Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 8 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 8 Bagian Pertama Drama Korea

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 8 Bagian Kedua Drama Korea]

Disaat telah memastikan tak ada seorang pun di rumah, Sim Chung memutuskan berenang di kolam renang. Sayang, Joon Jae tiba-tiba kembali ke rumah untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Sebelumnya , Jung Hoon telah berpesan pada Sim Chung bahwa ia harus mengendalikan dirinya dan jangan sampai ketahuan karna tidak ada manusia manapun di dunia ini yang bisa menerima apa adanya mereka, bahkan pria yang dicintai Sim Chung mungkin juga sama.

Joon Jae masuk dan melihat pintu terbuka sehingga ia datang mendekat. Sim Chung menyadari kehadirannya, dan ia bergegas berteriak agar Joon Jae berhenti.

Joon Jae berdiri di depan pintu dan hanya melihat bagian dada Sim Chung yang terbuka. Sim Chung berteriak agar Joon Jae berdiri tetap disana, sementara Joon Jae berbalik membelakanginya dan meyakinkannya bahwa dia tidak akan melihatnya.

Disaat Joon Jae telah membalikkan badannya, dan mengomelinya karna Sim Chung malah masuk ke dalam air dan bermain-main bukannya membersihkan rumah, Sim Chung segera mengambil pakaiannya.

Sim Chung berteriak, “Jangan berbalik! Jangan berbalik!,” saat Joon Jae berjalan mundur ke belakang. Joon Jae meyakinkannya bahwa dia hanya ingin menutup pintunya, namun Sim Chung malah berteriak jangan tutup pintunya sampai membuat Joon Jae kebingungan.

Setelah berpakaian, Sim Chung bertanya pertanyaan apa yang tadi ingin ditanyakan oleh Joon Jae. Jon Jae jadi kikuk, tapi kemudian mengomelinya karna begitu ceroboh. Sim Chung berkata dia tak menyangka Joon Jae akan kembali begitu tiba-tiba setelah meninggalkan rumah.

“Ini rumahku. Rumah ini ada sehingga saya bisa keluar dan kembali dengan tiba-tiba sesukaku,” ucap Joon Jae. Joon Jae berkata bahwa dia cukup beruntung karna dia yang menemukannya, berbeda halnya dengan Nam Doo dan Tae Oh jika mereka disini.

Sim Chung bertanya apa yang membuatnya menjadi opsi beruntung. Joon Jae tak menjawab dan malah memerintahkan Sim Chung  pergi dan mengganti pakaiannya. Namun Sim Chung berkata dia hanya bisa mengganti pakaiannya ketika Joon Jae pergi.

Joon Jae kembali ke garasi mobilnya, dimana Nam Doo dan  Tae Oh telah menungguinya, meskipun masih syok dengaan kejadian tadi. Dia tidak jadi mengambil ponselnya, namun sebelum masuk ke mobil, dia membuat sebuah pengumuman. Dia memerintahkan Nam Doo dan Tae Oh agar mulai dari sekarang mereka membunyikan bel pintu setidaknya sekali ketika kembali ke rumah – dan juga membuat keributan untuk mengumumkan keberadaan mereka.

Joon Jae tak memberikan mereka alasan yang jelas mengapa harus melakukannya, dan memperingatkan Tae Oh untuk tidak masuk diam-diam saat mengambil kunci dan peralatan. Joon Jae berkata dia merasa panas sampai ingin melepaskan jaketnya, meskipun sepengetahuan Nam Doo udara begitu dingin.

Sim Chung datang menemui Jung Hoon, dan menceritakan bahwa dia hampir saja ketahuan oleh Joon Jae. Jung Hoon menduga Joon Jae akan terus mencecarnya dengan pertanyaan ini dan itu karna dia mencurigakan dan menyuruhnya untuk mengakui rahasianya. Sim Chung berkata bahwa Joon Jae telah melakukannya saat bertanya – ‘apa yang terjadi di Spanyol? Mengapa dia tak bisa ingat? Jika tak kau katakan, keluar.

Jung Hoon berkomentar bahwa Sim Chung tak bisa terlibat dalam strategi itu dan mengakuinya, dan juga Sim Chung tak akan pernah bisa ‘keluar menjadi putri duyung.’ Jung Hoon melihat kebohongan adalah sebuah hiburan kecil yang ada disini, dan hal itu tidak akan terjadi di daerah mereka.

Di daerah asal mereka,  segera setelah dia memikirkan sesuatu, semua orang dalam radius 10 km tahu segalanya di dalam hatinya. Tapi setidaknya disini, mereka bisa menyembunyikan perasaan mereka yang sesungguhnya dengan sebuah kebohongan karna mereka tidak bisa mendengar pikiran mereka.

Sim Chung bertanya, “Apa orang-orang banyak berbohong?.” Jung Hoon menjawab bahwa mereka bukan hanya banyak berbohong, tapi mereka berbohong setiap kali mereka membuka mulut mereka. Jung Hoon bertanya apa Sim Chung telah menguasai Han Geul (abjad Korea)

Jung Hoon menunjuk pada sebuah spanduk di dekat mereka, dan Sim Chung bisa membacanya dengan tepat – ‘Telpon gratis 100% … Bos gila.’ Jung  Hoon berkata tulisan yang terpampang di spanduk itu bukanlah maksud yang sesungguhnya, dan kemudian menjelaskan  maksud sebenarnya.

Dia menambahkan bahwa ketika pegawai Department Store mengatakan – pakaian ini sangat pas untukmu. Ini memang dibuat untukmu’ tak perduli apa yang kau kenakan – itu berarti sejak mereka memberikan kau pujian, kau harus membeli sesuatu. Segala penjelasan Jung Hoon  tampaknya merupakan sebuah informasi baru buat Sim Chung saat dia hanya mengangguk-angguk mendengarkan.

Jung Hoon memberitahu Sim Chung bahwa disini kata ‘cinta’ sangatlah umum, dan dia tak bisa ditipu begitu saja dengan kata itu karna bukan berarti mereka benar-benar mencintainya. Dia menekan angka ‘114’ di ponselnya, dan seorang wanita menjawab, ‘Aku menyayangimu, pelanggan yang tersayang.’

Sim Chung  kaget, dan Jung Hoon memperingatkan bahwa dia akan terlibat masalah hanya karna seseorang berkata ‘Aku mencintaimu’ dan dia sampai menyarankan agar mereka berpacaraan. Sim Chung merasa ini sangat rumit dan bertanya bagaimana mereka bisa tahu kalau orang itu sedang berbohong.

Jung Hoon menjawab bahwa satu-satunya metode yang ia temukan adalah orang-orang tidak bisa menatap matamu, berbicara dengan gagap atau menyentuh telinga mereka.

Di atas mobil, Joon Jae membantah anggapan Nam Doo yang menduga  dia banyak memperhatikan Sim Chung belakangan ini. Nam Doo berkata ini pertama kalinya dia melihat Joon Jae melakukan itu pada seorang wanita sampai memperhatikan pakaiannya. Joon Jae membantahnya, dan berpura-pura mengomentari pakaian Tae Oh yang begitu tipis belakangan ini, padahal jelas Tae Oh sedang mengenakan jaket tebal sehingga Tae Oh hanya menggelengkan kepalanya.

Joon Jae  turun dari mobil, dan menemui Si Ah sendirian. Dia datang untuk membicarakan tentang kapal karam berumur ratusan tahun lalu yang ditemukan di laut Yangyang yang sempat ia beritahu beberapa waktu lalu. Si Ah cukup terkejut Joon Jae mengingatnya, karna ia mengira saat itu Joon Jae hanya sebagian mendengarnya.

Joon Jae telah diberitahu oleh Nam Doo bahwa Mok Gan kapal itu telah ditemukan. (Mok Gan: sehelai papan kecil yang mencatat asal kapal, tujuan dan tujuan perjalanan itu). Si Ah mengkonfirmasi bahwa pemilik barang itu adalah Kim Dam Ryeong, kepala desa Heupgok, dan Joon Jae cukup terkejut mendengarnya.

Si Ah membawa Joon Jae ke museum dan menunjukkan sebuah vas yang mereka perkirakan berasal dari pertengahan zaman Joseon. Si Ah menunjuk ke  pakaian pria modern yang terukir di guci itu dan berasumsi seolah-olah itu digambar dalam pikiran akan masa depan. Namun dia merasa bertemu dengan putri duyung bagaikan sebuah mistis.

Joon Jae setuju, dan kemudian menyentuh guci itu. Namun setelah menyentuhnya, bayangan akan dirinya tiba-tiba muncul dalam pikirannya dimana dia tenggelam di laut dan seekor putri duyung menghampirinya dan kemudian menciumnya sama persis dengan yang dilihatnya.

Joon Jae datang menemui seorang hipnoterapi kenalannya dan menceritakan kejadian aneh yang dialaminya belakangan ini – mimpi yang berulang kali dan ia merasa ilustrasi yang dilihatnya dalam vas yang berumur ratusan tahun adalah dirinya. Joon Jae menceritakan bahwa dia merasa sebagian ingatannya yang spesifik telah terhapus saat dia berada di Spanyol.

Joon Jae kemudian duduk di sebuah kursi dan saat telah memasuki kondisi relaksasi, Profesor Park memulai prores terapi dengan menstimulus alam bawah sadarnya. Dalam alam bawah sadarnya, Joon Jae melihat gambar yang sepotong-sepotong di jaman Joseon mulai dari seorang pria yang mirip dengannya mengenakan sebuah gelang giok berkelahi dengan sekumpulan orang, seorang pria yang tergeletak di tanah dalam keadan luka yang mirip dengan ‘Ahjussi’, bahkan Tuan Yang, dan ia segera ia membuka matanya saat melihat wajah Sim Chung ada disana.

Joon Jae masih syok dengan apa yang ia lihat, dan dia teringat ucapan Profesor Park bahwa hipnotis bisa membawanya diluar dari  alam bawah sadarnya, tapi juga bisa menbawa ilusi. Joon Jae berasumsi apa yang dilihatnya sebuah ilusi, naman dia tak habis pikir mengapa melihat wajah Sim Chung ada disana.

Joon Jae kembali ke rumah, dan sejenak saat melihat Sim Chung dia kembali terbayang wajah wanita yang serupa dengannya di jaman Joseon. Joon Jae mengijinkan Sim Chung yang ingin pergi keluar, dan kemudian mengumumkan bahwa mereka memiliki jam malam. Sim Chung harus kembali tepat jam 8 malam di rumah kalau tidak dia akan dikuncikan pintu.

Sementara jam telah menunjukkan pukul 07:30, dan Nam Doo berkata mending Joon Jae menyuruh Sim Chung tidak pergi. Joon Jae menyangkalnya dan berkomentar tentang seorang pria yang mungkin akan ditemui oleh Sim Chung, namun segera meralatnya bahwa entah itu pria ataupun wanita Sim Chung harus kembali pukul 8 malam.

Nam Doo tidak sengaja melihat sebuah buku tes CPNS di atas meja, dan bertanya apa Joon Jae ingin menjadi seorang pegawai negera sipil. Joon Jae merebut buku itu dari tangan Nam Doo, dan menjelaskan bahwa dia hanya membacanya karna berpikir itu akan membantu pekerjaan mereka.

Sim Chung terpaksa batal pergi, dan diam-diam Joon Jae tersenyum tipis. Setelah Joon Jae pergi masuk ke kamarnya, Nam Doo berpikir Joon Jae sangat aneh.

Nam Doo bertanya kemana  Sim Chung akan pergi pada jam seperti ini. Sim Chung menunjukkan kantong plastik berisi mutiara dan berkata bahwa dia akan menggantinya dengan uang dan akan memberikan semuanya pada Joon Jae.

Sim Chung berkata dia telah bekerja keras untuk mendapatkannya, dan kemudian kita melihat ternyata Sim Chung menonton berbagai drama sedih untuk membuatnya menangis sambil menadah air matanya yang akan berubah menjadi mutiara dengan kantong plastik di wajahnya.

Nam Doo takjub dengan mutiara berkualitas tinggi yang dimiliki Sim Chung sampai ia tertarik meminta satu. Muka Sim Chung langsung cemberut dan berkata tidak. Nam Doo sengaja meminta kantong berisi mutiara itu untuk dilihat, dan diam-diam mengambil satu mutiaranya tanpa sepengetahuan Sim Chung saat ia berbalik mendengar penanak nasi yang telah selesai memasak.

Keesokan harinya Sim Chung menemui Jung Hoon  namun tiba-tiba saja Jung Hoon memegang dadanya yang sakit. Jung Hoon menceritakan alasan mengapa dia bekerja sebagai penjaga pantai di cuaca dingin seperti ini, karna jantungnya hampir mencapai batasnya.

Jung Hoon berkata dia harus berada di dalam air selama beberapa jam untuk bisa bertahan selama sehari, dan dia sendiri tak tahu kapan jantungnya akan berhenti berfungsi. Sim Chung bertanya apa tak ada cara lain. Joon Jae berkata ada, kekasihnya harus kembali padanya tapi ia tahu itu tidak mungkin karna wanita itu telah menikah dengan pria lain.

Sim Chung menyuruhnya untuk secepatnya kembali ke laut, dan Jung Hoon balik bertanya, “Lihat siapa yang bicara? Apa yang sedang kau lakukan disini?” Joon Jae berkata jika kau harus menghapus ingatannya, saat kau ketahuan ketika menyelamatkannya, maka kau seharusnya mempertimbangkan kenangan baik itu dan kembali ke laut dimana kau tinggal.

Jung Hoon bertanya, “Siapa yang menghargaimu karna menepati janji yang telah terlupakan?Mengapa kau datang sampai sejauh ini. Untuk apa? Mengalami kecurigaan dan penganiayaan sampai perlakuan kasar? Dan bertanya-yanya kapan dia akan mencintaimu?” Jung Hoon menyarankan agar Sim Chung kembali ketika dia masih memiliki sebuah kesempatan, dan masih belum terlambat untuknya.

Sim Chung berkata, “Bagaimana saya akan hidup ketika saya kembali? Saya akan merindukannya.” Jung Hoon: “Itulah mengapa, saya juga perlahan akan mati disini. Bahkan jika saya kembali, saya telah lama hidup.  Jika saya mati disini, atau kembali untuk menjalani kehiupan tak bernyawa.  Saya tahu baik semuanya sama saja.”

Jung Hoon mengungkapkan keinginannya bahwa dia ingin terlahir kembali menjadi manusia dalam kehidupan berikutnya dan mengencani semua wanita dan menjadi Casanova. Dia berpikir terlalu kejam memiliki sebuah jantung yang akan bertahan hanya  karna satu orang.

Sim Chung bertanya berapa lama jantungnya akan bertahan. Jung Hoon tak tahu, dan bahwa sekarang telah dua bulan sejak kekasihnya meninggalkannya. Jung Hoon  memberitahu Sim Cung bahwa dia bisa menebak dari kasusnya untuk melihat berapa lama dia bertahan. Mata Sim Chung memerah karna ingin menangis, dan Jung Hoon berkata, “Jangan mengasihaniku. Ini masa depanmu.” Sim Chung pun kembali mengambil kantong plastiknya untuk menadah air matanya.

Dua orang detektif mengawasi lokasi yang mereka curigai menjadi tempat persembunyian buronan Dae Young, hanya saja mereka tak menyadari Dae Young yang tengah menyamar sebagai petugas pembersih saat berjalan melewati mobil mereka.

Saat membuat teh citrus, tiba-tiba saja Joon Jae teringat dengan pria di jaman Joseon yang mirip dengan Paman. Dia segera menelpon Paman, namun ponselnya tak aktif sehingga meninggalkan pesan untuk menghubunginya kembali. Ternyata bukan Paman yang memegang ponselnya, tapi ada di tangan Dae Young.

Dae Young menyamar sebagai Paman dan mengsms balik Joon Jae dan memintanya untuk ketemuan membicarakan tentang ayahnya. Joon Jae setuju, dan akan bertemu dengannya besok di tempat yang telah mereka sepakati.

Sim Chung berbaring di ranjangnya sambil merenungkan sisa waktu yang dia dan Jung Hoon miliki sebelum jantung mereka berhenti berdetak. Sim Chung segera turun dari loteng kamarnya dan berkata paada Joon Jae bahwa ada masalah penting yang ingin ia tanyakan.

Sim Chung bertanya kapan Joon Jae akan mulai menyukainya, dan sejenak ragu saat bertanya apa kelak dia berencana akan mencintainya. Joon Jae berkata tidak, sehingga Sim Chung memintanya untuk memikirkannya dengan hati-hati sebelum menjawab.

“Apa benar kau tidak ada rencana?,” tanya Sim Chung. Joon Jae sejenak berpikir sambil memandangi wajah Sim Chung dan kemudian menegaskan bahwa dia tak memiliki rencana apapun  untuk mencintainya atau semacamnya.

Sim Chung masih berniat akan memberinya waktu untuk memikirkannya dengan matang, dan Joon Jae memberitahunya bahwa tidak mudah untuk menyukai seseorang hanya dalam beberapa hari.  Joon Jae berkata itu adalah hal yang paling sulit di dunia, dan Sim Chung bertanya mengapa.

Joon Jae memintanya untuk mendengarkan dengan baik, dan menjawab bahwa hal termudah di dunia adalah dikecewakan oleh orang lain, dan bahkan setelah menyukai seseorang karna penampilan luarnya, seseorang akan dengan cepat kecewa dan itulah manusia. Tidak ada seseorang pun yang bisa mengatasi kekecewaan, sehingga mencintai orang lain adalah hal yang tersulit.

Sim Chung berkata tidak, karna baginya mencintai seseorang adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan. Meskipun dia berusaha keras untuk tidak, tapi dia tak dapat menahannya untuk mencintai. “Seberapa besarpun saya ingin kecewa, saya tidak bisa. Bagiku, cinta mengatasi segalanya. Jika kau memiliki rencana untuk kelak mencintaiku, tolong beritahu aku, Heo Joon Jae,” ucap Sim Chung.

Malamnya, baik Sim Chung dan Joon Jae kesulitan memejamkan mata mereka.

Si Ah duduk disamping Jin Joo dan mendengar bagaimana lembutnya dia saat berhasil mengambil hati ibunya di telpon. Si Ah kagum melihat Jin Joo berhasil membahagiakan ibunya dan membuatnya puas, yang sulit ia lakukan. Jin Joo bertanya apa dia sebagai kakak ipar harus memberikan tips bagaimana cara mengendalikan hati seorang pria. Jin Joo berkata bahwa seorang pria tak bisa melakukan apapun pada seorang wanita yang baik pada ibunya.

Dia mengambil contoh kakaknya yang berakhir menikahinya setelah banyak bertualang karna memperlakukan ibunya dengan baik. Jin Joo mengetahui pria yang ia bawakan makanan adalah pria yang Si Ah taksir, dan menasihati agar dia menarik hati ibunya untuk bisa mendapatkan pria itu.

Si Ah tak tahu apa-apa karna Joon Jae tak banyak membicarakan tentang ibunya, dan Jin Joo memberinya sebuah cara yang tak masuk akal dengan menyarankan agar Si Ah membuatnya mabuk untuk membuatnya bicara.

Kemudian, ibu yang dimaksudkan Si Ah sebenarnya ada pelayan mereka ‘Yoo Ran.’ Saat Yoo Ran datang membawakan minuman, Si Ah malah mengomel karna tidak dibuatkan kopi yang sering ia minum. Yoo Ran menjelaskan kopinya habis, meskipun Si Ah bersikeras bahwa dia tidak akan meminumnya kecuali itu produk kopi fairtrade.

Yoo Ran terpaksa akan membelikan kopi kesukaannya, namun menasihati bahwa ada baiknya mempertimbangkan perkebunan kopi di negara yang jauh, namun menjaga sikap terhadap seseorang yang tinggal di rumah yang sama adalah sama pentingnya. Yoo Ran berkata dia tidak sedang berusaha mengajarinya, tapi dia senang jika Si Ah belajar sesuatu.

Si Ah kemudian memanggil Nam Doo ke rumahnya dan bertanya tentang ibu Joon Jae. Nam Doo awalnya menolak dan kemudian setuju dan sebagai gantinya dia mencoba mengorek informasi tentang kedatangan Joon Jae di museum beberapa waktu lalu.

Si Ah mengkonfirmasi hal itu, dan menunjukkan sebuah vas yang ia tunjukkan pada Joon Jae. Si Ah menginformasikan bahwa vas itu juga milik Dam Ryung, dan Nam Doo merasa ada sesuatu antara gelang giok yang disimpan oleh Joon Jae.

Nam Doo kemudian menceritakan bahwa Joon Jae telah berpisah dengan ibunya saat dia berusia sepuluh tahun, dan sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukannya. Nam Doo menduga ibu Joon Jae telah meninggal. Padahal sebenarnya ibu Joon Jae ada di dekat mereka. Yoo Ran berada di kamarnya sambil memandangi pigura foto keluarganya, untuk melepas kerinduannya pada Joon jae.

CEO Gil Joong menelpon Pengacara pribadinya untuk membicarakan tentang surat wasiatnya yang ingin ia sahkan. Dia bertanya jika si ahli waris tidak ada secara pribadi, apa mereka masih bisa melakukannya selama mereka memiliki kartu tanpa penduduknya, dan pengacaranya mengkonfirmasi hal tersebut.

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*