Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 18 Drama Korea Bagian Kedua

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 18 Drama Korea Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 18 Drama Korea Bagian Pertama

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Shim Chung pun mendorong Seo Hee ke tembok, Seo Hee,”Apa2-an ini?”, Shim Chung lalu memegang tangan Seo Hee, dan Shim Chung pun kini dapat melihat apa kejahatan yang sudah dilakukan oleh Seo Hee. Muncullah masa silam saat Seo Hee  menaruh racun di dalam minuman Gil Joong. Seo Hee menyuruh Gil Joong untuk meminum obatnya, dan Gil Joong meminum obat yang sudah diracuni oleh  Seo Hee. Shim Chung kembali melihat masa silam ketika Seo Hee berada di sebuah ruangan, dan melihat Dae Young menaruh sesuatu di sebuah bunga Nordic Wolfsbane.

Setelah tangannya dipegang oleh Shim Chung, Seo Hee lalu menjadi kebingungan. Shim Chung,”Saya bisa melakukan apapun, namun saya tidak melakukannya”. Shim Chung merasa Seo Hee tidak boleh melupakan kejahatan yang sudah dilakukannya, dan harus mengingatnya hingga akhir hidupnya. Shim Chung,”kamu harus mengingat semua yang kamu rindukan, jadi kamu akan tersiksa karena tidak mendapatkannya”. Lalu Shim Chung pun pergi bersama Yoo Ran.

Jin Joo terlihat kesal saat seorang pelayat mendiang ayah Joon Jae menyuruhnya menuangkan Soju. Tak lama dua rekan Jin Joo muncul dan menuangkan Soju kepada ajusshi pelayat itu. Tak lama, Jin Joo melihat Seo Hee, dan para ahjumma lainnya berpura2 bersikap baik kepada Seo Hee untuk mendapatkan perhatian darinya. Jin Joo,”Wow, bagaimana semua orang memiliki beberapa prinsip. Mereka beruntung”. Jin Joo pun cemburu dengan para teman ahjumma yang bisa berhasil dekat dengan Seo Hee kembali, Jin Joo,”Haruskah saya melakukan sesuatu juga?”.

Nam Doo pun bertemu dengan Joon Jae dan bertanya, Nam Doo,”Apakah mereka memiliki bukti?”, Joon Jae,”Belum”, Nam Doo,”Apa kamu tidak akan pergi ke aula pemakaman. Kamu harus kesana”. Joon Jae masih tak menyangka ayahnya kini sudah meninggal dunia. Nam Doo pun ingin tahu apakah Joon Jae akan tetap melakukan otopsi, Nam Doo,”Apapun kebenaran yang kita temukan, tidak akan membuat almarhum ayahmu kembali hidup”.

Nam Doo menyarankan agar Joon Jae mulai bersikap manis kepada Chi Hyun juga ibu tirinya, dan tidak fokus pada masalah otopsi ayahnya. Nam Doo ingin Joon Jae bisa memastikan bahwa dirinya bisa mewarisi sesuatu dari harta ayahnya. Joon Jae tak senang dengan nasehat Nam Doo itu. Nam Doo,”Saya tidak pikir saya mengatakan yang tidak seharusnya”, dan Nam Doo pun pergi.

Shim Chung lalu menghampiri Joon Jae, dan mengaku melihat sesuatu. Joon Jae dan Shim Chung pun naik mobil bersama. Joon jae,”Kamu datang ke kesisiku hanya mendapatkan sesuatu yang kotor ini, melihat sesuatu yang tidak harus kamu lihat. Fakta semuanya menjadi ingatanmu justru mengecewakanku”. Shim Chung memandangi Joon Jae dan merasa bahagia bisa melindungi Joon Jae dengan kemampuan yang dimilikinya. Joon Jae,”Kamu bisa melindungiku?”, Shim Chung,”Kenapa Heo Joon Jae kamu kira saya tidak bisa?”.

Shim Chung tahu dirinya datang ke daratan dan justru membuat orang2 memperlakukannya seperti orang idiot. Namun Shim Chung memuji dirinya yang begitu terkenal di lautan. Shim Chung menegaskan dirinya adalah seorang putri duyung yang menakutkan. Shim Chung,”akhir2 ini manusia malah menjadi kapal selam atau apapun itu kamu bisa memanggilnya begitu dan membuangnya ke bawah air. Apa kalian sadar betapa sulitnya putri duyung dan putra duyung bersembunyi dan bertahan hidup”.

Shim Chung mengungkit bagaimana manusia membuang limbah di lautan, dan para duyung berjuang untuk hidup karena limbah itu. Shim Chung juga mengungkit tentang ikan hiu yang ingin menggigit mereka dan membunuh mereka. Joon Jae pun tertawa mendengar kata2 Shim Chung tersebut. Joon Jae bertanya,”Apa yang kamu lakukan bila hiu datang?”, Shim Chung menjawab,”Saya bisa berkelahi dengan hiu dan  masih menang. Joon Jae tertawa,”Wow, sungguh pacarku yang terbaik”, sambil memegang kepala Shim Chung. Melihat Joon Jae tersenyum, Shim Chung berjanji ingin membuatnya terus seperti itu.

Joon Jae lalu menjelaskan ingin melindungi kekasih dan membuatnya tersenyum adalah hal2 yang harus dikatakan oleh pria. Shim Chung menyahut,”Saya akan melindungimu. Saya akan membuatmu tersenyum”. Joon Jae tertawa kembali dan memegang tangan Shim Chung. Shim Chung mencium tangan hangat Joon Jae itu sambil memandanginya.

Joon Jae serta Shim Chung kembali ke rumahnya dan bertemu dengan detektif Hong, namun dia tak menemukan apapun. Shim Chung lalu melihat ingatan masa lalu Seo Hee yang berjalan dan menuju ke sebuah ruangan bawah tanah rumah ayah Joon Jae, Shim Chung,”Kesini..”, sambil mengarahkan detektif Hong dan Joon Jae.  Joon Jae pun kaget melihat lokasi ruangan tersebut. Detektif Hong,”Saya dan ahli forensik sudah mencari kesini”.

Shim Chung lalu melihat masa ingatan masa lalu Seo Hee yang menuju ke sebuah tempat di ruangan bawah tanah itu, Shim Chung,”Kesini”. Ketiganya pun masuk ke ruangan tersebut, dan Joon Jae melihat pot bunga wolfbane. Ketika Joon Jae hendak menyentuh bunga itu, detektif Hong melarangnya dengan alasan sidik jari seseorang pasti akan melengkat di bunga racun tersebut. Tak lama ketiganya melihat gambar putri duyung, Shim Chung,”Ma Dae Young ada disini”, Joon Jae menyahut,”dan Kang Seo Hee adalah kang Ji Hyun”.

Joon Jae pun akhirnya datang ke tempat altar persemayaman ayahnya beserta para kumpulan penyidik. Seo Hee berpura2 bersikap baik ketika melihat Joon Jae. Seo Hee mengajak Joon Jae untuk bersama Chi Hyun berada di altar persemayaman ayahnya sebagai anak yang berduka. Namun Joon Jae menegaskan ke Seo Hee bahwa dia akan melakukan hal itu setelah dia berhasil memenjarakan Seo Hee. Detektif Hong menyahut dengan keras, Detektif Hong,”Sekarang, kasus kematian almarhum Heo Gil Joong telah berubah menjadi sebuah kasus pembunuhan. Almarhum akan segera dipindahkan ke Departemen Forensik Nasional untuk menjalani autopsi”.

Seo Hee kaget mendengar hal itu, dan detektif Hong menegaskan dia akan menangkap Seo Hee dengan tuduhan sebagai pelaku pembunuh tanpa surat penugasan sambil menyebut nama asli Seo Hee. Semua orang kaget mendengar hal itu, dan detektif Hong menyebut hak2 Seo Hee sebagai tahanan sebelum menangkapnya. Chi Hyun berusaha mencegatnya dan menanyakan tentang bukti, petugas Hong menyahut,”Karena ada banyak bukti yang ibumu dengan simpan di rumah, kami jadi dengan mudah mengumpulkannya. Itulah mengapa kami menangkapnya tanpa surat tugas. ”.

Seo Hee masih menolak dirinya sudah membunuh Gil Joong. Joon Jae emosi melihat Seo Hee dan memintanya untuk jangan sembarangan memanggil nama ayahnya. Detektif Hong dan rekannya langsung memborgol Seo Hee dan Seo Hee merontah menolak dibawa oleh polisi sambil memandangi Shim Chung. Seo Hee lalu menyuruh Chi Hyun untuk memanggil pihak pengacara. Joon Jae lalu memandangi foto ayahnya dan Shim Chung berdiri disamping Joon Jae sembari memandangi foto Gil Joong.

Shi Ah datang ke tempat persemayaman ayah Joon Jae lalu bertemu dengan Tae Oh, Shi Ah agak tak senang ketika dia bertemu dengan Tae Oh. Shi Ah mengenang masa lalu ketika dia menangis disisi Tae Oh di tempat karaoke. Shi Ah ingin tahu apa yang terjadi. Tae Oh tak mengatakan apapun sambil membawa Shi Ah pergi. Shi Ah yakin hati Joon Jae begitu terluka. Shi Ah,”berapa lama semenjak dia sudah bertemu dengan ibunya dan hal macam ini terjadi?”. Karena Shi Ah tak membawa mobil, Tae Oh ingin mengantar Shi Ah. Shi Ah agak bersikap tak mau pulang bersama Tae Oh.

Shi Ah meminta Tae Oh untuk tak memiliki pikiran macam2 dengannya karena hal itu justru membebaninya. Shi Ah dan Tae Oh berada di dalam bis, dan Shi Ah tak senang dengan sikap anak remaja yang terlalu ribut. Akhirnya, Tae Oh memperdengarkan sebuah lagu ke telinga Shi Ah lewat headsetnya. Shi Ah suka dengan lagu yang didengarnya. Tak lama Tae Oh tertidur disamping Shi Ah. Shi Ah merasa Tae Oh sudah menang sebuah lotere, dan yakin Tae Oh senang bisa tertidur di bahunya. Namun Tae Oh tetap tertidur tenang di bahu Shi Ah, dan Shi Ah melihat Tae Oh lebih tampan daripada seorang wanita. Tak lama bus berhenti di halte, dan Shi Ah malah menikmati saat Tae Oh tertidur dibahunya.

Joon Jae dan Shim Chung pulang ke rumah Joon Jae, dan Joon Jae rebah di tempat tidur. Joon Jae menyuruh Shim Chung tidur dipundaknya. Shim Chung mengungkit Dae Young yang mungkin kehilangan ingatannya, namun masih mengingat seekor putri duyung. Shim Chung merasa kadangkala Dae Young lebih baik daripada Dam Ryung  bila dia memikirkan seekor putri duyung. Joon Jae lalu mengungkit tentang Se Hwa yang bicara dengan sopan, punya senyuman yang indah, serta bersikap sopan.

Shim Chung tak senang dengan perkataan sindiran Joon Jae itu dan menggilitiknya. Shim Chung ingin tahu apakah segalanya akan terulang kembali  seperti yang terjadi di masa lalu. Shim Chung memberitahukan ketika dia menghapus ingatan Dae Young, dia seperti melihat sosok seorang yang berbeda. Shim Chung menjelaskan tombak yang membunuh mereka berdua di jaman Joseon adalah bukan tombak yang dilemparkan oleh Dae Young. Shim Chung,”Adalah orang lain yang melemparkan tombaknya. Saya melihat wajah orang itu. Orang yang kita kenal”.

Seo Hee pun bertemu dengan pengacaranya, dan pengacara Seo Hee itu berusaha mengarahkannnya bila diinterogasi dengan penyedik Hong. Pengacara,”mereka akan menginterogasimu dengan pertanyaan utama. Hanya dengarkan saja. Biarkan jawabanmu tetap singkat. Jika mereka bertanya padamu pertanyaan tidak menguntungkan bilang saja “Saya tidak ingat, kepala saya sakit, saya punya penyakit kronis”. Anda bisa menggunakan hak Anda untuk tetap diam”. Pengacara itu juga memberitahukan penyidik hanya memiliki waktu 48 jam untuk menahan Seo Hee karena penyidik Hong tidak memiliki surat tugas.

Seo Hee pun diinterogasi oleh  penyidik Hong, namun Seo Hee tetap bersikap diam. Hong,”kenapa kamu menerima resep dari seorang anticholinergic ?”, Seo Hee,”Saya tidak tahu”. Seo Hee mencoba makan untuk mengulur waktu penyidik, dan Seo Hee berusaha bersikap diam sambil mengaku merasa sakit kepala untuk mengulur waktu penyidik Hong. Seo Hee,”Saya punya masalah gangguan kepanikan. Saya beritahu saya tidak ingat apapun dan saya tidak tahu apapun”, lalu Seo Hee makan.

Detektif Hong dan Joon Jae pun bertemu. Detektif Hong memberitahukan Seo Hee memutuskan untuk bersikap tidak mengingat apapun bila menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Namun penyidik Hong tetap yakin Seo Hee akan mengakui kejahatannya. Penyidik Hong yakin Seo Hee sengaja tak mengakui kejahatannya karena dia tak ingin kehilangan kesempatan menjadi pengganti Gil Joong dan semua uangnya menjadi hilang. Sehingga penyidik Hong yakin Seo Hee akan tetap bersikap diam, Joon Jae,”Jika dia tidak mengakui segalanya dalam interogasi, kan?”.

Joon Jae keluar dari kantor polisi, dan Nam Doo menelpon Chi Hyun guna memberitahukan pergerakan Joon Jae. Nam Doo juga memberitahukan Chi Hyun bahwa Seo Hee akan dibebaskan pada jam 6 sore hari ini. Nam Doo,”jadi bagaimana nanti malam?. Saya tidak pikir mereka akan tinggal seperti ini selamanya. Kita harus menyambar duluan”.

Seo Hee terus bersikap diam di depan penyidik Hong, dan akhirnya masa tahanannya berakhir dan Chi Hyun menjemput Seo Hee sambil memandangi penyidik Hong. Lalu Nam Doo pun pergi mengikuti mobil Chi Hyun. Ketika Joon Jae berada di parkiran, Nam Doo memukul kepalanya. Lewat notebooknya yang terhubung ke CCTV, Tae Oh justru melihat Nam Doo yang menyerang Joon Jae dan Tae Oh memberitahukan hal itu ke Shim Chung.

Shim Chung pergi bersama Tae Oh, Shim Chung,”Apa Nam Doo sudah gila? Kenapa dia seperti itu?. Tae Oh ada sesuatu yang kamu tidak tahu. Jika kita bertarung, kamu tidak akan bisa menyelamatkan tulangmu”. Shim Chung menjelaskan dirinya lebih kuat daripada Tae Oh dan menyuruhnya untuk bergegas menancap gas mobilnya. Tae Oh pun melacak lokasi Joon Jae dengan sinyal GPRS.

Nam Doo membawa Joon Jae ke sebuah gudang, dan bertemu dengan Chi Hyun serta Seo Hee. Chi Hyun menyuruh Nam Doo untuk mengikat Joon Jae lebih kuat lagi. Joon Jae marah mengapa Nam Doo sudah berkhianat padanya. Nam Doo menegaskan Joon Jae telah menjatuhkan dirinya pada seorang wanita dan berhenti bekerja dengannya. Nam Doo menegaskan justru Joon Jae yang sudah mengkhianatinya.

Nam Doo berkata,”Saya juga harus hidup. Saya minta maaf soal ini”. Joon Jae membalas,”Buka talinya, kamu bangsat”. Nam Doo lalu memperlihatkan sebuah catatan yang  akan dijadikan catatan bunuh diri Joon Jae esok hari. Nam Doo berujar,”kamu akan melakukan bunuh diri karena rasa bersalah sudah membunuh ayahmu hari ini”. Joon Jae menjawab,”Apa?”. Nam Doo lalu menyuntikkan acrotine salah satu zat yang membunuh ayah Joon Jae. Nam Doo,”Jika cepat 10 menit, atau jika lambat 30 menit. Kamu akan merasa nyaman(meninggal)”.

Chi Hyun menyahut,”Karena kamu tidak menerima warisan dari ayah, adalah cukup itu sebuah motif bunuh diri. Dan karena kamu tahu tatanan rumah kita dengan baik, kamu menyembunyikan buktinya di ruangan bawah tanah”. Joon Jae lalu merasakan sakit di tubuhnya, dan Seo Hee menyuruh Chi Hyun untuk menunggu di luar gudang.  Nam Doo dan Chi Hyun pun pergi.

Joon Jae,”Apa kamu pikir saya akan meninggalkanmu sendiri berdasarkan kehendakmu?”. Seo Hee,”Jika tidak apa yang akan kamu lakukan?. Pria yang mati tidak memberitahukan sebuah cerita”. Seo Hee menjelaskan bagaimana Gil Joong yang sudah mati dan tak mengatakan apapun. Joon Jae pun tak menyangka Seo Hee sudah membunuh ayahnya, padahal ayahnya sungguh baik kepada Seo Hee. Seo Hee berteriak,”Dan saya tidak baik? Itu 17 tahun lalu”. Seo Hee menjelaskan bagaimana dia menghabiskan hidupnya selama 17 tahun untuk menjadi lidah di mulut Gil Joong.

Seo Hee kesal mengapa Gil Joong justru mewariskan semua hartanya kepada anak kandungnya. Joon Jae,”Apa itu alasanmu membunuhnya?”, Seo Hee menyahut,”yah, saya membunuhnya. Seolah2 ayahmu meninggal. Sesunguhnnya, racun itu, tidak bisa dicernanya hanya dalam satu atau dua hari”. Muncullah masa silam ketika Seo Hee menuangkan racun di makanan Gil Joong, dan racun itu membuat Gil Joong ketagihan sehingga dia tak dapat membedakan antara rasa racun dan rasa makanan yang disantapnya. Seo Hee,”pasti sulit baginya untuk melalui setahun namun dia masih ingin membuat surat wasiat”.

Joon Jae menebak bahwa dia telah membunuh  mantan suaminya dengan cara yang sama, menggunakan nama Kang Ji Hyun dan ibu tirinya mengakuinya. Dia berkata  bahwa tidak ada seorang pun yang tahu bahkan setelah 20 tahun berlalu, dan  bahwa sepertinya bahkan  setelah 20 tahun kemudian tidak akan ada seorang pun yang tahu. Seo Hee tertawa sendiri, meskipun dia kemudian terdiam  ketika Joon Jae juga ikut tertawa.

“Apa itu benar-benar akan terjadi?” tanya Joon  Jae dengan penuh makna.

Dan beberapa saat kemudian sebuah nada dering ponsel berbunyi dengan keras, dan Ibu tiri Joon Jae melihat ke sekeliling gudang dengan penuh kebingungan. Detektif Hong muncul dari belakang tumpukan kotak, begitu pula tim polisi yang lainnya keluar dengan mengeluarkan senjata mereka. Ibu tiri Joon Jae sekali lagi diborgol,  sementara Detektif Hong  melepaskan ikatannya, dan Joon Jae tiba-tiba saja langsung tampak sehat.

Joon Jae mengeluarkan rekaman yang ia sembunyikan, kemudian  berkomentar berapa banyak orang yang telah terlibat dalam sebuah pertunjukan untuk membuatnya mengakui kejahatannya. Kemudian Ibu tiri Joon Jae dibawa, meskipun dia berteriak tak menyangka akan berakhir seperti ini.

Dan kemudian, kita kembali flashback disaat setelah Nam Doo dipengaruhi oleh Chi Hyun: Dia kembali bergabung dengan timnya dan memberitahu mereka tentang perjanjiannya dengan Chi Hyun, dan bahkan bertanya-tanya apa dia terlihat seperti seorang pengkhianat. Joon Jae menggerutu karna dia tak bisa dipercaya, dimana Nam Doo berusaha menganalogikannya bahwa tawaran yang diberikan oleh Chi Hyun masuk akal karna menerima uang adalah aturan dasar hidupnya. Joon Jae mengomel bahwa Nam Doo seharusnya mengambil uang itu dan melakukan apa yang mereka minta, tapi mengapa dia malah datang kesini dan memberitahu mereka.

Tapi Nam Doo menambahkan bahwa dia memiliki peraturan lain: sikap. Dan Chi Hyun melakukan hal yang salah terhadapnya dimana dia terus berbicara dengan santai padanya, padahal usia Chi Hyun jauh lebih muda darinya. “Saya juga berbicara dengan santai, “Joon Jae mengingatkannya. “Kau adalah pemilik rumah. Saya  menghargai kepada pemilik rumah,” jawab Nam Doo.

Detektif Hong dan Joon Jae terkejut mendengar bahwa Nam Doo menerima tawaran itu, tapi Nam Doo menjelaskan bahwa dengan cara ini, mereka bisa mengkhianati Chi Hyun.

Kemudian ketika Nam Doo memberitahu Joon Jae untuk mempertimbangkan membatalkan otopsi, kita melihat sebenarnya dua sekawan itu saling mengirimkan sms percakapan kepada satu sama lain, dan Nam Doo  menginstruksikan agar Joon Jae bersikap lebih marah pada kata-katanya.

Kemudian ketika ibu tiri Joon Jae dilepaskan dari kantor polisi dan Nam Doo mengikuti mobilnya, dia kemudian melambaikan tangannya pada Detektif Hong dan asistennya untuk membiarkan mereka tahu bahwa dia akan bersiap menjalankan rencana mereka.

Yang paling penting, Nam Doo mengirimkan pesan peringatan pada Joon Jae bahwa dia akan memukulnya di depan pintu mobilnya. Joon Jae juga bersandiwara dengan berpura-pura jatuh, dan kemudian menempelkan darah palsu di keningnya saat dibawa  oleh Nam Doo ke gudang.

Menunggu diluar, Chi Hyun dan Nam Doo terkejut (Nam Doo hanya pura-pura) ketika mobil polisi datang, dan ketika Chi Hyun melihat ibunya dibawa keluar dalam keadaan tangan diborgol, dia akan memukul Nam Doo, setelah menyadari Nam Doo telah mengkhianatinya. Dia ditahan saat akan memukul Nam Doo, dan terkejut ketika Joon Jae muncul dalam keadaan baik-baik saja. Sim Chung dan Tae Oh baru saja tiba di gudang sesaat setelah Nam Doo mengedipkan matanya pada Joon Jae.

Tapi kemudian, Chi Hyun menjatuhkan dua polisi yang menahannya, dan merebut pistol dari salah satu polisi itu yang ada di sarung pistolnya. Dia memukul jatuh polisi itu dengan ujung pistolnya, dan berteriak memanggil nama Joon Jae.

Joon Jae berbalik, dan Chung melihat senjata yang terarah tepat di depannya. Pikirannya kembali flashback pada sebuah kejadian dari Joseon, ketika Dam Ryung menghalangi tombak tajam itu yang hampir mengenai Se Hwa – dan entah mengapa ternyata Chi Hyun yang melemparnya.

Wajah Chi Hyun tampak berubah sangar saat dia mengarahkan senjatanya pada Joon Jae, dan Chung bereaksi dengan cepat, berdiri di depan Joon Jae. Chung memeluk Joon Jae, sesaat setelah Chi Hyun menembak.

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

One comment

  1. Syukurlah ternyata nam doo gag berkhianat ,,,
    Gomawoooo next eps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*