Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 7 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 7 Bagian Kedua Drama Korea

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 7 Bagian Pertama Drama Korea]

Sim Chung bertanya mengapa mereka menikah kalau tidak saling mencintai. Yoo Na menghela nafasnya mendengar pertanyaan Sim Chung, dan menjawab bahwa orang tuanya jatuh cinta ketika mereka menikah dan orang tuanya mungkin saling mencintai ketika dia masih bayi, tapi mereka berubah.

Yoo Na mengakui alasan mengapa dia bekerja keras untuk bisa masuk ke akademi adalah karna ia takut ibunya tidak lagi mencintainya jika dia tidak belajar dengan keras. Itulah mengapa meskipun dia tidak ingin masuk ke akademi, dia tetap bekerja keras.

Jin Joo datang bersama putri kecilnya dan mengetuk kaca toko serba ada untuk memanggil Sim Chung.  Sim Chung keluar untuk menghadapinya, namun Jin Joo malah terperangah saat melihat rambut Sim Chung yang beterbangan karna angin. Dia bertanya-tanya dalam hatinya – rambut itu, rambutnya mungkin tampak berantakan seolah-olah belum ditata, tapi itu tampak elegan. Salon dimana dia merawat rambutnya

Jin Joo bertanya dengan ketus apa Sim Chung yang telah memarahi putrinya. Namun Jin Joo kembali terperangah setelah melihat gaya berpakaian Sim Chung dengan seksama. Dia berpikir dalam hatinya — pakaiannya mungkin tidak serasi satu sam lain – terlihat seperti sup dan nasi yang dihidangkan secara terpisah, dan kemudian mereka serasi begitu mengagumkan: “Perasaan aneh apa ini?,” tanya Yoo Jin dalam hatinya.

Disaat pikiran Jin Joo bertanya-tanya dengan penampilan Sim Chung yang aneh tapi menawan, Sim Chung berkata bahwa itu karna putirnya mengganggu Yoon Ah. Jin Joo bertanya apa dia ibunya atau apa dia guru sekolahnya.

Jin Joo kembali ingin berdebat dengan Sim Chung, tapi ia berhenti setelah melihat sepatu dengan warna dan bentuk yang berbeda yang dikenakan oleh Sim Chung – “Kapan Chanel dan Dior digabungkan? Mengapa saya tidak tahu itu?”

Sim Chung menjawab dengan ketus bahwa dia adalah teman Yoon Ah, dan memperingatkan putri Jin Joo  untu berjanji tidak lagi mengganggunya. Jin Joo tak lagi tertarik ingin berdebat tentang putrinya  dan lebih tertarik bertanya pada Sim Chung satu hal yang membuatnya penasaran.

Jin Joo bertanya, “Ahli kulit mana yang kau datangi?,” dan berkata dia tak ingin mendengar alasan-alasan tak masuk akal seperti — ‘saya tidak pergi,’ ‘saya telah terlahir dengan kulit ini.’ Jin Joo mendesaknya dimana dia merawat kulitnya, dan Sim Chung lantas teringat saat dia memakai masker wajah bersama para duyung-duyung lainnya di sebuah laut yang indah.

Sim Chung menjawab bukan di Seoul, tapi di tempat yang sangat jauh. Jin Joo makin penasaran, namun dia tak sempat menanyakan negara mana karna Sim Chung telah pergi.

Sementara itu, misi kali ini gagal setelah target mereka Jin Joo memutuskan tidak keluar rumah, dan lebih memilih untuk beristirahat hari ini – berbeda dari yang telah mereka perkirakan sebelumnya. Nam Doo bahkan menerima update sosmed Jin Joo yang memposting keterjutannya tentang fashion aneh seseorang yang ia temui. Tiga sekawan sedikit kesal karna merasa hari ini terbuang percuma.

Nam Doo  memilih tak ikut pulang bersama Joon jae dan Tae Oh karna ingin mendatangi sebuah tempat, dan menolak untuk memberitahu tempat yang ingin ia datangi. Joon Jae masuk ke mobil yang ia parkirkan tak jauh dari rumah Jin Joo untuk pulang, dan tanpa sengaja Yoo Ran melihat wajahnya.

Yoo Ran bergegas mengejar mobil Joon Jae tapi gagal, dan bertanya-tanya pada dirinya apa pria yang dilihatnya adalah putranya yang telah terpisah dengannya.

Dalam perjalalan pulang, Joon Jae bertanya mengapa Tae Oh melakukan pekerjaan ini, dan Tae  Oh menjawab bahwa ini satu-satunya keahlian yang dia miliki. Joon Jae berkata dia bisa menggunkan bakatnya di tempat lain. Tae Oh bertanya bagaimana dengannya sampai bisa terjun dalam pekerjaan ini. Joon Jae menyuruh Tae Oh memanggilnya ‘Hyung,’ dan menjawab, “Orang-orang perlu bertemu dengan orang yang tepat.”

Kita kembali flashback di tahun 2006: Setelah meninggalkan rumah ayahnya, kita melihat Joon Jae bertemu dengan Nam Doo, seorang penipu. Di pertemuan pertama mereka, Joon Jae belum mengetahui siapa sebenarnya Nam Doo karna dia tampil meyakinkan saat mengetahui dengan detail segala informasi tentang ibunya.  Jin Joo begitu percaya dengan tawaran Nam Doo bahwa dia bisa membantunya untuk menemukan ibunya sampai memberikan semua uang yang dia miliki, dan Nam Doo hanya membawa lari semua uangnya.

Namun kemudian setelah menyadari dia hanya ditipu, Joon Jae menunggu berhari-hari di sudut sebuah restoran untuk menunggu kedatangannya disana. Dia berhasil menggrebek Nam Doo saat kembali berusaha menipu seorang wanita, dan kemudian menarik rambutnya dan mendesak uangnya dikembalikan.

Pada akhirnya kita melihat Nam Doo mengajak Jin Joo makan di sebuah warung jalan untuk mengisi perutnya yang kosong karna telah menungguinya di tempat itu selama setengah bulan.  Jin Joo makan dengan lahapnya, dan Nam Doo tertarik mengajaknya untuk bergabung sebagai penipu setelah melihat karakter Joon Jae yang kuat bertahan.

Nam Doo berkata bahwa Joon Jae membutuhkan uang untuk bisa menemukan ibunya dan apa yang akan ia lakukan setelah menemukan ibunya tapi tak punya uang.

Jin Joo bertanya sampai kapan Nam Doo bisa menghasikan uang jika menipu anak kecil seperti dirinya. Jin Joo mengetahui bahwa jika ingin menipu seseorang, mereka harus menginvestasikan waktu dan uang. Jin Joo berkata jika mereka mempertimbangkan efisiensi finansial, maka menurutnya akan lebih menguntungkan untuk menipu dari orang-orang kaya, dengan menggunakan usaha yang sama.

Jin Joo bersedia tapi dengan syarat – hanya sampai dia bisa menemukan ibunya  dan hanya sampai dia memiliki cukup uang untuk membelikan sebuah rumah untuknya.

Tae Oh berkata dia telah memiliki sebuah rumah, namun Joon Jae berkata dia masih belum bisa menemukan ibunya. Joon Jae memberitahu Tae Oh bahwa Nam Doo juga telah bekerja keras, tapi belum bisa menemukan ibunya.

Nam Doo datang menemui dokter kenalannya, dan menunjukkan scan X-ray kaki Sim Chung. Dokter kenalannya menemukan ada yang aneh dalam hasil scan itu karna pada umumnya bengkak menghilang baru kemudian tulang menyatu bersama-sama tapi untuk orang ini tulang menyatu terlebih dahulu.

Nam Doo bertanya berapa lama waktu yang biasa dibutuhkan untuk tulang yang patah kembali bisa menyatu. Dokter kenalannya menjawab 12-16 minggu, bahkan dengan kaki yang retak, maksimal 3-4 minggu dengan gips. Nam Doo bertanya apa masuk akal jika tulang itu menyatu hanya dalam seminggu, dan dokter kenalannya mengkonfirmasi bahwa itu tidak masuk akal.

Nam Doo datang menemui Soo Ah dan menceritakan hal tersebut padanya. “Apa itu? Sangat menakutkan. Bagiamana jika dia benaar-benar zombie?,” ucap Soo Ah. Nam Doo tak percaya, namuan mereka yakin ada sesuatu selain Sim Chung yang kehilangan ingatannya. Hanya saja Nam Doo mengakui dia belum mendapatkan petunjuk apa sebenarnya itu.

Tak lama, Soo Ah diberitahu oleh temannya ditelpon bahwa mereka telah menemukan pemiliknya adalah ‘Dam Ryung.’ Mendengar kata ‘Dam Ryung’, membuatnya teringat dengan tulisan yang terukir di gelang Joon Jae.

Soo Ah ingin buru-buru pergi dan menjelaskan bahwa mereka telah menemukan pemilik barang-barang peninggalan yang mereka gali dari sebuah kapal karam. Soo Ah mengkonfirmasi nama pemiliknya adalah Dam Ryeong, dan dia adalah kepala desa Heupgok Hyun di Provinsi Hyun. Sebelum pergi, Soo Ah berpesan agar Nam Doo mengawasi Joon Jae dan Sim Chung dan memastikan agar mereka tidak melakukan sesuatu.

Sim Chung  berdiri di pinggir pantai sambil mengamat-amati  ikan yang ada di laut. Dia menelan air liurnya, melepas kedua sepatunya dan bersiap untuk melompat. Tapi seorang pria tiba-tiba saja datang dan memegang tangannya untuk menghentikannya.

Jung Hoon (Cho Jung Seok) memegang tangan Sim Chung untuk membantunya berdiri, tapi tiba-tiba instingnya merasakan ada sesuatu yang aneh. Tangannya menutup mulutnya dan menunjuk Sim Chung karna terkejut dan keduanya saling mengangguk.

Jung Hoon kemudian mengajak Sim Chung ke kantornya. Ternyata mereka sejenis dan Sim Chung menatap Jung Joon dengan tajam — sepertinya untuk berkomunikasi bangsa mereka; tapi Jung Hoon langsung menyuruhnya untuk berbicara bahasa manusia.

Jung Hoon berkata dia telah lama tinggal di Seoul, dan ia hampir lupa bagaimana menggunakan bahasa mereka. Jung Hoon sendiri tak percaya dia bisa bertemu dengan putri duyung di Seoul, dan Sim Chung berkata dengan berbisik, “Saya pikir saya satu-satunya putri duyung di Seoul. Saya sangat terkejut.”

Jung Hoon bertanya apa yang tadi sedang dia lakukan. Sim Chung menjawab  bahwa dia lapar dan tak punya uang, sehingga ia pergi kesana untuk makan. Jung Hoon melihat sekelilingnya dan kemudian mengeluarkan sebuah kantong plastik hitam dari kantongnya dan menunjukkan banyak mutiara.

Sim Chung tahu itu adalah air mata mereka, dan Jung Hoon menginformasikan bahwa ini dianggap uang oleh manusia. Dia menunjukkan bagaimana dia mengumpulkan mutiara-mutiaranya dengan meletakkan kantong plastik hitam di wajahnya saat menangis. Jung Hoon berkata semakin besar mutiaranya, semakin berharga mutira itu dan menjelaskan harga air mata mereka – dimulai dari air mata kecil sekitar $20—30$ dan air mata tebal $ 40 – $ 50.

Jung Hoon menjelaskan bahwa mutiara yang berwarna merah muda adalah yang paling berharga — mutiara yang keluar karna mereka menangis bahagia. Jung Hoon berkata selama tinggal disini momen paling membahagiakan tidak sering terjadi, dan dia menangis jenis tangisan itu hanya sekali.

Sim Chung berkata maka dia akan menangis dengan banyak dan memberikan semua air matanya pada Joon Jae. Jung Hoon bertanya siapa Joon jae, dan Sim Chung menjawab dia orang yang baik, bekerja lebih keras dibanding pegawai negeri demi negara, dan kita melihat Joon Jae memang sedang membaca di kamarnya – tapi bukan seperti yang dipikirkan oleh Sim Chung. Salah satu buku yang dibaca Joon Jae adalah tentang ‘seni penipuan.’

Sim Chung berkata, “Saya menyukainya.” Jung Hoon cukup terkejut karna awalnya ia mengira Sim Chung datang hanya untuk kunjungan singkat untuk melihat-lihat. Jung Hoon bertanya sudah berapa lama dia ada disini, dan  apa dia sendiri yang menyukai pria itu atau mereka saling mencintai.

Sim Chung berkata sebulan dan saat ini dia yang mencintainya, dan Jung Hoon melihat dia benar-benar tidak memperhitungkan semuanya. Jung Hoon berkata bahwa dia telah memberitahu para ikan untuk membiarkan para putri duyung tahu ‘Jangan pernah datang ke Seoul karna cinta?.’

Sim Chung bertanya mengapa dia tak bisa datang ke Seoul karna cinta, dan Jung Hoon menjawab karna ‘dia memiliki waktu yang terbatas.’

Jung Hoon menceritakan bahwa saat putri duyung meninggalkan air menuju daratan, jantungnya mulai mengeras dan jantungnya memiliki waktu yang terbatas . Jung Hoon berkata bahwa hanya ada satu cara agar Sim Chung bisa terus bernafas dan tetap membuat jantungnya berdetak di daratan — ‘hal itu hanya bisa terjadi ketika orang yang kau cintai, balik mencintaimu. Tidak ada cara lain agar jantungmu bisa berdetak dengan penuh gairah.’ Kita melihat mungkin itu alasan mengapa Joon Jae berhasil membangunkan Sim Chung saat jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak.

Karna Sim Chung telah muncul di permukaan dan memutuskan untuk berjalan, Jung Hoon penasaran apa yang telah dikatakan pria itu padanya. “Apa dia memintamu untuk pacaran atau menikah,” tanya Jung Hoon. Sim Chung berkata dia hanya diberitahu untuk datang ke Seoul dan pergi restoran spesial dan melihat kembang api. Mendengarnya, Jung Hoon berkomentar dia gadis yang gampangan.

Jung Hoon bertanya apa telah ada perkembangan dengan hubungannya selama sebulan ia berada disini, dan Sim Chung hanya menggelangkan kepalanya. Jung Hoon menawarkan diri untuk membantunya, dan menjelaskan bahwa para pria pada dasarnya adalah pencemburu dan bahwa ‘kecemburuan adalah jalan tercepat untuk cinta.’

Jung Hoon kemudian mengajak Sim Chung mengumpulkan uang sebelum pergi berbelaja untuk mempersiapkan diri mereka. Mereka menonton drama ‘The Master’s Sun’ dan mulai menangis dengan tersedu-sedu untuk mengumpulkan mutiara yang lebih besar.

Kemudian Jung Hoon mengantar Sim Chung ke rumah Joon Jae dengan penampilan eksklusif mereka. Joon Jae menatapnya dengan ketus saat Jung Hoon memperkenalkan namanya dan memintanya untuk menjaga Sim Chung ‘kesayangan mereka’ setelah mendengar rumah ini dipenuh oleh banyak pria.

Jung Hoon memanas-manasi Joon Jae saat memanggilnya ‘sayang’ dan menyuruh Sim Chung mengikat rambutnya. Dia sengaja menyorong rambut Sim Chung ke samping dan memuji lehernya yang indah. Joon Jae menarik Sim Chung untuk masuk, tapi keduanya kembali memanas-manasi Joon Jae dengan berlagak seolah-olah mereka adalah pasangan baru yang lagi jatuh cinta.

Asisten CEO Gil Joong dirawat di ruang ICU setelah kecelakaan yang dialaminya. Istrinya menduga ini sebuah kecelakaan yang disengaja, sementara Seo Hee berusaha meyakikannya bahwa polisi telah menyatakan suaminya mengalami kecelakaan karna dibawah pengaruh sesuatu.

Nam Doo berjalan mengendap-endap di kamar Joon Jae untuk mengambil gelang di tangannya saat dia sedang tertidur, tapi Joon Jae menyadari keberadaannya dan membanting tubuhnya. Nam Doo berkata bahwa dia hanya ingin mengkonfirmasi sesuatu, dan menjelaskan bahwa Si Ah baru-baru ini mengerjakan barang-barang peninggalan yang dimiliki oleh seseorang bernama Dam Ryung.

Nam Doo bertanya apa mungkin ada dua orang berbeda dengan nama yang sama. Dia menduga gelang yang dimilikinya bernilai lebih dari $ 6 juta.

Nam Doo meminta gelang Joon Jae untuk menaksirnya, namun Joon berkata, “Apa kau tahu mengapa saya menyimpan gelang itu?” Joon Jae berkata bahwa dia akan mengembalikannya pada Sim Chung ketika dia pergi, dan jika dia memberikannya sekarang dia tahu orang seperti Nam Doo tidak akan membiarkannya begitu saja.

Nam Doo berkata akhir-akhir ini dia aneh, dan bertanya apa Joon Jae tiba-tiba ingin menjadi manusia yang layak. Joon Jae menatapnya tajam, dan Nam Doo tak punya plihan lain selain keluar dari kamarnya.

Joon Jae sejenak merenungkan  mimpinya dimana dia melihat seorang pria yang mirip dengannya mengenakan pakaian zaman dulu sambil memanggil nama ‘Se Hwa’ dan mengenakan sebuah gelang giok yang sama persis dengan gelang yang ia simpan.

Dia menoleh ke kamar loteng Sim Chung dan bergumam, “Hal-hal yang aneh terus terjadi sejak saya bertemu dengan orang bodoh itu.”

Keesokan paginya Nam Doo dibuat terpukau dengan penampilan baru Sim Chung dengan pakaiannya yang begitu elegan, bahkan  Tae Oh sampai terperangah melihatnya. Berbeda dengan Joon Jae yang melepaskan ikat rambut Sim Chung dan membuangnya ke lantai.

Joon Jae sepertinya lagi cemburu. Dia menyuruh Sim Chung untuk melepaskan roknya yang telah ia belikan, dan menggantinya dengan celana dan membiarkan rambutnya terurai.

Nam Doo bertanya apa Joon Jae gurunya sampai mengatur rambut dan pakaiannya. Joon Jae berdiri dan berkata, “Saya adalah pemilik rumah ini.”  Joon Jae memperingatkan agar mereka mendengarnya, kalau tidak mereka boleh pergi. Sim Chung tak punya pilihan lain selain mengganti pakaiannya.

Mereka berempat sarapan pagi bersama-sama, dan Nam Doo memuji Sim Chung yang sekarang sudah tahu bagaimana menggunakan sumpit dengan benar. Nam Doo bertanya kemana Sim Chung akan pergi hari ini dan berencana akan memberinya tumpangan.

Belum sempat menyebutkan rencananya hari ini, Joon Jae tiba-tiba saja menyuruhnya membersihkan rumah sebagai bayaran untuk tinggal disini. Tae Oh menawarkan diri untuk menggantikan Sim Chung, dan Joon Jae menolak. Nam Doo berkomentar apa Joon Jae ibu tirinya dan menyarankan agar Sim Shung tidak mendengarnya.

Joon Jae memperingatkan agar Sim Chung tidak berani melakukannya, dan melarang Sim Chung pergi kemanapun sebelum menyelesaikan semuanya. Pada akhirnya, Sim Chung bertugas membersihkan rumah.

Dia melap kaca jendela namun sejenak berbalik melihat kolam renang di belakangnya. Dia berusaha mengendalikan dirinya terhadap godaan untuk terjun ke dalam, namun pada akhirnya setelah memastikan tidak ada seorang pun di rumah, Sim Chung kemudian terjun ke dalam air dan berubah menjadi putri duyung.

Sim Chung duduk di dasar kolam dan merenungkan ucapan Jung Hoon padanya kemarin. Jung Hoon meminta pendapat Sim Chung mengapa putri duyung berada di ambang kepunahan. Jung Hoon berkata, “Karna mereka tidak berubah. Manusia berubah tapi mereka tidak berubah seperti orang bodoh, dan itulah mengapa mereka ditikam dari belakang.”

Jung Hoon menceritakan bahwa wanita yang ia cintai melakukan itu padanya. Meskipun  kekasihnya berkata akan mencintainya selamanya, tapi pada akhirnya dia ditinggalkan ketika mengetahui identitasnya yang sesungguhnya. Jung Hoon berkata, “Awalnya dia menyesali datang ke daratan. Itu sulit, tapi itu adalah kenyataannya. Tidak ada manusia di dunia ini yang bisa menerima apa adanya kita. Pria yang kau cintai juga sama, sehingga jaga sikapmu dan jangan sampai ketahuan.”

Joon  Jae kembali ke rumah untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Dia melihat pintu belakang terbuka sehingga datang mendekat untuk memeriksa sesuatu. Sim Chung akan keluar dari kolam renang, namun dia begitu terkejut setelah melihat Joon Jae datang.

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*