Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 4 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 4 Bagian Pertama Drama Korea

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-1 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-2

[Baca juga: Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 4 Bagian Kedua Drama Korea]

Sebuah laporan diberitahu pada Dam Ryung bahwa  tadi malam penduduk desa di pantai barat mengatakan ada  kejadian  yang aneh, pakaian mereka yang digantung di halaman belakang dan sepatu menghilang tapi pelakunya meninggalkan mutiara langka. Namun berita tersebut juga sampai ke telinga Tuan Yang dan dia menjadi tertarik dengan mutiaranya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-3

Gundik yang menemani Tuan Yang pun terkejut mendengarnya,  dan berandai-andai seandainya si maling itu memutuskan berhenti di tempatnya. Tuan Yang  pun menegurnya karna tak puas dengan sebagian dari pakaiannya terbuat dari mutiara dan benda-benda berharga dari emas dan perak, dan kemudian berjanji  bahwa dia akan memenuhi pakaiannnya yang lain dengan mutiara.

Tuan Yang berkata apabila dia menangkap putri duyung itu, dia akan memukulnya dan memeras air matanya  lagi dan lagi.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-4 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-5

Seorang pria tua mengkonfirmasi bahwa pelakunya adalah putri duyung yang memberikan mutiara sebagai bayaran karna telah telah mengambil pakaian atau memakan makanan, dan menambahkan bahwa Putri duyung  yang telah jatuh cinta pada manusia tidak akan kembali, dan itu telah menjadi sifatnya yang telah melekat.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-6 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-7 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-8

Dan kita melihat Se Wa berjalan mengenakan pakaian wanita di tengah kota dengan kedua kakinya, dan melihat sekelompok anak kecil mengambil buah kesemek di sebuah pohon. Dia memungut buah kesemek yang jatuh di tanah, yang mengingatkannya saat masih remaja dulu ketika Dam Ryung memberinya buah yang sama.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-9 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-10

Pria tua itu kembali memberitahu Tuan Yang bahwa bagi putri duyung yang hanya bisa mencintai sekali dalam hidupnya, dia akan mempertaruhkan hidupnya untuk cinta satu-satunya itu. Tuan Yang melihat bahwa bagi putri duyung satu-satunya cinta sejatinya telah muncul dan sebuah kesempatan telah muncul di depannya.

Tuan Yang memerintahkan pria tua itu untuk mengumpulkan sejumlah orang untuk menangkap Se Wa sebelum Dam Ryung menemukannya. Dia juga memerintahkan gundiknya untuk menyebarkan sebuah rumor bahwa sebuah ombak besar menyebabkan kapal nelayan menghilang, semua karna pertanda buruk itu, seekor putri duyung dan bahwa putri duyung itu dengan niat jahatnya menyembunyikan dirinya dengan menyamar sebagai penduduk desa dan jika mereka tidak bisa menangkapnya maka sebuah malapetaka besar yang tak bisa dihindarkan dan banyak orang akan terluka dan mati.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-11 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-12

Si gundik itu pun berkomentar bahwa dalam hari kelima adalah waktu yang tepat, karna penduduk desa akan sangat khawatir dengan angin dan ombak; dan Dam Ryung tidak akan bisa berbuat apa-apa selain setuju kepada penduduk desa bodoh yang ketakutan.

Gundiknya pun berpikir jika mereka beruntung, mereka  juga bisa memaksa Dam Ryung ke dalam situasi yang berbahaya bersama dengan putri duyung itu. Tuan Yang berkata, “Cinta yang naif memberiku kebahagiaan besar.”

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-13 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-14

Segera para penduduk desa mulai mempergunjingkan bahwa badai yang terjadi karna putri duyung yang pernah tertangkap itu. Mereka khwatir jika suami mereka akan menjadi hantu laut apabila pergi berlayar  karna ada angin yang kencang, sehingga  sepakat mereka seharusnya menangkap dan membunuh putri duyung itu.

Para warga desa pun yang ketakutan karna rumor itu memutuskan datang ke kantor Kepala Desa dan menyampaikan kekhawatiran mereka .

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-15 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-16

Dam Ryung mengabaikan rumor yang meresahkan para warga, dan memberitahu asistennya bahwa dia akan pergi menemui Se Hwa sesuai janji yang telah mereka sepakati untuk bertemu di hari ke-20 pembelahan matahari (yang jatuh dihari pertama musim dingin dan salju besar, sekitar tanggal 22 November), sehingga ia bisa melihat salju pertama dengannya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-17 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-18

Asistennya tak percaya jika hari ini akan turun salju, namun beberapa detik kemudian salju benar-benar turun di desa itu. Dam Ryung menglurkan tangannya untuk merasakan salju itu, dan hal yang sama dilakukan oleh Se Hwa yang sedang berada di tempat lain.

Dam Ryung segera menaiki kudanya untuk secepatnya menemui Se Hwa karna khawatir nyawanya sedang terancam, mengabaikan asistennya yang melarangnya pergi.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-19 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-20

Se Hwa berjalan menyusuri sebuah kebun dan terkesima memandangi salju yang turun, dan tiba-tiba saja tiga orang  orang suruhan Tuan Yang muncul di depan Se Hwa, yang telah diperintahkan untuk menyerang kelemahan terbesar putri duyung yaitu dengan melukai kedua kakinya agar dia tidak akan bisa kembali.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-21 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-22

Mereka mengeluarkan pedang mereka, dan perlahan mendekati Se Hwa untuk melukai kakinya. Se Hwa terkepung dan tak bisa lari, dan saat seorang dari mereka akan melukai kakinya, sebuah pedang menusuk si penyerang. Dam Ryung datang layaknya seorang pahlawan untuk menyelamatkannya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-23

Kita kembali ke jaman modern Seoul. Ada sebuah berita yang melaporkan tengang seorang kriminal bernama Ma Dae Young (Sung Dong Il)yang dipenjara di sebuah lembaga pemasyarakatan Seoul karna tuduhan pembunuhan, namun berhasil keluar. Dalam pemberitaan tersebut juga diperlihatkan sosok Ma Dae Young melalui kamera CCTV. Polisi belum bisa memastikan apa Ma Dae Young memiliki antek yang membantunya keluar.

Mereka memberitakan bahwa beberada dari prediksi awal polisi dia akan segera ditahan, namun tidak ada kemajuan dalam penyelidikan yang membuat  masarayakat ketakutan. Namun kita melihat saat ini dia sedang bekerja sebagai seorang pekerja konstruki bangunan.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-33

Sementara itu, Jin Joo mengirimkan sejumlah makanan yang telah dibuat oleh  Yoo Ran, pembantu rumahnya ke Seo Hee, ibu tiri Joon Jae. Dia kemudian menghidangkan makanan tersebut, dan kita melihat Heo Jil Goong sangat bahagia makan bersama dengan keluarga kedunya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-24

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-25

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-26

Namun saat ia memakan kepitingnya, rasa kerang itu membuatnya kembali teringat dengan keluarga pertamanya ketika masih masih miskin dulu dulu, dan janjinya pada ibu Joon Jae bahwa kelak ketika dia berhasil menjadi konglomerat akan menjadikannya seorang Nyonya Besar dan akan  akan membelikannya barang-barang mewah.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-27 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-28

Di dalam mobilnya, Gil Joong bertanya pada sekertarisnya apa belakangan ini dia masih mengetahui keberadaan Joon Jae. Sekertarisnya menjawab bahwa dia kesulitan mendapatkan alamat terbarunya dan menyarankan agar mereka berdua berdamai sebagai ayah dan anak.

Gil Joong memberitahu sekertarisnya bahwa satu-satunya darah daging yang ia miliki adalah Joon Jae, dan  sekarang ia menginginkan untuk menemukannya dan membawanya disisinya untuk mengajarinya banyak hal.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-29

Sayangnya, istrinya yang sekarang, Seo Hee, mendengar perbincangan mereka melalui sebuah headset (dan sepertinya dia sedang menyadap suaminya).

Seo Hee kemudian menelpon Dae Young dan memintanya untuk mengikuti Joon Jae. Dia berpesan jika telah menemukannya, dia harus membuatnya menghilang. Karna hari ini ulang tahun Joon Jae, Seo Hee tahu dia akan pergi ke sea world seperti yang selalu ia lakukan sebelumnya dengan ibunya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-30 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-31 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-32

Kemudian kita melihat Joon Jae akhirnya bertemu dengan si putri duyung di sea world. Joon Jae berjalan perlahan menghampirinya, dan bertanya, “Apa kau mengenalku? Saya tanya lagi. Apa kau mengenaliku?” Joon Jae bertanya sambil menatapnya, dan si putri duyung pun menangis.

Staff sea world yang mengejar si putri duyung datang, dan Joon Jae menunjukkan kartu identitas Detektif dari salah satu koleksinya untuk menyelamatkannya dari situasi ini. Joon Jae membawanya, dan kembali bertanya tentang foto mereka yang dikirimkan oleh Nam Doo dan juga bertanya mengapa mereka bisa bersama.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-34

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-36

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-35

Si putri duyung cukup heran melihat ponselnya dan berkata mengapa dia bisa ada disitu bersama Joon Jae. Joon Jae mendesaknya  untuk menjawab apa dia mengenalnya atau tidak setelah tahu namanya, tapi si putri duyung hanya menggelengkan kepalanya.

Dari foto itu, Joo  Jae menduga mereka sempat bersama di Spanyol, dan bertanya mengapa dia tidak mengenalnya. Joon Jae bertanya siapa namanya, dan si putri duyung berkata dia tak punya nama, tapi seseorang memberitahunya bahwa dia bukan orang aneh. Namun Joon  Jae berkata bahwa  semua ucapan dan sikapnya aneh.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-37

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-38

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-39

Polisi yang sesungguhnya datang dan setelah mereka berpura-pura sebagai sepasang kekasih, mereka lari. Si putri duyung mengingat sebuah kenangan mereka di Spanyol saat berlari bersama Joon Jae dari kejaran para mafia.

Di luar, Joon Jae berkata dia akan bertanya untuk yang terakhir kali. “Apa yang terjadi diantara kita,” tanya Joo Jae. Si putri duyung tak menjawab apapun sehingga Joon Jae memutuskan pergi darinya meskipun ada banyak hal yang membuatnya penasaran. Si putri duyung mengikutinya, dan Joon Jae bertanya apa ada sesuatu yang ingin ia katakan padanya. Si putri duyung menggelengkan kepalanya, dan Joon Jae menyuruhnya untuk tidak mengikutinya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-40 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-41

Saat si putri duyung akan menyeberang jalan, dia hampir ditabrak oleh sebuah truk dan ketika dia mengalihkan pandangannya ke arah Joon Jae, dia telah menghilang. Si putri duyung datang ke Sungai Han. Ada banyak orang disana dan dia berusaha menemukan Joon Jae ketika Cha Tae Hyun (cameo) datang mendekatinya.

Pria itu mulai mulai dari berkomentar tentang hidungnya yang bagus sehingga ia tak perlu melakukan operasi, dan bahwa dia kekurangan berkat dari para nenek moyangnya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-42 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-43

Cha Tae Hyun mulai berkata yang aneh-aneh bahwa di tanah para leluhurnya menangis, dan Si putri duyung bertanya apa itu nenek moyang. Putri duyung mengatakan bahwa nenek moyangnya berada di dalam air, sehingga Cha Tae Hyun berasumsi bahwa dia menaburkan abu leluhurnya di sepanjang sungai atau laut.

Dia menuliskan sebuah kata di  tanah menggunakan sebuah kayu di tangannya, meskipun si putri duyung tak mengerti apa itu. Cha Tae Hyun menunggu jawabannnya, sampai pada akhirnya dia sendiri yang menjelaskan  itu adalah nasib baik. Dia mulai menjelaskan jika dia melakukan tugasnya dengan baik kepada leluhurnya, maka keberuntungan akan mengikutinya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-44 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-45

Putri duyung tak memperhatikan penjelasannya, dan malah ngiler melihat kembang gula  yang dipegang anak kecil dari kejauhan; dan kemudian memutuskan untuk pergi bersamanya, tapi Joon Jae datang untuk menyelamatkannya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-46 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-47

Cha Tae Hyun bertanya sambil memelototinya siapa dia, dan Joon Jae menjawab seolah menyindirnya bahwa dia adalah leluhurnya. Joon Jae menduga dia hanya seorang penipu, dan kembali berkata bahwa dia berpikir apabila mengabaikan para leluhurnya seluruh dunia akan berantakan sehingga ia datang untuk membawanya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-48 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-49

Dia ingin mendorong Joo  Jae, tapi Joon Jae berhasil mengambil dompetnya dari sakunya, dengan sebuah tekniknya. Joon Jae mengerjai pria aneh itu, mengangkat tinggi-tinggi tangannya, sehingga menyulitkan Cha Tae Hyun untuk merebut dompetnya karna postur tubuhnya yang lebih pendek.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-50

Hari sudah malam dan si putri duyung memegang erat baju Joon Jae dan berjalan di belakangnya. Joon Jae memberinya sejumlah nasihat agar dia tidak sembarang mengkuti pria macam tadi, dan Joon Jae menyelamatkannya saat beberapa anak remaja  yang naik skateboard hampir menabraknya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-51 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-52 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-53

Si putri duyung langsung terkesima dan memandangnya dengan imut, dan Joon Jae segera melepaskan tangannya setelah melihat tatapan anehnya. Kembang api mulai menyala, dan si putri duyung mengira itu suara tembakan. Dia berlari ke arah Joon Jae, menutupi tubuhnya dan berkata bahwa dia akan menyelamatkannya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-54 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-55 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-56

Pada akhirnya dia yang ternyata ketakutan dan bahkan tidak bisa membuka matanya karna berpikir itu berbahaya. Joon Jae memberitahunya untuk membuka matanya, karna itu hanya kembang api.

Joon Jae menasihatinya, “Melindungi orang lain dilakukan setelah melindungi diri sendiri. Peraturannya seperti itu,” namun putri duyung memandangi kembang apinya dengan terperangah dan bertanya apa itu panas jika menyentuhnya.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-57 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-58

Joon Jae bertanya apa ini pertama kalinya dia melihat kembang api, dan kemudian si putri duyung mengingat bagaimana Joon Jae mengatakan bahwa dia akan membawanya menyaksikan pertunjukan kembang api di Sunga Han ketika mereka tiba di Seoul saat mereka bersama di Spanyol.

Si Putri duyung heran melihat sejumlah orang yang berada didekatnya memegang sesuatu di tangan mereka. Joon Jae menjelaskan mereka sedang mengambil gambar, dan Si putri duyung bertanya apa itu.

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-59 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-60 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-61

Joon Jae tertawa kecil dan bertanya  apa dia bertanya karna benar-benar tidak tahu. Dia mengeluarkan ponselnya dan memotret kembang api dan kemudian menujukkannya. Si putri duyung  bertanya mengapa dia tidak mengambil gambar seperti yang lainnya, dan Joon Jae menjawab karna dia bisa mengingatnya.

Si putri duyung kemudian memegang tangan Joon Jae, meletakannya di dadanya dan berkata, “Kau menyimpannya disini, kan?”

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-62

Hal itu membuat Joon Jae kembali teringat akan ucapan yang sama yang pernah diucapkan ibunya saat ia masih kecil. Dia duduk bersama ibunya menyaksikan meriahnya pertunjukan kembang api dan ibunya berpesan agar dia melihat pertunjukannnya dengan baik dengan matanya, dan menyimpannya di hatinya dan saat dia mengalami hari yang menyedihkan, dia bisa memikirkan bahwa ‘saat itu kembang api di langit sangat cantik, dan hari itu sangat menyenangkan.”

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-65

gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-63 gambar-sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-4-bagian-pertama-64

Si putri duyung mengabaikan  saat Joon Joae mengkritik mengapa dia terus berbicara tidak formal padanya, dan pandangannya hanya tertuju pada kembang yang indah di langit. Dan pada akhirnya di Sungai Han itu, Joon Jae bersama putri duyung menikmati indahnya kembang api bersama-sama.

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*