Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian Pertama Drama Korea

Sumber Dok Gambar: SBS Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian Kedua Drama Korea]

Chi Hyun tiba di rumah, dan bergegas naik ke lantai atas untuk memeriksa keadaan ayahnya. Saat masuk, dia mendapati ayahnya duduk disamping ranjangnya untuk menelpon Joon Jae, mengucapkan harapan terakhirnya bahwa jika dia terlahir kembali, dia ingin menjadi suami istrinya dan ayah Joon Jae.

Sesaat setelah ayahnya minta maaf pada Joon Jae di pesan suara dan berkata dia menyayanginya, Ayah akhirnya meninggal.

Setelah mendengar  Ayah tak mengatakan sesuatu, Chi Hyun memeriksanya nafasnya, dan mendapatinya tak bernyawa lagi. Dia begitu syok, namun saat akan meninggalkan kamarnya, dia melihat sebuah gelas bekas minuman ayahnya yang ada di atas meja. Sehingga sebelum Chi Hyun menelpon 911, dia segera mencuci bekas gelas itu untuk menghilangkan bukti kejahatan ibunya.

Detektif datang menyisir kamar ayahnya, dan Chi Hyun memberikan keterangan bahwa ayahnya baru-baru ini melakukan operasi darurat karna pendarahan otak, dan juga dijdwalkan akan melakukan operasi katarak. Detektif yang bertugas diberitahu bahwa  pada tubuh korban tidak ada luka lain, ataupun bahan kimia beracun lainnya, dan hanya menduga korban mengalami serangan jantung setelah melihat bibir korban yang membiru, meskipun mereka masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Chi  Hyun memberitahu Detektif bahwa ibunya keluar karna ada sebuah janji sekitar dua jam yang lalu sehingga dia belum mengetahui ayahnya telah meninggal. Chi Hyun menangis di depan Detektif saat berkata bahwa  ibunya akan  begitu syok ketika mengetahui hal ini.

Detektif memutuskan akan membawa mayat ayahnya ke rumah sakit tempat dia dirawat sebelumnya, sementara Chi Hyun menangis dengan terisak-isak – entah itu tulus atau hanya dibuat-buat.

Joon Jae tiba di rumahnya ayahnya,  dan yang ia dapati hanya mayat ayahnya. “Ini belum saatnya, Ayah!,” tangis Joon Jae. “Ayah, maaf! Maaf!” Joon Jae melihat Chi Hyun keluar bersama detektif, sehingga ia menghampirinya dan memukulnya, karna mencurigai ini adalah perbuatannya dan ibunya sehingga ayahnya meninggal.

Joon Jae bersumpah akan membunuh mereka berdua – sementara Chi Hyun tak membalas dan hanya memasang wajah berduka di depannya. Detektif berusaha melerai mereka, dan bertanya dia siapa. Joon Jae menjawab dengan nada yang meluap-luap, “Saya … saya adalah putra Heo Il Joong! Saya adalah putranya.”

Chi Hyun mengkonfirmasi pada detektif bahwa Joon Jae adalah adiknya. Namun Joon Jae tak terima disebut adik olehnya, dan ia kembali memukul wajahnya berkali-kali, sehingga polisi terpaksa memegangi Joon Jae.

Tak lama Detektif Hong tiba bersama asistennya dan berusaha menyadarkan Joon Jae untuk menahan dirinya. “Ayahku telah meninggal,” ucap Joon Jae dan Detektif Hong berkata, “Itulah mengapa kau harus sadar. Kau harus menemukan segalanya. Mengapa ayahmu menjadi seperti itu. Kau harus mencari tahu.” Detektif Hong kemudian menyuruh Joon Jae menyusul ayahnya ke rumah sakit, sementara dia akan mengurus segalanya disini.

Di rumah Sim Chung hanya mondar-mandir di dekat kolam renang karna mengkhawatirkan Joon Jae, dan Nam Doo meyakinkannya bahwa sudah ada Detektif Hong yang menyusul ke rumah ayah Joon Jae, dan pasti akan mengabari mereka.

Nam Doo berkata ada sesuatu yang membuatnya penasaran, dan dia mengungkit ucapan Chung tadi tentang Dae Young yang telah hilang ingatan. Nam Doo bertanya apa Dae Young benar-benar kehilangan semua ingatannya. “Bagaimana kau tahu itu,” tambah Nam Doo. “Apa Chung kita yang membuat Ma Dae Young seperti itu?”

Chung bertanya mengapa Nam Doo bertanya hal seperti itu, dan Nam Doo merespon, “Saya pikir saya mengenalmu dengan baik. Tapi belakangan ini, saya benar-benar tidak yakin siapa kamu dan kemampuan seperti apa yang kau miliki.”

“Kau siapa?,” tanya Nam Doo. Sim Chung: “Saya adalah temanmu.” Nam Doo: “Tapi pekerjaanku adalah membuat seseorang percaya saya adalah temannya dan kemudian kembali mengkhianatinya.”

Sim Chung: “Meskipun saya tidak suka kau orang seperti itu, bagiku, sekali saya menjadi temanmu, hanya itu. Entah itu kau akan mengkhianati atau tidak adalah pilihanmu. Ketika saya dikhianati, saya akan memikirkan apa yang harus kulakukan padamu. Sampai saat itu, kau adalah temanku.”

Perbincangan mereka terganggu saat Tae Oh tiba-tiba datang untuk memberitahu tentang ayah Joon Jae. Mereka bertiga datang ke rumah sakit dan mendapati Joon Jae  duduk lemas di depan ruang kamar mayat rumah sakit. Baik Nam Doo maupun Tae Oh kemudian pergi untuk membiarkan Sim Chung menghiburnya.

Sim Chung memeluk Joon  Jae dengan erat untuk menenangkannya, dan Joon Jae bertanya, “Bisakah kau menghapusnya? Kenangan akan ayahku. Apa kau bisa membuatku seperti itu? Semua kenangan yang baik menyakitkan karna kenangan itu baik. Kenangan yang buruk menyakitkan karna kenangan itu buruk.”

Joon Jae semakin menangis saat berkata, “Semua kenangan ayahku sangat menyakitkan.”

Sim Chung: “Saya tidak bisa menghapusnya, seberapapun menyakitkannya itu, kau menyayangi ayahmu.”

Joon Jae berkata seandainya dia bisa lebih awal tiba di rumah ayahnya, dia bisa menyelamatkan ayahnya, dan seandainya  dia hanya sedikit saja membenci ayahnya, dia bisa  menyelamatkannya. Sim Chung berusaha meyakinkan Joon Jae bahwa  kematian ayahnya bukan salahnya, dan bukan karna dirinya.

Joon Jae bahkan mengungkapkan penyesalannya karna tidak menerima telpon terakhir ayahnya untuk mengatakan: “Tidak apa-apa .. bahwa saya telah memaafkannya. Bahwa saya juga mencintainya.”

“Seandainya hanya sejam  .. seandainya saya bisa diberikan hanya  semenit, saya ingin bicara dengan ayahku,” tangis Joon Jae. “Sekarang saya tidak bisa lagi melakukannya.”

Joon Jae menangis dengaan terisak-isak, sehingga Sim Chung kembali memeluknya dan berkata: “Beberapa kata berbicara tanpa diucapkan. Saya yakin dia tahu itu.”

Chi Hyun tiba di kamar mayat rumah sakit bersama  ibunya, sementara Joon Jae memandangi mereka dengan penuh amarah. Di depan pintu kamar mayat, Seo Hee menangis dengan terisak-isak, bahkan  menyalahkan dirinya karna tak ada di rumah saat dia meninggal.

“Jika kau pergi seperti ini, bagaimana saya bisa hidup?,” teriak Seo Hee dengan histeris dan kemudian jatuh pingsan sehingga dia segera dibawa ke ruangan UGD.

Setelah Seo Hee dibawa pergi, Detektif Hong berkomentar: “Dia benar-benar memiliki bakat yang hebat. Dia seharusnya menjadi seorang aktris.”

Joon Jae duduk bersama ibunya di rumah sakit, dan Ibu bertanya mengapa ayahnya tiba-tiba menjadi seperti itu. Joon Jae memberitahu ibunya bahwa pihak rumah sakit  sedang memeriksa mayat ayahnya, dan mereka akan tahu hasilnya esok pagi.

Ibu berkata itulah mengapa dia menyuruh ayahnya untuk berhenti terlalu banyak minum dan berhenti merokok tapi ayahnya tak mau dengar. “Saat seseorang menjadi tua, saya dengar kau melupakan kenangan terbarumu dan hanya mengingat kenangan lamamu,” ucap Ibu. “Beginilah saya sekarang. Kenangan lama seolah baru kemarin. Meskipun ayahmu sepertinya tidak seperti itu.”

Ibu memberitahu Joon Jae bahwa dia bertemu dengan ayahnya tanpa sengaja sebulan yang lalu di rumah sakit ini, tapi  dia berpura-pura tidak mengenalnya. Ibu menambahkan bahwa meskipun mata mereka saling bertatapan, tapi ayahnya hanya berjalan melewatinya, dan bahwa tatapannya tampak seperti seseorang yang benar-benar telah melupakan segalanya.

“Ayahmu seperti orang yang kasar,” ucap Yoo Ran, dan Joon Jae kembali mengingat saat ayahnya mengucapkan keinginan terakhirnya bahwa jika dia terlahir kembali dia ingin menjadi suami dari istrinya dan ayah Joon Jae. Dia memberitahu ibunya bahwa ayahnya mengalami kerusakan kornea mata yang parah sehingga dia hampir tak bisa melihat.

Ibu cukup terkejut mengetahui fakta itu, dan Joon Jae kemudian memeluk Ibunya dengan erat.

Sementara itu, di kamar perawatannya, Seo Hee menelpon pengacara keluarga mereka dan memerintahkannya untuk mengerjakan transfer warisan dan mendesaknya untuk menyelesaikannya sesegera mungkin.

Chi Hyun datang dan bertanya untuk mengkonfirmasi apa dia adalah pelakunya. Seo Hee mengakui bahwa dia adalah pelakunya, namun berpesan pada Chi Hyun untuk berpura-pura tak tahu apa-apa.

Saat keluar dari kamar ibunya, Chi Hyun tanpa sengaja bertemu dengan Nam Doo, dan kemudian memanggil namanya. Dan kemudian kita terpotong ke sebuah ruang ICU, tempat Sekertaris Nam dirawat dimana kita melihat jarinya mulai sedikti bergerak.

Flashback: Tuan Yang datang bersama putranya di sebuah perguruan, dan memilih seorang prajurit bernama Park Woo, untuk dijadikan pengawal putranya. Pertemuan mereka kembali terulang di masa sekarang.

Nam Doo memandangi Chi Hyun dengan heran, dan bertanya bagaimana dia bisa tahu namanya. Chi Hyun menoleh ke sekelilingnya untuk memastikan Joon Jae tak ada, dan kemudian mengajaknya berbicara empat mata.

Chi Hyun menjelaskan bahwa dia tahu tentang dirinya saat mencari tahu tentang pekerjaan yang dilakukan oleh Joon Jae. Tapi dia berkata bahwa Nam Doo cukup berbeda dari Joon Jae dimana Joon Jae menentang penipuan terhadap uang kotor atau semacam uang ilegal sebaliknya Nam Doo tidak perduli tentang sumbernya.

“Dengan kata lain kau melakukan  berbagai jenis kejahatan?,” tambah Chi Hyun.

 “Ya. Saya tidak membedakan,” ucap Nam Doo. “Saya makan berbagai macam hal dan  melakukan berbagai jenis pekerjaan. Begitulah.” Nam Doo bertanya ada apa, dan Chi Hyun malah mengancamnya bahwa dia bisa memasukkannya ke dalam penjara hari ini juga. Chi Hyun memberikan penawaran apa Nam Doo akan mendengarkannya atau dia akan membusuk di penjara selama beberapa tahun.

Nam Doo berkata bahwa dia selalu berada di pihak orang yang memiliki banyak uang, karna menebak Chi Hyun akan mewarisi semua aset ayahnya. Dia memberitahu Chi Hyun tidak perlu mengancamnya seperti itu, karna dia memiliki alasan yang cukup untuk memihaknya.

Nam Doo bertanya apa yang Chi Hyun inginkan, dan Chi Hyun menjawab bahwa dia akan menyingkirkan Joon Jae. Nam Doo mengakui bahwa sebenarnya ada sesuatu yang spesial yang sangat ia inginkan, dan bahwa jika Joon Jae menghilang, dia berpikir hal itu akan lebih mudah untuknya. Dan Nam Doo setuju untuk membantunya.

Dokter telah selesai memeriksa mayat Ayah Joon Jae, dan mengumumkan hasil pemeriksaan mereka bahwa kematiannya yang tiba-tiba karna disebabkan oleh gagal jantung akut. Joon Jae bertanya bukan karna diracuni, sehingga dokter menjelaskan bahwa apabila kematiannya diakibatkan karna diracuni, maka bibir korban akan berubah menjadi coklat gelap tapi bibir korban berwarna kebiru-biruan. Dokter meyakinkan Joon Hae bahwa berdasarkan catatan kesehatan ayahnya, dia percaya kematiannya disebabkan oleh gagal jantung akut.

Joon Jae berkata bahwa berdasarkan pengertiannya, gejala akan berbeda jika racunnya diekstrak dari bahan alami seperti bunga yang beracun sehingga gejalanya dikatakan akan sangat serupa dengan gagal jantung. Dia mengusulkan untuk melakukan otopsi, sehingga mereka bisa mengungkapkan penyebab kematian yang sesungguhnya dan menemukan penyebab dari  kerusakan kornea ayahnya.

Seo Hee bertanya, “Apa kau ingin membunuh ayahmu dua kali?” “Mengapa?” tanya Joon Jae dengan penuh curiga.” Apa ada sesuatu yang ingin kau sembunyikan?” Seo Hee berkata bukan seperti itu, dan berlasan bahwa dia tak tega suaminya kembali dipotong-potong oleh sebuah pisau.

Seo Hee bertanya apa yang sebenarnya ingin ditemukan oleh Joon Jae sehingga menyarankan untuk melakukan otopsi. Joon Jae menjawab: “Bukti bahwa kau membunuh ayahku.” Seo Hee menahan Chi Hyun untuk marah, dan berkata bahwa dia penasaran mengapa Joon Jae tiba-tiba menjadi seperti ini setelah 10 tahun tidak pernah pulang ke rumah.

“Apa apa ini karna uang?” singgung Seo Hee, dan berkata bahwa dia bersedia memberikan semua uangnya padanya dan mereka bisa menguburkan ayahnya dengan tenang. Joon Jae malah muak mendengar semua sandiwaranya, dan berkata bahwa dengan aktingnya yang hebat itu dia mungkin telah memperdaya banyak orang termasuk ayahnya, tapi hal itu tidak akan berfungsi kali ini.

Joon Jae mengklaim dirinya di depan detektif yang berwenang bahwa dia satu-satunya putra kandung ayahnya sehingga memiliki hak untuk mengajukan otopsi. Dia berusaha meyakinkan detektif dengan menginformasikan tanaman beracun yang ada di rumah ayahnya, jarum mikro dan obat anticholinergic milik Kang Seo Hee, yang ia duga semua bukti itu telah digunakan unyuk membunuh ayahnya.

Chi Hyun juga mengklaim dirinya sebagai putra tertua di keluarganya, dan juga satu-satunya putra yang dikenal oleh ayahnya. Dia menjelaskan bahwa Joon Jae adiknya telah lari dari rumah 10 tahun yang lalu dan memutus hubungan dengan ayahnya, dan menambahkan bahwa karna masalah harta warisan, baru-baru ini terjadi sebuah konflik yang besar antara Joon Jae dan ayahnya. Dia  bersikeras menentang mereka untuk melakukan otopsi pada ayahnya.

Kemudian, Detektif Hong dengan didampingi polisi lainnya datang ke rumah ayah Joon Jae untuk mencari beberapa barang bukti yang mereka curigai. Seo Hee turun melihat mereka, dan Detekif Hong bertanya, “Apa masih terlalu dini mengenakan pakaian penguburan.” Detektif Hong memperingatkan bahwa dia tidak akan bisa melakukan pemakaman jika mereka berhasil melakukan otopsi.

Detektif Hong bertanya, “Apa kau mengenal Kang Ji Hyun?” Seo Hee tak merespon dan hanya memberitahunya untuk menanyakannnya langsung pada pengacaranya jika ada hal lain yang ingin ia tanyakan. Detektif Hong berkomentar bahwa memang ada banyak hal yang perlu ia katakan kepada pengacaranya.

Dia kemudian bertanya apa nama itu adalah nama ‘saudara kembarnya,’ dan kemudian menunjukkan foto kecil Seo Hee bersama saudara kembarnya yang begitu sangat mirip.

Seo Hee berpura-pura tak tahu apa-apa saat Detektif Hong bertanya, “Dimana saudara kembarmu sekarang? Atau itu kau?” Seo Hee hanya diam, dan pergi.

Detektif Hong menyusul anak buahnya yang berada di lantai bawah tanah untuk menyisir rumah ayah Joon Jae, tapi dia diberitahu mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Meskipun juniornya menduga kali ini dugaan Detektif Hong salah, namun dia tetap yakin pasti ada sesuatu di rumah ini.

Jin Joo memberitahu suaminya bahwa Chairman Heo telah meninggal. Dia sama terkejutnya dengan suaminya atas berita mengejutkan ini, dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi dengan nasib mereka setelah dia meninggal dunia.

Jin Joo dan suaminya merasa mereka telah berpihak pada orang yang salah, setelah mereka menduga Chairman Heo belum mengganti isi warisannya pada Joon Jae karna meninggal dengan tiba-tiba. Jin Joo sampai stres setelah mengingat apa yang telah ia lakukan pada Seo Hee.

Suaminya menyarankan agar Jin Joo mengganti pihak yang akan ia bela, tapi Jin Joo malah tidak setuju, karna merasa itu sama sekali salah. Dia bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang, dan Jin Joo berkata dengan ketus, “Saya juga tak tahu.”

Yoo Ran datang ke tempat duka dengan didampingi oleh Jin Joo untuk memberikan penghormatan terakhir pada suaminya, meskipun dia tak disambut baik oleh Seo Hee. “Bagaimana menurutmu? Saya diperhatikan oleh orang-orang, dan hal itu akan canggung untukmu,” ucap ibu Joon Jae.

Yoo Ran berdiri di depan nisan almarhum suaminya, dan berkata dalam hatinya, “Ayah Joon Jae, ada beberapa alasan mengapa saya tidak bisa memaafkanmu. Tapi melihat akhirmu begitu sangat menyedihkan. Bisakah kau melihatku sekarang?,”

Seo Hee menyusul Yoo Ran ke kamar mandi, dan mulai menyindirnya dan Joon Jae bahwa alasan mereka  kembali setelah ayahnya meninggal adalah karna uang, padahal selama sepuluh tahun Joon Jae tidak pernah mengunjungi ayahnya.

Seo Hee menyinggung bahwa alasan Yoo Ran kembali adalah untuk mencoba mengumpulkan remah-remah dari harta suaminya. Dia berkata seandainya Yoo Ran tetap diam, dia akan memberinya sesuatu, tapi sekarang dia tidak akan memberinya sepeserpun setelah dia menunjukkan dirinya seperti ini.

Yoo Ran tersinggung, kemudian menamparnya dan balik menyindirnya bahwa orang yang merangkak untuk mengumpulkan remah-remah adalah dia dan putranya: “Jika kau telah melakukan itu, kau seharusnya telah puas karna telah menjadi lintah darat atas orang lain. Sekarang seorang pencuri ingin bersikap seperti seorang pemilik? Kau terlalu rakus”

Seo Hee ingin balik menamparnya setelah tersinggung dengan ucapannya, tapi Sim Chung datang di waktu yang tepat untuk menghalanginya. Sim Chung memegang tangan Seo Hee dan berkata, “Saya pikir kau tidak dalam posisi yang pantas untuk memukulnya.”

Saat Seo mendesaknya untuk melepaskan tangannya,  Sim Chung tetap memegang tangannya dengan erat dan berkata, “Ada sesuatu yang membuatku penasaran.” Dia kemudian mendorong Seo Hee ke tembok sambil tetap memegang tangannya untuk melihat isi pikirannya.

Sumber Dok Gambar: SBS Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*