Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 19 Drama Korea Bagian Pertama

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 19 Drama Korea Bagian Pertama

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 19 Drama Korea Bagian Kedua

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan.

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Chi Hyun ingin menembaki Joon Jae lewat senjata yang dirampas dari seeorang penyidik, dan Shim Chung pun menjadi perisai bagi Joon Jae. Sebuah peluru pun masuk ke tubuh Shim Chung, dan darahnya keluar. Shim Chung merasakan kesakitan ketika dia tertembak peluru Chi Hyun. Tae Oh kaget melihat Shim Chung terluka. Para polisi langsung menyekap Chi Hyun, dan Joon Jae seakan tak menyangka Shim Chung sudah terluka di hadapannya. Joon Jae kaget memeluk Shim Chung dan perasaannya terbawa ketika  Se Hwa terluka bersama Dam Ryung. Joon Jae melihat darah di tubuh Shim Chung.

Joon Jae lalu menatapi Shim Chung seakan tak percaya dengan apa yang terjadi. Shim Chung memandangi Joon Jae dan berkata di dalam hatinya, Shim Chung,”Heo Joon Jae, saya takut kamu akan melindungiku lagi, namun saya sungguh bahagia. Akhirnya sudah berubah. Kali ini, saya yang menyelamatkanmu”. Shim Chung pun tak berdaya, Joon Jae,”Tidak. Tidak. Tidak Tolong”. Shim Chung kembali berkata,”Kamu mungkin tahu ini sekarang. Meskipun saya tidak disisimu. Saya akan tetap mencintaimu. Bahagialah di setiap waktu bila ku tak ada. Tertawalah dan terimalah banyak cinta. Seperti orang banyak hidup, saya harap kamu bisa hidup dengan nyaman dalam waktu yang lama”.

Shim Chung pun berharap Joon Jae tidak akan lagi takut bila dia memiliki mimpi buruk. Tak lama, ambulans datang dan Nam Doo dibantu rekan penyidik lain membawa Shim Chung ke rumah sakit. Di dalam ambulans, Joon Jae terus menangisi Shim Chung. Joon Jae,”Saya cinta kamu”, sambil mencium tangan Shim Chung. Para wartawan lalu memberitakan berita utama tentang Seo Hee yang mewarisi kekayaan Budongsan milik chaebol Heo, yang telah ditangkap karena sudah menjadi pembunuh atas suaminya.

Seo Hee juga dituding sudah membunuh suaminya dengan racun Acinotine. Wartawan juga melaporkan bahwa Chi Hyun terlibat dalam pembunuhan tuan Heo, dan dia juga terlibat dalam percobaan pembunuhan. Seo Hee dan Chi Hyun segera dibawa ke kantor polisi. Wartawan,”Nona Kang menanam tanaman racun di rumahnya dan mengekstrak racun itu dari akar tanaman itu dan membunuh suaminya dengan Acinotine.  Dia juga menculik anak biologis tuan Heo dan mencoba membunuhnya. Polisi sudah berada di tempat TKP”.

Wartawan juga melaporkan bagaimana pacar Joon Jae yang tertembak karena insinden ini. Yoo Ran, suami Jin Joo dan Jin Jooo  sendiri melihat berita di TV yang mengabarkan kejadian tragis menimpa Shim Chung, dan mereka kaget mendengar berita tersebut. Dae Young juga melihat berita itu di TV.

Di dalam mobil polisi, Chi Hyun lalu mengenang masa lalu ketika dia memberikan dua botol dosis racun akar wolfsbane (Aconitine) kepada Nam Doo dan menyuruh Nam Doo mengambil kedua botolnya, Nam Doo,”Satu tembakan, seorang terbunuh, jangan kuatir”. Namun Nam Doo tak mau mengambil kedua botol racun wolfsbane (Aconitine) itu dan hanya mengambil salah satunya sehingga sisanya berada di tangan Chi Hyun.

Kembali ke masa sekarang,  Chi Hyun pun meminta waktu sejenak untuk bisa masuk ke kamar mandi. Chi Hyun lalu berada di dalam kamar mandi dan melihat botol racun wolfsbane (Aconitine) yang ingin diberikannya kepada Nam Doo dan perasaan penuh tangis. Shim Chung pun dibawa ke rumah sakit, dan Joon Jae masih sangat kuatir dengan keadaan Shim Chung.

Lalu Chi Hyun pun diinterogasi. Chi Hyun pun mengenang masa lalu ketika dia bertemu dengan Dae Young. Saat itu, Dae Young belum tahu pasti alasan mengapa dia menerima hukuman. Namun Dae Young berharap Chi Hyun tidak menjalani hidup seperti yang dijalaninya. Dae Young tidak mengenali siapa Chi Hyun sebenarnya, namun sarannya itu tiba2 saja muncul di pikirannya. Chi Hyun menitihkan airmatanya. Tak lama Chi Hyun merasakan sakit di tubuhnya dan rebah ke lantai.

Seo Hee pun dinterogasi oleh detektif Hong. Seo Hee,”Apa itu bukti?”. Hong,”Itu bukan sesuatu illegal. Heo Joon Jae merekam suaranya sendiri namun kamu, Kang Seo Hee, tidak2x, Kang Ji Hyun menyela dirinya sendiri. Itu bisa menjadi sebuah bukti”. Seo Hee bersikukuh dgn petugas Hong karena sudah menjebaknya sambil mengungkit pengacaranya, petugas Hong,”Apa yang harus dilakukan? Semua pengacara itu sudah pergi”.

Tak lama, anak buah detektif Hong datang dan berbisik ke telinganya, anak buah  Hong kuatir karena sepertinya Chi Hyun sudah meminum racun wolfsbane (Aconitine), detektif Hong,”Apa?”. Melihat anak buah penyidik Hong datang, Seo Hee ingin tahu apakah mereka semua terkejut karena pengacaranya sudah datang. Hong berkata,”Ah, bukan begitu. Anakmu Chi Hyun”. Seo Hee,”Chi Hyunku. Kenapa dengan Chi Hyunku?”.

Seo Hee lalu bergegas ke ruangan Chi Hyun. Seo Hee kaget melihat keadaan Chi Hyun yang sudah bernafas dengan sesak. Seo Hee menyuruh penyidik memanggil ambulans, namun Chi Hyun menyahut,”Tidak ada gunanya….Saya bertahan sebanyak yang kubisa. Saya menarik waktunya”, dengan nafas sesak. Seo Hee lalu menangisi anaknya, Seo Hee,”Kenapa kamu melakukan itu? Kenapa kamu pergi seperti itu, Chi Hyun!?”.

Dengan nafas sesak, Chi Hyun memanggil ibunya, Chi Hyun,”Ibu..Ibu.. kamu ibuku.. Ini adalah kutuk bagiku”. Tak lama, nafas Chi Hyun pun berhenti, dia kehilangan kesadarannya dan meninggal dunia. Seo Hee kaget melihat Chi Hyun , dia menangis dan memanggil nama Chi Hyun  dengan teriakan sambil menangis, Seo Hee,”Chi Hyun..Tidak”.

Di ruangan operasi, Nam Doo, Tae Oh, serta Joon Jae dengan gelisah menunggu hasil operasi yang dijalani Shim Chung. Karena waktu operasi yang berjalan sangat lama, Tae Oh serta Nam Doo pergi sejenak meninggalkan Joon Jae. Tak lama, Nam Doo pun datang, dan dia memberitahukan ke Joon Jae bahwa dia mendapat kabar dari detektif Hong Chi Hyun sudah meninggal dunia. Nam Doo memberitahukan ke Joon Jae bahwa Chi Hyun memberikannya dua dosis akar wolfsbane (Aconitine), dan menukar salah satu dosis racun akar wolfbane yang diberikan oleh Chi Hyun padanya. Nam Doo yakin Chi Hyun meminum satu dosis racun akar wolfsbane  (Aconitine)yang tersisa padanya. Joon Jae pun kaget mendengar penjelasan Nam Doo tersebut. Joon Jae,”Dia sungguh tidak bertanggung jawab hingga akhir”.

Shim Chung pun berhasil menjalani operasi dan dipindahkan ke kamar perawatan, Joo Jae, Tae Oh, serta Nam Doo pun melihat Shim Chung. Dokter,”Siapa walinya?”, Joon Jae menyahut,”Saya. Apa operasi berjalan dengan baik, dokter?”. Dokter menjelaskan Shim Chung kini sudah baik2 saja, dan mendapat sebuah mukjizat. Dokter,”Pelurunya  melalui kamar jantung kanan dan kiri.  Saya tidak pernah melihat orang hidup dari ini. Saya tidak pernah melihat kasus seperti ini di sekolah juga”. Para dokter yang menangani Shim Chung pun terheran dengan mukjizat kesembuhan yang dialaminya.  Dokter menjelaskan Shim Chung kehilangan banyak darah dan tekenan darahnya lemah.

Sehingga dokter menaruh alat medis jantung paru2 di tubuh Shim Chung.  Dokter  sendiri heran mengapa jantung Shim Chung bisa tiba2 berubah dengan baik. Joon Jae bertanya,”bagaimana dengan tanda vitalnya?”. Dokter menjawab,”Itu juga tidak senormal ini. Tentu saja lokasi pelurunya cukup kritis jadi kami tetap mengobservasi dirinya bila dia siuman”.

Ketika dokter  itu hendak pergi, dokter itu ingin tahu apakah Shim Chung tidak memakan sesuatu yang aneh sehingga kondisinya secepat itu pulih. Nam Doo pun memberitahukan ke dokter bahwa Shim Chung tidak makan sesuatu yang aneh, namun dia banyak makan. Joon Jae lalu menghadang dokter yang ingin mengobservasi Shim Chung lebih lanjut, lalu para dokter itupun pergi dan Joon Jae bernafas lega karena Shim Chung akhirnya selamat.

Shi Ah pun bermimpi di dalam tidurnya. Shi Ah bermimpi bagaimana dia menjadi reinkarnasi istri dari Dam Ryung dan siap menjalani malam pertamanya dengan Dam Ryung. Namun Dam Ryung malah tak melaksanakan kewajibannya sebagai suami dan malah membuat reinkarnasi Shi Ah tertidur. Shi Ah,”Bajingan ini. Bagaimana bisa kamu pergi seperti itu?. Gadis mana yang akan kamu kunjungi?”, dan Shi Ah terbangun dari tidurnya dan heran mengapa dia bermimpi seperti itu.

Jin Joo dan suaminya pun duduk minum kopi bersama. Jin Joo ingin tahu apakah suaminya ingin tertembak demi dirinya. Suami Jin Joo hanya ingin menjadi perisai bagi Jin Joo, jika dia hanya terkena batu. Sebaliknya suami Jin Joo ingin tahu apakah dia ingin berkorban demi dirinya. Jin Joo menegaskan dia harus membesarkan anak mereka, Jin Joo,”Jika saya tertembak, siapa yang akan membesarkan anak2 ini?”.

Tak lama Shi Ah datang, Shi Ah,”Kenapa kalian tiba2 membicarakan tentang senjata?”, Jin Joo menyahut,”Kamu belum mendengarnya?. Temanmu anak dari Yoo Ran Heo Joon Jae”. Jin Joo lalu memberitahukan ke Shi Ah bahwa anak adopsi di keluarga Joo Jae malah sudah menembak Joon Jae, dan pacarnya Shim Chung malah menjadi perisai bagi Joon Jae. Jin Joo,”Seperti di film kan?. Mereka sekarang ada di rumah sakit sekarang”. Kamu seharusnya menonton berita. Berita”.

Yoo Ran lalu menemui Shim Chung di ruangan perawatan. Yoo Ran kuatir karena Shim Chung belum juga sadarkan diri padahal operasinya berjalan dengan lancar. Joon Jae yakin Shim Chung belum juga siuman karena dia menjalani operasi yang besar sehingga membutuhkan waktu agar dia sadarkan diri. Yoo Ran,”Apa dia membicarakan hal ini ketika melakukan hal ini?”. Joon Hae,”Berbicara tentang apa?”.

Muncullah masa silam ketika Yoo Ran menyajikan makanan buat Shim Chung, dan Yoo Ran melihat wajah cemberut dari Shim Chung. Saat itu, Shim Chung bertanya,”Ibu, kamu tahu tentang cerita si putri duyung kecil kan?”, Yoo Ran menjawab,”Yah saya tahu”. Shim Chung,”Pada akhirnya, si putri duyung mendapatkan sebuah pisau kan?. Jika dia membunuh pangeran dengan pisau, dia akan hidup namun jika dia gagal membunuhnya dia malah menjadi gelembung dan menghilang. Apa yang akan kamu lakukan?”. Yoo Ran malah bingung dengan perkataan Shim Chung itu.

Shim Chung justru berpikir adalah tepat jika si putri duyung menghilang karena si putri duyung yang memulai duluan cerita ini dengan ketamakannya yang datang ke daratan. Namun Yoo Ran justru berpikir lain. Yoo Ran menceritakan kisah putri duyung yang lain, dimana  seorang pria pergi ke laut namun perahunya terguling. Akhirnya pria itu malah bertemu dengan putri duyung dan memiliki anak2 dan hidup dengan bahagia. Anak mereka menjadi manusia dan putri duyung. Ada yang kembali ke air dan ada yang menetap di daratan dan menjadi seorang derwawan di kampung masyarakat, Yoo Ran,”Berkomunikasi dengan duyung di laut ketika terjadi badai, dia disuruh untuk tidak ke laut. Itulah cerita putri duyung lain yang diutarakan oleh Yoo Ran.

Menurut Yoo Ran bukan ketamakan si putri duyung yang membuatnya datang ke daratan namun karena motivasi cinta. Shim Chung menanggapi,”Meskipun menyenangkan dengan cerita yang membahagiakan, namun ada juga cerita yang tidak seperti itu”. Kembali ke masa sekarang, Joon Jae baru tahu Shim Chung sempat berbicara seperti itu dengan ibunya. Yoo Ran yakin karena pembicaraan dengan Shim Chung beberapa waktu lalu itu, sehingga Shim Chung rela berkorban demi Joon Jae. Yoo Ran memandangi Shim Chung dan berharap dia segera siuman, sehingga dia bisa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Shim Chung.

Yoo Ran sendiri bingung mengapa Shim Chung dapat bergegas lari di hadapan senjata yang menyerang Joon Jae. Joon Jae  pun mengenang masa lalu ketika dia berada di depan tebing jurang dan para premen hendak menembaknya bersama Shim Chung dan Joon Jae begitu takut dengan senjata kala itu, Joon Jae berkata,”itu yang saya katakan. Orang yang sangat takut dengan senjata tak punya ketakutan. Namun ibu, apakah ada legenda yang sungguh seperti itu?”.

Joon Jae ingin tahu apakah pangeran sungguh menikah dengan si putri duyung dan memiliki anak2 dan hidup bersama dengan si putri duyung dalam waktu yang lama.   Yoo Ran memberitahukan ke Joon Jae dia sering menceritakan legenda itu kepada Joon Jae saat dia masih kecil dulu ketika dia tidak bisa tidur; dan Joon Jae sangat menyukai cerita legenda tersebut. Joon Jae pun berharap legenda yang diceritakan oleh ibunyanya benar adanya. Yoo Ran lalu menyuruh Joon Jae untuk membawa beberapa barang ke ruang perawatan kepala Nam.

Joon Jae lalu pergi dari kamar Shim Chung, dan mengajak Nam Doo pergi ke ruang perawatan sekretaris Nam. Joon Jae menyapa istri tuan Nam, dan memberitahukan operasi Shim Chung berjalan dengan baik. Nam Doo seakan pernah melihat wajah sekretaris Nam. Muncullah masa silam Josen, saat reinkarnasi Nam Doo bertemu dengan reinkarnasi sekretaris Nam yang bersembunyi di semak2.

Reinkarnasi Nam Doo berkata,”Saat kamu berjalan lurus di jalan ini dan melewati bukit akan ada tempat di Bangcheon. Katakan pada mereka untuk memberikanmu kuda dan bilang Park Moo yang meminta itu. Tunggaki kuda itu ke ibukota dan lakukan kerjaan yang petugas itu suruhkan padamu”. Nam Doo mengaku melakukan ini untuk membalas musuhnya sambil memberikan uang keping perak kepada reinkarnasi sekretaris Nam.

Tak lama sekretaris Nam sadarkan diri, dan dia melihat wajah Nam Doo untuk pertama kalinya, sekretaris Nam,”Park Moo..”, Nam Doo menjawab,”Park.. apanya. Saya bukan Park Moo, saya adalah Jo Nam Doo”. Sebaliknya, sekretaris Nam memanggil Joon Jae dengan sebutan Dam Ryung. Sekretaris Nam menghela nafasnya dan menyebut kembali nama Joon Jae. Sekretaris Nam mengaku sudah memimpikan Joon Jae dalam waktu yang sangat lama. Joon Jae senang akhirnya sekretaris Nam bisa sadarkan dirinya dan mengucapkan terima kasih kepada sekretaris Nam yang sudah menjadi temannya selama ini.

Joon Jae dan Nam Doo berada di kamar Shim Chung, dan mereka cemas mengapa Shim Chung belum juga sadarkan dirinya. Nam Doo sendiri bingung karena dokter mengatakan operasi Shim Chung  berjalan dengan baik, namun Shim Chung  belum sadarkan diri. Nam Doo,”Apa  ada sesuatu yang berbeda dari kita, secara ajaib atau begitu?”.

Nam Doo pun secara jujur mengaku pernah mendengarkan pembicaraan Joon Jae dengan Shim Chung. Nam Doo kini tahu Shim Chung adalah putri duyung. Joon Jae menanggapi,”hah. Itu hanya candaan. Apa kamu percaya itu?. Apa kamu bercanda?”. . Nam Doo sendiri bingung tapi dia menyakini Shim Chung adalah orang yang berbeda, dan yakin Shim Chung seorang putri duyung.

Joon Jae sejenak terdiam dan Nam Doo meminta Joon untuk tenang karena dia tidak akan melakukan sesuatu kepada Shim Chung. Nam Doo tahu semua orang mengira dia seorang yang dibutakan oleh uang. Namun Nam Doo memiliki dua prinsip. Nam Doo memberitahukan dua prinsipnya itu, Nam Doo,”Saya tanpa gagal, membayar kembali musuhku. Saya membayar kembali utangku jika memungkinkan. Meskipun Chung tidak menyelamatkanku. Namun dia melindungi Joon Jaeku, Joon Jaeku”. Joon Jae merasa sedikit aneh ketika Nam Doo menyebutnya sebagai “Joon Jae-ku”. Tak lama Shim Chung menyahut,”Heo Joon Jae adalah Joon Jaeku. Jangan mengacaukannya”.

Nam Doo dan Joon Jae terkaget saat Shim Chung bangun dari tidurnya. Joon Jae menghampiri Shim Chung di tempat tidur.  Jika Shim Chung tidak bangun dari tidurnya, Joon Jae pun ingin mengikuti Shim Chung. Shim Chung menanggapi,”Kamu bilang kamu akan bertemu dengan wanita cantik dan hidup serta makan dengan baik”. Tapi bagi Joon Jae, tak ada wanita yang secantik Shim Chung.

 Joon Jae tersadar kehidupan ternyata singkat. Joon Jae serasa cintanya bisa akan lebih lama daripada kehidupannya sendiri, Joon Jae,”Jadi itulah mengapa di kehidupan ini, cintaku tidak akan berakhir. Terima kasih karena sudah kembali”. Joon Jae pun memandangi Shim Chung dan memegang tangannya. Melihat romansa cinta keduanya, Nam Doo pun pergi. Joon Jae pun mencium tangan Shim Chung. Joon Jae tertidur disamping Shim Chung sambil memengang tangannya, dan Shim Chung memandangi Joon Jae lalu dia tertidur.

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan.

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*