Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Whisper Episode 6 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Whisper Episode 6 Bagian Kedua Drama Korea

[Baca juga: Sinopsis Whisper Episode 6 Bagian Pertama Drama Korea]

Setibanya di  kamar perawatan Dong Jun, Chairman Kang memberitahu ayah Su Yeon tentang majelis nasional yang sedang mempersiapkan sidang karna mencurigai korupsinya, tapi dia memperingatkan bahwa jika mereka menyelidikinya maka dia juga yang bakal kena. CEO Choi kemudian memberikan sebuah surat persetujuan perjanjian penarikan Bogook Industries dari Firma Hukum Taebaek, sebuah surat kontrak yang ditulis Il Hwan 30 tahun yang lalu saat  bersama-sama membangun bisnis mereka agar dia mencap kontrak itu dengan jari jempolnya dan akan memberikan tanah kosong milik ayahnya dan ladang garam kakeknya.

Chairman Kang bersedia melakukannya, tapi memberikan satu syarat untuk membereskan terlebih dahulu masalah hukum yang menjerat Jung Il.

Dia tahu bahwa terdakwa Shin Chang Ho yang menggantikan Jung Il dirawat di rumah sakit ini dan menginginkan dia tidak selamat saat operasi sehingga kasusnya akan selesai karna pelakunya telah mati. Chairman Kang berkata ada darah di tangan anaknya, kemudian CEO Choi sejenak berpikir dan memutuskan bahwa dia akan membersihkan darah itu.

Young Ju menyerahkan dokumen rahasia itu pada ayahnya, dan memintanya untuk cepat sembuh karna ada banyak hal yang harus mereka urus.

Chairman Kang bertemu dengan Su Yeon di sebuah restoran dan menunjukkan dua wanita berkelas yang ingin ia jodohkan pada Jung Il. Su Yeon mengatakan bahwa dua wanita itu bukan tipe Jung Il, dan mengajukan dua jalan untuk menghadapi rencana ayahnya, tapi Chairman Kang menyela ucapannya mengatakan: “Kenapa kau mencoba taruhan dengan uangku?” Dia berkata bahwa Su Yeon  dan Jung Il bisa ambil bagian dalam bisnis ini karna memakai uang orang tua mereka, dan sudah waktunya baginya untuk merampas uang itu.

Su Yeon berkata dia tak bisa hidup bersama dengan Dong Jun, dan Chairman Kang berkata: “Ketika kau menjalani hidupmu, kau pasti akan belajar.”

Hal yang sama terjadi pada Jung Il. Dia diberitahu harus mengundurkan diri pada akhir bulan ini dari Taebaek dan diberikan uang pesangon yang cukup besar, yang membuat mata Sekertaris Song membelalak. Jung Il berkata dia akan memimpin Taebaek  menuju firma  hukum global dan akan menghormatinya sebagai CEO perusahaan ini.

Jung Il berusaha meyakinkan CEO Choi bahwa dia berbeda dari ayahnya, tapi CEO Choi berkata dengan pedas bahwa dia memang berbeda dengan ayahnya, tapi dia mirip dengan kakeknya yang telah merampas hasil ladang garam ayahnya selama 10 tahun. Ucapan itu membuat amarahnya meledak – dia kehilangan kendali mencabut pohon bonsai miliknya dari pot dan melemparkannya.

Young Ju  memberikan satu toples berisi telur ikan dari ibunya kepada ayah Dong Jun sebagai ucapan terima kasih karna akan mengoperasi ibunya. Dia berharap Dong Jun memakluminya karna kebanyakan orang tua sangat lemah di depan petinggi.

Dong Jun hanya terdiam dan kita kembali Flashback ke pertemuan CEO Choi dan Ketua Kang. CEO Choi memerintahkan ayah Dong Jun untuk membuat kesalahan saat melakukan operasi nanti kepada pasien Shin Chang Ho. Chairman Kang memperingatkan bahwa jika Shin Chang Ho selamat dari operasi, maka kesepakatan mereka berakhir. Bogook Industries akan ditutup dan Taebaek akan terpecah belah, dan jika itu terjadi Dong Ju juga akan  kena imbasnya.

Dong Jun kemudian memberikan oleh-oleh ibu Young Ju pada ayahnya, dan dokter Lee memberitahunya bahwa besok dia sudah berencana untuk membuat kesalahan. Dong Jun mengingatkan bahwa dia adalah seorang dokter, dan  dokter Lee berkata tidak ada seorang ayah yang akan menyelamatkan seorang pria yang bisa membunuh anaknya. Dong Jun menebak ayahnya bertindak seperti ini demi kepentingannya dan bertanya apa imbalan yang ia dapatkan dari CEO Choi.

Ayah khawatir Shin Chang Ho akan membongkar isi dokumen itu jika dia hidup yang akan membuat Dong Jun dan Taebaek dalam bahaya. Dong Jun meminta kunci induk bangsal umum, dan berkata: “Aku ingin Shin Chang Ho dan aku tetap hidup. Ayah.”

Su Yeon dan Jung Il  bertemu dan membicarakan tindakan ayah mereka masing-masing yang berusaha untuk memisahkan mereka. Su Yeon akhirnya menyadari bahwa kedua ayah mereka saling bermusuhan, dan Jung Il berkomentar: “Ternyata kontrak lebih berpengaruh dari persahabatan. Gugatan antara anggota keluarga. Pemenang selalu memutuskan dengan kontrak.” Keduanya tampak prustasi sampai Jung Il terpikir sebuah ide setelah mendapat sms dari Gyung Ho bahwa mereka harus membuat ayah Young Ju tetap hidup agar kontrak perjanjian antara ayah mereka dibatalkan.

Jung Il segera menelpon Young Ju dan memberitahukan bahwa ayahnya tidak akan selamat esok dari operasi. Dong Jun diam-diam masuk ke kamar ayah Young Jo dan  berusaha mengambil sebuh dokumen  laporan performa pasukan militer tapi  Young Ju memergokinya.

Mereka berdua berbicara di atas atap dan Dong Jun mengkonfirmasi apa yang didengarnya dari Jung Il. Dong Jun lantas mengungkit ketidak adilan yang menimpa Young Ju dan ayahnya dan berkata: “Kita hidup di dunia dimana segala keinginan Choi Il Hwan menjadi kenyataan.” Young Ju: “Dunia ini sudah sama seperti neraka saja.” Dong Jun: “Tapi setidaknya orang-orang berdosa dihukum di neraka. Di neraka lebih adil daripada di dunia ini.”

Dong Jun menceritakan yang sesunguhnya bahwa mereka telah menyiapkan aula pemakaman untuk ayahnya dan bahkan sudah menyiapkan alasan untuk kematian ayahnya. Young Ju menyela ucapannya mengatakan bahwa dia harusnya bisa mencegah mereka, dan Dong Jun berkata dia juga akan ikut runtuh, jika CEO Choi runtuh.

Young Ju menangis mengatakan bahwa mereka berdua bisa mengekspos korupsi anti peluri itu, namun Dong Jun  dengan kepala tertunduk berkata: “Aku bukan seperti ayahmu. Aku tidak bisa menjalani hidup seperti itu,” dan berjalan pergi.

Dong Jun menekan nomor Young Ju di ponselnya, untuk sengaja memperdengarkan perbincangannya bersama ayahnya. Di telppn, Young Ju mendengar perbincangan mereka saat Dong Jun bertanya apa ayahnya akan membiarkan Dong Jun tetap hidup jika dokumen rahasia itu hancur sebelum operasi. Ayahnya masih diam, dan Dong Jun mendesaknya untuk menjawab apa ayahnya akan membiarkan Chang Ho hidup jika keselamatannya telah terjamin, dan ayah berkata tentu saja.

Keluar dari ruangan ayahnya, Dong Jun  menelpon Young Ju dan memohon padanya untuk tidak membiarkan ayahnya membuat kesalahan: “Tolong cegah aku menjadi seorang pria seperti Choi Il Hwan.”

Young Ju memberitahu sahabatnya, Yeon Hwa, untuk mencarikannya dokter ahli bedah lainnya, tapi Yeon Hwa memperingatkannya bahwa jika dokter Lee menolak untuk mengoperasi ayahnya maka tidak ada dokter manapun yang akan mengoperasi ayahnya di rumah sakit ini. Dia mendatangi dokter penjara untuk meminta izin  penundaan operasi ayahnya agar bisa membawanya ke rumah sakit lain, tapi si dokter penjara malah memberinya dua pilihan – ayahnya dioperasi sesuai jadwal atau ayahnya harus dibawa kembali ke penjara.

Young Ju kembali ke rumah sakit dan selama beberapa saat berdiri di depan pintu menyaksikan kebersamaan ayah dan ibunya. Chang Ho berjanji pada istrinya bahwa ketika dia pulih nanti, mereka akan berbulan madu ke Thailang dan Ibu memintanya untuk hidup 100 tahun lebih untuk memenuhi janjinya itu.

Young Ju meyakinkan ayahnya bahwa operasinya akan berjalan lancar, dan di atas atap dia terpaksa memutuskan untuk membakar semua bukti penting yang ia pegang. Sebelum ayahnya masuk ke ruang opreasi, Dong Jun telah menungguinya untuk menunjukkan rekaman bahwa Young Ju telah membakar semua bukti yang bisa membahayakan Taebaek maupun dirinya.

Tapi setelah masuk ke ruang operasi, Dokter Lee tidak melakukan operasi apapun. Dia memberitahu Dong Jun bahwa kanker ayah Young Ju telah menyebar ke paru-paru, hati dan pankreas. Dong Jun tak percaya karna dokter penjara mengatakan kankernya belum menyebar, dan dokter Lee membela diri bahwa mereka takkan pernah tahu sebelum mereka membuka organnya. Ayahnya berkata paling lama Chang Ho bisa bertahan 3 sampai 6 bulan. Dong Jun bertanya bagaimana dengan perawatan anti kanker, dan sebaliknya Ayah memberitahu Dong Jun bahwa kasus reporter Kim akan ditutup jika dia meninggal, dan menyarankan agar Dong Jun mengurusi urusan hukum operasi plastik miliknya.

Dong Jun bergegas naik ke atas atap. Young Ju berusaha menahan air matanya mengatakan bahwa dulu Dong Jun membakar bukti milik ayahnya dan sekarang dia sudah membakar bukti yang ditinggalkan oleh reporter Kim. Young Ju bertanya apa ayahnya akan bebas jika dia membantu CEO Choi dan bekerja sama dengan skandal korupsi industri pertahanan.

Dong Jun hanya terdiam, dan sekarang Young Ju menangis karna berpikir bahwa dia bisa menangani semua ini. Young Ju berkata bahwa dia tidur dengannya karna hanya itu cara yang ia punya, dan merasa sekarang ia orang yang menyedihkan lebih menyedihkan daripada saat  malam itu dia memasuki kamarnya.

Young Ju mengakui ucapan Dong Jun ada benarnya bahwa mereka bisa tetap hidup tanpa menjaga hati nurani mereka. Dia memberitahu Dong Jun bahwa setelah ayahnya pulih dia akan ke kampung halamannya dan akan melupakan semua ini, tapi Dong Jun memeluk Young Ju dan mengatakan bahwa hari itu tidak akan datang. Young Ju tak mengerti dengan maksud ucapannya, dan Dong Jun berkata: “Maafkan aku, Shin Young Ju –ssi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*