Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Drama Korea Bagian Pertama

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Drama Korea Bagian Pertama

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Drama Korea Bagian Kedua

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Shim Chung pun menangis mengetahui cerita membahagiakan yang disampaikan oleh Joon Jae mengenai Se Hwa serta Dam Ryung hanyalah kebohongan semata. Shim Chung,”Semuanya bohong lagi”. Dae Young yang sudah lupa ingatan pun ingin tahu siapa Shim Chung sebenarnya, dan tidak tahu dimana dia berada. Dae Young,”Kenapa saya disini?”, Shim Chung,”Saya melihat orang yang kamu bunuh. Saya mendengar teriakan mereka”. Dae Young malah bingung siapa orang2 yang sudah dia bunuh, dan Shim Chung ingin tahu siapa orang2 yang sudah dibunuh oleh Dae Young.

Shim Chung berujar,”Orang2 yang dilahirkan dengan berkat dan bertumbuh dalam keluarga seseorang, orang2 yang harus bertemu dengan orang yang mereka cintai. Orang2 yang memimpikan tentang masa depan mereka untuk tua bersama. Kamu dengan brutal mengakhiri masa depan dari orang2 ini dengan begitu singkat”. Dae Young menolak dia sudah melakukan sesuatu yang jahat. Karena dosa besar Dae Young itu, Shim Chung pun menghukumnya memiliki hidup layaknya sebuah halaman yang kosong, sehingga Dae Young tidak akan mengingat apapun dan tidak akan dimaafkan.

Shim Chung terus mendekati Dae Young hingga diujung jalan gedung. Dae Young mengacungkan senjata tajamnya ke arah Shim Chung, dan Shim Chung pun memegang dengan keras tangan Dae Young ini sambil menghapus ingatannya kembali. Muncullah ingatan silam Dae Young  saat Se Hwa meninggal karena menikam tubuhnya sendiri dengan tombak yang membunuh Dam Ryung. Melihat ingatan silam itu justru membuat Shim Chung merasakan sakit di jantungnya. Dae Young menjadi seperti orang kebingungan lalu pergi. Shim Chung pun terbujur ke lantai sembari memegang dadanya yang terasa begitu sakit.

Dae Young menyusuri jalan kota seperti orang kebingungan dan menabrak seorang warga. Tak lama, warga itu menyadari wajah Dae Young. Warga itu lalu menelpon 112, dan melaporkan keberadaan buronan Dae Young.

Joon Jae pun memohon kepada ayahnya Gil Joong untuk percaya dengan apa yang sudah dikatakannya. Joon Jae memohon kepada Gil Joong untuk percaya pada kata2nya sekali saja dan ikut pergi bersamanya meninggalkan rumah tersebut. Namun Gil Joong bersikeras tak mau pergi. Joon Jae pun menangis karena ayahnya tak lagi percaya padanya. Akhirnya, Joon Jae pun pergi dan bertemu dengan Nam Doo. Nam Doo sendiri sudah begitu gelisah mengapa Joon Jae berkata sungguh keras dengan ayahnya tadi.

Joon Jae tak menghiraukan hal itu lalu dia pergi. Nam Doo pun menyapa pembantu Seo Hee, Nam Doo,”Yah, pemasangannya sudah lengkap. Dalam waktu singkat anda mungkin melihat beberapa serangga. Jangan kuatir perawatannya akan datang”, lalu ketiganya pun pergi. Namun pembantu Seo Hee curiga pada Joon Jae, karena matanya berkaca2.  Di dalam kamarnya, Gil Joong menyendiri sembari menangis.

Seo Hee pun datang bertemu dengan para teman ahjummanya. Seo Hee,”Jika kalian tiba2 saja diam, seolah kalian sedang membicarakan saya”. Ahjumma,”Kita tidak mengatakan apapun. Ini sudah lama. Kenapa kamu tidak bertemu dengan kami akhir2 ini?”. Seo Hee pun mencari Jin Joo, dan tak lama Jin Joo pun menyapa Seo Hee sembari tersenyum padanya. Jin Joo,”Kang Seo Hee juga disini. Benarkan Anda adalah Kang Seo Hee. Namun siapa yang mengundang Anda hari ini?”.

Jin Joo menjelaskan dia tidak ingin membuat Seo Hee merasa takut hari ini dan malah membuatnya merasa tak nyaman. Itulah alasan mengapa Jin Joo tak ingin mengundang Seo Hee di pertemuannya. Seo Hee,”Kenapa? Kenapa saya harus merasa tidak nyaman?. Apa yang ingin kamu katakan?”. Jin Joo meminta Seo Hee untuk jangan memusingkan dengan apa yang ingin dikatakannya, lalu Jin Joo pun memanggil unnie Yoo Ran. Yoo Ran pun muncul dengan memakai pakaian yang berbeda, dan malah membuat Seo Hee menjadi kaget.

Shim Chung datang ke rumah Joon Jae dengan perasaan kurang bersemangat. Di dalam sanubarinya, Shim Chung mengakui dia sungguh menyukai rumah Joon Jae. Shim Chung mengingat betul saat dia masuk ke rumah Joon Jae pertama kalinya. Saat itu, Shim Chung kaget dengan mesin pembersih Joon Jae dan malah memeluk erat Joon Jae. Shim Chung mengingat kenangan indah nan manisnya ketika bersama Joon Jae.

Shim Chung,”Tak perduli seberapa dinginnya di luar ada tempat yang hangat bagiku untuk kembali untuk bicara sama kamu, tertawa dengan kamu, dan bersenang2 dengan kamu,..”. Shim Chung mengingat kenangannya ketika Joon Jae meminta Shim Chung jangan pergi dari rumahnya agar bisa melihatnya kapanpun. Shim Chung berkata,”Tempat yang sungguh kucintai. Namun jika saya tinggal di rumah ini. Saya tidak pikir saya bisa dekat denganmu”.

Seo Hee pun ingin kembali ke rumahnya. Namun Jin Joo meminta temannya untuk jangan pergi dulu karena dia ingin memperdengarkan sesuatu kepada mereka semua. Jin Joo lalu menyinggung tentang gossip yang menyebar di media sosial tentang istri sah dari Gil Joong.  Jin Joo lalu memberitahukan kepada semua ahjumma yang hadir bahwa Yoo Ran adalah mantan istri dari Chairman Heo.

Jin Joo,”Dia adalah istrinya sebelumnya. Setelah dia menceraikannya, segera unnie ini berpisah dari anaknya. Namun tak berapa lama keduanya bertemu dengan dramatis”. Para ahjumma itu lalu mengucapkan selamat kepada Yoo Ran yang akhirnya bisa bertemu dengan anaknya. Yoo Ran lalu memandangi Seo Hee, dan menegaskan padanya bahwa dia pasti akan bisa menemukan Joon Jae dan mengembalikan segalanya kembali pada tempatnya, Yoo Ran,”Tunggulah saat itu”.

Seo Hee pun berpura mengucapkan selamat kepada Yoo Ran yang berhasil menemukan anaknya. Seo Hee,”Pergerakan sungguh besar kamu menemukan anakmu. Namun mengembalikan anakmu kembali ke tempatnya tidaklah mudah. Tempat itu sudah menghilang”.  Seo Hee lalu memberitahukan beberapa waktu lalu suaminya Gil Joong sudah mengalihkan secara hukum aset real estatenya, sahamnya, uang tunainya, dan segalanya kepada dirinya dan Chi Hyun.

Jin Joo pun kaget mendengarnya, Seo Hee,”Kamu tahu jika dia melangkah ke belakang kepada orang yang mungkin mewarisi posisi itu adalah Chi Hyun kan?. Saya akan mengingat semua wajah dari orang2 yang berkumpul bersama disini hari ini”. Seo Hee pun berjanji kepada para ahjumma yang hadir dia tidak akan memberikan bantuannya lagi. Lalu Seo Hee pun pergi dengan sombongnya. Jin Joo lalu tak menyangka Presiden Heo memberikan semua asetnya kepada istri keduanya. Seorang Ibu berkata,”Kenapa dia meninggalkan anak biologisnya dan melakukan hal itu? Kenapa ini sungguh tiba2?”. Jin Joo menanggapi,”Jika dikatakannya benar, Presiden Heo hanya seorang boneka”.

Di dalam persembunyiannya, Seo Hee pun menelpon Dae Young. Namun Dae Young sendiri malah sudah tak mengenal Seo Hee, Dae Young,”Siapa Anda ?”. Seo Hee,”Apa yang kamu katakan lagi?”. Dae Young menjawab,”Saya tidak tahu kenapa, namun orang2 terus menyebut saya seorang pembunuh. Apa Anda tahu siapa saya?”. Seo Hee bingung dengan Dae Young dan menyuruhnya untuk meminum obatnya. Seo Hee ingin tahu dimana keberadaan Dae Young, namun Dae Young sendiri bingung dimana dia berada.

Chi Hyun pun datang ke rumah Gil Joong, dan pembantu Seo Hee melaporkan,”Saya sungguh mendengar ada yang bilang Ayah di ruangan Direktur . Namun saya mungkin juga salah”. Chi Hyun pun bertemu dengan ayahnya dan bertanya apakah ada seseorang sudah datang ke ruangannya. Gil Joong,”Seperti siapa?”, Chu Hyun menyahut,”Si pembantu  itu bilang petugas ada di sekitar sini”.

Gil Joong pun berbohong dan mengaku sungguh ketiduran dan tidak menyadari keberadaan petugas itu. Chi Hyun menelpon pihak CCTV, namun mereka melaporkan sistem CCTV sempat tidak berfungsi selama dua jam terakhir. Chui Hyun,”Kamu bilang ini masih belum dibersihkan?”. Petugas CCTV,”Saya minta maaf, hal ini tidak akan terjadi lagi jadi kami menghidupkan lagi sistemnya”. Chi Hyun pun sangat marah kepada petugas CCTV.

Di rumah Joon Jae, Tae Oh pun memberikan file rekaman CCTV rumah Joon Jae kepadanya.  Nam Doo,”Apakah betul bahwa ayah Joon Jae akan mewariskan segalanya kepada Seo Hee dan anaknya?. Ini sudah ditandatangani oleh saksi. Semuanya?”, Tae Oh pun mengangguk. Nam Doo kaget mendengar hal ini, dan merasa Joon Jae kini dibuang. Joon Jae,”Tidak ada bukti bahwa ayahku memeriksa wasiatnya. Ayahku sepertinya sudah kehilangan penglihatannya. Dia melihatku di depannya, namun dia tidak mengenaliku”.  Penyidik Hong,”lalu kenapa kamu kesana sendiri? Kamu bilang kesana untuk membawa ayahmu keluar”.

Joon Jae menjelaskan ayahnya kini tak percaya kepadanya karena dia adalah seorang penipu. Nam Doo, penyidik Hong, dan lainnya terdiam ketika Joon jae mengatakan hal itu. Joon Jae lalu memperlihatkan sebuah benda kepada penyidik Hong, dan nampaknya  adalah sebuah jarum, yang didapatkannya dari ruangan Seo Hee. Rekan penyidik Hong takut melihat jarum itu. Joon  Jae lalu memperlihatkan sebuah obat, Joon jae curiga obat itu digunakan oleh Seo Hee untuk mencelakakan ayahnya.

Penyidik Hong menyuruh rekannya untuk menyelidiki kedua benda tersebut. Joon Jae lalu memperlihatkan di ruangan pribadi Seo Hee terdapat kumpulan bunga. Melihat foto bunga itu, Nam Doo menyahut,”itu bunga Nordic Wolfsbane. Bunga ini juga disebut dengan ratu dari segala racun. Di era roma mereka menggunakan ini untuk membunuh pangeran kerajaan”.  Penyidik Hong pun menyahut,”Jika ini sungguh Nordic Wolfbane. Beberapa tahun lalu di Jepang, juga disini, ada kejadian dimana orang2 ketagihan dengan bunga  itu dan meninggal”. Joon Jae lalu meminta Joon Jae untuk segera memeriksa rumah ayahnya karena terdapat beberapa barang bukti tersebut. Penyidik Hong pun berjanji akan melakukan tugasnya dengan sebaik2nya dan bergegas mendapatkan surat penugasan.

Seo Hee lalu menemui Dae Young di tempat persembunyiannya. Seo Hee,”Ini aku. Kang Ji Hyun”. Dae Young lalu mengenang masa lalunya ketika Kang Ji Hyun kecil  menghampirinya. Saat itu, Ji Hyun kecil mengungkit tentang status Dae Young yang ditendang keluar dari sebuah rumah tempatnya diadopsi. Ji Hyun kecil memberitahukan dia ingin masuk kembali ke dalam rumah keluarga itu. Ji Hyun ingin tahu mengapa Dae Young dibuang dari keluarga yang mengadopsinya.

Dae Young kecil memberitahukan,”Karena saya akan menangis dan berteriak tiap malam karena mimpi buruk”. Ji Hyun,”. Apa dia keluarga kaya? Adik kembarku sesungguhnya mendapatkan keluarga yang kaya. Saya harap itu juga akan terjadi padaku. Seandainya saya berakhir di keluarga itu. Bisakah saya menulis surat padamu jika saya membutuhkan nasehat?”, Dae Young pun mengangguk.  Ji Hyun kecil lalu melihat gambar putri duyung yang digambar oleh Dae Young. Kembali ke masa sekarang, Dae Young akhirnya mengingat siapa Ji Hyun.

Joon Jae kembali ke kamarnya, dan mendengar suara lagu berisik yang diputar oleh Shim Chung. Joon Jae lalu memeriksa keadaan Shim Chung, namun Shim Chung menyuruhnya pergi. Shim Chung,”Saya harap kamu tidak mendengarkan pikiranku. Saya harus memikirkan sesuatu, namun resiko jika kamu mendengarnya. Saya tidak bisa berpikir jernih dan pikiranku jadi kacau”. Joon Jae ingin tahu apa yang dipikirkan oleh Shim Chung, namun Shim Chung tak ingin memberitahukannya dan merasa karena Joon Jae bisa mendengarkan suara hatinya justru mengacaukan pikirannya.

Shim Chung lalu menyuruh Joon Jae untuk menjauh darinya. Joon Jae pun ingin pergi, Joon Jae,”Pikirkan saja apapun yang kamu inginkan. Kamu lakukan saja itu. Namun kamu masih baik2 saja kan?”, sambil memeluk Shim Chung.  Joon Jae merasakan denyut jantung Shim Chung baik2 saja. Namun Shim Chung melepas pelukan Joon Jae dan menyuruhnya untuk pergi.  Joon Jae pun pergi, Joon Jae,”Apa yang harus kulakukan. Haruskah saya meninggalkan rumah ini ataukah hanya kamarku?. Lagi dingin diluar. Saya akan hanya tinggal di ruangan tengah. Saya tidak bisa mendegarmu disana”. Shim Chung,”Saya mengerti. Pergilah!”. Joon Jae pun meninggalkan Shim Chung, dan Joon Jae tidur di ruangan tengah bersama Nam Doo.

Joon Jae menyuruh Nam Doo kembali ke kamarnya karena Shim Chung mengusirnya, Nam Doo yakin Shim Chung berbuat begitu karena Joon Jae sudah melakukan kesalahan, namun Joon Jae mengelaknya. Nam Doo,”Benar, tidak adal hal buruk yang bisa kamu lakukan. Lalu kenapa dia menyuruhmu untuk pergi?”.

Joon Jae,”Dia lagi ingin berpikir. Nam Doo menanggapi,”Itu artinya ada sesuatu yang perlu ditangkap”. Nam Doo yakin jika wanita menyuruh pacarnya untuk pergi, maka si wanita memikirkan kesalahan yang dilakukan oleh pacarnya. Nam Doo,”Wanita itu memikirkan apa yang harus dia lakukan dengan pacarnya. Apa kamu sungguh menyembunyikan sesuatu atau sesuatu seperti itu?”.

Seo Hee lalu bertemu dengan Dae Young dan memintanya untuk mengingat apapun yang diingatnya. Dae Young malah mengingat mayat yang tak dikenalnya. Dae Young mendengar suara jeritan orang2 itu namun  Dae Young tak tahu mengapa mereka menjerit padanya.  Seo Hee lalu meminta Dae Young mendengarkannya. Seo Hee tak tahu mengapa Dae Young tiba2 hanya mengingat masa lalunya. Namun meskipun ingatan Dae Young telah pergi, Seo Hee tetap menganggap Dae Young adalah seorang Dae Young.

Seo Hee,”Seseorang harus mencari balas dendam. Dunia ini membuangmu. Dunia ini hanya bahagia karena diri mereka. Kamu hidup seolah2 kamu dihukum. Karenanya kamu harus balas dendam terhadap dunia yang membuangmu”. Dae Young malah kebingungan mengapa dia membunuh orang2 di dalam ingatannya. Seo Hee meminta Dae Young jangan kuatir karena dia akan selalu berada disisinya. Seo Hee yakin ingatan Dae Young hilang hanya karena dia memiliki gangguan dengan kemarahannya. Seo Hee berjanji akan memberitahukan  ke Dae Young siapa orang2 yang harus mendapat balas dendamnya.

Keesokan harinya, Joon Jae mendantangi kamar Shim Chung dengan mendengarkan suara keras di telinganya menggunakan headset milik Tae Oh. Joon Jae menyajikan rebusan pasta kacang kedelai buat sarapan pagi. Namun, Tae Oh langsung mengambil headset miliknya. Joon Jae mengaku membutuhkan headset itu untuk sementara. Tak lama Shim Chung pun muncul. Saat Shim Chung muncul, Joon Jae bergegas mengenakan headset itu kembali dan mengajak Shim Chung makan.

Penyidik Hong bersikukuh dengan atasannya. Kepala penyidik,”Kenapa kamu menemukan semua bukti itu tanpa surat penugasan?. Kamu mendapatkan secara ilegal”. Penyidik Hong lalu menjelaskan Joon Jae anak dari Gil Joong masuk ke rumahnya dan menemukan semua bukti itu. Kepala Penyidik,”Aigoo. Berpakaian layaknya seorang pelayan juga?”. Penyidik Hong,”Dia suka mengenakan pakaian seperti itu”.  Lalu penyidik Hong menjelaskan bahwa Seo Hee telah dengan sengaja memberikan obat yang mengandung racun kepada Gil Joong, namun kepala penyidik menegaskan bukti yang didapatkan secara illegal tidak bisa diterima di pengadilan.

Di depan rumah Gil Joong, Joon Jae beserta penyidik Hong tetap melakukan penyelidikannya terhadap Seo Hee. Di ruangannya, Seo Hee menghitung jumlah obat yang biasa dia berikan kepada Gil Joong, dan dia menyadari terdapat jumlah obat yang kurang. Pembantu Seo Hee lalu melaporkan beberapa waktu lalu petugas datang untuk membasmi hama di rumah Seo Hee.

Seo Hee pun marah mengapa pembantunya membiarkan orang lain masuk ke dalam ruangannya. Joon Jae beserta penyidik Hong menyadap suara percakapan Seo  Hee itu dengan pembantunya. Joon Jae berkata ke penyidik Hong, Joon Jae,”Kita kumpulkan semua besok. Dapatkan surat perintahnya. Jika tidak kita akan mengambil jalan kita sendiri tanpa itu”.

Seo Hee lalu menyajikan obat kepada Gil Joong dan menyuruhnya untuk segera meminumnya agar bisa menjalani operasi. Gil Joong,”Tinggalkan saja disini”. Gil Joong lalu mengingat perkataan Joon Jae kemarin. Saat itu, Joon Jae memberitahukan nama asli dari Seo Hee adalah Kang Ji Hyun dan menikah sebanyak dua kali dan kedua suaminya meninggal dunia. Salah satu suaminya meninggal karena kecelakaan akibat mengalami kerusakan berat di bagian kornea matanya, dan suami keduanya meninggal karena mengalami gagal jantung. Gil Joong pun tak ingin meminum obat itu lalu membuangnya, dan Seo Hee melihat tingkah suaminya itu.

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*