Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Whisper Episode 5 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis Whisper Episode 5 Bagian Pertama Drama Korea

[Baca juga: Sinopsis Whisper Episode 5 Bagian Kedua Drama Korea]

Dong Jun mengancam Jung Il bahwa Su Yeon akan ditahan atas tuduhan penggunaan obat-obatan terlarang karna selama ini dia telah memasukkan beberapa dosis ekstasi dalam minumannya. Dia menyuruh Jung Il membuat keputusan – jika ingin menyelamatan Su Yeon, dia harus mengembalikan Young Ju, sekertarisnya.

Su Yeon meminta bantuan ayahnya, dan Il Hwan hanya berkata bahwa ini adalah urusan anatara dia dan suaminya. Dia tak punya pilihan lain  selain menelpon Jung Il, dan Young Ju akhirnya dibebaskan.

Masalah telah beres dan Dong Jun bertanya apa yang akan terjadi seandainya dia meninggalkan Taebaek. Il Hwan tertawa kecil bahwa Jang Hyun Guk, si Hakim Agung, pasti akan bahagia. Dong Jun cukup terkejut saat di diberitahu bahwa putrinya keguguran setelah harus melihat suaminya dipenjara karna Dong Jun. Dong Jun bertanya mengapa Su Yeon setuju pada pernikahan inin

Dan kita kembali flashback di malam pembunuhan repoter Sung Sik. Su Yeon didampingi Jung Il datang menemui ayahnya dan memohon agar dia membantu mereka menemukan jalan keluar setelah Jung Il baru saja menghabisi nyawa Sung Sik. Su Yeon mengaku bahwa dialah yang telah memerintahkan Baek Sang Gu mencuri dokumen rahasia perihal antipeluru dan Jung Il berkata dia akan menunda menikahi Su Yeon sampai masalah ini selesai. Tapi Il Hwan berkata tidak karna Su Yeon akan meneruskan pernikahannya dengan pria lain.

Il Hwan memberitahu Dong Jun bahwa dia berencana melepaskan Jung Il pergi, tapi Su Yeon telah mengikat tangannya. Dia  berpesan bahwa mulai sekarang Dong Jun akan berhadapan dengan Jung Il sendirian dan tidak seorang pun di Taebaek yang bisa membantunya dengan situasi ini tapi Dong Jun menjawab ada.

Dong Jun bertemu dengan Young Ju di pinggir sungai Han, dan  Dong Jun menunjukkan simpatinya menyuruhnya mengobati luka kecil di samping bibirnya. Young Ju  berkata dengan kesal seandainya Dong Jun membuat keputusan yang tepat maka hal ini tidak akan terjadi. Dia yakin selama 10 tahun karir Dong Jun sebagai seorang hakim, dia telah membuat berbagai keputusan mulai dari hukuman mati hingga menjebloskan yang lainnya ke penjara. Young Ju penasaran hukuman seperti apa yang akan ia dapatkan seandainya Dong Jun berdiri di hadapan pengadilan, dan Dong Jun menjawab dia akan mendapatkan masa percobaan karna membantu korban.

Ibu menelpon Young Ju dan memberitahukan tentang ayahnya yang diberikan izin untuk melakukan check up kesehatan esok pagi. Young Ju bertanya rumah sakit mana, dan Dong Jun berkata sebuah rumah sakit kecil tapi memiliki seorang dokter yang ahli dalam resusitasi jantung paru.

Young Ju merasa dia tak punya rasa penyesalan atau pun berkaca pada kesalahannya, tapi Dong Jun mengakui dia menyesal, menyesal karna tidak membiarkan menantu Hakim Agung lepas sehingga tidak akan ada penunjukan kembali para hakim dan juga dia berkaca pada kesalahannya dimana dia seharusnya mengabaikan penggelapan menantu hakim agung Jang sehingga dia akan menjadi seorang aparat peneliti di  Mahkamah Ahung dan setelah itu dia akan kembali menjadi hakim ketua.

Young Ju menggelengkan kepalanya dan menertawai orang-orang yang memberinya julukan sebagai seorang hakim yang memegang kokoh keyakinan dan memiliki prinsip moral yang tinggi karna baginya Dong Jun bukan siapa-siapa tapi hanya seorang pengkhianat.

Dong Jun berkata tidak ada lagi cara untuknya kembali dan dia juga tidak akan bisa berpegang pada keyakinannya, sehingga tidak berguna lagi untuk memilikinya. Dia berpendapat semua orang membuat pengaturan dan sudah terbiasa hidup seperti ini. Young Ju tertawa kecil seolah meledeknya bahwa tidak semua orang. Young Ju berkata dengan nada yang meluap-luap bahwa Ayahnya melihat teman dekatnya meninggal dan rekan-rekannya mengkhianatinya, tapi kepalanya tetap tegak ke atas.

Dong Jun memotong ucapannya, mengatakan bahwa pada akhirnya ayahnya mendekam di penjara. Dia berkata mereka harus mengeluarkan ayahnya, dan bertanya: “Seandainya kau tidak terburu-buru, haruskah kita lebih banyak lagi menyesal?” Young Ju tak berdebat dan berkata sekarang mereka harus menemukan motif dari pembunuhan reporter Sung Sik.

Young Ju mengetahui ada sebuah dokumen yang telah didapatkan oleh reporter Kim dan bagi Jung Il dokumen itu jauh lebih berharga baginya dibanding kehidupan. Dong Jun menebak itu adalah dokumen rahasia uji performa rompi anti peluru yang ada di tangan Su Yeon, dan Young Ju berasumsi dokumen itu ada di ruangan kantornya, tepatnya di peti besinya.

Young Ju memerintahkan Dong Jun untuk menemukan kunci peti besinya sementara dia akan mengumpulkan informasi perihal rompi anti peluru dan akan mengarahkan penyelidikan. Young Ju memberikan tawaran dia bisa bergabung dengannya atau menjauh dari masalah ini.

Dong Jun memanggil Sekertaris Song di ruangannya untuk memerintahkannya mendapatkan contoh sidik jari Su Yeon untuk membuka brankas besi, dan sebagai imbalannya dia akan mempertahankan posisi sekertaris Song sebagai sekertaris utama di Perusahaan Taebaek sampai dia mati. Dan dia setuju.

Jung Il dan Su Yeon mengamati Dong Jun,  dan Jung Il menyayangkan video yang bisa menjerat Dong Jun telah lenyap. Jung Il memperingatkan bahwa Dong Jun bukanlah orang mudah dilawan, tapi Su Yeon berkata bahwa setelah Dong Jun mendatangi konferensi internasional, dia akan mendapatkan mimpi buruk.

Dong Jun begitu  terkejut bertemu dengan Hakim Agung Jang di sebuah konferensi internasional, dan Hakim Agung Jang menyapanya, tapi tersirat kebencian di wajahnya.

Usai menjalani tes kesehatan di sebuah rumah sakit, ayah memberitahu Young Ju untuk segera keluar dari Taebaek. Young Ju memberitahu ayahnya bahwa jika dia tidak melakukan sesuatu, maka ayahnya tidak akan bisa dibebaskan. Ayah memperingatkan bahwa  hampir semua orang-orang penting memiliki hubungan dengan Taebaek, entah itu di kalangan menteri, kepolisian dan juga kejaksaan. Young Ju berkata itulah mengapa dia menghargainya, karna ayahnya berdiri  melawan Taebaek untuk mengekspos korupsi rompi anti peluru mereka dan memintanya untuk menunggu sedikit lagi.

Dong Jun pulang dan Su Yeon telah menungguinya untuk mengajaknya minum anggur bersama. Su Yeon berkata bahwa Hakim Agung Jang akan melakukan penyelidikan internal terhadap semua hakim dan Dong Jun memberanikan diri bertanya apa yang telah ia berikan padanya. Su Yeon menunjukkan foto mesum Dong Jun yang membelakangi kamera dan berkata bahwa Hakim Agung Jang akan mencari tahu wajah dalam gambar itu. Dong Jun bertanya apa Su Yeon menukarnya dengan persidangan kedua menantunya dan Su Yeon menjawab bahwa dia sedang memikirkan siapa hakim terbaik yang mereka miliki untuk menangani kasus penggelapan.

Su Yeon: “Bagaimana malam itu? “ Dong Jun: “Bagaimana rasanya bersama dengan seorang pembunuh?” Su Yeon: “Tangan-tangan itu yang tertutupi darah karna ku. Saya akan menyekanya.”

Su Yeon  memberitahu Dong Jun bahwa dia telah berjanji pada Hakim Agung Jang untuk melepaskan  menantunya dari penjara dan menantu Parusahaan Taebaek akan menggantikannya. Dong Jun berkata itu sebuah janji yang tidak akan bisa ia tepati, dan Su Yeon menggertaknya: “Kau seharusnya menunjukkan depresimu ketika saya tidak bisa melihatnya.”

Seperti rencana Su Yeon, Hakim Jang  mengumumkan di media akan melakukan penyelikian internal terhadap semua hakim termasuk hakim yang berhenti dalam dua tahun terakhir, terutama penyelidikan terhadap hakim yang menerima perlakuan khusus dari pengacara  atau korban – dan jika terbukti bersalah maka hakim tersebut akan  dihukum keras.

Melihat perkembangan yang sedang terjadi, Jung Il berkomentar bahwa saat ini Hakim Agung Jang sedang melemparkan jaring untuk menangkap Dong Jun. Mereka seolah menertawai kemalangan yang akan menimpa Dong Jun, yang berani melanggar kode etik hakim dengan menghabiskan malam bersama putri korban.

Tim investigasi datang ke sanitarium ibu Dong Jun, memaksa Dong Jun bergegas datang kesana. Seorang jaksa menyebutkan sebuah laporan yang masuk bahwa Dong Jun telah menyalah gunakan kekuasaannya sebagai hakim, mengancam putri korban untuk tidur bersamnya. Dong Joon tak tahu harus menjawab apa saat seorang jaksa bertanya dia ada dimana sebelum hari pernikahannya, memaksa Ibu berbohong bahwa mereka berdua makan malam bersama untuk menghilangkan kecurigaan. Tapi keterangannya berbeda dengan kesaksian lain yang mengatakan bahwa Dong Joon minum bersama mereka hingga tengah malam. Dan Dong Joon tak bisa berbuat apa-apa.

Sekertaris Song datang melaporkan tentang keadaan Dong Joon yang sedang tersudut, tepat disaat  ayah Jung Il datang. Yoo Taek mengeluh mengapa rompi anti peluru itu membuat banyak masalah, dan Il Hwan berkata bahwa seharusnya dia membuat rompi anti peluru dengan baik bukannya sebaliknya, dan Ketua Kang membela diri bahwa dia telah menghabiskan ribuan dollar menyogok orang-orang di departemen pertahanan untuk mendapatkan kontrak itu.

Tapi kemudian dia membeberkan bahwa dia mengetahui Sekertaris Song adalah orang yang menyerahkan dokumen rahasia itu kepada reporter Sung Si katas perintah Il Hwan. Tangan Sekertaris Song gemegar karna ketakutan saat menuangkan minumannya dan Ketua Kang berasumsi bahwa Il Hwan ingin memasukkannya ke dalam penjara dan menendanag keluar Jung Il yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya pada hukum. Dia memukul meja dan memperingatkan agar CEO Choi berhenti menyakiti bawahannya.

Dong Jun segera menelpon ayah mertuanya dan Il Hwan memerintahkan Sekertaris Song untuk membantunya. Sementara itu, Jung Il telah mengetahui tentang kondisi kesehatan terkini ayah Young Ju yang mengidap kanker hati stadium tiga. Dia memutuskan agar mereka secepatnya menyelesaikan penyelidikan tentang kasus Dong Joon karna mereka telah mendapatkan seseorang yang akan bersaksi untuk memberatkannya.

Di rumah sakit, dokter memberitahu Young Ju agar dia secepatnya mendapatkan penangguhan eksekusi sehingga ayahnya bisa mendapatkan perawatan yang seharusnya karna tumornya telah berkembang.

Young Ju baru saja tiba di kantor saat  Jung Il menyuruhnya ke kantornya. Jung Il memperdengarkan perbincangannya dengan seorang koneksinya yang bisa membantunya untuk mendapatkan permintaan penangguhan eksekusi ayahnya. Setelah orang itu pergi,  Jung Il  memberikan tawaran bahwa dia bersedia membantu ayahnya,  tapi dengan satu syarat Young Ju bersedia menceritakan apa yang telah terjadi di malam sebelum pernikahan Dong Jun di depan tim investigasi yang akan segera datang kesini. Jung Il berkata Young Ju bisa menghukum hakim yang menjebloskan ayahnya ke penjara dan membantu ayahnya menjalani operasi. Tapi Dong Jun menelponnya dan menginformasikan bahwa dia telah mendapatkan kunci peti besi di kantor Su Yeon.

Young Ju  menolak tawarannya dan Jung Il masih bersedia memberinya waktu untuk berpikir tapi dia tidak yakin dengan ayahnya. Young Ju berkata dengan acuh tak acuh: “Gunakan waktumu. Kau yang akan menghabiskan sisa hidupmu di dalam penjara.”

Setelah memberikan sidik jarinya, Sekertaris Song menepuk pundak Dong Jun berpesan agar dia bertahan sehingga dia juga bisa bertahan di Taebaek. Young Ju ragu, tapi Dong Jun yakin dokumen rahasia yang mereka butuhkan berada di peti besi Su Yeon dan kemudian menyerahkan contoh sidik jarinya.

Tak lama, Jung Il mengumpulkan semua pengacara di dalam rungan meeting dan tanpa Dong Jun duga pertemuan itu bukan untuk  membahas tentang manajemen dana Australia, melainkan pembicaraan persiapan untuk menyambut kedatangan tim investigasi yang sepertinya akan menjatuhkan Dong Joon. Dia seolah menyindir Dong Jun mengatakan bahwa pertama-tama mereka harus terlebih dahulu menyelamatkan kehormatan Taebaek: “Taebaek telah ada sebelum kau datang dan akan tetap ada setelah kau pergi.” Dan Jung Il kemudian memerintahkan Gyung Ho memanggil Young Ju datang bergabung bersama mereka ke ruangan rapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*