Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode Spesial Drama Korea Bagian Kedua

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode Spesial Drama Korea Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode Spesial Drama Korea Bagian Pertama 

Semua Dok Gambar SBS TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Shim Chung pun menelpon Joon Jae. Joon Jae,”Ada apa dengan suaramu? Apa kamu sakit?”. Shim Chung,”Yah saya pikir saya sedikit sakit”. Joon Jae lalu menyuruh Shim Chung untuk menunggunya di sungai Han dan dia akan kesana. Tak lama Dae Young muncul, dan Joon Jae mengenalinya sebagai orang yang menyamar sebagai polisi dan datang ke rumahnya serta mengejar mobilnya.

Dae Young lalu hendak menyerang Joon Jae, namun Joon Jae dengan sigap langsung memukul Dae Young dan berhasil melihat wajahnya. Saat akan memukul Joon Jae tiba2 saja bunyi klakson taksi berbunyi, dan Dae Young tak jadi membunuh Joon Jae. Di tepi sungai Han, Shim Chung masih berpikir apakah dia harus pergi. Namun Joon Jae muncul, Joon Jae,”Apa maksudmu harus pergi?”. Shim Chung pun kaget melihat Joon Jae yang terluka.  Namun Joon Jae lebih kuatir kepada Shim Chung sambil memegang keningnya.

Shim Chung mengaku tak bisa memberitahukan segalanya kepada Joon Jae. Shim Chung mengaku memiliki banyak rahasia, dan tak ingin rahasia itu membuat Joon Jae malah terluka. Shim Chung sedih bila rahasianya itu membuat Joon Jae bersedih. Shim Chung kini ingin pergi ke tempat asalnya, sebelum semuanya terlambat. Joon Jae mengungkit bagaimana Shim Chung yang menyuruhnya untuk memberitahukannya jika dia memiliki rencana untuk menyukai Shim Chung. Kini Joon Jae mengaku memiliki rencana menyukai Shim Chung.

Joon Jae meminta Shim Chung untuk jangan pergi darinya. Tak lama, Joon Jae merasakan sakit di perutnya, dan dia pingsan. Shim Chung yang cemas memanggil nama Joon Jae. Joon Jae masuk ke alam mimpinya dan bertemu dengan Dam Ryung. Dam Ryung,”Jika kamu adalah aku di kehidupan berikutnya. Ingatlah kata2 ini setelah kamu bangun. Segalanya akan terulang. Nasib disini juga berada disana. Lindungi wanita ini dari lelaki berbahaya”.

Joon Jae, Shim Chung, dan Nam Doo lalu datang ke rumah Jin Joo, dan mereka membicarakan bisnis real estate di Manhattan, Joon Jae,”namun jika kamu melihatnya dari perspektif lain ini akan menjadi lebih jelas”. Joon Jae pun menyantap santapan makanan dari Jin Joo, dan malah membuat Joon Jae merasakan rasa makanan itu sangat mirip dengan masakan yang dibuat oleh ibunya. Yoo Ran lalu menyajikan makanan buat Joon Jae, dan Joon Jae mendengar suara Yoo Ran seperti suara ibunya.

Akhirnya, Joon Jae, Nam Doo, serta Shim Chung kembali ke rumah. Nam Doo dan Joon Jae saling bersikukuh karena mereka hampir ketahuan sudah melakukan penipuan kepada Jin Joo. Lalu di dalam hatinya, Shim Chung bertanya apakah Joon Jae malah seorang penipu dan seorang lelaki yang jahat. Joon Jae mendengar suara hati Shim Chung itu, dan Nam Doo memandangi keduanya yang saling berpandangan.

Shim Chung bertanya di dalam hatinya apakah Joon Jae sudah berbohong. Joon Jae lalu mengakui dirinya yang adalah seorang pembohong dan menipu orang untuk mendapatkan uang. Joon Jae lalu ingin tahu apa rahasia Shim Chung. Di dalam sanubarinya. Shim Chung berkata,”rahasiaku adalah saya berbeda darimu. Bahwa saya seorang putri duyung”.

Muncullah masa silam ketika Shim Chung melarang Joon Jae melihatnya sedang berenang di kolam renang rumah Joon Jae. Juga ketika Joon Jae melihat guci bermotif putri duyung, dan saat Shim Chung muncul di hadapan Joon Jae ketika berada di Sea World. Joon Jae lalu tersadar Shim Chung memang adalah seorang putri duyung, dan Shim Chung pergi. Joon Jae bertanya apakah Nam Doo mendengar suara yang didengarnya tadi, namun Nam Doo mengaku tak mendengarnya.

Shim Chung berada di mall dan melihat ayunan listrik, sedangkan Joon Jae melihat mutiara yang ditinggalkan Shim Chung. Shim Chung bertemu dengan Chi Hyun dan Chi Hyun membawanya tidur di tempat sauna. Joon Jae terus mencari Shim Chung lewat kamera CCTV. Shim Chung lalu makan bersama Chi Hyun, dan nafsu makan  Shim Chung sangat meningkat tajam dengan menyantap telur. Joon Jae lalu mengingat pertemuannya bersama Shim Chung. Kala itu Shim Chung berkata,”Saya tak memiliki nama, namun dia bilang saya bukanlah orang yang aneh”, Joon Jae ingin tahu siapa orang yang mengatakan hal itu, Shim Chung menjawab,”Seorang yang baik”.

Joon Jae lalu memeluk erat Shim Chung. Chi Hyun lalu memberitahukan kepada Joon Jae bahwa ayahnya lagi memiliki kesehatan yang buruk. Chi Hyun menjelaskan  mata ayah Joon Jae mengalami katarak, dan penglihatannya semakin tak jelas. Joon Jae lalu menyuruh Chi Hyun untuk dekat dengan ayahnya dan menjadi seorang anak yang setia. Chi Hyun tahu Gil Jong adalah ayah Joon Jae. Namun bagi Chi Hyun, Gil Joong adalah ayah pertama yang dia pernah miliki. Chi Hyun,”saya mungkin seorang anak palsu yang menjadi anak yang nyata. Namun saya terima kasih karena dia menjadi ayahku”.

Shim Chung sedang menunggu dan melihat hiasan lampu Natal di jalan. Shim Chung sudah menyebrangi laut demi Joon Jae, dan melihat bintang yang indah setiap malamnya. Namun Shim Chung merasakan kesendirian sekarang. Di dalam sanubarinya, Shim Chung masih bertanya apakah dia bisa bahagia atau bisa mencintai seseorang. Ketika  Joon Jae hendak mendekati Shim Chung, Joon Jae malah ditangkap oleh detektif Hong dan boneka gurita yang ingin diberikannya terjatuh. Joon Jae berbicara dengan detektif Hong. Joon Jae yakin Dae Young sedang mengikutinya, dan kuatir dengan keadaan Shim Chung. Shim Chung sendiri sudah pingsan dan berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Dae Young.

Mucullah masa Joseon ketika Se Hwa menjadi seorang manusia, dan dikejar oleh anak buah tuan Yang, dan Dam Ryung terus mencari Se Hwa. Kembali ke masa sekarang, Dae Young lalu menuangkan air di dalam tempat penampungan guna memastikan apakah Shim Chung adalah putri duyung . Shim Chung,”Jika saya adalah putri duyung di mimpi itu. Apa yang akan terjadi?”. Shim Chung menegaskan pada Dae Young bahwa seekor putri duyung tidak akan meninggalkan seorang manusia saat mereka menyentuh tubuhnya.

Dae Young lalu mengingat masa lalu di era Joseon ketika seorang anak buahnya menjelaskan bahwa seorang putri duyung dapat menghapus ingatan manusia bila disentuh. Shim Chung lalu mengulurkan tangannya kepada Dae Young untuk menyakinkannya bahwa dia adalah benar seorang putri duyung. Namun tak lama Joon Jae menemukan Shim Chung terbaring lemas. Joon Jae memohon maaf  kepada Shim Chung karena dia sudah datang terlambat.

Shim Chung lalu mendatangi Joon Jae yang sedang bermimpi buruk ketika dia memandangi Joon Jae dari kamar loteng. Joon Jae bermimpi melihat Dae Young yang sedang melepaskan lampu lentera guna menangkap Se Hwa. Joon Jae lalu bangun dari mimpinya itu. Joon Jae memeluk Se Hwa dan mengaku memiliki mimpi buruk. Joon Jae mengaku tak pernah takut dengan apapun selama dia tidak akan kehilangan. Namun kali ini, Joon Jae merasa takut karena dia mungkin akan kehilangan seseorang.

Shim Chung mengira Joon Jae takut kehilangan Se Hwa karena dia sering mengatakan “Tidak Se Hwa”. Shim Chung mengira Se Hwa adalah ikan yang ingin dirayu lagi oleh Joon Jae. Joon Jae menjelaskan Se Hwa adalah seorang wanita. Shim Chung ingin tahu apakah Se Hwa adalah wanita cantik. Shim Chung menegaskan Joon Jae harus berkata jujur karena mereka sudah berjanji saling berkata jujur. Joon Jae mengaku Se Hwa seorang wanita cantik sama seperti Shim Chung. Joon Jae memandangi Shim Chung sambil menjelaskan bahwa Shim Chung adalah Se Hwa sendiri. Namun Shim Chung masih merasa tak percaya hal itu.

Shim Chung masih ragu jangan2 Joon Jae sudah berbohong padanya, dan ingin tahu apakah Se Hwa lebih cantik darinya. Joon Jae pun menegaskan bahwa Se Hwa adalah Shim Chung sendiri, sambil memandangi wajahnya. Shim Chung senang mendengarnya. Ketika dia hendak pergi, Joon Jae melarang Shim Chung pergi dan menyuruhnya berbaring di sampingnya.

Shim Chung senang dan dia malah tak mau pergi dari Joon Jae. Shim Chung,”Heo Joon Jae.. Tapi itu. Sebelumnya itu..”. Joon Jae lalu segera mencium Joon Jae. Joon Jae,”Ini..?”, Shim Chung,”Yah saya tak punya waktu melupakan ini?”. Shim Chung sepakat tidak akan melupakan kebersamaan mereka malam itu sambil tersenyum. Joon Jae menyuruh Shim Chung untuk segera tidur, namun Shim Chung malah berharap agar Joon Jae sering bermimpi buruk tiap malamnya.

Shim Chung tak menyangka mimpi buruk malah memberikan kebaikan padanya. Shim Chung lalu keluar kamar dan dan merasakan kebahagiaan karena Joon Jae menyukainya. Semua lampu jalan pun menyala. Shim Chung kini tak bisa mengendalikan kekuatannya.

Gil Joong mencari Seo Hee. Namun karena penglihatannya kabur, Seo Hee malah tak memegang tangan Gil Joong, sehingga Gil Joong terjatuh di tangga. Tak lama, Chi Hyun melihat Gil Joong terjatuh di tangga, dan juga Seo Hee. Di ruangannya, Joon Jae melihat berkas sejarah penemuan kapal Dam Ryung yang digunakan untuk membawanya dalam pengasingan.

Shi Ah memprediksi sepertinya Dam Ryung meninggal karena kapal itu mengalami kecelakaan ketika hendak membawa Dam Ryung. Shi Ah memperkirakaan sepertinya Dam Ryung mengalami badai hujan dalam perjalanannya.  Joon Jae lalu seakan melihat Se Hwa yang naik ke permukaan laut dan tuan Yang. Joon Jae lalu menatap foto Dam Ryung, Joon Jae,”Jadi kamu melindunginya dengan baik disana?”.

Seo Hee lalu menelpon Dae Young. Seo Hee marah karena Dae Young tidak berhasil menangkap Joon Jae, dan malah hampir tertangkap karena menyekap Shim Chung. Dae Young lalu memanggil Seo Hee sebagai Ji Yeon, namun Seo Hee menyuruhnya memanggilnya dengan sebutan Seo Hee. Dae Young mengaku kini memiliki mimpi, dimana dia melihat kehidupannya yang sebelumnya. Dae Young,”Di dalam mimpiku, ada Heo Joon Jae disana dan kamu, juga wanita itu ada disana”. Seo Hee,”Wanita itu, yang kamu culik?”, Dae Young menjawab,”Di dalam mimpi, wanita itu adalah seorang putri duyung”. Seo Hee lalu menyuruh Dae Young untuk menarik dirinya dan meminum obatnya, juga berhenti bermimpi mimpi yang aneh.

Joon Jae lalu menjalani sebuah hipnoterapi, dan Dae Young berada di depan pintu praktek seorang dokter ahli terapi kejiwaan bernama Jin Kyeong Won. Lalu terlihatlah masa era Joseon, dan para warga mengerumuni Joon Jae yang akan diasingkan. Joon Jae lalu melihat anak buah tuan Yang yang lain. Seorang kepala pengawal kerajaan lalu bertemu dengan Joon Jae dan menyuruhnya berangkat sekarang, kepala pengawal,”Saya sudah melakukan pekerjaanku”. Lalu Joon Jae menyusuri laut dengan perahu dan dikawal para pengawal kerajaan. Para anak buah tuan Yang lalu menyalakan lampu lentera.

Melihat hal itu di alam mimpinya, Joon Jae menjadi begitu gelisah. Joon Jae yang dihipnotis oleh dokter jiwa melihat tuan Yang bersama anak buahnya naik ke perahu. Tuan Yang dan anak buahnya terus mencari Se Hwa. Se Hwa pun naik ke permukaan laut melihat lampu lentera itu. Joon Jae gelisah melihat hal itu, dan Dae Young hendak masuk ke ruangan dokter Jin Kyeong Won.  Kembali ke era Joseon, Dam Ryung melihat kumpulan lampu lentera, dan melihat matahari terbenam. Se Hwa hendak naik ke atas permukaan. Tuan Yang,”itu dia. Tangkap sekarang”, Se Hwa pun tertangkap.

Dam Ryung lalu menyuruh kepala pengawal untuk memutar kapalnya karena ingin melakukan sesuatu. Dam Ryung,”Kehidupan dari orang yang kucintai sungguh sangat tergantung akan hal ini”. Kepala Pengawal,”Saya minta maaf, ini mustahil”. Dam Ryung melayangkan pedangnya ke kepala pengawal dan berjanji akan menjalani hukuman bila berhasil melakukan apa yang diinginkannya.

Dam Ryung,”Jika saya tidak bisa melindungi orang itu tak ada alasan bagiku untuk hidup”. Kepala pengawal itu lalu menyuruh anak buahnya mengikuti perintah Dam Ryung, karena dia mengingat jasa Dam Ryung yang sudah menyelamatkan ayahnya ketika akan dihukum mati. Akhirnya, semua pengawal menurunkan pedang mereka, dan memutar haluan kapal.

Se Hwa lalu terjebak dalam jaring di dalam laut. Tuan Yang berjanji kepada anak buahnya akan memberikan uang yang besar hingga akhir hidupnya kepada siapapun yang berhasil menangkap Se Hwa. Semua anak buah tuan Yang lalu melepaskan anak panah mereka ke dalam laut. Di dalam laut, Se Hwa pun terluka.

Tak lama, Dam Ryung datang bersama kepala pengawal dan memanah anak buah tuan Yang. Tuan Yang marah,”Aigoo. Bukannya ini Bupati yang sudah diasingkan karena kejahatan serius. Beraninya kamu menyuruhku untuk berhenti?. Seorang pemburu memburu di hutan dan nelayan menjaring ikan di luat adalah aturannya, kan?”. Tak lama anak buah tuan Yang berteriak melihat darah di laut.

Mengetahui hal itu, Dam Ryung memerintahkan anak buahnya melemparkan anak panah untuk menangkap Se Hwa. Anak buah tuan Yang lalu  melayangkan anak panah mereka. Melihat kejadian ini, Joon Jae menjadi sangat geram dan menebas semua anak buah tuan Yang dengan pedangnya. Seorang anak buah tuan Yang memukul kepala Dam Ryung dengan tong kayu, dan dia mengalami pusing. Kepala pengawal kerajaan pun turut membantu Dam Ryung.

Lalu tuan Yang mengambil tombak dan bersiap2 untuk membunuh Se Hwa. Dam Ryung lalu melihat hal itu. Tuan Yang melemparkan tombaknya, dan Dam Ryung turun ke laut guna menjadi perisai bagi Se Hwa. Namun jantung Dam Ryung pun terkena tombak dan darah keluar dari tubuhnya.  Se Hwa dan Dam Ryung berpelukan, dan tuan Yang tertawa.

Se Hwa lalu memandangi Dam Ryung, dan memegang tombak yang menembus jantung Dam Ryung. Se Hwa menangis memandangi Dam Ryung, tapi Dam Ryung sudah meninggal dunia dalam pelukan bersama Se Hwa. Se Hwa sangat sedih melihat Dam Ryung meninggal di hadapannya, lalu Se Hwa memeluk Dam Ryung, sambil memegang tombak di tubuh Dam Ryung. Lalu Se Hwa menikam dirinya sendiri, dan Se Hwa turut meninggal bersama Dam Ryung.

Semua Dok Gambar SBS  TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

One comment

  1. keren..panasaran akan kelanjutannyaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*