Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 7 Drama Korea Bagian Pertama

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 7 Drama Korea Bagian Pertama

Baca Juga : Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 7 Drama Korea Bagian Kedua

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Dam Ryung pun menyusuri jalan hutan, dan menemukan seorang ajusshi yang jatuh tergeletak. Se Hwa sendiri berada di dalam sebuah gua. Para prajurit lalu mendekati Se Hwa, dan melayangkan pedang kepadanya. Ajusshi itu lalu dirawat oleh tabib. Tabib itu menjelaskan denyut nadi ajusshi itu lemah, otot tendon, tulang, serta dagingnya sudah sudah rusak sehingga membentuk gumpalan darah.

Tabib itu takut jika cidera itu lari ke jantung, maka ajusshi itu tidak bisa melalui masa kritisnya. Tabib itu yakin bahwa ajusshi itu dipukuli oleh sekelompok orang setelah dia jatuh dari jurang. Ajusshi itu ternyata adalah teman baik Dam Ryung, Dam Ryung,”Sepertinya temanku secara rahasia menyembunyikan kekasihku, dan mendapat malapetaka besar”.

Tuan Yang pun datang bertemu dengan Dam Ryung dan meminta maaf kepadanya atas kelancangan selirnya yang mendatangi kantor Dam Ryung. Tuan Yang menjelaskan selirnya melakukan hal itu karena dia takut tanda jahat mungkin sudah memasuki kantor pemerintah, sehingga melakukan hal diluar kendali. Lebih lanjut, tuan Yang menjelaskan beberapa hari setelah mayat ditemukan di dekat pantai, segenap rakyat pun menjadi begitu panik, sehingga membuat Dam Ryung menjadi tidak nyaman.

Karenanya, tuan Yang meminta maaf kepada Dam Ryung. Tak lama, Dam Ryung menyinggung tentang buah yang mahal dan jarang ditemukan yang dimiliki tuan Yang. Tuan Yang,”Yah itu adalah jeruk kepruk. Meskipun saya posisi rendah. Saya memiliki rasa yang bagus buat makanan. Saya mendapatkanhya dari pulau Jeju melewati banyak kesulitan”. Dam Ryung pun tahu losmen tuan Yang ini adalah satu2nya tempat untuk bisa memakan buah jeruk kepruk itu. Tuan Yang menambahkan buat jeruk itu harganya fantastis.  Dam Ryung lalu menyahut dan mengungkapkan bahwa jeruk kepruk itu ditemukan ketika dilakukan penyisiran pada mayat di pantai.

Dam Ryung lalu mereka ulang kejadian kematian korban. Dam Ryung tahu sehari sebelum korban meninggal, orang terakhir yang ditemui oleh korban adalah tuan Yang. Dam Ryung tahu tuan Yang menjamu korban dengan minuman arak sambil memberikannya jeruk kepruk itu. Dam Ryung,”Dia mati karena minum alkohol yang tercampur racun, dan kamu membuangnya di pantai. Akan tetapi pelacakan racunnya tidak ditemukan selama penyelidikan awal”.

Dam Ryung menjelaskan racun itu tidak ditemukan; karena pada hari meninggalnya korban terjadi turunnya salju yang menyebabkan mayat korban membeku seperti es. Namun pada penyelidikan kedua, ketika mayat korban sudah tidak membeku. Racun yang teresktrak kedalam telur ikan akhirnya ditemukan. Tuan Yang menampik penjelasan Dam Ryung itu. Tak lama pegawai istana muncul, pegawai istana,”Kami sudah menemukan racun hamparan telur ikan di ruangan Yang Seung Gil”. Tuan Yang pun menangis dan merasa sudah dijebak.

Selir tuan Yang pun dijemput paksa oleh pengawal istana, namun dia menolak. Akhirnya Dam Ryung muncul dan melayangkan pedangnya. Dam Ryung,”Jika Se Hwa hidup saya akan menyelamatkan hidupmu. Jika kamu tidak tahu Se Hwa, kamu akan meninggal di tempat ini”. Akhirnya, Dam Ryung menemukan Se Hwa yang terkurung didalam gudang penyimpanan.

Dam Ryung menangis memandangi Se Hwa yang terkena luka memar di wajahnya. Tak lama, Dam Ryung melihat kumpulan mutiara yang berada disamping Se Hwa. Selir tuan Yang berusaha menghasut warga, dengan mengatakan Dam Ryung sudah terpesona dengan hal2 yang licik dan berusaha menghancurkan desa. Selir tuan Yang berteriak mengatakan bahwa Dam Ryung menyelamatkan putri duyung yang akan membawa badai serta menyebabkan para warga bisa meninggal dunia.

Karena selir tuan Yang itu berusaha menghasut warga. Akhirnya, Dam Ryung membuang mutiara yang dihasilkan oleh Se Hwa ke para warga, dan mereka berebut mengambil mutiara tersebut. Dam Ryung memegang kening Se Hwa dan meminta maaf kepadanya karena sudah datang terlambat. Dam Ryung lalu menggendong Se Hwa ditengah kerumunan para warga yang berebut mutiara. Dam Ryung,” Se Hwa, kamu senang mendengar mimpiku, kan?. Apa kamu mendengarnya”.

Di dalam mimpinya, Dam Ryung merasakan dirinya dan Se Hwa akan kembali dilahirkan, dan akan bertemu bersama. Dam Ryung tahu Se Hwa datang jauh dari samudara untuk menemuinya. Meskipun Dam Ryung tak bisa mengingat Se Hwa, Se Hwa sudah berada di lubuk hati terdalam bagi Dam Ryung. Dam Ryung menggendong Se Hwa dan memintanya untuk mendengarkan ceritanya itu.

Kembali ke era millennium. Shim Chung memandangi Joon Jae di tempat bermain ski. Joon Jae ingin mengkonfirmasi suatu hal, dan menyuruh Shim Chung mengatakan,”Aku cinta kamu”. Shim Chung lalu pingsan, dan merasa dia adalah orang pertama yang akan menyerah ketika salju turun.  Shim Chung,”Tak perduli apa yang kamu katakan, akankah kamu percaya?”.

Shim Chung mengingat masa lalu ketika Joon Jae menjelaskan makna cinta yakni kamu menyerah akan sesuatu yang berarti kalah. Kala itu, Joon Jae menjelaskan,”Jika kamu mencintai seseorang, tak perduli apapun orang yang kamu cintai katakan, kamu akan percaya semuanya, yang berarti kamu akan dalam masalah. Itu berarti kamu milik lelaki itu. Jika dia mengatakan untuk melakukan ini, kamu melakukannya. Jika dia memberitahukanmu untuk percaya kebohongan, kamu harus percaya kebohongan itulah cinta. Jika kamu mengatakan Saya cinta kamu padaku, itu artinya kamu menjadi milikku”.

Joon Jae takut jika Shim Chung mengatakan itu padanya, maka Joon Jae akan memanfaatkannya untuk melakukan banyak hal dan berbohong seperti seorang yang gila.

Kembali ke masa sekarang, seperti yang diungkapkan oleh Joon Jae tentang cinta, begitulah anggapan Shim Chung tentang cinta. Joon Jae yang lupa akan kenangannya bersama Shim Chung, merasa penjelasan Shim Chung tentang arti cinta itu tak masuk akal. Shim Chung mengaku orang yang menjelaskan padanya arti cinta itu adalah seorang yang baik. Joon Jae yakin orang yang menjelaskan arti cinta itu kepada Shim Chung adalah seorang lelaki gila, dan pemain wanita. Joon Jae merasa pria itu tidak baik bagi Shim Chung.

Shim Chung menjelaskan pria itu baik padanya dengan memberikannya payung serta memegang tangannya ketika dia sendiri. Joon Jae yakin pria itu melakukan hal yang sama ketika merayu wanita. Shim Chung menambahkan pria itu membuatkannya ramen. Sontak Joon Jae kaget mendengarnya. Joon Jae merasa pria itu seorang yang tidak baik, namun Shim Chung merasa sebaliknya pria yang diceritakannya adalah pria yang baik.

Joon Jae belum sadar bahwa yang dimaksud Shim Chung adalah dirinya sendiri. Joon Jae lalu menyuruh Shim Chung jangan mendekati pria itu. Joon Jae lalu menegaskan ketika dia menyuruh Shim Chung mengatakan cinta, bukan berarti Joon Jae mencintainya. Ketika Joon Jae banyak bicara, Shim Chung mengatakan,”Saya cinta kamu”. Joon Jae merasa aneh mendengarnya, dan melarang Shim Chung mengatakan kata cinta itu lagi.

Joon Jae serta Shim Chung kembali ke rumah. Di rumah sudah ada Nam Doo serta Tae Oh. Nam Doo menyindir Joon Jae yang sudah kencan dengan Shim Chung.  Joon Jae menegaskan dia tidak kencan dengan Shim Chung. Karena Shim Chung mengemis ingin melihat salju, sehingga Joon Jae membawanya ke tempat bermain ski.

Nam Doo menegaskan hal itu sama saja dengan kencan, sambil melirik ke Tae Oh, namun Tae Oh tiba2 saja pergi dengan cueknya dan masuk kedalam kamarnya. Nam Doo menawarkan Shim Chung jeruk dan ingin tahu apakah dia bertengkar dengan Joon Jae. Shim Chung merasa dia tak bertengkar dengan Joon Jae, namun Nam Doo bingung melihat Joon Jae yang lagi dalam kondisi hati tak senang, dan Shim Chung menyantap habis jeruk yang diberikan Nam Doo.

Di kamarnya, Joon Jae terlihat sangat gelisah. Joon Jae memanggil Shim Chung, dan tiba2 saja Shim Chung muncul di hadapan Joon Jae. Tiba2 saja, Joon Jae merasa kikuk ketika memandangi wajah jelita Shim Chung. Joon Jae mengaku tak bisa tidur dan memikirkan hal yang tak berguna, Joon Jae,”Apa kamu masih bertemu dengannya?. Ramen. Apa kamu masih bertemu dengannya?”, Shim Chung menjawab,”yah masih..”.

Joon Jae merasa aneh ketika mendengar hal itu. Joon Jae lalu ingin tahu rupa pria yang dijelaskan oleh Shim Chung. Shim Chung menjawab,”dia molek, matanya berkelip”. Joon Jae lalu menyuruh Shim Chung untuk berhati2 dengan pria yang bergaya ala cewek seperti itu, Joon Jae yakin pria seperti itu penuh nafsu di dalam dirinya. Joon Jae,”Jadi… apa kamu memberitahukannya hal itu juga?. Kamu tahu kata2 yang kamu katakan di tempat main ski”. Shim Chung menyahut,”Saya cinta kamu?”.

Shim Chung lalu teringat masa lalu ketika dia mengatakan kalimat “saya cinta kamu” kala bersama Joon jae di Spanyol. Shim Chung lalu menjawab,”Yah, saya mengatakannya…Kenapa?”. Joon Jae lalu marah karena merasa Shim Chung terlalu mudah mengatakan cinta kepada semua orang.  Shim Chung,”Saya tidak mengatakannya kepada siapa saja”. Joon Jae lalu marah kepada Shim Chung yang menaikkan volume suaranya.

Joon Jae lalu menyuruh Shim Chung kembali ke tempat tidurnya. Joon Jae lalu mengaku sedikit merasa terbeban karena kuatir mungkin Shim Chung memiliki perasaan khusus padanya. Joon Jae,”Semoga beruntung bersamanya”. Shim Chung membalas,”Baiklah. Saya akan bekerjasama dengannya”. Joon Jae marah mendengarnya, dan menyuruh Shim Chung bergegas untuk tidur. Joon Jae lalu merasa sangat kesal dengan perkataan Shim Chung yang ingin bekerja sama dengan pria lain.

Sebuah mobil lalu menabrak sebuah pohon. Di alam pikirannya, Joon Jae mendengar kata2 Se Hwa tersebut. Di alam mimpinya, Joon Jae melihat dirinya berpakaian Joseon dan sedang mencari Se Hwa, dan melihat seseorang yang meninggal karena jatuh dari jurang. Joon Jae bangun  dari mimpi buruknya itu. Joon Jae,”Mimpi macam apa itu?”.

Joon Jae teringat masa lalu ketika kepala Nam memperkenalkan dirinya, kepala Nam,”Ajusshi ini adalah teman Joon Jae”. Joon Jae lalu menelpon kepala Nam. Namun mobil kepala Nam sudah tabrakan, dan Dae Young memukul kepalanya. Tak lama, Dae Young melihat nomor telepon Joon Jae yang menelpon, lalu mematikan panggilan teleponnya, dan Dae Young pergi meninggalkan kepala Nam yang terbujur kaku.

Ketika makan pagi bersama istri kedua serta anaknya, Gil Joong mendapatkan informasi buruk tentang kepala Nam, Gil Joong memberitahukan ke Chi Hyun bahwa kepala Nam mabuk dan mengalami kecelakaan tadi malam. Namun Chi Hyun merasa kepala Nam tidak suka minum, Seo Hee menyahut,”Gimana kamu tahu?. Apa kamu bisa mengetahui seseorang hanya dengan melihat penampilannya?”. Seo Hee  berpura2 terlihat kuatir dan ingin pergi bersama Gil Joong ke rumah sakit guna melihat kepala Nam yang sudah tidak sadarkan diri. Chi Hyun sendiri terlihat nampak curiga kepada ibunya Seo Hee.

Kepala penyidik lalu berbincang dan dia membahas keberadaan Dae Young yang masih belum dapat ditemukan.Penyidik,”Ada kemungkinan kasus pembunuhan penagih hutang Haewondong mungkin dia”, Kepala Penyidik menanggapi,”Ada kemungkinan. Namun kita belum memiliki bukti. Ma Dae Young memiliki gangguan kemarahan”. Penyidik lain menanggapi,”Ini sungguh teliti. Ini sungguh bersih tanpa sidik jari ataupun jejak DNA”.

Kepala penyidik yakin kasus pembunuhan di Haewondong sudah dilakukan oleh orang yang pandai dalam membunuh. Namun seorang penyidik lain takut mendalami kasus ini, karena sunbae mereka menyuruh semua tim menyelidiki kasus lain. Tak lama kepala divisi memukul kepala penyidik dan menyuruhnya untuk menganani kasus lain yakni pemalsuan identitas di wilayah Yeoyido yang menghapus semua kamera CCTV. Namun kepala penyidik tetap berkeinginan untuk mendalami dan menangkap Dae Young.

Joon Jae, Nam Doo, serta Tae Oh duduk bersama. Nam Doo,”berdasarkan SNS Ahn Jin Joo dia akan menghadir seminar Internasional Persiapan Sekolah SMP. Dia pergi jam tiga. Dia mungkin keluar rumah jam 2-2:30. Keluarga supir memiliki hari libur. Kemampuan menyetir Ahn Jinn Joon sedikit kurang bagus”. Nam Doo lalu menyuruh Tae Oh untuk mengunakan nomor sebuah lembaga akademi bahasa Inggris buat menganggu Jin Joo ketika dia berada di dalam mobil.

Ketika Jin Joo berada di dalam mobil dan menelpon. Nam Doo berencana menyuruh Joon Jae memberikan tanda pengenalnya kepada Jin Joo, maka Jin Joo kaget melihatnya. Nam Doo melanjutkan,”Setelah kamu membuat wajahmu terlihat, pertemuan kedua kalian akan berada di seminar”. Ketika ketiganya sedang membicarakan rencana ini, tiba2 saja Shim Chung muncul, dan ketiganya bergegas mengaku ingin pergi kerja.

Shim Chung ingin tahu apa yang dikerjakan oleh Joon Jae, Nam Doo serta Tae Oh. Joon Jae menjelaskan mereka sedang berusaha untuk mendapatkan hati seseorang untuk membuat seseorang menyadari kesalahannya. Joon Jase,”Meskipun ada masalah ketika mereka menghitung kekayaan mereka, mereka berada dalam perimeter hukum. Buat orang2 yang jatuh dalam titik hitam itu, kita akan mengambil tindakan nyata. Kami juga membagikan ulang kekayaanya demi kepentingan negara”.

Shim Chung lalu memberitahukan dia melihat orang di TV  yang bekerja demi negara dan bekerja di kantor masyarakat. Joon Jae lalu menjelaskan orang2 yang bekerja di kantor publik bukan berarti mereka bekerja demi keuntungan negara. Shim Chung menatap,”Jadi Heo Joon Jae melakukan pekerjaan yang lebih keren daripada pekerja kantoran publik. Hei Joon Jae saya mengetahuinya”, dan Shim Chung pergi seperti anak2 kagum kepada Joon Jae.

Nam Doo tertawa kepada Joon Jae. Nam Doo merasa jijik dengan Joon Jae. Nam Doo,”Apa saya harus mengatakannya? Bahwa kita adalah penipu?”. Joon Jae,”Saya tidak merasa baik dengan kata2 itu”. Lalu Nam Doo menyuruh keduanya bergegas untuk menjalankan aksi penipuan mereka. Para penyidik lalu mendatangi kompleks rumah Joon Jae, dan mereka melihat beberapa tanda yang dibuat oleh Dae Young dulu sebelum melakukan pembunuhan.

Tak lama, kepala penyidik melihat Dae Young yang sedang membuntuti Shim Chung. Ketika Dae Young membuntuti Shim Chung, tiba2 dia mendengar suara telepon berdering dari seorang penyidik. Kepala penyidik,”Ma Dae Young! kamu bajingan!”. Para penyidik memburu Dae Youung, namun mereka kehilangannya karena Dae Young mengganti bajunya. Shim Chung sendiri berada di tempat pembuangan baju warga, dan mengambil baju serta sepatu bekas di dalam tong sampah.

Seorang anak lalu mengganggu  anak lain bernama Yoon Ah dan menyindirnya yang tinggal di apartemen sewaan. Anak itu meledek Yoon Ah yang ibunya sudah bercerai. Anak itu meledek Yoon Ah yang memiliki pendidikan keluarga yang morat marit, dan tak ingin bermain dengan Yoon Ah. Yoon Ah juga tidak ingin bermain dengan anak itu dan menyuruhnya untuk menyingkir. Yoon Ah mengacuhkan anak itu, namun anak itu mendorong Yoon Ah dan keduanya berkelahi.

Ketika anak itu ingin menampar Yoon Ah, Shim Chung muncul dan mengangkat tubuh anak itu. Shim Chung menyuruh anak itu berjanji  tidak menganggu lagi temannya. Anak itu bernama Elizabeth dan dia mengadu ke Jin Joo ibunya. Jin Joo lalu pergi bersama anaknya. Nam Doo bingung mengapa Jin Joo belum pergi dari rumahnya. Yoon Ah berbicara dengan Shim Chung, dan membahas tentang perceraian. Yoon Ah,”perceraian adalah ketika orang menikah dan putus”. Shim Chung,”Mereka tidak saling mencintai satu sama lain jadi kenapa mereka menikah?”.

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*