Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Drama Korea Bagian Kedua

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Drama Korea Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Drama Korea Bagian Pertama 

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Seo Hee bertemu dengan pengacara Gil Joong, pengacara memberitahukan,”Dia ingin  mengesahkan keinginannya malam ini. Sepertinya dia ingin secara resmi mengesahkan beberapa berkas untuk meninggalkan semua asetnya ke Heo Joon Jae”.

Nam Doo lalu turun tangga bersama Cha Shi Ah, namun Shim Chung langsung memanggilnya. Shim Chung,”Saya ingin tahu tentang sesuatu. Di tempat ini, apa yang harus kulakukan buat seorang pria yang menyukai seorang gadis?”. Shi Ah tak ingin ambil pusing dengan Shim Chung dan hendak pergi. Namun Shim Chung menghentikannya, dan menjelaskan bagaimana sikap Shi Ah yang mengurai rambutnya bila bersama Joon Jae, juga ketika Shi Ah minum bersama Joon Jae.

Shim Chung,”Ketika kamu minum air, jarimu seperti ini. Saya melihatnya semua”. Shim Chung ingin tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Shi Ah bingung dengan sikap Shim Chung itu, dan bertanya apakah Shim Chung ingin berkelahi dengannya. Shim Chung mengaku hanya lagi terburu2. Shim Chung,”Saya ingin Heo Joon Jae untuk menyukaiku kembali dengan cepat. Saya tidak punya waktu..”.

Shi Ah lalu mengurai rambutnya sambil mengaku mudah mendapatkan Joon Jae. Shi Ah,”Dia tidak suka melihat orang. Saya kira yang membuatnya terlalu lama buat orang itu. Seperti ini, jika kamu selalu berada didepannya dan bergantung padanya dalam satu rumah ini malah berlawanan”. Dengan kata lain, Shi Ah yakin Joon Jae akan bosan bersama Shim Chung yang selalu berada di dekatnya. Shim Chung tertawa ala mengejek merasa apa yang dikatakan oleh Shi Ah hanyalah kebohongan.

Shim Chung tahu ketika Shi Ah berbicara tadi, dia tidak memandangi matanya, Shi Ah malah menyentuh telinga serta rambutnya. Shim Chung mengaku tahu bagaimana sikap ketika semua orang berbohong. Shim Chung,”Saya tahu bagaimana berkomunikasi denganmu, Cha Shi Ah. Saya hanya perlu melakukan hal berlawanan yang kamu katakan, kan?”. Shim Chung lalu menyuruh Shi Ah pergi, dan menegaskan akan tetap berada di dekat Joon Joon. Shi Ah kesal mendengar sindiran Shim Chung itu dan merasa dia sangat licik, juga penuh kenaifan.

Ketika Joon Jae hendak bergegas pergi, Shim Chung selalu mengikuti dan menghalangi jalannya. Shim Chung ingin tahu kemana Joon Jae pergi, Joon Jae memberitahukan dia ingin pergi ke perpustakaan. Shim Chung,”perpustakaan apa?”. Joon Jae,”Tempat untuk belalar”. Joon Jae hendak pergi, namun Shim Chung selalu menghalanginya. Joon Jae pun heran mengapa Shim Chung selalu berada di dekatnya. Shim Chung lalu mendekati Joon Jae, Shim Chung,”Apa kamu memiliki rencana? Rencana untuk menyukaiku?”.

Joon Jae merasa heran dengan apa yang dikatakan Shim Chung, dan menegaskan hal seperti itu tak bisa dikatakan dalam waktu singkat. Shim Chung pun ingin memberikan waktu buat Joon Jae untuk menyukainya, sehingga Shim Chung ingin pergi bersama Joon Jae di perpustakaan. Joon Jae merasa sungguh terganggu dengan Shim Chung dan menyuruhnya pergi. Joon Jae ingin tahu kemana Nam Doo pergi, Shim Chung memberitahukan,”Dia sudah pergi lebih dulu”. Joon Jae lalu bertanya ke Tae Oh apakah dia tidak pergi hari ini, Tae Oh menjawab,”Saya tidak pergi. Saya akan istirahat saja di rumah”.

Joon Jae lalu menjelaskan ke Shim Chung bahwa orang yang seharusnya pergi ke perpustakaan adalah Shim Chung. Karena bagi Joon Jae, Shim Chung sangat kurang dalam hal belajar. Shim Chung pun mengakui kekurangannya itu. Akhirnya Joon Jae berteriak agar Tae Oh tahu bahwa dia ingin mengajak Shim Chung ke perustakaan bersamanya. Shim Chung semangat mendengarnya, dan Joon Jae menyuruhnya bergegas berganti pakaian, dan Tae Oh menatap sinis ke Joon Jae.

Shim Chung lalu terlihat bingung melihat perpustakaan. Joon Jae menyuruh Shim Chung duduk, dan dia ingin mencari dokumen lain. Ketika Joon Jae pergi, Shim Chung memanggilnya dengan suara keras. Semua orang di perpus memandangi keduanya, sehingga Joon Jae berbisik sambil menyuruh Shim Chung untuk tenang. Joon Jae,”Mereka semuanya lagi belajar”.

Shim Chung lalu berbisik mengaku sangat suka di perpustakaan, karena dia bisa berbisik sangat dekat dengan Joon Jae seperti sekarang. Tak lama seorang wanita mendatangi Joon Jae sambil memberikannya sebuah catatan. Wanita itu meminta waktu Joon Jae untuk keluar sejenak dan berbicara dengannya. Shim Chung ingin tahu apa yang ditulis oleh wanita itu, Joon memberitahukan,”dia bilang dia menyukaiku dan bahwa saya sungguh tampan..”. Shim Chung kaget mendengarnya, dan dia marah seperi kucing ingin mengejar wanita itu, namun Joon Jae menghalanginya.

Joon Jae berada di ruangan lain dan mencari tahu tentang keberadaan Kim Dam Ryung di jaman dinasti Josen era raja Seonjo di masa tahun Imshin. Joon Jae tahu Dam Ryung lahir pada tanggal 21 September 1572. Joon Jae,”Dia menikah dengan Sung Kyung Sung, anak perempuan mentri urusan umum. Lalu istrinya meninggal karena sakit perut. Setelah itu, dia tidak lagi menikah. Di musim semi tahun 31 era raja Seonjoio, tahun Moosool (1598), dia ditunjuk sebagai kepala derah di kampung Hyupgok di provinsi Gangwon. Di tahun yang sama tanggal 11 Desember, di usianya 27 tahun, dia meninggal”.

Alurnya kembali ke zaman Joseon era raja Seonjo. Dam Ryung menghela nafasnya. Tabib ingin tahu apakah Dam Ryung sedang memiliki mimpi buruk. Dam Ryung sendiri merasa akhir2 ini dia memiliki mimpi yang buruk. Dam Ryung merasa risau ketika dia bingung membedakan mimpi dan kenyataan. Alurnya kembali ke era millennium, ketika Joon Jae membaca bahwa Dam Ryung meninggal di usia muda yakni 27 tahun pada bulan Desember.

Dam Ryung ingin tahu berapa banyak waktu yang terisa sebelum masuk ke bulan Desember, tabib menjawab,”Ada sekitar 20 hari lagi tersisa”. Tabib itu lalu meminta maaf kepada Joon Jae. Setelah tabib itu merawat Se Hwa, dia merasa kondisi Se Hwa sudah tidak seperti sedia kala. Tabib itu merasa jika Se Hwa benar2 adalah putri duyung, maka Se Hwa tidak akan bisa tinggal lagi di tempat Dam Ryung guna memulihkan dirinya. Tabib itu menyuruh Dam Ryung untuk bergegas membawa Se Hwa kembali ke laut agar bisa menyelamatkan nyawanya.

Dam Ryung lalu memberikan gelang gioknya kepada lengan Se Hwa, dan Joon Jae  di jaman sekarang memegang gelang giok itu dimana gelangnya bertuliskan Kim Dam Ryung.  Joon Jae ingin tahu mengapa Dam Ryung meninggal sangat cepat, Joon Jae,”Sekarang inilah usiaku”. Shim Chung sendiri sibuk membaca buku dongeng anak2 tentang putri duyung, Shim Chung,”Putri duyung itu melihat pangeran sekali lagi, dan membuang tubuhnya ke laut, dan dia merasa tubuhnya berubah seperti embun”, dan Shim Chung membaca buku cerita itu sambil menitihkan airmatanya.

Chi Hyun berada di rumah sakit menjenguk kepala Nam. Chi Hyun mengungkapkan ke keluarga kepala Nam bahwa dia tidak yakin kepala Nam seorang yang suka minum ketika menyetir, keluarga kepala Nam juga merasa hal yang sama. Chi Hyun lalu ingin mencari kotak hitam mobil kepala Nam, namun keluarga kepala Nam tak menemukannya.

Keluarga kepala nam lalu memberikan catatan telepon kepala Nam sebelum tabrakan kepada Chi Hyun. Chi Hyun mengambil catatan telepon itu, dan ingin memberikan ke temannya yang seorang pengacara juga jaksa. Sontak keluarga kepala Nam mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan Chi Hyun dan menangis haru.

Ketika keluar dari perpustakaan, Joon Jae mendapat sms dari hp kepala Nam yang memintanya bertemu di gedung Yeonheung Dong blok 29-21. Joon Jae hendak mengajak Shim Chung pulang, namun Shim Chung ingin pergi bertemu dengan temannya. Joon Jae,”siapa? PNS itu?. Jangan lupa jam malammu. Cepat dan kembali ke rumah”, sambil kesal.

Seo Hee lalu menemui Gil Joong. Seo Hee mengajak Gil Joong untuk makan malam bersamanya. Gil Joong bingung karena dia memiliki janji penting, Gil Joong,”Ini hanya sebuah pesta akhir tahun”. Tak lama pengacara Gil Joong menelponnya, dan memintanya untuk mengatur kembali tanggal pertemuan mereka, karena tiba2 ada hal mendadak yang harus diurusnya. Gil Joong,”Kita bisa makan malam bersama. Janjiku baru2 saja dibatalkan”. Seo Hee lalu ingin mengajak Chi Hyun untuk makan bersama mereka.

Shim Chung lalu datang ke tempat kerja Jeong Hoon. Shim Chung bingung mengapa Jeong Hoon belum berada di kantornya. Teman Jeong Hoon lalu memberitahukan bahwa Jeong Hoon pernah menolong orang yang jatuh di sungai Han beberapa waktu lalu. Teman Jeong Hoon,”Dia tiba2 mengalami serangan jantung. Ketika dia dipindahkan ke rumah sakit, dia hampir mati”.

Tak lama Hye Jin datang. Hye Jin,”orang itu apa yang terjadi dengannya?. Dia mati kamu bilang?.  Teman Jeong Joon menjawab,”Dia meninggalkan ini di lacinya dengan nomor kontakmu”. Hye Jin lalu melihat sekotak cincin yang ditinggalkan oleh Jeong Hoon kepada Hye Jin, sesaat sebelum dia meninggal pergi. Shim Chung teringat ketika dia berbincang dengan Jeong Hoon. Shim Chung,”Cincin warna pink? Yang keluar ketika kamu sungguh bahagia?”.

Kembali ke masa sekarang, Shim Chung memberitahukan ke Hye Jin bahwa Jeong Hoon selalu menangisi kebahagian ketika berada di kantornya. Shim Chung,”Dia bilang dia sungguh bahagia karena menangisimu. Atas semua waktu itu, dia hanya ingin meninggalkannya disini”. Hye Jin tak menyangka Jeong Hoon memiliki teman seperti Shim Chung. Hye Jin,”Dia dipenuhi banyak rahasia ketika bersamaku?”. Shim Chung bertanya,”Apa kau meninggalkanya karena  benci dengan rahasia2 itu?”.

Hye Jin merasa rahasia membuat orang menjadi berbeda satu sama lain. Namun karena rahasia itu, menurut Hye Jin justru memberikan luka lain bagi kedua belah pihak. Hye Jin,”itulah mengapa jika mereka berdua berbeda pada akhirnya kalian tidak bisa pergi bersama”. Shim Chung menanggapi,”kamu tidak bisa bersama jika kalian berbeda?”. Hye Jin lalu menjelaskan orang yang menyimpan rahasia dapat saja memberikan luka kepada orang lain.

Karenanya, Hye Jin merasa pasangan seperti itu tidak bisa bersama hanya karena alasan cinta, Shim Chung membalas,”Jeong Hoon memberitahukan padaku dia tak menyesalinya. Karena jantung itu hanya berdetak buat satu orang, jadi meskipun sulit dan meninggal pada akhirnya. Dia bilang dia tidak menyesal datang kesini”. Shim Chung menjelaskan ketika Jeong Hoon ditanya mengapa dia tidak menghapus kenangan itu ketika identitasnya terungkap. Shim Chung memberitahukan bahwa Jeong Hoon hanya mengatakan bahwa ada banyak waktu yang baik untuk mengapus kenangan2 itu.

Shim Chung memberitahukan bahwa Jeong Hoon hanya berharap kenangan2 itu akan tinggal bersama seseorang yang dia cintai, dan akan memberikan kekuatan bagi orang itu. Hye Jin lalu meminta pamit kepada Shim Chung, dan dia menitihkan airmatanya ketika mendengar harapan Jeong Hoon dari Shim Chung. Hye Jin hanya bisa melihat cincin mutiara peninggalan Jeong Hoon sembari menangis sedu. Tak lama Shim Chung merasakan sakit di jantungnya.

Joon Jae lalu datang ke gedung gedung Yeon Heung Don blok 29-21 sesuai sms dari hp kepala Nam.  Joon Jae masuk kedalam gedung, dan melihat kamera CCTV rusak. Joon Jae lalu teringat seseorang pernah membuntutinya ketika dia membawa Shim Chung ke rumahnya. Joon Jae juga teringat ada seseorang yang pernah mendatangi rumahnya dan menyamar sebagai polisi.

Joon Jae lalu menelpon hp kepala Nam, dan mendengar telepon kepala Nam berdering di sudut ruangan lain. Joon Jae mendekati ruangan dimana hp kelapa Nam terdengar berdering begitu kencang.  Tak lama Joon Jae mendapat panggilan telepon dari Shim Chung dan membuatnya terkaget. Joon Jae,”Apa ini? Kenapa suaramu seperti itu? Apa kamu sakit?. Kenapa kamu disana. Saya akan kesana”. Dae Young lalu muncul dihadapan Joon Jae. Joon Jae,”Apa itu kau yang mengikuti dan menyamar sebagai polisi didepan rumahku?”.

Joon Jae ingin tahu dimana ajusshi kepala Nam, dan kenapa Dae Young memiliki hpnya. Dae Young menanggapi,”kamu memiliki begitu banya kpertanyaan”. Joon Jae membalas,”Seseorang sedang menungguku dan saya harus buru2 dan pergi”. Dae Young lalu menyerang Joon Jae, namun Joon Jae menyempot cairan ke mata Dae Young sehingga dia merasa kesakitan.

Lalu Joon Jae menyalakan korek api disamping wajah Dae Young, dan melihat wajahnya dengan jelas. Joon jae lalu teringat dengan wajah tuan Yang. Dae Young lalu mendorong Joon Jae dan memukulnya dengan kursi. Dae Young membanting Joon Jae, dan hendak menikamnya dengan senjata tajam, namun klakson mobil berbunyi sehingga Dae Young tak berani membunuh Joon Jae dan kabur.

Muncullah ke masa lalu sebelum Joon Jae masuk kedalam gedung Yeon Heung Don blok 29-21. Saat itu, Joon Jae berbicara dengan Nam Doo dan menyuruhnya datang ke gedung itu, namun dia tak bisa. Nam Doo melarang Joon Jae masuk kedalam gedung jika terasa aneh. Joon Jae menyuruh Nam Doo memanggil taksi sekitar karena mereka lebih cepat daripada polisi, dan menyuruh para supir taksi itu membunyikan klakson mereka dengan keras saat mereka datang di gedung Yeon Heung Don.

Kembali ke masa sekarang, Joon Jae memberikan uang kepada para supir taksi itu. Joon Jae lalu naik sebuah taksi dan bergegas pergi ke jembatan  sungai Han. Joon Jae meminta ajusshi supir taksi untuk melaju mobilnya dengan cepat.

Shim Chung lalu teringat perkataan Hye Jin. Saat itu, Hye Jing mengungkapkan orang yang memiliki rahasia justru akan memberikan luka kepada orang lain. Shim Chung lalu berpikir apakah dia tak mungkin bisa bersama Joon Jae lagi. Joon Jae terus mencari Shim Chung. Shim Chung memandangi sungai Han, dan teringat perkataan Jeong Hoon yang menyuruhnya segera kembali ke laut selagi memiliki kesempatan.

Shim Chung,”Haruskah saya pergi?”. Joon Jae muncul berkata,”Kemana kamu mau pergi?”. Shim Chung lalu memandangi Joon Jae, dan bertanya apakah dia baik2 saja. Joon Jae sebaliknya ingin tahu apakah Shim Chung terluka. Joon Jae mengira Shim Chung terluka ketika dia menyebrang jalan. Shim Chung justru kuatir melihat Joon Jae yang terluka parah.

Joon Jae,”Saya tanya padamu. Kenapa kamu terluka?”. Joon Jae lalu memegang kening serta kepala Shim Chung. Shim Chung,”Heo Joon Jae, saya tidak bisa memberitahukanmu apapun. Saya penuh dengan rahasia. Namun karena rahasiaku itu, kamu terluka atau sakit atau terluka. Aku tak mau”.

Shim Chung tak ingin membuat Joon Jae bersedih pada akhirnya. Shim Chung lalu berpikir ingin kembali ke asalnya, sebelum semuanya menjadi terlalu terlambat. Joon Jae,”Mungkin kamu mengatakan untuk memberitahuku apakah saya memiliki rencana menyukaimu, kan?. Saya memiliki… sebuah rencana itu. Jadi jangan pergi”. Joon Jae dan Shim Chung pun saling memandangi satu sama lain.

Kembali ke masa Joseon, Dam Ryung lalu memegang tangan Se Hwa dengan erat. Tak lama, Se Hwa tersadar dan dia bangun dari pembaringannya. Se Hwa mengungkapkan ingin segera kembali ke laut sekarang. Se Hwa tahu hanya ini cara mereka berdua dapat hidup. Sama seperti ketika keduanya pertama kali berpisah, dimana hanya Se Hwa yang hanya memiliki ingatan itu, namun Dam Ryung tak memiliki ingatan itu.

Se Hwa,”Kita harus harus hidup seperti itu di dalam dunia kita. Sekarang saya tidak akan kembali lagi. Jadi kamu harus melupakan segalanya”, sambil menitihkan airmatanya. Dam Ryung lalu ingin tahu mengapa Se Hwa ingin menghapus ingatannya ketika mereka pertama kali berpisah. Muncullah masa ketika Se Hwa mencium Dam Ryung untuk menghapus ingatannya. Shim Chung,”Jika saya tidak menghapusnya. Saya tahu ini akan menjadi luka sepanjang waktu”.

Dam Ryung menanggapi,”Jika kamu tidak menghapusnya, maka saya akan merindukanmu sepanjang waktu”. Dam Ryung lalu meminta Se Hwa untuk jangan menghapus ingatannya. Dam Ryung,”Kenangan ini, ingatan ini meskipun penuh luka, ini sesuatu yang bisa saya bawa hingga akhir. Ini menjadi milikku”. Dam Ryung lalu menatap Se Hwa, dan hendak menciumnya. Se Hwa pun menyambut ciuman dari Dam Ryung.

Semua Dok Gambar SBS Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*