Hal yang termudah berubah di dunia adalah hati manusia. Itulah mengapa pasangan bisa putus dan pernikahan yang abadi juga bisa berakhir”.

Joon Jae sangat takut jika jantung Shim Chung malah bergantung pada hatinya yang sering berubah. Joon Jae mengaku hal itulah yang paling ditakutkannya. Shim Chung memandang wajah Joon Jae seakan tak percaya dengan yang dikatakannya. Shim Chung merasa tak adil karena hanya Joon Jae yang bisa mendengar suaranya, sedangkan dia tidak bisa mendengar suara hati Joon Jae. Joon Jae merasa Shim Chung  tak harus tahu suara hatinya, karena dia seorang yang jujur.

Yoo Ran menelpon istri kepala Nam, namun tidak aktif dan ada seorang mobil yang mengamati Yoo Ran.

Shim Chung  lalu menemui Joon Jae, Shim Chung  benci jika Joon Jae takut pada dirinya atau merasakan suatu beban karenanya.  Shim Chung mengajak Joon Jae menghapus ingatannya yang kemarin. Shim Chung yakin jika dia menghapusnya, maka Joon Jae tidak akan merasakan beban. Shim Chung menjelaskan ke Joon Jae bahwa dia bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik. Shim Chung,”Tidak mudah di air. Staminaku lagi kurang baik karena saya di daratan sungguh lama. Namun saya akan mencoba yang terbaik. Mungkin sehari atau setengah hari”.

Shim Chung lalu mendekati Joon Jae dan menyuruhnya menutup matanya, namun Joon Jae malah merasa terganggu dengan hal itu. Shim Chung,”Ini tidak sakit. Percaya aku”, sambil memegang tangan Joon Jae. Joon Jae menghindar ketika Shim Chung hendak menciumnya, namun Shim Chung terus mengejar Joon Jae. Tae Oh dan Nam Doo justru bingung melihat tingkah keduanya.

Shim Chung dan Joon Jae pun bermain di sofa, dan Shim Chung memaksa ingin menghapus ingatan Joon Jae. Tae Oh sendiri kesal melihat tingkah keduanya dan pergi. Nam Doo berharap harinya berjalan baik dan tidak melihat hal2 yang aneh lagi. Shim Chung terus memaksa ingin menghapus ingatan Joon Jae.

Joon Jae tidur di kamarnya, dan Shim Chung masih menawarkan dirinya untuk menghapus ingatan Joon Jae yang kemarin. Shim Chung,”Ada baiknya jika saya hanya menghapus setengah hari”. Joon Jae mengancam bagaimana jika dirinya berubah dan malah tidak menyukai Shim Chung jika dia menghapus ingatannya. Shim Chung menegaskan dia seorang putri duyung, dan tak mungkin mengarungi samudera hanya untuk mencari seorang pria yang mudah mengubah pendiriannya. Shim Chung,”Saya inilah saatnya saya melihatmu. Inilah lelaki itu. Seseorang berharga yang kucintai sepanjang hidup”.

Joon Jae lalu mengungkit perkataan Shim Chung bahwa ada yang salah dimatanya. Muncullah masa silam ketika Shim Chung merasa ada yang salah di matanya. Saat itu, Shim Chung mengeluh karena ini pertama kalinya dia naik ke daratan demi berjumpa dengan seorang pria yang baru ditemuinya yakni Joon Jae.

Kembali ke masa sekarang, Joon Jae tak menyangka Shim Chung berpikir dirinya adalah lelaki yang terbaik. Joon Jae mengungkit perkataan Shim Chung yang membandingkan ketampanannya dengan lelaki lain di TV. Shim Chung,”Baiklah. Bagaimana kalau kita menghapus ingatan itu juga?. Kamu mendegarkanku bicara dibelakangmu, betapa murahnya kamu”.

Shim Chung merasa ada baiknya jika Joon Jae menghapus ingatannya selama seminggu. Joon Jae,”Haruskah saya memberikanmu tiket pesawat untuk pergi ke suatu tempat? Seperti Boracay?. Samudera itu indah dan hangat. Saya akan mengujungimu disana setiap waktu. Saya bisa melihatmu ketika saya berselancar”. Karena ancaman Joon Jae yang ingin membawanya pergi, Shim Chung pun tak ingin menghapus ingatan Joon Jae, Shim Chung,”Ayo tidur saja sambil berpegangan tangan. Saya serius. Saya hanya tidur dengan memegang tanganmu. Tidakkah kamu percaya?”, namun Joon Jae menegaskan dia tak pernah percaya Shim Chung.

Shim Chung hendak berkata di dalam hatinya, namun Joon Jae menyela dan mengaku mendengar suara hati Shim Chung. Joon Jae meledek Shim Chung seorang putri duyung yang seperti tak bersalah dan bodoh, namun sungguh vulgar dan suka berbohong. Joon Jae menyuruh Shim Chung untuk membaca beberapa buku dogeng, dan menjelaskan nenek moyang Shim Chung sendiri tidak seorang playgirl seperti Shim Chung. Shim Chung hendak pergi meninggalkan Joon Jae. Namun Joon Jae memangilnya, serta meminta Shim Chung untuk jangan menghapus ingatannya. Keduanya pun tidur bersama sambil berpelukan mesra.

Anak buah Seo Hee memberitahukan bahwa Yoo Ran sekarang kerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Jin Joo. Seo Hee mengingat masa lalu ketika dia memberikan makanan buat Gil Joong yang berasal dari Jin Joo. Kala itu, Gil Joong berhenti menyantap makanannya karena terkenang masakan Yoo Ran. Seo Hee lalu memerintahkan anak buahnya untuk pergi ke rumah Jin Joo.

Jin Joo pun menyapa Seo Hee. Jin Joo,”Apa yang membawa Anda kesini?. Jadi kejadian waktu itu apa Anda akan dengan baik hati tidak mengingatnya?”. Seo Hee,”Tentu saja. Semua bisa seperti itu ketika mereka mabuk”. Jin Joo senang Seo Hee mengampuni kesalahannya. Seo Hee lalu meminta kopi, dan Jin Joo memanggil Yoo Ran guna menyajikan dua gelas kopi.

Seo Hee juga mengungkit tentang masakah yang dibuat oleh Yoo Ran dan disukai oleh Gil Joong. Namun Jin Joo memberitahukan ke Seo Hee bahwa Yoo Ran akan segera berhenti dari kerjaannya. Jin Joo yakin Yoo Ran sudah mendapat tawaran dari tempat lain, sehingga dia ingin berhenti. Akhirnya, Yoo Ran pun melihat Seo Hee dan dia hanya terdiam sambil menyajikan kopi buat Seo Hee.

Seo Hee,”Ahjumma kemampuan masakmu sungguh hebat. Kami sungguh menikmati masakanmu”. Seo Hee lalu menawarkan Yoo Ran untuk kerja sebagai pembantu rumah tangga di rumahnya. Yoo Ran memandangi Seo Hee, Yoo Ran,”Bisakah saya ke tempatmu?. Bisa saya masak di rumahmu”, sambil menyindir Seo Hee yang ingin menyerahkan dapurnya kepadanya. Jin Joo kaget mendengar hal itu.

Yoo Ran menegaskan dia tak tahu alasan mengapa Seo Hee tetap muncul di hadapannya. Yoo Ran memaparkan alasannya menghilang seakan sudah meninggal, karena dia tak ingin membahayakan Joon Jae. Sekarang Yoo Ran merasa tak ada yang bisa menghentikannya. Seo Hee lalu menyuruh Jin Joo meninggalkan mereka berdua.

Namun  Yoo Ran langsung menyinggung pembicaraaan Jin  Joo tentang seorang wanita jahat yang mengambil suami orang lain serta posisinya. Yoo Ran,”Kamu tidak tahu dimana istri sah yang ditendang keluar. Dia itu adalah saya. Istri sah yang ditendang itu. Dan orang ini adalah si wanita jalang itu”. Jin Joo kaget mendengar hal itu, dan dia bergegas menelpon temannya yakni ibu Yeon. Jin Joo merasa sungguh bahagia di awal tahun ini, karena rumahnya akan menjadi sebuah sejarah. Seo Hee pun pergi dengan perasaan gelisah.

Detektif Hong, dan Joon Jae, serta Nam Doo saling bertemu. Joon Jae ingin tahu apakah Nam Doo sudah mencari tahu tentang wanita bernama Kang Ji Hyeon. Nam Doo mengaku sudah mencari tahu sosok wanita itu. Nam Doo,”Orang2 dan segalanya yang ada disekitar wanita ini sungguh mencurigakan”. Hong menyahut,”Dia menikah dua kali dan kedua suaminya meninggal”. Nam Doo lalu memperlihatkan alibi serta diagnosis kematian Kang Ji Hyeon yang menang gugatan terhadap agen asuransi.

Semua Dok Gambar SBS TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*