Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Whisper Episode 5 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Whisper Episode 5 Bagian Kedua Drama Korea

[Baca juga: Sinopsis Whisper Episode 5 Bagian Pertama Drama Korea]

Jung Il mengungkapkan identitas Young Ju yang sesungguhnya dan menuding bahwa Dong Jun tahu alasan mengapa dia datang ke Taebaek.  Dia mempersilahkannya duduk disamping Dong Jun dan membeberkan bahwa Dong Jun adalah hakim ketua untuk kasus ayahnya. “Dia adalah putri terdakwa dan hakim yang bertanggung jawab,” tutur Jung Il yang mengkonfirmasi siapa sebenarnya pria dan wanita dalam video mesum yang dikirimkan beberapa waktu lalu kepada Taebaek. Sadar dirinya dalam bahaya, Dong Jun diam-diam mengsms Sekertaris Song untuk menghubunginya sekarang.

Jung Il menyarankan agar Dong Jun mengakui hubungan ini dan mengundurkan diri, tapi disela-sela rapat seorang sekertaris datang dan memberitahukan bahwa CEO Choi memanggilnya untuk rapat darurat. Young Ju diam-diam memberikan Dong Jun contoh sidik jari Su Yeon saat akan meninggalkan ruang rapat.

Kembali ke ruang rapat. Jung Il secara tersirat kembali mengingatkan janjinya pada Young Ju, bahwa ia bersedia membantunya untuk menunda eksekusi ayahnya asalkan dia memberitahu tim investigasi internal apa yang terjadi di malam sebelum pernikahan Dong Jun. Su Yeon memberitahu Young Ju bahwa jika dia tetap diam, maka dia akan dianggap mengakui hubungannya.

Young Ju berusaha mengulur-ulur waktu untuk memberikan kesempatan bagi Dong Jun menyelinap di kantor Su Yeon saat mengatakan dia bersedia memberitahukan mereka apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan Dong Jun, sementara itu Dong Jun yang sedang berada di ruangan Su Yeon berusaha keras  memecahkan kode akses untuk bisa  membuka peti besinya.

Dia menceritakan awal pertemuannya dengan Dong Jun, dan Jung Il menyela ucapannya mengatakan bahwa mereka ingin mendengar intinya saja. Dia mendesak Young Ju untuk memberitahukan apa yang terjadi diantara mereka berdua tapi Young Ju mengabaikannya dan kembali bercerita bertele-tele. Dong Jun berhasil menemukan kode aksesnya setelah terpikir sebuah ayat  Kitab Suci yang pernah disebutkan oleh Su Yeon di pinggir sungai, tempat kematian reporter Kim.

Dia hanya menemukan beberapa kontrak perwakilan hukum begitu pula laporan kesehatan ayah Young Ju. Dong Jun tidak menemukan laporan rahasia tentang uji tes performa rompi anti peluru yang mereka cari, tapi sebuah laporan menarik perhatiannya “Laporan Akuntansi” penggelapan menantu Hakim Ketua Jang.

Setelah memastikan Dong Jun keluar dari ruangan Su Yeon, Young Ju mempermainkan mereka bahwa malam itu dia hanya bertanya tentang kerjaan dan mengklarifikasi bahwa dia meminjam identitas temannya karna khawatir dirinya akan sulit mendapatkan pekerjaan karna dia seorang putri pembunuh.

Young Ju tidak mengakui apapun, dan Jung Il mengancam bahwa segera setelah tim internal investigasi datang maka wajah Dong Jun akan terungkap. Young Ju balik berkata  pedas, “Bahkan sebelum itu, banyak orang yang seharusnya akan terungkap.”

Dong Jun menelpon Hakim Agung, Jang, dan memintanya untuk bertemu. Dia mengancam jika  tidak menemuinya sekarang, dia akan menghadapinya di pengadilan tentang sidang kedua menantunya. Saat kembali ke ruangannya, Su Yeon begitu stok mendapati peti besinya terbuka dan berkas-berkas pentingnya lenyap di bawa pergi oleh Dong Jun.

Datang menemui Hakim Agung Jang di kantornya, Dong Jun menunjukkan sebuah laporan akuntansi penggelapan menantunya di mejanya dan berkata: “Ini waktunya,  Hakim Agung. Dunia dimana setiap kebenaran terungkap. Dunia karena rahasia semua orang jadi diam. Apapun itu.” Dia terpaksa menelpon Su Yeon dan memberitahukan keputusannya untuk menghentikan penyelidikan internal.

Sebelum  meninggalkan ruangannya, Dong Jun mengucapkan sepatah kata yang membuatnya tersinggung: “Aku akan datang untuk menjemputmu pada hari terakhirmu. Kau memenuhi syarat semuanya untuk bekerja di Kantor Hukum Taebaek.”

Su Yeon geram mengetahui rencana mereka  gagal total, sampai akhirnya dia memerintahkan Jung Il untuk membunuh Dong Jun.

CEO Choi memberikan surat pemberhentian kerja  pada Young Ju setelah mengetahui apa yang telah terjadi. Dia khawatir suatu hari nanti Young Ju akan menjadi bahaya untuknya jika dia terus berada disisinya. Keesokan harinya, Gyung Ho memberikan daftar nama hakim dan jaksa hebat yang dimasukkan oleh CEO Choi ke dalam tim Dong Jun dan secara resmi telah memberhentikan Young Ju sebagai sekertaris Dong Jun di Taebaek.

Young Ju bertemu dengan Dong Jun di sebuah restoran dan memerintahkannya untuk memberikan semua berkas-berkas yang dimilikinya mulai dari penyelidikan ayahnya tentang korupsi rompi anti peluru, dokumen yang berkaitan dengan Taebaek, dan data kasus pembunuhan di tempat pemancingan kepada Hakim Agung. Dong Jun memperingatkan bahwa ini terlalu berbahaya, dan belum sempat memberikan amplop pemberhentian kerjanya, Jung Il lebih dulu menelpon menginformasikan tentang pemecatannya atas perintah dari ayah mertua Dong Jun.

Jung Il berusaha menghasutnya, “Bagaimana dia sekarang? Hakim sewaan yang membantu ayahmu dan orang yang kini mencoba untuk meninggalkanmu. Kau harus meninggalkan dia dulu. Kemudian ayahmu bisa hidup.”

Jung Il berkata dia berharap ayahnya bisa hidup lebih lama dan sebuah bus besar tiba-tiba berhenti di depan restoran mereka, dan Young Ju tiba-tiba saja membayangkan dia mengenakan pakaian berkabung dan memegang foto almarhum ayahnya.

Dong Jun heran melihat pandangan Young Ju pada sebuah bus, yang juga mengingatkannya dengan hal yang sama persis ia lakukan beberapa waktu silam, saat CEO Choi berusaha menghasutnya untuk memberikan keputusan salah pada kasus ayah Young Ju. Dia segera menelpon Jung Il untuk mengkonfirmasi alibinya, dan betul seperti perkiraannya telpon Jung Il sedang sibuk. Jung Il memerintahkan Young Ju untuk membawa Dong Jun ke dermaga malam ini, dan sebagai imbalannya ayahnya akan dikirim ke rumah sakit.

Ucapan ayahnya bahwa dia masih ingin hidup terngiang dalam kepalanya, yang akhirnya mendorong Young Ju untuk menyetujui perintah Jung Il. Dong Jun yang duduk di depannya – menyadari apa yang sebenarnya telah terjadi, tapi dia tetap bersedia datang menemui seorang informan anti peluru di dermaga sendirian, meskipun tahu Young Ju telah berbohong padanya.

Usai bertemu dengan Young Ju, Dong Jun menemui ayahnya dan memberitahukan tentang kesediaannya untuk menangani masalah hukum perihal ijin pusat operasi plastik yang ingin ia buka. Ibu tiri Dong Jun sangat bahagia menyambutnya. Tapi Ayah bertanya apa yang harus ia lakukan, dan Dong Jun bertanya kapan dia akan berada di Blue House karna ada seorang pasien yang harus ia selamatkan.

Young Ju datang menemui Jung Il di kantornya dan Jung Il memberitahukan bahwa tawaran yang ia berikan tetap sama, hanya saja berubah sedikit. Dia memerintahkan Young Ju untuk memberikan catatan investigasi ayahnya dan data lain yang ia temukan perihal rompi anti peluru, dan memerintahkannya untuk menandatangani sebuah pernyataan bahwa ayahnya adalah orang yang telah membunuh reporter Kim. Young Ju menolak bahwa dia tak bisa menginjak-injak seluruh hidup ayahnya, tapi Jung Il mengingatkan bahwa ayahnya tak lagi memiliki banyak waktu.

Dong Jun sedang dalam perjalanan menuju dermaga saat menelpon Young Ju.  Di telpon Dong Jun berkata dia seorang bajingan yang menjual putusan untuk menyelamatkan dirinya tapi dia juga harus menyelamatkan ayahnya. Young Ju melarangnya pergi ke dermaga karna itu sebuah kebakan, tapi Dong Jun memberitahu rencananya bahwa dia harus terluka sehingga temannya Hyun Su bisa menangkap ketika mereka bertindak dan Jung Il yang berada di belakang mereka akan ditangkap sebagai penghasut.

“Aku minta maaf atas apa yang terjadi, Shin Young Ju-ssi,” ujar Dong Jun. Young Ju merasa menyesal dan bergegas menyusulnya ke dermaga.

Setibanya di sana, Baek Sang Gu dan anak buahnya telah menungguinya. Dalam perjalanan, Young Ju menelpon Hyun Su untuk melindungi Dong Jun agar jangan sampai terluka. Tapi Hyun Su yang telah dibakar api cemburu setelah melihat video mereka berdua, secara sepihak memutuskan untuk menarik kembali anak buahnya dari sana. Di kantor Taebaek, Jung Il memberitahu Su Yeon bahwa kapal yang akan mengirim Dong Jun ke Filipina telah siap, dan selanjutnya akan ada artikel tentang dirinya “seorang mantan hakim kecanduan judi ditangkap di sebuh rumah judi di Filipina.”

Baek Sang Gu menikam Dong Jun dengan sebuah pisau, sementara itu mobil Young Ju yang baru saja tiba akhirnya berpapasan dengan mobil Hyun Su bersama timnya yang meninggalkan dermaga. Dong Jun terluka, dan Young Ju berhasil menggagalkan anak buah Baek Sang Gu yang berencana akan membawanya pergi.

Mobil yang dikendarainya kejar-kejaran dengan mobil anak buah Baek Sang Gu, tapi mereka melewati jalan buntu, sehingga memaksa mereka keluar dan bersembunyi di antara gerbong.

Young Ju terus menekan lukanya agar darahnya tidak keluar, dan Dong Jun yang melemah menyuruh Young Ju untuk segera pergi. Dia masih mengira jika dia ditangkap oleh anak buah Baek Sang Gu, maka Hyun Su akan menyelamatkannya dan menangkap mereka, tanpa mengetahui yang sesungguhnya bahwa semua detektif telah pergi meninggalkannya.

Baek Sang Gu dan  anak buahnya menemukan beberapa bercak darah di sebuah gerbong, kemudian berpencar untuk menemukan mereka. Dong Jun terus ingin berbicara yang  akan membuat persembuyian mereka ketahuan, sehingga memaksa Young Ju membungkamnya dengan mulutnya – alias terpaksa menciumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*