Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 20 (Akhir) Drama Korea Bagian Kedua

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 20 (Akhir) Drama Korea Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 20 (Akhir) Drama Korea Bagian Pertama

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Kim Seul Gi ingin tahu mengapa Shim Chung harus kembali ke laut. Shim Chung menyadari betapa bagusnya jantungnya berdetak, ternyata tak baik bila berada di depan senjata. Kim Seul Gi pun ingin tahu apakah Shim Chung sudah tertembak dan Shim Chung mengakui hal tersebut. Shim Chung hendak mengungkit betapa mengerikannya hiu dan lumba2 yang tertembak oleh manusia di laut, namun dia urung menjelaskannya lebih rinci.

Shim Chung pun merasa dia harus kembali ke laut untuk menguatkan dirinya kembali dengan menyantap makanan bernutrisi. Seul Gi ingin tahu mengapa Shim Chung ingin menerima sebuah tembakan. Shim Chung pun memberitahukan dia ingin menyelamatkan lelaki yang dicintainya itu , dan dia tidak pernah menyesal atas perbuatannya itu. Seul Gi menyahut,”Dimana dia? Apa dia tahu kamu akan kembali?”, dan Shim Chung hanya terdiam.

Shim Chung terlihat bahagia menyusuri jalan ke rumah Joon Jae, lalu dia membunyikan bel di rumah Joon Jae dan dia bertemu dengan Nam Doo. Nam Doo kini sudah tak mengenali Shim Chung. Shim Chung,”Saya ingin mengatakan sesuatu yang penting..”, Nam Doo membalas,”Ah… saya sudah memiliki agama”, sembari meninggalkan Shim Chung. Shim Chung malah menekan bel kembali, dan Nam Doo pun keluar dari rumah Joon Jae. Nam Doo berujar,”Jika bukan agama, apa susu?, pemurni air?? Jika bukan, apa?”, sembari kesal.

Shim Chung pun menanyakan keberadaan Joon Jae. Nam Doo pun menyuruh Shim Chung untuk melupakan Joon Jae. Nam Doo tidak yakin bagaimana Shim Chung bisa datang ke rumah Joon Jae, namun Nam Doo yakin Joon Jae sudah membodohi Shim Chung. Nam Doo,”Anak itu bersamamu pergi melihat matahari terbit di timur laut pada tanggal 1 Januari kan?. Lalu dia kembali setelah melihat laut. Setelah dia memutus semua komunikasi berarti?. Dia mungkin terlihat keren. Itu hanyalah tipuannya. Anggap saja ini ketidakberuntungan. Saya seperti pernah melihatmu dan merasa seperi saudaraku makanya saya memberikanmu nasihat ini”.

Tak lama, Yoo Ran muncul dan menyapa Shim Chung, namun Yoo Ran sudah tak mengenalinya. Nam Doo lalu menjelaskan Shim Chung datang ke rumah untuk mencari Joon Jae, dan meminta Shim Chung pergi. Namun Yoo Ran meminta Nam Doo jangan bersikap kasar kepada tamu Joon Jae. Yoo Ran lalu menyuruh Shim Chung masuk kedalam rumah dan menunggu Joon Jae.

Nam Doo, Yoo Ran, serta Shim Chung lalu masuk ke rumah Joon Jae. Shim Chung seakan terheran melihat keadaan rumah Joon Jae sekarang. Melihat keadaan rumah Joon Jae, Shim Chung pun mengambil tisu di meja dan mengusap airmatanya. Shim Chung minta ijin ke kamar mandi, dan Nam Doo hendak memperlihatkan arahnya. Namun Shim Chung langsung tahu keberadaan kamar mandi, Nam Doo melihat Shim Chung merasa nyaman di rumah Joon Jae seakan rumah itu adalah miliknya.

Nam Doo memberitahukan ke Yoo Ran bahwa Joon Jae membawa Shim Chung ketika mereka pergi. Nam Doo lalu menelpon Joon Jae dan memberitahukan bahwa seorang wanita cantik dan memiliki rambut panjang sedang mencarinya. Nam Doo yakin Joon Jae akan mendapat masalah karena dia belum menukar KTP nama Joon Jae. Tak lama, Shim Chung mendekati Nam Doo di kolam renang dan memberitahukan namanya adalah Shim Chung.

Nam Doo ingin tahu dimana rumah Shim Chung, Shim Chung memberitahukan dia tinggal di tempat yang jauh. Nam Doo menyahut,”Bukannya kamu tinggal di Namyang-ju?”. Shim Chung menjawab,”Benar”. Nam Doo,”Bagaimana kamu tahu ?”. Nam Doo merasa aneh dengan melihat Shim Chung. Lalu Nam Doo terkaget ketika dia melihat gelang giok Shim Chung. Shim Chung pun hanya tertawa karena dia merasa orang2 tak banyak berubah. Lalu Shi Ah pun datang, dan Shim Chung menatap Shi Ah.

Namun Shi Ah tak mengenali siapa Shim Chung.  Shi Ah,”Dia belum disini”, Nam Doo,”Ah.. apa kamu harus menjadi orang yang melamar duluan?”. Shi Ah merasa tak ada yang salah jika wanita yang melamar seorang pria duluan di zaman sekarang.

Shim Chung lalu terheran melihat cincin yang ada di jemari Shi Ah. Shim Chung pun ingin tahu apakah Shi Ah sudah tinggal di rumah Joon Jae. Lalu Shim Chung pun menghampiri Shi Ah, Shi Ah menyahut,”Apa? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu padaku?”. Shim Chung pun bertanya apakah Shi Ah akan segera menikah, Shi Ah menjawab,”Ah, iya”. Shim Chung pun ingin tahu Shi Ah akan menikah dengan siapa pasalnya ada tiga lelaki yang tinggal di rumah Joon Jae. Nam Doo pun terheran mengapa Shim Chung bisa tahu ada tiga lelaki yang tinggal di rumah itu.

Shim Chung terus mendesak Shi Ah untuk memberitahukan padanya dengan lelaki siapa dia akan menikah. Shi Ah malah semakin bingung mengapa Shim Chung bisa tahu nama lengkapnya padahal dia belum memperkenalkan dirinya. Shim Chung,”Apa dengan sengaja kamu menikah dengan Heo Joon Jae?”, Shi Ah,”Bagaimana jika saya melakukannya?. Apa dia penggemarnya Joon Jae juga?”, sambil bertanya ke Nam Doo.

Nam Doo pun melihat sepertinya Shim Chung adalah penggemar Joon Jae. Shi Ah menjelaskan Shim Chung tidak akan pernah bisa mendapatkan Joon Jae. Shi Ah menegaskan Shim Chung tidak akan bisa mengalahkan wanita yang sudah berada di dalam ingatan Joon Jae. Shi Ah,”Dia memiliki ingatan yang luar biasa di ingatannya. Kamu tidak akan pernah menang”.

Shi Ah pun ingin memberitahukan dengan siapa dia akan menikah, namun Shim Chung tak ambil pusing selama Shi Ah tidak menikah dengan Joon Jae sambil bersikap cuek. Nam Doo pun tetap menyarankan agar Shi Ah jangan melamar duluan lelaki yang disukainya, namun menunggu reaksi dari pria itu.

Akhirnya, Joon Jae pun tiba di rumahnya dan bertemu dengan Shim Chung. Shim Chung pun memandangi Joon Jae dan melihat dia lebih tampan. Di dalam hatinya, Shim Chung senang bisa melihat Joon Jae baik2 saja. Joon Jae,”Saya bertanya siapa kamu?”. Di dalam hatinya, Shim Chung memberitahukan dirinya adalah orang yang dicintai oleh Joon Jae di sepanjang hidupnya.

Nam Doo pun melihat Joon Jae tidak mengingat Shim Chung. Joon Jae ingin tahu alasan mengapa Shim Chung datang. Di dalam hatinya, Shim Chung datang untuk membiarkan Joon Jae tahu bahwa dia baik2 saja dan betapa dirinya sungguh merindukan Joon Jae.  Di dalam sanubarinya, Shim Chung pun mengakui dia sungguh mengetahui diri Joon Jae lebih dari siapapun. Shim Chung,”Saya tidak tahu kamu. Kita hanya bersentuhan satu sama lain sungguh jelas. Saya tidak tahu apa kamu ingat tuan Joon Jae”.

Joon Jae ingin tahu apa yang ingin dikatakan oleh Shim Chung. Di dalam hatinya, Shim Chung ingin mengatakan dia mencintai Joon Jae. Shim Chung pun tak ingin mengatakan apapun di depan Joon Jade terkait ungkapan hatinya yang sebenarnya. Namun di dalam hatinya, Shim Chung terus mengatakan betapa dirinya mencintai  Joon Jae.

Joon Jae pun tak mengenali Shim Chung dan hendak pergi karena memiliki janji. Shi Ah melarang Joon Jae untuk bergegas pergi karena pada hari ini dia akan melamar Tae Oh dan segera mengumunkan pernikahan mereka. Joon Jae hanya mengucapkan selamat kepada Shi Ah dan bergegas meninggalkan Shim Chung. Namun Shim Chung pun bergegas pergi dan mencari Joon Jae.

Shim Chung mencari Joon Jae dan memandangi khiasan lampu. Shim Chung pun mengingat masa lalu ketika dia melihat khiasan lampu itu  bersama Joon Jae. Shim Chung juga mengingat ketika Joon Jae hendak memberikannya boneka gurita namun dia tak bisa memberikannya karena tertangkap penyidik Hong. Shim Chung pun menunggu Joon Jae. Tak lama sepeda motor hampir menabrak Shim Chung, dan membuat baju Shim Chung hampir terkena air salju.

Shim Chung duduk terdiam. Di dalam hatinya, Shim Chung melihat Joon Jae baik2 saja dan merasa dia seharusnya tak kembali. Shim Chung duduk terdiam, tapi tak lama Joon Jae menyodorkan payung kepada Shim Chung seperti kala mereka pertama kali bertemu. Joon Jae,”kenapa. Apa kamu ingin pergi lagi?. Apa ini yang kamu inginkan. Menghapus dunia seutuhnya, Sehingga saya bisa melupakanmu”, sambil menyodorkan tangannya. Joon Jae merasa Shim Chung seharusnya tidak menghapus ingatan semua rekan mereka.

Joon Jae menegaskan di dunia ini, dia hanya bisa mengingat Shim Chung seorang. Shim Chung bingung mengapa Joon Jae masih bisa mengingatnya. Joon Jae lalu memeluk Shim Chung dan menjelaskan meskipun Shim Chung menghapus ingatannya hingga 100 kali, Joon Jae masih akan tetap mengingat Shim Chung. Shim Chung pun mengakui tak ingin lagi menghapus ingatan Joon Jae. Joon Jae melihat ada sesuatu yang dirindukan oleh Shim Chung.

Joon Jae yakin Shim Chung pasti merindukan tempat dimana mereka biasa pergi, apa yang mereka lakukan, apa yang mereka makan, dan canda tawa keduanya. Joon Jae menegaskan meskipun Shim Chung menghapus semua ingatan indah mereka itu, Joon Jae tidak akan pernah melupakan Shim Chung. Joon Jae,”Kamu akan diingat di dalam tubuhku dan terukir di hatiku, jadi tak ada yang bisa kamu lakukan. Meskipun demikian, saya tetap bekerja keras. Bagaimana jika tahun2 berlalu,  dan saya sungguh melupakanmu. Karena itulah setiap harinya saya mencoba dengan keras tidak akan melupakanmu”.

Muncullah masa lalu ketika Joon Jae berusaha mencatat semua ingatannya setelah Shim Chung pergi. Di dalam ingatan Joon Jae itu, Joon Jae merasa bersyukur dia masih dapat mengingat Shim Chung dalam catatan ingatannya. Hari demi hari, Joon Jae berusaha mengingat dan mencatat semua kenangan indah di dalam ingatannya baik di era Joseon ketika dia bertemu dengan Se Hwa. Di dalam catatannya, Joon Jae masih dapat mengingat begaimana Shim Chung melindunginya dari tembakan peluru yang ditembakkan oleh Chi Hyun.

Setelah Shim Chung pergi menghilang, peta ingatan Joon Jae mulai memudar. Namun Joon Jae berusaha untuk tetap mengingat semua ingatannya bersama Shim Chung dalam setahun, dan tetap mempertahankan ingatannya itu akan sosok Shim Chung. Joon Jae pun pergi ke laut. Joon Jae terus mencari tempat tinggal Shim Chung, Joon Jae,”Di tahun berikutnya adalah menemukan laut dimana kamu tinggal. Saya menghabiskan setahun untuk menyiapkan rumah yang berada dekat laut sehingga saya bisa tinggal bersamamu”.

Dan akhirnya penantian panjang Joon Jae menantikan Shim Chung berada pada ujung jalan. Karena Nam Doo memberitahukan bahwa seorang wanita cantik berambut panjang hendak bertemu dengannya. Ketika Joon Jae mendapat informasi tersebut dari Nam Doo, Joon Jae mengepalkan tangannya ketika sedang menyetir mobil dan dia menangis. Joon Jae menangis akhirnya bisa bertemu Shim Chung setelah dia membuatnya menderita. Joon Jae,”Setelah tiga tahun berlalu. Dan hari  itu sepertinya tidak akan pernah datang, justru datang pada hari ini”, dan Joon Jae menguatkan hatinya masuk ke dalam rumahnya dan bertemu dengan Shim Chung.

Kembali ke masa sekarang, Joon Jae menatapi Shim Chung. Shim Chung ingin tahu mengapa Joon Jae tetap menantinya seperti itu, meskipun Shim Chung bisa saja tidak akan bisa datang kembali lagi. Joon Jae melakukan pengorbanan yang besar itu karena dia hanya bisa mengingat Shim Chung di dunia ini. Joon Jae menegaskan dia hanya bisa mencintai seorang wanita dan mencium kepala Shim Chung. Keduanya pun saling berpelukan. Joon Jae dan Shim Chung datang melihat kamar loteng Shim Chung.

Joon Jae kini sudah membeli rumah sewaannya itu buat Shim Chung, dan Shim Chung berterima kasih karena Joon Jae sudah menunggunya. Joon Jae juga merasa bersyukur karena Shim Chung sudah menempuh perjalanan jauh dan ingin bertemu dengannya. Shim Chung lalu mendekati Joon Jae, namun Joon Jae menjauhinya karena takut Shim Chung menghapus ingatannya. Shim Chung menegaskan dia tidak akan menghapus ingatan Joon Jae seperti dulu. Joon Jae berusaha merayu Shim Chung, dan hendak menciumnya, namun Shim Chung bersikap manja dan lari dari Joon Jae.

Shim Chung lalu mendatangi Jin Kyung dan menegur dia yang sedang mencari pakaian bekas di tempat sampah. Shim Chung datang menemui Jin Kyung karena merindukannya. Namun Jin Kyung merasa aneh karena dia tak merindukan Shim Chung dan mereka hanya beberapa kali bertemu. Shim Chung tahu mereka hanya beberapa kali bertemu, namun Shim Chung ingin tetap membangun hubungannya dengan Jin Kyung. Jin Kyung lalu mengajak Shim Chung berteman dengannya, dan mereka pun saling berteman.

Jin Kyung,”Apa kamu tukang? Apa kamu mengikutiku?”, Shim Chung,”Tidak saya memiliki seseorang yang kucintai”. Jin Kyung lalu hendak menjelaskan tiga tingkatakan cinta, dan Shim Chung menyahut,”Ada tiga tingkatan cinta yakni romantis, seksi dan kotor”. Shim Chung merasa dia kini tidak berada di tingkatan cinta romantis namun seksi, Shim Chung,”Segera. Bertambah maju menjadi kotor bisa saja”, Jin Kyung,”Apa kita berjodoh atau semacamnya?. Kita sungguh dekat. Bertemulah lebih sering”.

Akhirnya, Shim Chung dan Joon Jae pun menikah. Shim Chung sedang belajar keras hingga larut malam karena dia akan mengikuti ujian kesetaraan, Joon Jae menyuruh Shim Chung belajar di tempat tidur.  Shim Chung tetap bersikeras ingin tetap belajar, Joon Jae kesal dan melarang Shim Chung membaca sambil menggendongnya. Joon Jae lalu membawa Shim Chung ke tempat tidur, dan keduanya bercumbu dengan romantis di tempat tidur sebagai pasangan suami istri.

Joon Jae lalu menjalani uji kelayakan sebagai seorang jaksa, dan  Joon Jae mendapat nilai yang tinggi akan uji kelayakan profesi jaksa tersebut. Penguji bertanya Joon Jae ingin menjadi jaksa seperti apa. Joon Jae menjelaskan mimpinya adalah menjadi seorang jaksa publik di kantor daerah dengan pemandangan yang indah dan dekat dengan laut. Joon Jae,”Misalnya beberapat tahun lalu saya membeli rumah kecil di wilayah Sok Cho. Jika saya bisa bertugas disana. Jauh lebih baik”.

Joon Jae dan Shim Chung pun pergi ke wilayah Sok Cho propinsi Gangwon, dan memandangi laut yang indah disana. Joon Jae berujar,”Akhirnya kami bisa membuat mimpi kami menjadi kenyataan. Di desa pedalaman, tak ada berita, di desa yang membosankan tak ada yang khusus. Memiliki kehidupan yang sungguh2x sederhana”. Joon Jae dan Shim Chung jalan bersama, Shim Chung menyantap banyak makanan karena dia sedang hamil. Joon Jae menyuruh Shim Chung untuk banyak makan karena dia sudah berbadan dua.

Joon Jae masih bingung bagaimana dia bisa menghidupi Shim Chung dan anaknya karena dia hanya bekerja sebagai pegawai pemerintah. Shim Chung menanggapi,”Jangan kuatir sayang. Saya akan berusaha keras menangis hingga airmatanya menjadi kering”. Keduanya jalan bersama, dan Joon Jae berkata,”Menangis dan tertawa untuk hal yang sederhana bahagia sedih dan mengaliri setiap detik kami dan tiap waktu kami menonton dengan tenang.  Cinta jauh dan jauh, cinta berharga itu akhirnya datang padaku, menjauh dengan indah dan rahasia mengingat legenda indah kami”.

Mimin ucapkan terima kasih buat chingu yang sudah membaca sinopsis dari mimin. Gomapta… 🙂

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

14 comments

  1. Huuuaaaa, makasih min diselesaikan sampai taman 😀
    gomao gomao.. Jangan pernah berhenti menulis ya min. Hwaiting!! 😉

  2. Park bou geum ssi

    Thanks buat semuanya ya mimin…
    Gomawoyo..😄😄

  3. Thank you admin….muachhhh…. Seneng dehh penutupnya manis banget… Happy ending…. Tks

  4. gomaooo chinguuu 🙂

  5. thxu min sinopsis terakhir TLOBS -nya^^
    happy ending♡ ditunggu sinopsis berikutnyaa!

  6. hwaaa, happy ending, makasih min, 🙂

  7. kok klo ngliat adegan Shim Chung hamil jd inget Cheon Song Yi di You Who Came From The star yah?

  8. mksii yaa atas sinopisx

  9. kereen…dari awal sampai akhir….keren ceritanyaa….semnagat sllu yang menulis sinopsis

  10. Trimakasih min buat sinop.nya
    Keren #hwaiting #lotbs

  11. Thanks min sdah post sinopsisnya happy ending lagi gamhasanida 🙂

  12. Nyampe ngga bisa tidur cuma buat baca sinopsis kereennn ini 🙂

  13. Kalau episode 21 itu isinya apa ya min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*