Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Whisper Episode 4 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis Whisper Episode 4 Bagian Pertama Drama Korea

[Baca juga: Sinopsis Whisper Episode 4 Bagian Kedua Drama Korea]

Dong Jun telah dalam pengaruh obat-obatan setelah Baek Sang Gu dan Jung Il bekerja sama menjebaknya dalam perangkap penggunaan obat-obatan terlarang. CEO Choi memperingatkan Soo Yeon bahwa Jung Il tidak menginginkannya dan hanya mengejar Taebaek. Soo Yeon balik bertanya, “Apa kau menikahi Ibu karna cinta?,” dan berkata bahwa ayahnya hanya mengejar puluhan penatua yang ada di gereja kakeknya dan koneksi mereka. CEO Choi memohon pada Soo Yeon bahwa dia tak bisa memiliki putra Kang Yu Taek, dan Soo Yeon mengingatkannya tentang permohonannya untuk menutupi kejahatan Jung Il: “Tapi apa yang kau lakukan?”

Flashback:

Dua keluarga berkumpul, dan Chairman Kang memberitahu Jung Il bahwa ayah Soo Yeon berencana ingin memenjarakannya jika dia tidak mengakhiri hubungannya dengan putrinya. CEO Choi tersenyum tipis, dan berkata pada Jung Il bahwa dia bisa menjadi MC dalam pernikahan Soo Yeon nanti. “Kau tak punya pilihan lain?,” tutur CEO Choi.

Kembali ke masa sekarang. CEO Choi mengingatkan Soo Yeon tentang janji yang telah ia buat untuk mengakhiri hubungannya dengan Jung Il, dan sebaliknya Soo Yeon berkata bahwa dia telah berjanji akan menghabiskan hidupnya bersama Jung Il dan berencana akan menepati janji itu terlebih dahulu.

Saat Jung Il meninggalkan klub, Young Joo datang dan menumbangkan dua anak buah Baek Sang Gu yang menunggu di pintu depan. Young Joo mendapati Dong Jun telah tak sadarkan diri karna pengaruh obat-obatan dan Baek Sang Gu berkata bahwa polisi narkotika dan para reporter sedang dalam perjalanan kesini untuk membawanya. “Sekarang saya telah bekerja sama dengan orang-orang yang menyuap hukum, hidup sangat mudah. Mengapa saya tidak menyadarinya sebelumnya?,” tutur Baek Sang Gu.

Tanpa Baek Sang Gu duga, Young Joo meninjunya dan meminumkannya ekstasi cair yang sebelumnya ia berikan pada Dong Joon. Young Joo mengancam Baek Sang Gu bahwa jika dia tertangakp di tempat ini karna obat-obatan maka hidupnya akan berakhir, sehingga anak buahnya tak punya pilihan lain selain menuruti permintaannya menutup pintu depan dan membukakan mereka pintu belakang sehingga Dong Joon terbebas dari penyitaan polisi narkotika dan dari pemberitaan para reporter yang baru saja tiba.

CEO Choi memerintahkan Sekertaris Song untuk menghubungi orang-orang mereka yang ada di kepolisian atau di intelijen untuk menemukan Dong Jun secepatnya, tapi Soo Yeon menghentikannya dan berkata dengan acuh tak acuh: “Ayah. Ini antara Dong Jun dan saya sebagai pasangan yang telah menikah. Kami yang akan mengurusnya,” dan kemudian pergi.

Seorang pasien di Sanitarium Harapan, milik Ibu Dong Jun, sekarat sehingga mereka berencana untuk bergegas membawanya ke rumah sakit tapi Ayah Dong Joon muncul. Dengan penuh perhatian, Ibu Dong Jun menyeka mulut pasien yang sudah tua renta itu dan berusaha meyakinkannya bahwa putranya akan tiba kesini dalam sejam.

Dokter Ho melihat cacatan medis si pasien yang mengidap kanker hati, demensia dan juga mengidap pneumonia, dan Ibu Dong Jun memintanya untuk memberikan kesempatan pada keluarga pasien untuk mengucapkan selamat tinggal meskipun putranya, Bae Tae Seop, dan keluarganya tidak pernah mengunjunginya selama lebih dari tiga tahun. Dia menyiapkan sebuah suntikan, dan berbisik pada si pasien – apa dia ingin menunggu beberapa jam lagi dan si pasien berbisik ya. Tapi pada akhirnya si pasien akhirnya meninggal.

Young Joo membawa Dong Joon ke rumah  temannya, Jo Yeon Hwa yang asli, yang berprofesi sebagai seorang dokter. Dia menyuntikkan glutathione yang akan mencairkan obat-obatan terlarang dalam tubuh Dong Joon, dan berkomentar: “Dia terlihat seperti  pria yang baik.”

Setelah Dong Jun sadar, Young Joo memberikan beberapa foto kemesraan Jung Il dan Soo Yeon  di sebuah hotel yang berhasil didapatkan oleh Hyun So dan memberitahukan bahwa mereka telah menyewa sebuah kamar di hotel itu selama tiga tahun. Young Joo bertanya: “Buatlah keputusan. Apa kau akan menyingkirkanku? Atau apa kau akan menangkap Kang Jung Il bersamaku?”

Dong Jun sejenak menenangkan pikirannya di balkon rumah dan kemudian menelpon Gi Yong. Di telpon Dong Joon, memerintahkannya untuk menarik kembali kasus Young Joo dan menambahkan: “Saya harus melakukan sesuatu dengan Nona. Shin.”

Di rumah, Soo Yeon mengabari Jung Il tentang Dong Joon yang belum pulang ke rumah hingga saat ini, tapi dia begitu terkejut saat keluar dari kamar mandi dan malah mendapati Dong Jun berdiri di depannya.

Dong Joon  dan Soo Yeon sarapan bersama mertuanya dan bersikap seolah-olah tak terjadi apapun semalam. Ibu yang tak tahu apa-apa menggerutu bahwa ayah Soo Yeon tidak pernah bermalam diluar tanpa menelponnya selama 30 tahun pernikahan mereka. Dong Jun minta maaf dan berjanji hal ini tidak akan terulang, dan Soo Yeon yang muak dengan basa-basinya meninggalkan meja makan.

Dong Jun menyusulnya dan sebaliknya Soo Yeon dengan terang-terangan menceritakan yang sesungguhnya tentang keintiman hubungannya bersama Jung Il – bahwa dia dan Jung Il tinggal di rumah yang sama selama setahun di Amerika, selama lebih dari tiga tahun di Korea dan bahkan menghabiskan malam bersama setidaknya dua kali seminggu. “Saya juga punya masa lalu sendiri,” balas Dong Joon.

Dong Joon: “Kau akan mengbiskan lebih banyak waktu bersamaku dibanding bersamanya. Kau akan menua saat kau melihat rambutku beruban dan otot-ototku melemah.”

Soo Yeon: “Kau seharusnya menyerah.”

Dong Jun: “Saya telah menyerahkan segalanya ketika saya datang kesini. Saya tidak punya apa-apa lagi yang tersisa untuk mengalah. Soo Yeon.”

Young Joo pulang ke rumah dan  Ibu menyinggung tentang detektif yang datang ke rumah mereka kemarin. Young Joo berkata hanya ada  salah paham dan memberitahu ibunya bahwa setelah  kasus ayahnya selesai, ayahnya berkata dia akan membantunya untuk mendapatkan kembali pekerjaannya. Mata Young Joo berkaca-kaca saat berkata ketika dia mendapatkan kembali pekerjaannya dan mendapatkan gaji pertamanya, Young Joo berjanji akan membelikannya pakaian dalam baru. Ibu berkata tentu saja,  tapi pada akhirnrya dia tak kuasa menahan tangisnya.

Dong Joon bersama tim yang lainnya berkumpul dalam sebuah rapat untuk membicarakan tentang pembentukan tim projek baru berkaitan klien baru mereka dari Australia. Dong Jun menegaskan bahwa “Ayah mertuanya telah memberikan projek ini,” dan memanggil nama Soo Yeon dengan lembut. Jung Il menegurnya bahwa saat ini mereka sedang bekerja dan seharusnya menjaga privasi hubungan mereka dan Dong Joon hanya merespon: “Kami masih pengantin baru.”

Kyung Ho berkata bahwa Dong Jun akan membutuhkan tim akusisi dan merger tim mereka untuk menanganinya, dan Dong Jin meminta  Jung Il untuk mengirimkannya empat pengacara.

“Saya kira yang kemarin itu belum cukup. Kau masih ingin mengambil semuanya,” sindir Jung Il. Jung Il setuju untuk mengirimkannya empat pengacaranya, dan setelah Young Joo memberinya tanda saat menyuguhkan minuman pada mereka di ruang rapat, Dong Jun memberitahu Jung Il bahwa dia telah mengundur pertemuannya pada pukul 2 siang ini. “Saya pikir kau menundanya karna kau tidak merasa sehat,” ujar Jung Il.

Dong Jun: “Berkat obat yang kau berikan padaku kemarin, saya merasa sangat segar. Saya akan memastikan membalas kebaikanmu,” dan Jung Il  dengan tenang membalas tantangannya: “Saya akan menantikannya.”

Soo Yeon khawatir dengan persidangan pertama Baek Sang Gu hari ini yang akan ditangani oleh  Pengacara Hwang dan Jo yang selama ini belum pernah membela di pengadilan karna sibuk mengurus dokumen. Jung Il menjawab dengan santai: “Persidangan bukan  bergantung dari kompetensimu. Itu tergantung  pada koneksimu,” dan meyakinkan Soo Yeon bahwa hakim yang bertugas dalam persidangan nanti adalah kenalan Gyung Ho. Sementara itu di tempat terpisah, Pengacara Hwang dan Jo melatih Baek Sang Gu tentang apa saja yang harus ia lakukan dalam persidangan pertamanya nanti untuk menarik simpati hakim.

Hanya berdua di dalam lift menuju tempat parkiran, Jung Il memberitahu Dong Jun bahwa Soo Yeon akan pulang malam karna akan kencan dengannya. Dong Jun mengingatkannya untuk mengantar Soo Yeon sebelum tengah malam karna ibunya banyak mengomel, dan Jung Il cukup terkejut dengan balasannya: “Saya pikir setidaknya kau punya harga diri.”

“Saya masih ingin mencari tahu apa yang kupunyai dan apa yang tidak kupunyai,” balas Dong Jun. Keduanya mengendarai mobil mereka untuk berangkat menemui klien dari Australia, dan setelah melihat mobil Jung Il telah cukup jauh pergi, Dong Jun memutar mobilnya ke arah yang berbeda.

Jung Il tiba lebih dulu di hotel tempat pertemuan dengan klien dari Australia, dan ketika Dong Jun  belum juga tiba setelah waktu menunjukkan pukul 2 siang, Jung Il menyerahkan laporan kinerja timnya dari Departemen Akuisisi dan Merjer Taebak yang ia pimpin dan berusaha mempengaruhi mereka untuk tidak menyewa Dong Jun, berdasarkan saran CEO Choi.

Sebaliknya, Dong Jun muncul di persidangan Baek Sang Gu. Gyung Ho memberitahu Dong Jun bahwa hakim yang bertanggung jawab telah diganti, tapi Dong Jun berkata perjanjiannya belum dibatalkan.

Gyung Ho segera menelpon Jung Il dan mengabarinya  tentang Dong Jun yang tiba-tiba muncul di persidangan. Jung Il cukup terkejut karna jelas melihat Dong Jun tadi dalam perjalanan kesini dan mengira nasibnya tergantung dalam pertemuan ini sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghadirinya. Tapi dia kembali terkejut dengan kedatangan tiba-tiba CEO Choi.

CEO Choi memerintahkan Jung Il menerjemahkan ucapannya kepada kliennya dari Australia – bahwa Departemen Akuisisi dan Merjer Taebaek akan  bertanggung jawab menangani  projek mereka dan bahwa kepala departemen akan segera digantikan oleh Dong Joon. Sontak hal itu membuatnya sangat syok.

Dalam persidangan, jaksa penuntut mendakwa Baek Sang Gu dengan tuduhan kekerasan seksual yang dilakukannya pada seorang wanita. Argumen  pembelaan awal Dong Joon terkesan membela Dong Joon tapi di akhir kalimatnya dia setuju dengan permintaan jaksa penuntut umum untuk memanggil korban sebagai saksi di persidangan selanjutnya. Dan kita melihat sekilas, bagaimana Young Joo mengangkat moril korban untuk berani bersaksi.

Usai persidangan, Dong Joon bertanya apa yang Dong Joon inginkan darinya dan Dong Joon menjawab bahwa dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di lokasi pemancingan di malam pembunuhan korban Kim Sung Sik.

Flashback: Malam itu, Jung Il terkejut mendapati reporter Sung Sik terbaring dengan luka tusukan besi di bagian dadanya karna perbuatan Baek Sang Gu. Jung Il marah besar bahwa dia hanya memerintahkannya untuk mengambil dokumen yang bocor, dan Baek Sang Gu membela diri bahwa mereka tak punya pilihan lain. Sung Sik yang masih hidup memegang kaki Jung Il dan memohon padanya untuk menolongnya,  dan Jung Il bertanya apa ada orang lain yang tahu bahwa Soo Yeon adalah dibalik semua ini. Baek Sang Gu meyakinkannya bahwa mulutnya tertutup rapat dan tanpa pikir panjang, Jung Il menusuk lebih dalam tongkat besi itu ke dalam jantungnya dan Sung Sik pun tewas.

Sementara itu dalam meeting, CEO Choi juga  mengumumkan bahwa Jung Il akan meninggalkan Perusahaan Hukum Taebaek untuk waktu yang sangat lama karna akan mengurus sesuatu – Jung Il tak membantah atau mengatakan sepatah katapun tapi raut wajahnya tampak sangat jengkel.

Baek Sang Gu menegaskan bahwa dia tak akan membuka mulutnya,  tapi Dong Joon balik mengancam bahwa jika dia tidak membuka mulutnya, maka saksi akan hadir dalam persidangan selanjutnya. Bae Sang Gu berkata bahwa orang yang menyuap hukum akan membelanya, dan Dong Joon berkata: “Jangan mempercayai siapapun dan bela dirimu sendiri. Sama seperti saya.”

Sebelum pergi, Dong Joon mengingatkannya bahwa hanya tersisa dua hari sampai persidangan berikutnya.

Dong Joon bertemu dengan Jung Il saat kembali ke perusahaan Taebaek. Di tempat parkiran, dari arah yang berlawanan keduanya mengemudikan mobil mereka dengan kencang, seolah-olah akan menabrakkan mobil mereka dan kali ini di detik-detik terakhir Jung Il mengerem mendadak mobilnya.

Usai memarkir mobilnya, Dong Joon menelpon Jung Il: “Kau tidak terlihat sehat. Saya punya obat-obatan yang kudapatkan sebagai hadiah ulang tahunku. Apa kau mau beberapa?”

“Saya akan menutup telponku. Soo Yeon sedang menunggu telponku,” balas Jung Il. “Kau memiliki banyak barangku. Yang pertama-tama, saya akan mengambil alih tim merjer dan akuisisi,” balas Dong Jun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*